Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
ALUN-ALUN KOTA


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Di rumah mayra, bu sinta sedang menyiram tanamannya, dirinya sangat suka berkebun untuk mengisi waktunya, sembari menunggu suami dan putrinya pulang, namun saat bu sinta sedang menanam beberapa bibit bunga baru, tiba-tiba saja suara deru mobil berhenti di depan rumahnya, hal itu menarik perhatian bu sinta.


Bu sinta terkejut tak kala melihat sosok yang keluar dari dalam mobil mewah itu, yang tak lain adalah mama anita.


"Bu anita istri pak wijaya!!" gumam bu sinta terkejut.


Dengan cepat bu sinta menghampiri bu anita yang tengah tersenyum menatap ke arahnya.


Bu anita tersenyum tak kala melihat bu sinta yang menghampiri dirinya, begitupun bu sinta yang segera melepas hand loop yang kotor dengan tanah dan pupuk tadi, kemudian mempersilahkan bu anita masuk ke dalam rumahnya.


Bu sinta merasa kaget dengan kedatangan bu anita, yang setelah sekian lama dia tak pernah berkunjung ke rumah mereka, terakhir kali saat usia mayra masih 12 tahun.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Bu anita tau kalau bu sinta kaget dengan kedatangannya setelah sekian lama, mengetahui hal itu dia segera menjelaskan maksut kedatangannya kesana, tak lupa ia memberikan beberapa bingkisan untuk bu sinta dan mayra.


"Maafkan saya ya sinta, saya masih ingat terakhir kali kemari saat putrimu masih berusia 12 tahun, ini kali pertama saya bisa kembali berkunjung kemari setelah sekian lama, maaf juga saya harus mengganggu kegiatan berkebunmu sinta, lain kali kita akan berkebun bersama." jelasnya ramah.


Keduanya berbincang di ruang tamu, melepas semua rindu, suasana terlihat sangat hangat karna keduanya memang sudah saling mengenal sejak lama, sejak pak seto bekerja di perusahaan pak wijaya, bahkan dulunya keduanya sering sekali saling berkunjung.


🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬


Di kantor, ardy sedang berdiri di balkon ruangannya, menatap deretan gedung-gedung pencakar langit, merasakan hembusan angin yang menelusup menerpa tubuhnya.


Entah kenapa dirinya merasa gelisah, jantungnya berdegup kencang, membuat dirinya semakin tak tenang, di tambah bayangan mayra yang tanpa sengaja hinggap di hati dan pikiranya.


"Apa ini? kenapa hanya mayra yang ada di hati dan pikiranku, mungkinkah takdir akan membawanya dekat denganku?" batin ardi gelisah.


Ardi sadar, bahwa dirinya sudah jatuh hati pada mayra, gadis nakal yang sudah mengobrak-abrik hati dan pikirannya, namun dirinya terus gelisah mengingat kejadian kemarin bersama mayra, dirinya ingin tau siapa sebenarnya adi.


............. |||||||||||||||||||||.............


Di tempat lain tepatnya di sekolah..


πŸ›Žtet...jam pulang sekolah berdenting, semua murid berhambur keluar kelas untuk pulang, termasuk mayra, jeni dan nana.


Saat berjalan ketiganya tak sengaja berpapasan dengan roy, namun roy terlihat aneh tak seperti biasanya, dia tak bicara sedikitpun saat bertemu dengan ketiganya, membuat mayra merasa aneh.


Jeni dan nana pulang terlebih dulu, Keduanya sudah mayra beritahu bahwa dia akan menemui rangga sepulang sekolah. sementara mayra terpaksa menunggu rangga sesuai janjinya tadi, mayra juga menunggu kedatangan adi berharap bisa bicara dengan adi sebelum pergi bersama rangga, tak mau ada kesalah pahaman di antara dia dan adi.

__ADS_1


Berharap adi datang percuma saja bagi mayra, karna rangga sudah lebih dulu tiba menemuinya dan mengajak mayra pergi, mayra naik duduk di jok belakang berbonceng sepeda rangga.


Sementara adi masih rapat kembali bersama dewan guru, membuatnya gelisah memikirkan mayra, ingin mengabari mayra tidak bisa, karna ponsel mayra ada padanya.


"Shiitt...sial sekali aku hari ini, semoga saja mayra sudah pulang ke rumahnya." batin adi gelisah.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Rangga mengajak mayra pergi ke alun-alun kota, mengajaknya duduk di taman, menikmati pemandangan danau dari sana.


Rangga menatap mayra yang duduk di sampingnya, gadis yang sudah mencuri hatinya, membuatnya merasakan jatuh cinta untuk yang kedua kalinya.


Mayra tersenyum menikmati pemandangan danau saat itu, entah kenapa hatinya merasa sangat tenang, rangga yang sejak tadi terus memandangi mayra tau, jika dia telah mengajak mayra ke tempat yang benar, hembusan angin menerpa keduanya, membuat rangga melepas jas almamaternya dan menyelimunya ke tubuh mayra, dia tak ingin mayra sakit akibat masuk angin, karna hembusan angin yang cukup kencang.


Mayra terkejut, tak menyangka jika rangga akan melakukan itu, dirinya tersenyum pada rangga, membuat yang melihat semakin jatuh cinta padanya.


"Kakak ingin bicara apa?" tanya mayra lembut, pasalnya sejak mereka tiba di sana rangga tak kunjung bicara, dirinya hanya terus tersenyum menatap mayra, membuat yang di tatap merasa malu.


Rangga mulai bicara, ia mengungkapkan isi hatinya pada mayra, entah itu waktu yang tepat atau tidak, yang jelas rangga hanya ingin mayra tahu tentang perasaannya.


"Aku suka padamu mayra, aku mencintaimu, apa kamu mau menjadi kekasihku?"jelas rangga.


❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣


Rangga tau peryataan tentang perasaannya membuat mayra bingung, tapi dia tidak memaksa mayra untuk menjawabnya saat itu juga, karna rangga tau kalau semuanya terlalu cepat.


Jam menunjukkan sudah pukul 13;00, merasa sudah lega setelah memberitahu perasaannya, rangga mengajak mayra pulang, namun sebelum itu dia mengajak mayra membeli beberapa jajanan yang ada di sana dan hal itu membuat mayra senang.


Rangga terus tersenyum, tak kala melihat senyum indah yang terpancar di wajah mayra, ia senang bisa membuat mayra bahagia meski hanya dengan hal sederhana menurutnya.


"Trimakasih kak sudah mentraktirku jajan di sini, aku senang sekali." ucap mayra sumringah.


"Jangan berterimakasih mayra, justru aku yang harus bertrimakasih, karna kamu mau aku ajak kemari." jelas rangga.


Keduanya pulang menggunakan sepeda motor, mayra merasa senang bisa membeli banyak jajanan kesukaannya, rasanya sudah lama ia tidak pergi ke alun-alun kota.


Di nikmati jajanan yang telah ia beli tadi, sambil menikmati perjalanan menuju rumahnya, tak lupa mayra memberitahu jalan menuju rumahnya, karna itu adalah kali pertama rangga mengantar mayra pulang, sambil menyetir rangga tersenyum tak kala melihat mayra yang terlihat senang dari kaca spion motornya, berharap akan semakin dekat dan bisa membuat mayra bahagia.


***********|||**********


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di depan rumah mayra, mayra segera turun dan mengucapkan trimakasih pada rangga, dia sengaja tak mengajak rangga untuk mampir tak ingin ada salah paham nantinya, rangga yang mengerti akan hal itu segera pulang.

__ADS_1


Mayra berjalan masuk kedalam rumah dengan wajah sumringah, bukan karna apa melainkan karna dirinya bisa membeli jajan di alun-alun kota setelah sekian lama.


Tibanya di dalam rumah, mayra di sambut oleh ibunya dan mama anita, keduanya memang sudah menunggu mayra sejak tadi, pasalnya bu anita memang ingin tau secara langsung.


Mendapati tamu di rumahnya, mayra segera meletakkan jajanan yang ia beli, kemudian menghampiri bu anita dan bersalaman dengan sopan, membuat bu anita semakin terkesan padanya.


"Ternyata mayra sangat cantik, baik dan sopan, pantas saja putraku suka padanya." batinnya senang.


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Bu anita mengajak mayra untuk bergabung dengan mereka, karna mayralah yang sejak tadi ia tunggu, semua hal yang ingin ia ketahui tentang mayra segera ia pastikan, sementara bu sinta meninggalkan keduanya ke kamar kecil.


Di sisi lain, ada adi yang tengah menuju rumah mayra untuk mengembalikan ponselnya, sekaligus bertemu mayra untuk minta maaf karna tidak bisa mengantarnya pulang, namun di tengah perjalanan adi tak sengaja berpapasan dengan rangga, hal itu membuat adi curiga, karna setau adi alamat rumah rangga tidak searah dengan rumah mayra.


Tak ingin menerka-nerka hal yang tidak pasti, adi menambah kecepatan mobilnya agar bisa segera tiba di rumah mayra dan bertanya langsung padanya.


Beberapa menit kemudian, adi tiba di rumah mayra, dia segera turun dan hendak masuk melihat pintu rumah yang sudah terbuka, mengetahui kalau sudah ada orang pastinya, namun langkahnya terhenti tak kala melihat mayra bersama seorang tamu.


Mayra yang mendengar suara langkah kaki menoleh ke arah pintu, dimana sudah ada adi yang berdiri di sana, membuat bu anita juga ikut melihat ke arahnya, bu anita penasaran melihat sosok adi.


"Mas adi..!" tegur mayra.


Bu anita penasaran dengan sosok adi, apalagi mayra sudah mengenalnya, namun ia berpikir bahwa adi adalah guru mayra, dilihat dari seragam yang ia kenakan, lalu mayra meminta izin untuk keluar menemui adi, karna ibunya sudah kembali untuk menemani bu anita.


Mayra menghampiri adi, namun mayra merasa aneh saat melihat ekspresi adi yang berbeda, membuat dia bergidik ngeri, namun anehnya adi tak bicara sepatah katapun, dia hanya datang mengembalikan ponsel mayra dan segera pamit pulang padanya.


"Aneh sekali.." pikir mayra.


Tak mau ambil pusing dengan sikap adi yang aneh, mayra kembali masuk dan berganti baju, karna dirinya sudah merasa gerah dengan seragamnya.


πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Alhamdulillah bisa up lagi..


mohon maaf untuk para readers yang komennya blom terbalas oleh mom, karna sudah mom bales tapi tetep aja gak muncul, mungkin hp mom sudah mau eror, maklum lahπŸ˜†πŸ˜…πŸ€£


tapi tetep jangan lupa dukung mom ya..


Pliss guys..like, favo dan komen sebanyak dan seiklasnya...


biar mom makin semangat upnya..

__ADS_1


mohon maaf apabila ada salah kata, trimakasih..


__ADS_2