
😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌
Kini keduanya sudah ada di perjalanan menuju rumah adi, mayra memilih diam menatap keluar jendela, menerawang keangkasa, haripun semakin sore, bahkan sang mentari mulai tenggelam di ufuk barat, hanya desiran-desiran angin yang sayup-sayup terdengar dari jalanan.
Ardi mengerti akan diamnya mayra, tapi dia tidak akan pernah merubah keputusannya, ardi berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan pernah membuat mayra menderita, namun melihat mayra diam sungguh membuat ardi merasa tertekan, kebersamaan yang baru mereka rasakan seolah hilang, ardi ingin mayra bicara padanya seperti beberapa menit yang lalu, tak berubah sediam itu. Tapi satu hal yang ardi yakinkan, bahwa Ia tidak akan pernah membiarkan mayra berusaha menjauh dari dirinya, kemudian dengan dalih bertanya alamat adi barulah mayra mau bicara.
"Sayang...bicaralah, aku berjanji tidak ada hal buruk yang akan terjadi, dan apapun yang aku lakukan, aku berjanji tidak akan membuatmu terluka, sekarang katakan dimana alamat adi?" lembut ardi menatap mayra.
Dan pertanyaan itu berhasil membuat mayra bicara, meski hanya sebentar, mayra juga menyadari bahwa semuanya bukan salah ardi, karna ia tahu bahwa takdirlah yang mempertemukan keduanya lagi, takdir juga tidak pernah ingkar pada pemiliknya, begitu juga dengan hati yang tidak pernah bohong pada pemiliknya, akan tetapi..bayangan pertemuan ardi dan adi sangatlah menakutkan untuk dirinya sendiri, hal itulah yang membuat gejolak di hatinya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi tiba di rumah adi, hal itu membuat mayra ragu untuk turun, ia tidak tau harus bagaimana nantinya, berbeda dengan ardi, yang justru tersenyum melihat wajah gadisnya berubah cemas, ia meraih tangan mayra, mencoba menenangkan sang empunya, meyakinkan dia bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Mayra mencoba meyakinkan diri, ia menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan, barulah ia keluar dari mobil itu, di susul ardi yang kemudian berdiri di samping mayra.
Di dalam rumah, adi segera pergi keluar, setelah mendengar deru mobil memasuki halaman rumahnya, ia merasa penasaran dengan siapa yang datang saat itu, seketika matanya terbelalak tak percaya, melihat sosok yang datang kerumahnya, yang ternyata mayra datang bersama ardi.
JEDAARRR...
Seperti petir yang menyambar hati, kilatan cemburu kian membara di matanya, adi segera menghampiri keduanya saat itu, hatinya bergejolak melihat sang kekasih pulang dengan laki-laki lain, dirinya sarkas menarik lengan mayra yang berdiri di samping ardi, namun sayang..hal itu di cegah oleh ardi, yang menahan tangan adi menarik mayra dari sisinya.
"Kurasa bukan begitu caranya memperlakukan wanita tuan!" jelas ardi penuh wibawa.
😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆
Mendengar hal itu darah adi semakin mendidih, matanya memerah tak kala melihat senyum samar di wajah ardi, ia pun segera melepas tangannya dari lengan mayra, menarik nafas dan membuang muka, mencoba menahan emosinya yang sulit di kontrol.
__ADS_1
Mayra terlihat cemas tak kala mendapati pemandangan seperti itu, hawa disekitarnya terasa sangat panas, apalagi melihat wajah adi yang sudah memerah, ia tahu bahwa saat itu adi benar-benar emosi, dirinya semakin bingung harus menjelaskan semuanya, dan dikondisi itulah, mayra merasa menjadi tulang rebutan para anjing.
Tak ingin banyak berdebat dengan ardi, adi berinisiatif untuk berterimakasih karna sudah mengantar kekasihnya pulang kerumahnya, namun sayangnya hal itu justru semakin membuatnya merasa diremehkan oleh ucapan ardi.
"Tidak perlu berterimakasih tuan adi, kita adalah rekan bisnis, dan saling membantu adalah hal lumrah bagiku, apalagi membantu menjaga sesuatu yang berharga bagimu, lagipula, kebetulan saja tadi kami bertemu, aku hanya mengajaknya jalan-jalan sebentar, dan kurasa kau tidak perlu hawatir saat dia bersamaku." tegas ardi tersenyum.
Seperti tamparan, hal itu membuat adi semakin geram, ia hampir saja membalas ucapan ardi dengan pukulan, namun sebelum itu terjadi mayra sudah lebih dulu mencegahnya, dengan cara berterimakasih pada ardi kemudian mengajak adi masuk kedalam, meski mayra tau tidak akan mudah menjelaskan semuanya pada adi, ia hanya tidak ingin adi lepas kontrol jika terlalu lama bicara dengan ardi.
Sementara ardi tersenyum puas, ia mengerti dengan semua yang mayra lakukan, kemudian ia segera masuk kedalam mobilnya pergi meninggalkan kediaman adi, namun ia tidak akan pernah meninggalkan mayra batinnya.
Mayra menuntun adi masuk, ia menarik tangan adi seperti seorang bocah yang mengekori ibunya, keduanya pergi menuju ruang tengah, karna disitulah tempat terbaik agar keduanya bisa bicara untuk menjelaskan semuanya, namun hal itu tidaklah mudah, di dalam hatinya mayra terus saja berdoa, berharap adi tidak akan marah padanya, bahkan mayra berjanji pada dirinya sendiri, jika adi tidak marah ia akan mengajak adi makan malam.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Tibanya diruang tengah, mayra melepas tangan adi, ia mencoba tersenyum manis di depan adi, untuk menutupi semua kecemasannya, namun hal itu percuma saja, saat adi justru diam seribu bahasa, kemudian duduk di sofa menunggu penjelasan dari mayra.
Tapi adi tidak percaya hal itu begitu saja, ia sangat yakin bahwa ada suatu hal yang terjadi dan mayra mencoba menyembunyikan dari dirinya, barulah adi membuka mulutnya pada mayra, itupun karna dirinya ingin tau tentang beberapa hal yang masih belum mayra katakan.
"Baiklah..aku terima alasanmu, aku hanya ingin tau semua kebenarannya mayra, tapi...,apa ardi sudah mengingatmu? sampai selama itu kalian jalan bersama?" tanya adi penuh selidik.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Mayra bingung harus menjawab apa, dia hanya tidak ingin adi marah, melihat amarah di matanya, hingga akhirinya mayra kembali teringat dengan penjelasan yang ardi berikan, ia menangkap bahwa ardi masih lupa dengan dirinya, dan mayra terpaksa berbohong tentang semuanya.
"Aku belum tau mas, aku tidak menjelaskan apapun tentang masalalu kita, kita hanya bicara biasa, karna mas ardi memintaku untuk menemaninya bicara, aku juga tidak sengaja bertemu dengannya karna mobilnya hampir saja menabrakku." jelas mayra.
Adi terkejut mendengar penjelasan mayra tentang ardi yang hampir saja menabraknya, sarkas ia segera bangkit memeluk mayra, membawanya kedalam pelukan hangatnya, bahkan adi menciumi kepala mayra, besrsyukur tidak terjadi apapun pada kekasihnya yang cantik itu, namun ia berharap apa yang mayra katakan memang benar, ia tak mau ardi kembali masuk kedalam kehidupannya, apalagi mengganggu hubungan mereka.
__ADS_1
"Lain kali, jika kamu ingin memberiku hukuman, jangan begitu sayang, aku tidak ingin terjadi sesuatu hal padamu, aku akan menuruti semua keinginanmu, asal kau tidak marah padaku." lembut adi.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Pelukan itu tak berlangsung lama, saat mayra meminta adi untuk segera mengantarnya pulang, tapi hal itu tidak adi turuti begitu saja, karna bagaimanapun ia sudah berbohong pada kedua orang tua mayra bahwa keduanya ssdang bersama, sehingga adi memutuskan untuk mengajak mayra makan malam bersama di luar, tapi mayra menolaknya, ia mau makan malam bersama tapi di rumahnya nanti, dan adi setuju.
Mayra merasa lega saat adi menyetujui semua permintaannya, ia tak mau makan malam di rumah adi karna hawatir jika nanti akan ada banyak pertanyaan dari adi padanya, ia juga yakin bahwa akan ada perpanjangan waktu dari adi untuk bisa bersamanya jika keduanya makan malam disana.
Sementara, disisi lain ada ardi yang tengah tersenyum bahagia, ia tidak menyangka bahwa takdir kembali memberinya kesempatan kedua, usahanya tidak sia-sia, hingga bisa bertemu dengan mayra bahkan menikmati waktu bersama meski hanya sebentar, ia tidak perlu meminta bantuan romeo dan juliet, ia juga menyadari bahwa keduanya tetaplah orang yang berjasa karna telah membantunya mengingat mayra, meskipun begitu, ardi berpikir jika nantinya juliet tetap mempertemukan keduanya, ia tidak akan menolak kesempatan itu.
Ardi pulang seperti biasa, tapi ia tidak menunjukkan rasa bahagianya pada kedua orangtuanya, tak mau keduanya mengetahui kebenarannya, terutama sang mama, yang nantinya akan berusaha menjauhkan dirinya dari mayra.
Meski sekejap, ardi sangat bahagia, aroma manis tubuh mayra masih terngiang-ngiang, membuatnya mabuk kepayang, aroma khas yang akan selalu ia rindukan.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Selama dalam perjalanan, mayra terdiam, ia kembali mengingat semuanya, tapi bukan saat-saat ia bersama ardi, ia justru kembali teringat akan kesalahan yang ia lakukan pada adi, yang harusnya ia tidak melakukan hal itu, tapi mayra menyadari, bahwa terkadang setiap manusia tidak bisa mengontrol sisi egois mereka sendiri, begitu juga dengan dirinya, ia hanya berharap, setelah semua kebenaran ardi ketahui, hatinya merasa lega, ardi juga bisa menerima semuanya, bahkan melupakan dirinya, ia tak mau terus menerus membuat kesalahan yang nantinya akan membuat adi terluka.
😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌
Alhamdulillah bisa up..
Semoga kalian terus suka ya sama karya mom..
mohon maaf bila ada salah kata, semoga kalian semua bisa memahami alur ceritanya..
Semoga berkenan, like, love dan komen..
__ADS_1
Trimakasih..