Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
Terlupakan


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Mayra terhenyak dalam diam, tak kala dirinya tiba di rumah sakit, ia tak menyangka bahwa ardi kini tengah berbaring di rumah sakit, rasanya baru tadi malam keduanya bicara, yah..tentang takdir yang tak pernah ingkar pada siapapun pemilikinya, membuat air matanya menetes tak kala melihat kebenaran takdir, takdir yang membuat ardi berada di sana, hanya ada rasa bersalah tak kala mengingat semuanya, air matanya terus mengalir, mengisyaratkan kesedihannya dalam diam, hatinya terisak tanpa suara.


Sementara bu sinta dan pak seto tengah duduk berdua, keduanya ikut bersedih dengan apa yang dialami oleh ardi, berharap agar ardi segera sadar dan baik-baik saja.


Bik tutik menatap ke arah mayra, dirinya tau kalau mayra sedang mencemaskan ardi, pasalnya mayra tetap berdiri di depan pintu ruangan ardi sejak ia datang, bik tutik yakin kalau mayra dan ardi memiliki sebuah perasaan diantara keduanya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Di sisi lain ada adi yang tengah duduk bersama fera, om dan tantenya, mereka sedang berbincang sambil bersenda gurau, mereka senang acara hari itu berjalan lancar, berharap hubungan keduanya terus berjalan lancar, terutama fera yang sangat bahagia atas pertunangan sang kakak, justru ia meminta banyak keponakan dari adi dan mayra nantinya.


"Bagaimana mungkin, jika kita masih belum menikah." batin adi.


Om hari dan tante mila hanya tertawa, mendengar permintaan fera pada adi, keduanya sangat senang bisa melihat hal itu, seperti saat melihat keduanya semasa kecil.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Setelah 2 jam kemudian, tepatnya di rumah sakit, dokter baru saja keluar dari ruangan ardi, semua orang sarkas menanyai bagaimana kabar perkembangan ardi, dan dokter mengatakan bahwa ardi sudah lebih baik dari sebelumnya, namun ardi masih belum sadarkan diri, dokter juga mengatakan bahwa keluarga bisa menjenguknya sekarang, tapi hanya satu orang, di utamakan bagi keluarga yang bernama mayra, karna ardi sempat mengigau nama mayra.


"Sebaiknya..diantara kalian yang bernama mayra yang masuk kedalam, pasien mengalami syok di dawah alam sadarnya, dan nama mayra yang ia sebut, akan tetapi..pasien bisa saja mengalami lupa ingatan, saat dialam bawah sadar ia mengingat seseorang, mungkin saja saat dia sadar, pasien akan lupa beberapa hal." jelas sang dokter.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Mama anita dan semua yang ada di sana terkejut mendengar hal itu, terutama mayra, mereka tidak menyangka bahwa ardi akan mengalami hal itu, berharap apa yang dokter katakan tidak benar.


Setelah kepergian sang dokter, pak wijaya meminta mayra untuk masuk menemui ardi, awalnya mama anitalah yang akan masuk, namun sang suami mencegah hal itu, karna ia yakin bahwa mayralah yang sebenarnya ardi inginkan.


"Nak mayra, kamu masuklah, biar kami nanti saja." ucap pak wijaya.


Ia tau kalau mayra sangat menghawatirkan keadaan ardi, mulutnya memang tak bicara, tapi isaknya dalam diam membuat pak wijaya mengerti semuanya, ia membuat istrinya mengerti bahwa ardi membutuhkan mayra saat itu.


Mayra masuk kedalam ruangan ardi, buliran bening itu semakin deras mengalir dari pelupuk matanya, rasa bersalah kian tak terbendung, melihat kondisi ardi di atas ranjang, mayra duduk di sampingnya, menyentuh lembut tangan ardi, menumpahkan dukanya, juga rasa bersalahnya, ia terus saja meminta maaf atas semua yang terjadi, dan jika bisa ia ingin waktu kembali di putar, dirinya tak ingin menjadi penyebab ardi mengalami semuanya.

__ADS_1


"Mungkin akan lebih baik jika kamu tidak mengenalku mas, aku benar-benar minta maaf, jika aku menjadi penyebab kecewamu, lekas sembuh mas, jangan buat keluargamu hawatir." lembut mayra dengan isaknya.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Setelah cukup puas menjenguk ardi, mayra memutuskan untuk keluar, ia telah mengungkapkan semua yang ada di hatinya, meski ardi tidak bisa mendengar semuanya dalam keadaan sadar, ia percaya jika ardi akan baik-baik saja setelah ini.


Melihat mayra telah keluar dari ruangan ardi, bu sinta segera menghampiri sang putri, ia tau kalau putrinya sangat sedih dengan apa yang menimpa ardi, terlihat dari pelupuk matanya yang sembam akibat menangis, kemudian bu sinta mengajak putri dan suaminya untuk pulang, dan berpamitan pada orang tua ardi.


Setelah kepulangan mayra dan orang tuanya, bu anita meminta sang suami agar mencari tahu penyebab kecelakaan yang menimpa putranya, pak wijaya juga berniat mencari penyebab semuanya, karna ardi tidak pernah lalai ketika menyetir meski dalam keadaan apapun.


😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁


Setibanya di rumah, mayra segera masuk ke dalam kamarnya, ia menghempas tubuhnya di kasur, menatap langit-langit merasakan sesak atas rasa bersalah yang menyeruak di hatinya.


Di rumah lain, adi baru saja datang mengantar fera berbelanja, ia sangat senang karna bisa berjalan berdua sepuasnya dengan sang kakak, adi memang sangat menyayangi fera, jadi apapun yang dia minta pasti adi berikan, jika tidak saat itu kapan lagi ia bisa menyenangkan hati adiknya pikir adi, besok fera juga akan pulang.


Adi teringat akan mayra, ia mengirim sebuah pesan padanya, bahwa adi akan menjemput mayra untuk ikut mengantarnya fera besok pagi.


" Sayang, besok aku akan menjemputmu, aku ingin mengajakmu mengantar keluargaku, love you."


Matanya enggan terpejam, membuat kepalanya terasa pusing, mungkin akibat ia terlalu banyak pikiran dan menangis tadinya, ponselnya berdering, mendapati sebuah notif pesan, mayra segera meraih ponsel yang ada di sampingnya, membaca isi pesan itu, yang ternyata dari adi, ia menghela nafas berat, rasanya ingin menolak tapi tidaklah mungkin.


🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡


Ke esokan paginya, Mayra sudah bersiap-siap untuk ikut mengantar keluarga adi, dirinya sudah siap dengan mengenakan dress sabrina maroon selutut, ia menunggu adi di teras rumahnya, sementara pak seto sudah berangkat kerja dan bu sinta sibuk di dapur.


Beberapa menit kemudian, adi sudah tiba di rumah mayra, ia segera keluar menghampiri mayra yang sudah menunggu kedatangannya, adi tersenyum melihat kekasihnya yang cantik, ia senang hari ini akan di temani oleh mayra, namun berbeda dengan mayra yang justru terlihat gelisah, ia bertanya pada adi dengan izin sekolahnya, karna sudah hampir 3 hari dirinya tak masuk sekolah.


" Tenanglah sayang, aku sudah mengatur semuanya, kamu jangan hawatir, tidak akan ada yang mempermasalahkan ini, besok baru kamu akan masuk sekolah, nikmati saja waktu kita berdua." ucap adi lembut.


Setelah meyakinkan mayra dan pamit pada bu sinta, barulah mereka pergi untuk menjemput fera, om hari dan tante mila.


Selama di perjalanan, mayra memang sangat gelisah, ia masih belum mengetahui kabar tentang ardi, tapi ia berusaha bersikap tenang tak ingin adi curiga padanya.

__ADS_1


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


Di rumah sakit, rupanya ardi sudah sadarkan diri, hal itu membuat pak wijaya dan sang istri bahagia, mendapati keadaan ardi yang sudah sadar, bu anita berniat memanggil mayra kesana, karna ardi sering memanggil namanya.


"Sayang, mama akan meminta mayra datang kemari ya." ucap bu anita.


"Siapa dia?" tanya ardi lemah.


Mereka terkejut mendengar pertanyaan ardi yang tidak mengenal mayra, ternyata apa yang dokter katakan tentang kemungkinan ingatan ardi memanglah benar, ardi benar-benar melupakan beberapa hal, termasuk mayra, namun mereka yang sudah menyadari hal itu memilih diam, tak ingin membuat putranya tertekan, mereka berniat akan meminta mayra datang setelah keadaan ardi benar-benar pulih.


TOK TOK TOK..


Ada seseorang yang mengetuk pintu, ia tak lain adalah reno, orang kepercayaan keluarga wijaya, ia datang untuk memberikan semua bukti penyelidikan penyebab kecelakaan putranya.


Mereka keluar dari ruangan ardi, membiarkan ardi beristirahat, dan bicara bersama reno, setelah itu reno menjelaskan semua hasil penyelidikannya, betapa terkejutnya mereka setelah mendengar penjelasan reno, kebenaran tentang mayra, yang ternyata menjadi penyebab putranya tertekan saat itu, dan dari sanalah bu anita merasa kecewa pada mayra, namun tidak dengan pak wijaya, karna semua yang terjadi di luar dugaan, mereka terlalu cepat menyimpulkan sesuatunya dari awal pikirnya.


" Sudahlah ma, ini bukan salah mayra, gadis itu memanglah gadis yang baik dan cantik, pantas saja banyak yang menyukainya termasuk putra kita, mungkin saja ada laki-laki yang sudah lebih dulu datang dalam hidupnya." jelas pak wijaya menenagkan.


Namun sayang, sang istri tetap kecewa pada mayra, ia tak menyangka mayra akan sekejam itu pada putranya.


" Ia pantas di lupakan oleh ardi pa, bahkan mama harap, mayra akan terlupakan selamanya dari hidup ardi, jika bisa dia tidak pernah hadir dalam hidup putraku." jelas bu anita kesal.


Pak wijaya hanya menggeleng mendengar ucapan istrinya, ia sadar kecewa sang istri membuatnya berkata kasar, akan tetapi ia menyadari bahwa semua yang terjadi tidaklah luput dari takdir yang maha kuasa.


🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡


Alhamdulillah bisa up..


semoga slalu berkenan di hati semuanya, mohon maaf apabila ada kesalahan kata dalam pengetikan...


Jangan lupa like, fav dan komen agar mom semakin semangat..


Trimakasih.😊😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2