Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
SEKOLAH


__ADS_3

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Mayra menghela nafas, sebelum akhirnya ia mengangkat telgon dari ardi.


"Hufff..."


Mayra berdiri diluar perpus, lalu mengangkat telfon dari ardi yang sejak tadi terus berdering.


"Halo mas, ada apa?" tanya mayra to the point.


Sementara ardi tengah tersenyum sambil bersandar di cup mobilnya. Suara yang ia tunggu akhirnya mengangkat telfonnya juga.


"Iya sayang! Aku ada di sekolahmu! Tepatnya di parkiran!" jelas ardi santai.


"Whattt??" kaget mayra.


Mayra terkejut mendengar ucapan ardi yang terdengar seakan tanpa dosa. Ia tak menyangka ardi akan menghampirinya ke sekolah, setelah semua yang terjadi pagi itu.


"Ya tuhan! Apa lagi ini?" keluh mayra bingung.


Dengan segera, mayra pergi menghampiri ardi di parkiran.


Tibanya disana, ardi sudah menunggunya, ia berdiri di depan cup mobilnya, bersandar terlihat mempesona. Melihat sosok mayra yang menghampirinya, membuat ardi tersenyum. Ada rasa rindu yang membuatnya semakin ingin bertemu dengan kekasihnya itu.


"Sayangku mayra!" gumam ardi.


Beberapa saat, mayra tiba di hadapan ardi. Namun, rima terlihat kesal tidak seperti biasanya, membuat ardi bingung bertanya-tanya.


"Kamu kenapa sayang? Ada masalah?" tanya ardi tanpa dosa.


"Isshhh...masih nanya lagi!" batin mayra kesal.


"Mas yang kenapa kesini? Aku sedang mengurus tugas mas!" jelas mayra sedikit ketus.


Lantas, jawaban mayra tak membuat ardi kesal, ia justru semakin gemas melihat mayra dan ingin menerkamnya.


"Jika saja ini bukan sekolah, sudah kumakan kamu sayang!" batin ardi tersenyum.


Ardi tak menjawab pertanyaan mayra, ia diam sambil tersenyum menatapnya. Dan hal itu, membuat sang empunya semakin kesal.


"Isshhh..mas ardi!" kesal mayra hendak pergi dari sana.


Namun, belum sempat mayra melangkah pergi dari sana, ardi justru menarik lengan mayra, dan membawanya kedalam pelukannya.


SRTTT...


Sekejap tubuh mayra menempel dengan tubuh ardi, menciptakan pemandangan indah sepasang kekasih, tapi tidak di di sekolah. Dan saat itu juga, adi rupanya melihat adegan itu, membuatnya mengepal kuat terbakar api cemburu.


Yah, sejak mayra pergi meninggalkan perpus, adi merasa gelisah. ia tak tenang dan ingin menghampiri mayra. Adi penasaran dengan siapa yang menelfon mayra selama itu, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri mayra.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Ardi tersenyum menatap mayra, ia tak perduli tentang dimana saat itu mereka berada. Bahkan ardi tak segan untuk merangkul pinggang mayra, membuat keduanya lebih dekat. Tapi, hal itu membuat mayra risih, ia meminta ardi untuk melepaskan dirinya.


"Mas, lepaskan aku! Nanti ada yang melihat kita!" pinta mayra hawatir.

__ADS_1


"Tidak akan sayang! Disini sepi!" jelas ardi berbisik.


Sementara adi masih mengamati keduanya dari kejauhan. Emosi adi semakin memuncak, melihat sikap ardi terhadap mayra, di tambah ardi yang tak kunjung melepaskannya.


"Shiitt..laki-laki sialan!" desis adi mengepal kuat.


Tak banyak berpikir, adi menghampiri keduanya. Dan saat tiba di sana, ia sarkas menarik tubuh mayra lepas dari pelukan ardi. Hal itu sontak mengagetkan keduanya, terutama mayra. Ia tak menyangka, adi akan kesana dan melihat mereka berdua.


"Ini sekolah, bukan tempat untuk bermesraan!" tegas adi menatap ardi tajam.


Adi berhasil melepas mayra dari pelukan ardi, lalu ia berdiri berdiri di depan mayra, menghalangi mayra dari jangkauan ardi. Adi masih mengepal kuat, namun, ia tahan. Tak ingin membuat keributan di sekolah.


"Andai saja bukan di sekolah, sudah kubunuh kau sialan!" batin adi.


Ardi tersenyum menatap adi, ia tak takut sama sekali dengan apa yang adi katakan. Karna apa yang ia lakukan, ardi merasa itu benar.


"Ohhh...seperti itu! Kalau begitu, saya minta maaf pak! Saya ingin mengajak calon istri saya pergi, karna kita perlu bicara!" tegas ardi.


Bukan ardi yang terpancing emosi, justru adi yang semakin terpancing mendengar sebutan ardi pada mayra. Namun, adi masih terus menahan diri untuk tidak melayangkan pukulannya.


"Mayra tidak bisa pergi sebelum semua tugasnya selesai!" tegas adi.


Melihat situasi menegangkang seperti itu membuat mayra semakin bingung dan pusing, bahkan ia sampai memijat kepalanya.


"Bagaimana ini?" batin mayra berpikir.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Tak bisa banyak berpikir, mayra memutuskan untuk maju kedepan berdiri diantara keduanya. Lalu ia menghadap ardi lebih dulu untuk bicara padanya.


"Mas! Nanti sepulang sekolah, kita bicara! Aku akan menelfonmu jika sudah selesai!" jelas mayra tersenyum paksa.


"Baiklah sayang! Tapi ingat! Aku akan menunggumu!" jelas ardi berbisik.


Adi semakin merasa kesal melihat ardi yang membelai wajah mayra. Lalu dengan tegas adi menarik lengan mayra kembali, membawanya mundur berdiri di sampingnya.


"Ingat mayra! Ini sekolah!" hardik adi penuh penekanan.


Mendengar hal itu, ardi tersenyum lagi. Lalu ia pamit pulang pada mayra dan akan menunggu kabar untuk menjemputnya.


"Ya sudah sayang, aku pulang!" jelas ardi.


Ardi masuk ke dalam mobilnya, lalu ia melajukan mobilnya pergi dari sekolah, ia tak mau membuat mayra dalam masalah. Sementara, mayra masih berdiri menatap kepergian ardi. Tapi, bukan cuma dirinya, adi juga masih senantiasa menemani mayra di sana.


Setelah kepergian ardi, mayra melirik ke arah adi, terlihat jelas raut wajah adi yang sangat menakutkan baginya, membuat sang empunya bergidik ngeri.


"Ishhh serem banget!" batin mayra.


"Pak saya permisi!" ucap mayra.


Tak ingin memperpanjang masalah, mayra hendak pergi dari sana. Tapi, lagi-lagi adi juga mencegahnya.


"Tunggu mayra!" cegah adi menatap mayra tajam.


Glukkk..

__ADS_1


Hal itu membuat mayra menelan salivanya susah. Ia berpikir jika dirinya tidak bisa bebas dari masalah. Lalu dengan jelas adi mengatakan pada mayra tentang rencana kepergian mereka untuk menemui pamannya.


"Besok pagi, kita akan pergi menemui paman! Lebih cepat, lebih baik bukan? Dan aku tidak mau alasan apapun darimu! Ingat! Kita hanya akan pergi berdua saja, tanpa siapapun! Tegas adi memberi komando.


Mayra terdiam mendengar pemberitahuan yang adi berikan. Ia tidak keberatan untuk rencana besok mereka berangkat. Tapi, masalah hanya berdua saja. Mayra hawatir, ardi tidak akan mengijinkannya pergi berdua dengan adi, apalagi untuk jarak jauh. Membuat mayra bingung, harus mencari cara agar ardi setuju.


"Bagaimana ini? Ku harap mas ardi setuju!" pikir mayra.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Melihat mayra diam, membuat adi mengerti. Wajah cantik itu kian berubah cemas setelah mendengar ucapannya, adi mengerti jika mayra sedang memikirkan tentang bagaimana cara agar ardi tidak ikut dengan mereka.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun ikut dengan kita mayra!" batin adi.


Tak mau mayra banyak berpikir, adi justru mengajak mayra untuk kembali ke perpus, karna ada beberapa nilai yang belum selesai.


"Ayo keperpus! Teman-teman mu pasti sudah menunggu!" ajak adi berbalik.


Mendengar ucapan adi, membuat mayra sarkas mengekorinya. Mayra tak mau menambah masalah baru, apalagi semakin pusing memikirkan cara untuk bicara pada ardi. Mengetahui mayra yang mengekorinya di belakang, membuat adi tersenyum. Ia merasa senang, melihat mayra yang patuh padanya, gadis penurut idamannya.


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi begitu saja mayra!" batin adi.


Beberapa saat kemudian, keduanya tiba di perpus. Namun, sudah tidak ada siapapun disana. Teman-teman mayra sudah pergi karna terlalu lama menunggu, mereka memutuskan untuk pergi ke kantin.


Melihat tak ada siapapun membuat adi menghentikan langkahnya, ia berhenti mendadak tanpa aba-aba. Membuat mayra yang fokus mengekorinya menubruk dirinya dari belakang.


Brukkkk...


Suara tubrukan mayra dengan adi, membuat mayra mengaduh kaget.


"Aduhhh....!" keluh mayra menatap punggung adi didepannya.


Adi tersenyum samar, mendengar keluhan mayra yang menabrak punggungnya. Tapi, adi tak memperdulikan hal itu, ia justru sarkas berbalik dan pergi untuk menutup pintu perpus. Bukan hanya menutup pintu perpus, adi juga menguncinya dari dalam.


CEKLEKKK...


Pintu perpus sudah terkunci. Melihat hal itu mayra bingung, ia tidak mengerti dengan apa yang adi pikirkan saat itu.


"Apa lagi ini?" batin mayra mengeluh.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Tak banyak bicara, adi tersenyum menatap mayra, ia melangkah mendekat ke arahnya. Perlahan, langkah adi semakin membawanya mendekat ke arah mayra. Melihat adi yang melangkah ke arahnya, membuat mayra bingung, ia tak tau harus bagaimana cara menghadapi adi.


Tap Tap Tap...


Langkah adi semakin dekat dengan mayra. Sedang mayra terus melangkah mundur untuk menghindari adi. Hingga akhirnya langkah mayra harus terhenti, saat tubuhnya terpentok di dinding perpus. Di tambah adi yang sudah ada di depannya, berdiri tegak dan mengungkungnya dengan kedua tangannya.


"Mas mau apa? Ini sekolah mas! Jangan aneh-aneh!" ucap mayra panik.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Alhamdulillah bisa up..


mohon maaf jika banyak salah kata dan lama up nya..

__ADS_1


tetap mohon dukungannya, like, love dan komen..


trimakasih banyak..


__ADS_2