Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
ISTIRAHAT


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Puas memandangi wajahnya di cermin, mayra lantas keluar dari kamar mandi, tapi siapa sangka, ardi sudah berdiri di depan kamar mandi, menunggunya sejak tadi.


"Aduhhh....." keluh mayra kaget memegang dadanya.


Ia terkejut menemukan sosok ardi didepan pintu kamar mandi, menyunggingkan senyuman sepenuh hati, membuat mayra bingung harus bagaimana menanggapi.


"Ayo sayang kita tidur, ini sudah malam, besok pagi baru kita pulang." ajak ardi menarik tangan mayra.


Mayra mengekori ardi, menjadi penurut yang baik hati. Ia meminta mayra untuk tidur lebih dulu, karna ardi tau jika mayra sangat lelah setelah acara pertunangan mereka. Ardi menyelimuti mayra dengan penuh perhatian, ia juga memberikan satu kecupan hangat di keningnya, sebagai salam penutup tidurnya.


"Istirahatlah sayang, aku akan keluar." lembut ardi.


Ardi pergi keluar dari kamar, meninggalkan mayra sendirian, tak ingin mengganggu istirahatnya, karna jika tidak, ardi justru akan membuatnya tidak bisa tidur semalaman. Ardi meraih ponselnya, ia menghubungi pak seto, memberitahunya tentang mayra.


Tutt...📞📞📞📞


Beberapa saat, sambungan telfonnya di terima oleh pak seto, ia segera memberitahu jika mayra sedang bersamanya, mereka akan menginap dan pulang besok pagi, dan ardi berjanji akan menjaga mayra, setelah itu ia mengakhiri telfonnya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Di sisi lain, ada pak seto yang merasa lega mendapat telfon dari ardi, ia percaya jika ardi akan menjaga mayra baik-baik saja. Adi juga mendengar percakapan pak seto dengan ardi, karna ia belum pulang dari sana, bahkan bu sinta juga mendengarnya.


Bu sinta kembali menatap adi, ia sadar jika adi merasa kesal mendengar telfon tadi, namun mau bagaimana lagi, itu semua sudah terjadi. Ia hanya berharap adi bisa mengerti, ia juga meyakinkan adi, jika takdir tidak akan salah alamat.


"Ibuk harap nak adi mau mengerti, percaya saja jika takdir hanya akan datang pada mereka pemiliknya. Sakit memang, tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi." jelasnya.


Pak seto juga demikian, ia berharap adi bisa memahami. Ia juga meminta adi untuk bicara langsung dengan mayra, agar tidak terjadi salah paham untuk kedua kalinya, setidaknya bukan untuk mengembalikan semua, tapi untuk meluruskan segalanya.


"Jika tidak untuk mengembalikan hubungan kalian, bapak harap, setelah nanti kalian bisa bicara berdua, akan ada titik temu yang meluruskan semuanya. Dan apapun keputusan akhirnya, semoga nak adi bisa menerima segalanya." jelas pak seto bijak.


Adi diam membisu, ia menundukkan kepalanya, menahan rasa sakit yang mengguncang hati dan pikirannya, berharap semuanya tidaklah nyata.


Beberapa saat setelah mereka bicara, adi pamit untuk pulang, ia memberitahu kedua orang tua mayra jika dirinya akan kembali untuk menemui mayra. Langkahnya terasa sulit saat mengingat kenangan mereka berdua, membuat hatinya hancur, apalagi harus melupakannya, itu sangat berat baginya. Tapi adi tidak mau menyerah semudah itu, ia akan berjuang demi mayra.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Ke esokan paginya, mayra terbangun dari tidurnya yang pulas. Mungkin saja akibat apa yang ia alami semalam, sehingga membuat dirinya benar-benar terlelap dalam lelahnya. Mayra menggeliat dan meleguh manja, merengangkan tubuhnya yang terasa kaku.


"Mmmmmzz....."

__ADS_1


Lalu mayra tersadar, jika dirinya tidur sendirian sejak tadi malam, karna ia tidak menemukan sosok ardi di sampingnya. Mayra bergegas bangkit, ia pergi kekamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka, mayra melepas hellsnya, ia memilih menyeker tanpa alas kaki. Setelah itu ia pergi keluar untuk mencari ardi, matanya menelisik ke semua sudut ruangan, dan ternyata, sosok yang ia cari sedang tidur di sofa.


Mayra tersenyum, melihat ardi yang tengah tidur pulas di sofa, membuatnya merasa gemas melihat wajah tampannya. Terlihat sangat damai dengan ketampanannya, bahkan mayra menatapnya begitu dekat, sampai-sampai ia bisa merasakan hembusan nafas teratur ardi.


"Tampan..tapi juga menyebalkan." gumam mayra lembut.


Walaupun begitu, gumamannya masih terdengar oleh ardi, karna sebenarnya ardi sudah bangun sebelum mayra, namun ia berpura-pura tidur ketika mendengar suara gemericik air di kamar mandi.


Dan cuppp..


💋💋💋💋💋💋


Satu kecupan berhasil mendarat di bibir mayra, ardi dengan sengaja menarik tengkuk mayra agar lebih dekat dengannya, dan hal itu berhasil membuat sang empunya merona. Bagaimana tidak, ardi sudah mengingatkan mayra dengan kebiasaannya sebelumnya, apalagi kalau bukan morning kiss. Kebiasaan ardi sebelum ia pergi dari kamar mayra setiap pagi.


"Selamat pagi sayangku." sapa hangat ardi.


Ia tersenyum setelah mendapat morning kiss dari mayra, kemudian melepas tengkuknya, dan bangkit menatap wajah gadisnya.


Yang di tatap justru semakin merona, matanya memang terbuka, tapi kesadarannya belum sempurna. Berbeda dengan ardi, yang justru sangat senang menikmati pemandangan indah dari wajah cantik kekasihnya, di tambah pipinya yang merona, membuatnya terlihat semakin menggemaskan dan ingin memakannya, memancing ardi berpikir usil kepadanya.


"Sepertinya pinggangku butuh olah raga pagi ini." jelas ardi tersenyum.


Lantas hal itu membuat mayra kaget, ia sarkas menjauh dari ardi, bahkan bersedekap dada memandang ardi.


Ardi sarkas bangkit, lalu tidur di lantai, melakukan olah raga sit up, membuat mayra tercengang. Dan hal itu membuat ardi tertawa dalam hati, karna telah berhasil mengerjai mayra lagi.


"Aku hanya ingin olahraga ssyang, siapa yang kau aneh-aneh. Jangan-jangan pikiranmu saja yang negatif, atau jika kau ingin aku bersedia." jelas ardi santai berusaha menahan tawanya.


Wajah mayra kembali merona, namun kali ini mayra pergi ke kamarnya, ia tak kuat menahan malunya pada ardi, bahkan ia juga mengunci pintunya dari dalam. Sedangkan ardi masih tertawa di sofa, mengingat wajah menggemaskan mayra, wajah cantik yang selalu ada dalam pikirannya.


"Mayra, mayra..beruntung sekali aku mendapatkan mu, mendapat kesempatan untuk membuatmu tertawa." gumamnya bahagia.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Ardi mengejar mayra ke kamar, ia tak mau membuatnya kesal. Namun sayang, pintu kamarnya di kunci dari dalam, membuat ardi harus memohon pada mayra.


"Sayang, buka pintunya..aku mau mandi lalu setelah itu kita sarapan bersama." bujuk ardi di depan pintu.


Sementara mayra sedang tersenyum di dalam, ia mendengarkan permohonan ardi di balik pintu. Berpikir beberapa menit untuk membukakan pintunya, lalu ia setuju.


"Awas mas macam-macam ya, aku akan marah dan tidak mau kesini lagi." jelas mayra memberi syarat.

__ADS_1


"Iya sayang, aku janji." sahut ardi menunggu.


Lalu perlahan pintu terbuka, ardi menerobos masuk dan sarkas menangkap mayra, ia menggendongnya ala brides style menuju kamar mandi. Tak perduli rengekan mayra yang memintanya menurunkannya, ia tak mau mandi bersama.


"Sekarang aku sudah menangkapmu sayang, kau harus menurut dan no coment, aku janji tidak akan macam-macam, tapi satu macam." jelas ardi tertawa.


Lantas hal itu membuat mayra semakin panik, ia terus meronta untuk turun, hingga akhirnya ardi mengabulkan permintaannya, yakni menurunkannya di dalam bak mandi, membuat sang empunya basah kuyup seketika.


Ardi ikut masuk kedalamnya, ia menarik mayra kedalam pelukannya, membuat mereka berendam bersama. Ardi tak membiarkan mayra pergi, ia justru semakin mempererat pelukannya dan menautkan kepalanya di bahu mayra.


"Diamlah mayra, biarkan aku menikmati saat-saat seperti ini denganmu." lembut ardi.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Mayra terdiam, ia mencoba mengikuti keinginan ardi, setidaknya untuk beberapa saat. Mayra memejamkan mata, mencoba menikmati kebersamaan mereka, tak ingin merusak semuanya.


Perlahan, saat mayra terlihat tenang, ardi melepas pelukannya, tangannya beralih kedepan bertaut dengan tangan mayra, memberi kehangatan dalam gengaman bersama. Tiupan lembut ardi berikan di leher mayra, membuat sang empunya terlena.


Kubangan air dingin, menyatu dengan kehangatan keduanya, dan jangan tanya bagaimana perasaan ardi saat itu, sudah terbayang di pikiran para readers setia.


Hasrat ardi kian mendidih memberi kehangatan di sekujur tubuhnya, juniornya sudah stay on sejak lama, ditambah saat tak sengaja matanya melihat sesuatu, apalagi kalau bukan pemandangan indah gunung kembar mayra. Dressnya yang kian merosot setelah mereka berendam bersama, memperlihatkan body sexy mayra, apalagi warna soft blue yang seolah memperjelas semuanya.


Kulit indah, mulus dan tubuh sexy mayra membuat ardi semakin bergelora. Ardi tak segan untuk mengatakan keinginannya.


"Sayang..bisakah kita menikah sekarang saja." bisik ardi terlena.


Lantas mayra yang mendengar bingung jadinya. Tak mendapat jawaban dari mayra, ardi justru memutar tubuh mayra menghadap dirinya. Sarkas ia mendaratkan bibirnya di bibir manis mayra, ********** brutal dengan sepenuh hasratnya. Mengabsen setiap sudut mulut mayra, bertukar saliva di setiap saatnya.


💋💋💋💋💋💋💋💋💋


Ardi semakin bergelora, saat mayra menikamati setiap perlakuannya, ia menarik tubuh mayra hingga terduduk diatas pangkuannya, mempernyaman posisinya. Jangan tanya soal mayra, gadis itu kian terlena dengan semuanya, hasratnya ia lepas melebur bersama kehangatan mereka. Mayra juga mengalungkan kedua tangannya di leher ardi, mempermudah ardi menjelajah ke semuanya.


"Mmmnnnttthhh..." leguh mayra.


😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍


Alhamdulillah,...


Setelah sekian purnama karna anak mom yang lagu sakit, akhirnya cicilan up bisa selesai. Mohon maaf untuk semuanya, maaf juga jika ada salah kata..


Semoga tetap suka, like, love dan komen sebanyaknya..

__ADS_1


Trimakasih...


__ADS_2