
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Sejak selesai makan siang, ardi memilih diam di ruangannya, ia meminta lina agar tidak menerima tamu, bahkan ardi memperbolehkan lina pulang jika pekerjaannya sudah selesai, karna ardi hanya ingin sendiri, lina menuruti perintah ardi, ia tidak mengerti apa yang terjadi pada ardi, dirinya hanya semakin penasaran dengan sosok gadis yang romeo ceritakan, namun lina tak mau memikirkan hal itu yang akan membuat pekerjaannya terganggu.
Bahkan hingga jam pulang kantor, ardi masih betah di ruangannya, lina memutuskan untuk pulang lebih dulu, dirinya tidak tau berapa lama lagi ia harus menunggu bossnya keluar dari ruangannya, ia juga sudah memerikaa bahwa sang boss tidak memiliki janji makan malam dengan siapapun.
Sementara ardi masih duduk terpejam di kursi kebesarannya, ucapan romeo benar-benar mengganggu pikirannya, ia berpikir sangat keras ingin mengingat siapa gadis itu, dan kenapa gadis itu tidak pernah muncul di hadapan ardi setelah kecelakaan itu terjadi, jika memang mereka memiliki kedekatan, bahkan romeo menyakinkan hal itu pada dirinya.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Beralih ke tempat lain, mayra kini sudah ada dirumahnya, ia memilih pulang menggunakan angkutan dibandingkan harus menunggu adi menjemputnya, ia pikir itu adalah kesempatan bagi dirinya untuk menghindari adi, mengingat ia sudah berjanji pada tunangannya itu, namun mayra tau jika nantinya adi tetap akan menagih janjinya bagaimanapun caranya.
Mayra memilih duduk di halaman rumahnya, ia menikmati pemandangan indah di kebun bunga milik ibunya, rasanya sangat tenang, di tambah saat hembusan angin sepoi-sepoi menerpa tubuhnya.
Sementara adi baru saja pulang dari kantor, ternyata ada beberapa urusan mendadak yang harus ia kerjakan, ia terpaksa mengurungkan niatnya untuk menjemput mayra, di tambah mayra juga sudah pulang lebih dulu.
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Tak menemukan jawaban dari pertanyaannya, ardi memutuskan untuk pulang, ia tetap akan mencari jawaban dari pertanyaannya nanti, ia melajukan mobilnya perlahan dan membuka kaca mobilnya, rasanya sudah lama ardi tidak menikmati hembusan angin jalan, ada rasa penat yang ingin ia hilangkan bersama hembusann semilir angin, ardi kembali teringat dengan kecelakaan yang menimpanya, ia merasa ada yang aneh, ia tidak mengingat sedikitpun tentang gadis yang romeo ceritakan, tak ada satupun petunjuk yang bisa mengingatkannya dengan masalalunya itu, di tambah tak ada satupun orang yang bisa ia tanyai tentang masalalunya, kedua orang tuanyapun tak memberitahu apapun, harusnya mereka tau tentang siapa gadis itu pikir ardi.
Beberapa menit kemudian, ardi tiba di rumah, ia mendapati sang ayah sedang duduk di sofa sendirian, melihat hal itu ardi menghampirinya, ia ingin bertanya beberapa hal yang mengganjal di hatinya, mungkin saja sang ayah bisa memberitahunya, karna ardi tau bahwa sang ayah tidak akan pernah berbohong berbeda dengan sang mama yang terkesan menutupi sesuatu jika hal itu tidak baik untuk ardi pikirnya.
"Pa..dimana mama?" tanya ardi.
"Mamamu sedang keluar, kau baru pulang." sahut sang ayah.
__ADS_1
Mengetahui sang mama yang tak ada dirumah ardi mulai bertanya pada ayahnya, tentang masalalu yang ia lupakan, ia juga menceritakan bahwa tadinya tuan romeo dan nyonya juliet bertanya tentang gadis itu.
Mendengar hal itu ayahnya merasa terkejut, wajahnya berubah ragu, ia sudah berjanji pada istrinya tidak akan memberitahu apapun pada ardi, tapi pada akhirnya ardi mengetahui semuanya dari orang lain pikirnya, ia kembali teringat dengan sosok mayra, benar kata romeo, dia adalah gadis yang baik, namun ardi tidak bisa memilikinya, sang ayah tetap tidak berani mengingkari janjinya pada sang istri, namun satu hal yang bisa ia katakan pada putranya.
"Ardi..papa rasa sesuatu hal yang terlupakan mungkin adalah takdir terbaik dari tuhan, yakinlah bahwa semua yang terjadi memiliki hikmah di baliknya, papa tidak bisa memberitahumu apapun, yang jelas apa yang tuan romeo katakan itu memang benar, papa yakin suatu saat nanti kamu akan mengingat semuanya, jika itu memang takdirmu, belajarlah menerima semuanya ardi, papa yakin kamu pasti bisa." jelas sang ayah bijak.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Mendengar penjelasan sang ayah ardi mengerti, bahwa ayahnya memang menutupi semuanya, ia yakin kalau itu atas permintaan sang mama, tapi ardi tidak akan diam saja, ia akan terus mencari kebenaran itu, siapa sosok gadis yang romeo maksut, hatinya juga merasa bahwa gadis itu tidak jauh darinya.
Setelah bicara dengan ayah ardi memutuskan untuk pergj ke kamarnya, ia merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk, melepas rasa penat yang mendera tubuhnya, setidaknya hari ini ia mendapat sedikit petunjuk bahwa masalalunya tak buruk, meski ia merasa aneh mengetahui sang mama yang ternyata ingin menutup semuanya dari ardi.
"Aku akan menemukanmu." batin ardi.
Mayra merebahkan tubuhnya di kasurnya yang empuk, mencoba memejamkan mata, ingin melepas semua penat yang ada, namun belum sempat ia terlelap, ponselnya berdering dan yah..siapa lagi yang akan menelfon dirinya jika bukan adi kekasihnya, meski mayra setengah hati ingin mengangkatnya, tapi ia tetap mengangkat telfon itu, ia tak mau adi marah dan melakukan hal yang aneh.
"Halo...ya mas, ada apa?" lembutnya.
Adi mengatakan bahwa ia ingin mengajak mayra ke rumahnya malam itu, ia mengingatkan akan janji mayra kemarin malam, awalnya mayra menolak, bahkan ia berjanji akan menepati janjinya besok siang, mayra juga mencari alasan kenapa dirinya tidak menepati janjinya siang tadi, namun hasilnya percuma saja, adi tetap menemukan alasan yang justru akan menyudutkan dirinya.
Hingga akhirnya mayra pasrah, ia juga tau kalau adi tidak akan pernah lupa dengan setiap janji yang ia katakan, terpaksa mayra mengiyakan, mendengar hal itu adi merasa sangat senang, ia segera bersiap untuk menjemput mayra setelahnya.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Mayra masih mondar-mandir di depan lemari bajunya, ia bingung harus memilih baju apa yang akan ia kenakan, berharap ia tidak akan salah memilih baju yang nantinya akan menjebak dirinya sendiri, dan pilihannya jatuh pada celana jeans panjang dengan hodie oversize yang menutupi tubuh indahnya.
__ADS_1
"Aku aman malam ini." batinnya yakin.
Beberapa menit kemudian, beralih dari kamar mayra, di luar sana sudah terdengar deru mobil yang berhenti di rumahnya, mayra yakin bahwa adi telah tiba untuk menjemput dirinya, namun ia tak secepat itu menemui adi, meski ia tau kalau adi sudah tiba di sana, mayra dengan sengaja membiarkan adi masuk di temani oleh kedua orang tuanya
Bagi adi, bisa bertemu dengan kedua orang tua mayra adalah sebuah keberuntungan yang akan mempermudah dirinya untuk mengatakan tujuannya, karna dengan begitu ia bisa secepatnya mengajak mayra pergi, dan yah...jawaban keduanya membuat adi senang, mereka mengijinkan mayra pergi bersama adi, bahkan mereka mengijinkan mayra untuk menginap dirumahnya, mereka percaya bahwa adi akan menjaga mayra, lagipula adi tidak tinggal sendiri, ada bik jum yang ada di rumahnya pikir mereka.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Beberapa saat kemudian, mayra menghampiri mereka, ia tersenyum saat tiba dihadapan mereka, namun ibunya merasa aneh melihat tampilan mayra malam itu, karna menurut sang ibu, penampilan mayra terlihat seperti ia akan pergi bermain dengan teman-temannya, bukan pergi bersama calon tunangannya, berbeda dengan adi yang sudah mengerti maksut mayra, ia justru tersenyum melihat tampilan mayra yang terlihat menggemaskan di matanya.
"Aku paham mayra, justru hal ini yang membuatku semakin mencintaimu." batin adi bahagia.
Kemudian keduanya pergi setelah berpamitan pada kedua orangtua mayra, adi melajukan mobilnya, ia sengaja tak bicara sedikitpun pada mayra, apalagi mengomentari penampilannya, ia ingin tau seberapa peka mayra terhadap sikapnya, namun sayang, mayra justru memilih diam mengikuti adi, ia merasa lebih tenang dengan penampilannya saat itu, di tambah adi yang diam, membuatnya yakin kalau dirinya sangat aman.
Hingga setelah 30 menit kemudian, keduanya tiba di sebuah gedung apartement, mayra terkejut tak habis pikir melihat dimana mereka berhenti, ia pikir adi akan mengajaknya pergi ke rumahnya, namun ternyata dugaannya salah, mayra bergidik ngeri mengingat obrolan adi bersama orang tuanya, ia sempat mendengar bahwa mereka memperbolehkan mayra menginap di rumah adi, sementara adi tersenyum lebar, ia segera turun dan membukakan pintu untuk mayra, mengulurkan tangannya pada mayra, membuat sang empunya menelan salivanya susah.
😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚😚
Alhamdulillah bisa up,.
Semoga suka ya..mohon maaf bila ada salah kata dll
Jangan lupa like, fav dan komen sebanyaknya..
Semoga suka..love you more dear, from mommy♥️
__ADS_1