
ππππππππ
Bu sinta terkejut melihat mayra yang masih tertidur pulas di ranjangnya. Ia tak menyangka mayra bisa kesiangan, karna tidak seperti biasanya.
"Mayra..bangun nak, ini sudah jam 6, ada ardi sudah menunggumu." jelas bu sinta membangunkan mayra.
"Hah....?" reflek mayra terbangun.
Mayra sarkas bangkit dari tidurnya, lalu ia masuk ke kamar mandi, membuat sang ibu tertawa melihat putri kesayangannya.
"Dasar gadis kecil, tumben saja dia begitu." ucap bu sinta.
Bu sinta lalu keluar dari kamar mayra, ia memberitahu ardi untuk menunggu mayra, karna putrinya baru bangun. Hal itu membuat ardi merasa heran, mengingat jam berapa mereka pulang.
Beberapa menit kemudian, mayra telah selesai dari mandinya, ia lalu melihat jam dan mengingat hari itu, hingga ia tersadar jika dirinya sudah free di sekolah terkecuali ada beberapa nilai yang belum selesai. Mayra juga mengingat soal ardi, ia tak merasa membuat janji pergi pagi itu.
"Untuk apa mas ardi kemari? Bukannya kita tidak membuat janji tadi malam?" batin mayra berpikir.
πππππππππ
Sementara itu, di sisi lain, ada adi yang baru juga terbangun. Ia sudah membaik setelah semalam di kompres oleh bik jum, meskipun kepalanya terasa sedikit pusing. Lalu ia bangun dan hendak pergi ke kamar mandi, kemudian teringat tentang kejadian semalam setelah melihat handuk yang ia pakai.
BLASH BLASH BLASH..( Percikan kejadian semalam).
"Mayra.." batin adi.
Adi bergegas memastikan semuanya, ia pergi ke kamar mandi memeriksa apakah baju mayra masih ada disana. Tak menemukannya, adi sarkar pergi keluar memanggil bik jum, memintanya naik ke atas untuk bicara.
"Bik..dimana baju mayra? Kapan dia pulang?" tanya adi masih dengan muka bantal.
Bik jum tersenyum, lalu ia memberitahu adi.
"Iya non, tadi malam non mayra kesini, dia pulang bersama den ardi. Dan baju non mayra sedang saya cuci." jelas bik jum.
Adi merasa lega, walaupun ada rasa sedikit kesal mengetahui mayra pulang dengan ardi. Ia juga sempat ingat tentang kedatangan ardi, tapi adi berharap bayangan tadi malam soal ardi yang datang hanyalah ilusi, tapi ternyata salah.
"Setelah di cuci, letakkan semuanya di lemariku bik, aku tidak mau barang-barang mayra jauh dariku." jelas adi lalu pergi.
Seperti biasa, bik jum tersenyum mendengar perintah tuannya. Sejak kedatangan mayra ia berubah, dan setiap barang yang berhubungan dengan mayra tidak boleh jauh darinya. Apapun yang mayra pakai akan di letakkan di lemari adi, walaupun adi sudah menyiapkan tempat khusus untuk barang-barang mayra.
__ADS_1
ππππππππ
Adi pergi ke kamar mandi, ia mencuci wajah dan menyikat gigi. Ia menatap cermin di washtafell, mengingat kejadian tadi malam, di saat mayra datang menolongnya. Membuat keduanya sangay dekat, bahkan hal itu masih bisa adi rasakan, memgingat rindunya yang bergelora.
Setelah selesai dari kamar mandi, adi mencari ponselnya. Ia merasa heran menemukan ponselnya di posisi yang aneh, seolah menghadap dirinya saat tertidur. Lalu adi mengambil ponselnya, ia mencoba memeriksa ponselnya. Dan ternyata saat ia memeriksa ponselnya, terdapat log panggilan Vc dari mayra yang berlangsung selama beberapa jam.
"Mayra menelfonku selama itu, tapi untuk apa? Dan dengan siapa?" batin adi bingung.
TOK TOK..
Tiba-tiba saja, terdengar ketukan di pintu kamarnya, dan ternyata bik jum yang datang kesana. Ia tersenyum membawa kardigan milik mayra, meletakkannya di ranjang.
"Ini milik non mayra den, tadi malam ia lupa membawanya pulang di kolam renang. Dan maaf soal ponselnya, bibik sengaja meletakkan ponsel aden sesuai permintaan non mayra. Sejak tadi malam, non mayra ingin menjaga aden lewat video call." jelas bik jum.
Setelah memberitahu adi, bik jum pergi keluar, ia ingin mengambilkan sarapan untuk adi.
Setelah kepergian bik jum, adi tersenyum menatap ponselnya. Ia tidak menyangka mayra akan sangat menghawatirkan dirinya, sampai-sampai menelefonnya selama itu. Lalu adi meraih kardigan milik mayra, menghirup aroma mayra yang menyapa rindunya.
"Aku sangat merindukanmu mayra." batin adi merindu.
Lalu adi menghempas tubuhnya keranjang, sambil memeluk kardigan mayra, membayangkan ada dia disana.
Di sisi lain, ada mayra yang tengah duduk menemui ardi, keduanya duduk berhadapan, saling menatap dari kedua sisi. Namun sayang, tatapan curiga mayra justru kalah dengan tatapan aneh ardi, yang justru berhasil membuat mayra bergidik ngeri.
"Isshhh mas ardi." batin mayra.
Lalu ardi memberitahu mayra jika dirinya ingin mengajaknya pergi jalan-jalan. Tapi mayra masih berpikir, ia tidak langsung mengiyakan ajakan ardi. Dan akhirnya ia mau, mengingat tidak ada jadwal hari itu.
Setelah itu keduanya pamit pada bu sinta dan pak seto, namun sebelum itu, mayra masih masuk ke kamarnya lagi untuk menganti bajunya. Tadinya ia keluar menemui ardi mengenakan setcel baby dol celana pendek, lalu memilih mengenakan tunik soft cream dengan leging hitam tiga perempat, rambutnya terurai rapi karna masih basah, barulah mereka pergi. Mayra pergi tanpa sarapan, karna ardi juga ingin mengajaknya sarapan bersama.
πππππππππππ
Ardi melajukan mobilnya santai, ia ingin menikmati paginya yang indah bersama mayra. Ardi ingin mengajak mayra ke restoran di mana awal mereka pergi bersama, ada rasa yang ingin ardi kenang disana, yaitu rasa bahagia bisa pergi bersama mayra.
Mayra menatap keluar jendela, menikmati pemandangan lalu lalang kendaraan, jalanan yang terlihat cukup padat mengingat saat itu masih jam berangkat kerja.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di restoran itu. Ardi segera turun untuk membukakan pintu mayra, lalu ia mengulurkan tangannya. Sarkas mayra menautkan tangannya, berjalan bersama sambil bergandengan tangan, lebih tepatnya ardi yang tidak mau melepas tangan mayra. Keduanya berjalan seperti sepasang kekasih, lalu mencari tempat duduk yang nyaman untuk menikmati sarapan mereka. Dan ardi memilih meja di mana keduanya pertama kali pergi dan makan bersama. Kebetulan saja, meja yang ardi pilih juga sedang kosong, membuatnya bahagia agar bisa bernostalgia bersama mayra.
Keduanya duduk, tapi bukan saling berharadapan, melainkan duduk berdampingan. Semua itu dilakukan atas kemauan ardi yang tak ingin jauh dari mayra, bahkan sikapnya yang posesif membuat mayra bingung harus bagaimana.
__ADS_1
"Pilih makanan yang kamu suka sayang." jelas ardi merangkul pinggang mayra sambil terduduk.
Ardi selalu melakukan hal itu disaat dirinya bersama mayra, apalagi ada laki-laki yang menatap mayra, ia tak ingin ada yang beranggapan mayra bukan miliknya. Setelah memesan makanan, mayra teringat akan ponselnya, ia melupakannya di mobil ardi, karna dirinya tidak membawa tas. Lalu mayra memberitahu ardi, ia ingin mengambilnya ke mobil, tapi ardi melarangnya, justru meminta mayra menunggunya disana.
"Tunggu di sini sayang, aku yang akan mengambilnya." jelas ardi berlalu
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Ardi mengambil ponsel mayra, dan saat itu terdapat sebuah notif pesan yang masuk di ponsel mayra, membuat ardi penasaran dengan siapa yang mengirim pesannya. Karna penasaran, ardi membuka ponsel mayra, hal itu sangat mudah karna mayra tidak pernah mengunci ponselnya. Dan saat ardi memeriksa, ternyata pesan yang mayra terima hanyalah dari pusat operator.
Namun tidak sampai di situ, justru muncul pikiran bagi ardi untuk memeriksa lainnya, dan ardi melihat semua riwayat pesan dan panggilan di ponsel mayra. Dan ardi terkejut saat menemukan satu log panggilan videocall mayra bersama adi di malamnya. Hal itu membuat hati ardi meradang merasa cemburu, di tambah durasi panggilan video call yang mayra lakukan, membuat ardi penasaran dengan apa yang mayra lakukan.
"Apa yang mereka bicarakan sampai selama itu." batinnya.
Setelah itu, ardi kembali masuk ke dalam restoran, tak ingin membuat mayra curiga karna dirinya terlalu lama. Tibanya di meja, ardi segera memberikan ponsel mayra. Lalu ia duduk kembali di samping mayra, merangkul pinggang mayra posesif sambil menunggu makanan mereka.
Sedang mayra hanya diam sambil memeriksa ponselnya, ia memastikan jika tidak ada pesan atau panggilan penting yang belum ia baca.
Dan tanpa sengaja, tiba-tiba saja ada romeo dan juliet yang datang ke meja mereka, membuat keduanya tersenyum tak menyangka.
"Tuan romeo." sapa ardi berdiri.
"Nyonya juliet." sapa mayra.
Mereka saling berpelukan, menyapa hangat sebuah hubungan, membuat hati merasa damai. Romeo dan juliet tak sengaja melihat mayra dan ardi, membuat keduanya ingin bergabung dan sarapan bersama, dsn ardi tidak keberatan.
Namun meskipun begitu, ardi tak membiarkan mayra jauh darinya, dan masih merangkul pinggang mayra posesif meski mereka sedang bicara, membuat mayra merasa sungkan jadinya. Berbeda dengan juliet, yang justru tersenyum lebar melihat sikap ardi terhadap mayra, membuatnya ikut bahagia.
Mereka bicara sambil menunggu pesanannya. Apalagi juliet yang sangat antusias bertemu mayra, karna sudah lama ia ingin bertemu dan bicara dengannya.
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±
Alhamdulillah..
Semoga suka, dan jangan lupa like, love and komen..
Mohon maag jika ada salah kata dan membuat menunggu terlalu lama..
Trimakasih banyakπ€
__ADS_1