
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Akan ada hasil dari sebuah perjuangan.
Namun jika ada hasil tanpa perjuangan.
Itu masih kurang menantang..
ππππ
Pagi yang cerah, secerah sinar sang mentari...
Namun tak ada yang lebih cerah dari senyum sang kekasih hati.
Setelah kejadian kemarin, mayra merasa gugup untuk pergi kesekolah dan bertemu dengan adi, entah kenapa ada rasa yang berbeda, meski dirinya tau kalau hal itu tak ada yang salah, termasuk apa yang sudah orang tuanya katakan.
Semua rasa bercampur menjadi satu, wajah adi terus terbayang-bayang di benaknya, berharap tidak akan ada hal aneh yang terjadi hari ini, dia tidak ingin hubungannya dengan adi di ketahui orang lain selain dirinya dan keluarganya termasuk kedua temannya.
Meski mayra tau lama kelamaan semua orang akan tau, tapi untuk saat ini lebih baik tak ada yang tau perihal hubungannya dengan adi, apalagi hubungan yang masih baru ia mulai dan belum pasti akan seperti apa ahirnya.
ββββββ
Hari ini mayra terlihat aneh bagi kedua temannya, meski sedang di kantin mayra enggan untuk memesan makanan, dia hanya sibuk memainkan ponselnya, melihat hal itu jeni dan nana saling memandang, mereka ingin mencari tau apa yang terjadi pada mayra.
Namun belum sempat mereka melakukan hal itu tiba-tiba saja terdengar suara maraton dari belakang mereka.
"Boleh gabung." sapanya.
Ketiganya kompak menoleh, mereka kaget melihat sosok itu, siapa lagi kalau bukan rangga, dengan segera nana mengiyakan rangga dan memintanya duduk di samping mayra.
Dia tau kalau rangga suka pada temannya itu, jeni pun mengerti kode colekan nana, hingga mereka akhirnya duduk berempat di sana.
Mereka mengobrol mulai dari pembahas soal mata pelajaran yang rangga pegang, hingga hal-hal yang ingin sama-sama mereka ketahui. Tawa renyah kian mengisi di sela-sela obrolan mereka, mengundang tatapan sinis dari teman-teman siswi yang menyukai rangga.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Dari sudut lain, ada mata yang menatap tajam ke arah mereka, tatapan cemburu siapa lagi kalau bukan adi, dia awalnya tak melihat hal itu, namun saat berjalan menuju ruang rapat bersama guru BK, Kepala sekolah serta beberapa guru, adi menangkap sosok kekasihnya sedang duduk bersama rangga dan tertawa bersamanya, melihat hal itu adi tersulut emosi, dia tak ingin melihat mayra tertawa bersama laki-laki lain kecuali dengan dirinya, adi tau kalau rangga memiliki ketertarikan pada kekasihnya itu, sejak awal rangga masuk ke kelas mayra adi sudah mengawasinya, tatapan laki-laki yang suka pada seorang gadis yang dia tangkap dari mata rangga, karna adi juga laki-laki hingga dia tau kalau rangga suka pada mayra.
__ADS_1
Hal itu kini bisa adi pastikan benar adanya, setelah melihat semuanya. Apalagi rangga benar-benar menggunakan dengan baik semua kesempatan yang padanya agar bisa dekat dengan mayra. Adi mengepal kedua tangannya, merasa cemburu melihat mereka, namun ia tidak bisa melakukan apa-apa, karna mereka berada di sekolah.
π...
tett..jam masuk kelas kembali berbunyi..
Ketiganya pergi ke kelas meninggalkan rangga terlebih dulu.
Rangga tersenyum, karna hari ini dia bisa bicara dengan mayra, dia berharap agar kedepannya bisa semakin dekat dengannya.
Setelah masuk ke kelas, tiba saatnya pelajaran bahasa indonesia, yah..mapel dari kekasihnya sendiri, namun sudah sepuluh menit adi belum masuk ke dalam kelas, mayrapun berpikir kenapa adi tidak masuk, karna biasanya adi selalu tepat waktu, sedang murid lain sibuk dengan kegiatannya masing-masing di saat jamkos.
Namun tiba-tiba saja salah satu siswi dari kelas 12 ips 1 memanggil mayra, dia memberitahu bahwa adi sedang menunggunya di perpustakaan untuk mengambil tugas, karna adi tidak bisa masuk kelas hari itu. Setelah si tukang pos pergi, mayra segera pergi ke perpustakaan, dia terus berpikir kenapa adi terus saja mengejarnya dengan banyak cara, dan untuk hal ini, meski dirinya tak bisa masuk, seharusnya dia meminta guru magang yang masuk menggantinya.
"""""""ππππΉπΉπΉ
Mayra tiba di perpustakaan, dia masuk dan benar saja adi sudah menunggu mayra di sana, mayra melangkah menghampiri meja di mana adi berada, dan bukan hanya adi yang ada di sana, rangga juga ada di sana, melihat sosok rangga yang tersenyum ke arahnya, mayra membalas dengan senyuman dan anggukan pelan pada rangga, hal itu membuat adi semakin cemburu hingga dirinya membentak mayra.
"Kau lama sekali mayra, apa kamu tidak tau dimana perpus sekolah ini?" hardik adi mengepal tangannya.
Mendengar hal itu mayra bergidik ngeri, dia berpikir kalau adi sedang tidak baik, padahal dia merasa kalau dirinya sudah secepat mungkin menuju perpustakaan.
"Maaf pak" kata itu yang terlontar dari mulut mayra saat adi membentaknya.
Tak menghiraukan kata maaf mayra, adi segera memberikan tugas pada mayra, dan menyuruh mayra pergi karna dia tak ingin orang lain memandang kekasihnya terlalu lama, apalagi rangga yang jelas menyukai mayra.
"Ingat mayra, kumpulkan sebelum jam pulang sekolah, kau yang bertanggung jawab atas tugas ini, jika sudah selesai antarkan ke meja saya." tegas adi.
"Baik pak." singkat mayra segera pergi.
Adi melanjutkan kegiatannya setelah kepergian mayra, begitu juga dengan rangga yang hanya membaca buku disana, meski ia sempat menawarkan diri untuk membantu adi, tapi adi menolaknya mentah-mentah, apalagi tawaran rangga untuk menggantinya masuk di kelas mayra.
Di kelas para murid sudah sibuk mengerjakan tugas, ada yang masih bermain game dan sebaginya.
Mayra benar-benar di buat pusing oleh tugas adi, entah hal apalagi yang akan menimpanya setelah ini.
"Kenapa gak pak rangga aja yang masuk di jamkosnya pak adi ya?" celetuk nana di tengah-tengah kesibukan mereka.
__ADS_1
Mayra hanya mengedikkan bahunya tak tau, sedangkan jeni masih sibuk dengan tugasnya.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Satu jam berlalu, ahirnya semua murid menyelesaikan tugas dari adi, dengan cepat mayra mengumpulkannya menjadi satu agar bisa mengantarnya ke meja adi, dia tak ingin mendapatkan hukuman dari adi.
Setelah semuanya terkumpul, mayra segera membawa tugas itu ke meja adi, saking terburu-burunya mayra dirinya tak sengaja menabrak rangga yang berpapasan dengannya.
Brukkk.....
Buku-buku itu berserakan di lantai, namun untungnya saja mayra tak terjatuh karna rangga sempat menarik tangannya, hingga tubuhnya berada dalam pelukan rangga, mayra segera bangkit dan memunguti buku-buku yang berserakan di bantu dengan rangga.
Bu Mega sempat melihat hal itu saat hendak masuk ke ruang guru, dirinya tersenyum hingga tiba di mejanya dan menceritakan hal yang ia lihat, sontak membuat beberapa guru yang ada di sana mendengarnya termasuk adi.
"Pantas saja bu para siswi suka sama pak rangga, dia kan guru magang yang tampan." ucap bu ninik.
"Iya bu betul, tampan dan cerdas." timpal bu kiki.
"Cocok jugalah sama usia anak sma." timpal bu novi.
"Huss kalian itu ya, masih tampan pak adi, iyakan pak?" sambung bu mega guru mapel matematika yang berusia 50 tahun namun sangat humoris.
"Iya ...betul kata bu mega." sahut bu kiki.
Yang di bicarakan hanya tersenyum, senyum palsu yang menutupi amarahnya kali ini, jika bukan di sekolah adi pasti sudah memberi pelajaran bagi rangga.
Mayra masuk ke ruang guru, menuju meja adi, melewati meja guru-guru dan menyapa dengan ramah, siapa yang tak kenal mayra, siswi yang cantik, pintar dan ramah, pantas saja jika banyak yang suka padanya.
"Pak..ini tugas kelas 12 Ipa." ucap mayra.
"Letakkan di sini." sahut adi datar.
Mayra meletakkan buku-buku itu di sudut kanan meja adi, setelah itu ia pamit pergi, adi hanya mengangguk tak bisa bicara apapun karna situasi yang tak mendukung, namun bisa di pastikan setelah ini adi akan melakukan suatu hal.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Maaf ya mom baru bisa up..
__ADS_1
semoga suka πβ€π―π..
Trimakasih...