Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
BERKAS BERKEDOK RINDU


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


❤ Percaya saja, akal pria jauh lebih cerdik daripada wanita, sesuai pada hakikatnya, laki-laki 9 dan 1 untuk wanita, ntah apapun alasannya, jika itu menyangkut rindu dan sang empunya cinta, tak ada yang bisa menghalanginya. ❤


Sesuai janji yang mayra ucapkan pada ardi, laki-laki tampan itu benar-benar menemui d4irinya, ntah dengan cara atau alasan apapun, mayra juga tidak tau, ia hanya berharap, tidak ada kecurigaan yang akan timbul nantinya pada orang tuanya, mengingat setelah sekian lama, ardi baru kembali berkunjung ke rumahnya, pasalnya setelah kecelakaan yang menimpanya, nama ardi tak lagi muncul di keluarganya begitupun sebaliknya.


Awalnya mayra tak menyangka bahwa ardi benar-benar datang, tiba-tiba saja, bel pintunya berbunyi, ia pikir adilah yang datang bertamu malam itu, dengan segera mayra keluar untuk membukakan pintu, dengan penampilan seadanya, tantong putih dan hot pans pink, dengan rambut di ikat kuda sembarangan.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Kejutann...


Kata itulah yang pantas untuk tamu yang tak terduga malam itu, senyumnya yang menawan bukan membuat jantungnya berdebar, justru membuat kepala mayra terasa pusing, bagaimanpun, ardi adalah tipe yang nekat, sifat-sifat baru yang mayra rasa baru saja muncul yang ardi tunjukkan setelah tragedi itu, entah perkenalan mereka yang masih dangkal atau memang semua perubahan yang terjadi, akibat kecelakaan yang menimpa ardi.


"Apa pak seto ada?" tanya ardi ramah.


Yah...ucapan ardi menyadarkan mayra dari pikirannya, tanpa bicara, ia segera mengangguk memberi jawaban dari pertanyaannya, ia juga mengajak ardi masuk, karna tak sopan jika malam-malam dirinya membiarkan tamunya di luar, kemudian mayra pergi untuk memberitahu sang ayah tentang kedatangan tamunya.


Ardi duduk tersenyum melihat mayra yang pergi meinggalkan dirinya, tak ada yang lebih menyenangkan bagi dirinya saat bisa bertemu dengan mayra, apalagi melihat wajah mayra yang cantik dan semakin menggemaskan saat merasa bingung, di tambah aura sexy mayra, dengan pakaian minimnya, yang pastinya membuat laki-laki semakin terpikat dengannya.


Masih tercium jelas, aroma manis yang menyeruak dari tubuh mayra, aroma itu masih ardi rasakan, meski tak memeluk dirinya, bayang-bayang mayra terus saja mengobrak abrik hatinya, bahkan...kali ini ardi seakan berubah, ia sangat sulit untuk bisa mengontrol semua keinginan dirinya pada mayra.


"Kau sangat menggemaskan, lalu bagaimana bisa kau memintaku untuk melupakan dirimu mayra." batin ardi tersenyum.


Beberapa saat, pak seto datang menghampiri ardi, ia segera menyerahkan beberapa berkas padanya, sebenarnya bukan berkas yang penting, itu hanya sebatas alibi, berkas berkedok rindu, yang tidak pak seto sadari, ada udang di balik batu.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Keduanya mengobrol beberapa menit, membahas berkas dan beberapa hal tentang pekerjaan, bahkan pak seto juga meminta mayra untuk membuatkan minuman untuk keduanya, kebetulan saja, sang ibu sudah tidur lebih dulu, karna kedua orang tua mayra memang tidak pernah tidur larut malam.


Tepat saat minuman keduanya datang, obrolan mereka juga selesai, mayra meletakkan nampannya, kemudian menyuguhkan minuman itu pada ardi dan ayahnya, tapi..sayangnya sang ayah justru tak jadi untuk menemani ardi minum, ia sudah merasa mengantuk, dan ardipun mengijinkan pak seto untuk istirahat lebih dulu, sehingga mau tidak mau mayralah yang ayahnya minta untuk menemai ardi saat itu, dan hal itu membuat mayra menggerutu dalam hati.


"DASAR LICIK" batinnya.😄


Setelah sang ayah masuk meninggalkan keduanya, ardi tersenyum semakin lebar, ia mengedikkan alisnya pada mayra, memberikan bukti pasti tentang semua ucapannya, membuat mayra galau merana.


"Bagaimana ini? saat aku ingin jalanku untuk melupakannya dipermudah, tapi kenapa takdir mempersulitku!" keluh batinnya.


Ardi tak perduli apapun yang mayra pikirkan tentangnya, yang jelas, ardi hanya ingin bertemu mayra, dia tidak pernah berniat untuk menyakiti perasaan mayra, dan keduanyapun akhirnya mulai bicara, meski sedikit kaku karna mayra merasa bingung dengan kedatangan ardi yang tidak terduga.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Ardi terus menatap mayra, tatapannya mengandung rindu yang membara, membuat mayra merona salah tingkah jadinya, bahkan ardi tidak ragu untuk memperdekat jarak duduk keduanya, pelan tapi pasti, ardi semakin dekat dengan mayra, membuat sang empunya bingung harus bagaimana.


Mayra merasa panik, tak kala mengetahui panggilan video adi, ardi yang mengerti hal itu mencoba tersenyum, ia segera sedikit menjauh dari mayra, tak ingin membuat mayra merasa tegang, meskipun sejatinya dirinya merasa sedikit kesal karna waktunya sudah terganggu akibat telfon dari adi.


Kemudian mayra mengangkat telfon adi, ia mencoba bersikap seperti biasa, tak ingin adi curiga pada dirinya, tapi siapa sangka, ardi harus mendengar obrolan pahit baginya, bagaimana tidak, adi terus menyatakan rindunya pada mayra, bahkan adi semakin terpesona melihat kekasihnya yang sangat cantik, di tambah pakaian mayra yang dengan jelas mengekspos lekukan tubuhnya, membuat adi semakin menggila.


Mayra merasa bingung harus bereaksi bagaimana, menanggapi semua ungkapan rindu dari adi untuknya, ia semakin merasa tidak enak, tak kala melihat raut wajah ardi yang berubah masam, apalagi saat mendengar ungkapan rindu dari adi untuk dirinya, bahkan terlihat jelas guratan cemburu, saat adi meminta ciuman penutup diakhir panggilannya, dan mau tidak mau mayra tetap memberikannya, karna ia tahu jika adi tidak akan mengakhiri panggilannya sebelum keinginannya terpenuhi.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Setelah panggilan adi berakhir, mayra segera meletakkan ponselnya kembali, ia mencoba tersenyum pada ardi, mencoba menetralkan suasana yang kurang mengenakkan, bahkan mayra mencoba mencari topik obrolan terlebih dulu agar ardi mau bicara, begitu juga ardi yang memang tidak bisa menahan diri saat bersama mayra.


Ardi kembali mendekat ke arah mayra, bahkan sangat dekat, keduanya duduk menempel di satu kursi yang sama, ardi menatap mayra lekat, ia membelai wajah mayra, kemudian meniup lembut kedua matanya, membuat sang empunya terpejam, lalu ardi berbisik lembut di telinga mayra.

__ADS_1


"Aku cemburu mendengar semuanya, meski ku tau bahwa, aku tidak memiliki hak sedikitpun tentang hal itu, tapi yang harus kamu tau mayra, aku sangat mencintaimu, aku rindu padamu, aku tidak suka mendengar kata rindu untukmu darinya." lembut ardi.


Bukan hanya itu, bahkan ardi mendaratkan satu kecupan singkat di pipi mayra, membuat sang empunya terkejut dan merona, posisi keduanya sangat dekat, begitu juga dengan tatapan mereka, membuat jantung mayra semakin berdebar.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Ardi tersenyum, ia merasa cukup puas malam itu, bisa menikmati waktunya dengan mayra, meski ia harus berbohong pada ayah mayra, dengan alibi berkas berkedok rindu, ia juga merasa senang melihat wajah gadis cantik di depannya merona, membuat dirinya semakin terpesona, bahkan terlihat sangat menggemaskan, membuat ardi ingin memakannya, jika saja keduanya bukan berada di sana.


Puas dengan rindunya, ardi bangkit untuk pulang, mayra juga mengantarnya keluar, namun sebelum pulang, ardi meraih tangan mayra, ia menarik tubuhnya menjadi lebih dekat, menatap lekat wajahnya, kemudian berbisik di telinganya.


"Aku akan menemuimu lagi mayra, entah kau suka ataupun tidak, tapi aku berjanji, apapun itu..aku tidak akan menyulitkanmu." lembutnya.


Mayra terdiam, ia tidak tau harus bereaksi seperti apa mendengar ucapan ardi, ia hanya ingin tidak ada masalah yang akan menimpanya, juga orang-orang di sekitarnya, lalu ia melepas tangan ardi, tak ingin ada yang melihat keduanya sedekat itu, kemudian meminta ardi untuk segera pulang karna besok dirinya harus bekerja, begitupun dirinya yang harus pergi ke sekolah, hingga akhirnya mobil ardi pergi meninggalkan rumahnya.


Mayrapun masuk ke dalam rumahnya, ia meraih ponselnya lalu pergi ke kamarnya, sembari merebahkan tubuhnya, dirinya masih berpikir tentang ardi yang bertindak di luar dugaan, sikap ardi yang berubah setelah kecelakaan yang terjadi padanya.


"Jangan-jangan otak mas ardi mengalami goncangan hebat." gumam mayra berpikir, mengingat sikap ardi yang semakin nekat.


Di sudut lain, ada adi yang tengah berpikir tentang hubungannya dengan mayra, hatinya merasa ada sesuatu hal yang akan kembali menguji kekuatan hubungannya, mengingat ardi yang telah kembali, apalagi mengetahui mayra yang sudah bertemu ardi, ia merasa harus berhati-hati dengan ardi, ada banyak hal dengan banyak kemungkinan yang bisa terjadi.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Alhamdulillah...


bisa up meski tidak seberapa...


mohon maaf bila ada salah kata..

__ADS_1


trimakasih banyak...


__ADS_2