
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Pagi sudah berganti malam, malam ini mayra sedang duduk di teras, dirinya sedang membaca beberapa buku untuk mengisi waktu.
Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di halaman depan rumahnya, ternyata sang ayah pulang bersama sang boss siapa lagi kalau bukan ardi.
Ayah mayra turun, dirinya menghampiri mayra dan memintanya bersiap-siap untuk menemani ardi ke acara diner bisnis, pasalnya sejak di kantor, ardi sedang bingung harus mengajak siapa untuk menemani dirinya, dia tak mau pergi sendiri karna sang sekretaris sedang sakit, jadi ayah mayra mengusulkan mayra agar menemani ardi diner.
Mayra tak berani menolak hal itu, lagipula saat itu mayra juga sedang tidak ada acara, dirinya sedang santai, tak ada salahnya jika ikut diner bersama ardi.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Beberapa saat mayra sudah selesai bersiap, mata ardi tertegun melihat mayra yang sangat cantik, mayra keluar mengenakan dress hitam selutut yang press body bertali spageti, rambutnya terurai indah, dengan sebuah jepit swaroski terselip indah di rambutnya.
Keduanya pamit untuk segera berangkat, ardi sangat sopan memperlakukan mayra, melihat hal itu ayah mayra tersenyum, dirinya tau kalau ardi adalah laki-laki yang baik, apalagi dirinya sudah sangat lama mengenal ardi dan keluarganya.
Meski ayah mayra tau, dengan mengirim mayra pergi bersama ardi akan menimbulkan suatu masalah jika adi melihat itu, sudah pasti adi akan cemburu, namun ayah mayra akan menjelaskan semuanya jika hal itu benar-benar terjadi.
...............................................
Selama di perjalanan, mayra memilih diam, dirinya tak tau harus memulai pembicaraan, apalagi dengan seorang boss dari sang ayah, dirinya menatap kelaur cendela, menatap gemerlap lampu yang menghiasi jalanan dan kota, sambil menikmati alunan musik yang sejak dia naik ternyata ardi telah menyetel sebuah lagu yang berjudul " Dia dari Anji" .
Tanpa mayra sadari, beberapa kali ardi mencuri pandang ke arahnya, ardi akui kalau mayra adalah perempuan yang bisa menarik perhatiannya, sudah banyak wanita yang ardi temui, mereka rela merendahkan diri demi ardi, namun sikap mereka hanya membuat ardi jijik, berbeda dengan mayra, yang cenderung sederhana dari sikap nya yang pendiam seperti itu membuatnya semakin tertarik, di tambah parasnya yang cantik.
"Mayra..." panggil ardi memecah keheningan.
Yang di panggil menoleh, senyum indah terukir menghiasi wajah cantiknya. "Iya mas.." sahut mayra lembut.
Dari situlah Ardi memulai pembicaraan, kini keduanya saling bicara, sesekali keduanya tak sengaja saling memandang, tawa renyah mulai terdengar memenuhi mobil itu, ardi senang bisa di temani oleh mayra malam itu, ada rasa bahagia melihat senyuman di wajah mayra.
Hingga beberapa menit kemudian, tak terasa kini mobil itu telah tiba disebuah restorant, ardi dengan sigap turun lebih dulu untuk membukakan pintu mayra, wanita mana yang tak senang mendapatkan perlakuan istimewa seperti itu, apalagi dari seorang boss seperti ardi.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Mayra nampak ragu saat melihat ardi yang mengulurkan tangan ke arahnya, namun melihat ardi yang tersenyum mayra mengerti akan hal itu, ardipun tau kalau mayra baru pertama kalinya pergi bersama laki-laki untuk makan malam.
"Jangan takut mayra, ada aku bersamamu, ini hanya makan malam biasa." ucap ardi tersenyum.
Mayra turun dengan menerima uluran tangan dari ardi, kemudian keduanya masuk ke restorant itu, namun sebelum masuk ardi meminta mayra untuk menggandeng lengan ardi.
ardi tau kalau mayra masih malu dan ragu, namun dirinya mencoba meyakinkan mayra lagi.
__ADS_1
"Tenanglah mayra, bersikaplah biasa seperti sahabatku, aku tidak akan meninggalkanmu di sini, kita akan bersama." jelas ardi lembut, dirinya juga membelai lembut rambut mayra.
Seorang pelayan mengantar mereka keruangan khusus, ardi dan mayra masuk, keduanya nampak sangat serasi seperti seorang kekasih, dan ternyata rekan bisnis ardi sudah datang lebih dulu.
Sama seperti ardi, rekannya juga membawa pasangan namun bukan kekasih melainkan sang istri, yah romeo dan juliet adalah rekan bisnis yang akan diner bersama mereka malam itu.
➖➖➖➖➖
Romeo adalah rekan kerja ardi dari paris, dirinnya juga mengajak sang istri juliet ke setiap acara bisnis, karna itulah dirinya meminta ardi untuk mengajak seseorang atau pasangannya, keduanya mengira mayra kekasih ardi, di lihat dari keserasian keduanya.
Kini mereka sudah berada di satu meja, romeo memperkenalkan sang istri, kemudian ardi memperkenalkan mayra.
"Kenalkan tuan romeo, ini mayra putri dari sahabat ayahku." jelas ardi tersenyum.
Romeo dan juliet tertawa mendengar hal itu, membuat ardi dan mayra kebingungan.
"Apa ada yang salah tuan?" tanya ardi sopan.
Romeo menggelengkan kepalanya, dirinya tak percaya tentang yang ardi katakan.
"Kau terlalu formal tuan ardi, katakan saja kalau dia adalah kekasihmu, tak perlu membawa nama sang ayah untuk mengenalkannya pada kami, kau tak perlu sungkan akan hal itu, iya kan sayang?" ucap romeo tersenyum.
" Benar sekali tuan ardi, nona mayra sangat cantik, kalian terlihat sangatlah serasi, ku harap kalian tak lupa untuk mengundang kita nanti." timpal sang istri tersenyum.
Mayra hanya bisa tersenyum, dirinya tau kalau mereka sudah salah paham, namun dirinya tak enak hati untuk memberi jawaban yang sebenarnya.
Ardi melirik ke arah mayra, dirinya tak mau membuat mayra terjebak dalam situasi rumit nantinya karna salah paham itu.
"Aku serius tuan romeo, dia hanya menemaniku saja, karna sekretarisku sedang sakit, itupun karna dia putri sahabat ayahku, iyakan mayra?" jelas ardi.
Mayra mengangguk pelan, di iringi dengan senyuman di wajahnya yang ayu.
Sementara pasangan suami istri itu malah tertawa, kenapa tidak, ardi memberikan pernyataan tentangnya dan mayra, namun romeo dan juliet bisa melihat hal lain dari tatapan ardi pada mayra, di tambah sejak awal ardi yang tak sadarkan diri kalau dirinya masih menggenggam tangan mayra.
"Benarkah tuan ardi, entah mulutmu yang berbohong atau mata dan tanganmu yang terlalu jujur, iyakan sayang." ucap romeo.
"Benar sekali." timpal juliet mendukung sang suami.
Sadar akan ucapan romeo, ardi tersenyum dengan sikapnya yang masih sangat cool itu, kemudian melepas tangan mayra, sementara mayra semakin malu akan hal itu, bagaimana tidak wajahnya kini sudah merah merona bak buah tomat.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
Setelah itu mereka melanjutkan perbincangan kerja sama diantara keduanya, tawa renyah kian mengiringi perbincangan mereka, mayra yang awalnya hanya diam menyimak, kini mulai akrab dengan juliet, membuat suasana di meja itu bukan seperti makan malam bisnis melainkan double date.
Saking asiknya mereka tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, mereka memutuskan untuk mengakhiri pertemuan mereka malam itu.
"Senang bekerjasama denganmu tuan ardi." ucap romeo.
"Justru saya juga berterimakasih bisa bekerjasama dengan anda tuan romeo." ucap ardi.
"Senang juga bisa bertemu dengan kekasihmu tuan ardi, lain kali ketika kita akan bertemu, jangan lupa ajak kekasihmu ini, aku sangat senang bisa bicara dengannya." jelas juliet senang.
"Tentu nyonya, trimakasih." sahut ardi.
Mayra hanya tersenyum, mendengar ucapan juliet, namun dirinya juga senang bisa bicara dengan juliet, apalagi ini adalah pengalaman pertama baginya datang ke acara makan malam bisnis, namun siapa sangka ternyata rekan kerja ardi sangatlah ramah, hal yang awalnya membuat mayra gugup karna dirinya takut membuat kesalahan yang bisa mempermalukan ardi nantinya.
➖➖➖➖➖
Selama perjalanan pulang suasana di mobil terasa hening, selain tak ada yang ingin mereka bicarakan, rupanya mayra merasa ngantuk, dirinya menatap keluar cendela agar ardi tak tau akan hal itu.
Saking heningnya, membuat mayra terlelap, melihat hal itu ardi tersenyum, dirinya melambatkan laju mobilnya, agar mayra tak terganggu, untungnya saja seatbelt sudah terpasang, hingga posisi mayra tidak terganggu.
Beberapa menit kemudian, sekitar jam 11 keduanya tiba di rumah mayra, namun ardi tak tega untuk membangunkannya.
Ardi memilih menelfon ayah mayra untuk membuka pintu, beberapa saat sang ayah keluar, ardi meminta izin untuk mengangkat mayra dari mobil, karna dirinya tak ingin membangunkan mayra yang tertidur pulas.
Ardi menggendong mayra menuju kamarnya, tibanya di kamar, di rebahkannya perlahan tubuh mayra, kemudian ardi pamit untuk pulang, tak ingin mengganggu jam istirahat mereka, tak lupa dirinya juga berterimakasih karna telah mengijinkan mayra untuk menemaninya.
🤭🤭🤭🤭
Di sisi lain ada adi yang sedang kesal, karna sejak mengantarnya pulang, tak ada satupun notif pesan ataupun panggilan dari mayra, bahkan mayra tak membaca pesan dan tak mengangkat telfon dari adi.
Bagaimana mungkin mayra tau akan hal itu, karna sejak pulang sekolah mayra sudah mengubah ponselnya ke mode silent, apalagi saat itu juga mayra sudah tertidur dan tidak akan memeriksa ponselnya.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Maaaffff banget...baru bisa up ya..
sekali lagi maaf buat semuanya yang udah di bikin nunggu..
makasih udah sabar numggu...
jangan lupa 👍❤🗯 sebanyak banyaknya...
__ADS_1
komen kalian penting lo buat mom, biar semngat nulisnya..