
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Yang singgah tidak selalu sungguh..
Yang sungguh pun tidak selalu betah...
Yang betah sudah pasti singgah dan sungguh...
πππππππ
Setelah kepergian mayra, adi berteriak meluapkan emosinya, bahkan ia tak segan memukul tembok sampai tangannya berdarah. Tapi hal itu tak jauh lebih sakit dari luka yang ia rasakan, ia juga kembali teringat, dimana mayra mengobati luka di tangannya, dan ingatan itu semakin menyiksa dirinya.
Tak bisa di pungkiri, adi sangat mencintai mayra, ia juga merasa sakit tak kala mendengar tangis mayra, apalagi dirinyalah yang membuat mayra terluka dengan kata-katanya.
"Arrrgggghhhh...kenapa mayra? Kenapa? Kau membuat aku tidak percaya akan cinta." teriak adi frustasi.
Tangan adi luka dan berdarah, tapi ia membiarkan lukanya itu, ia percaya jika darah yang keluar dari lukanya akan berhenti dengan sendirinya, ia yakin setelah darahnya keluar, sakitnya akan semakin berkurang.
ππππππππππ
Sementara di sisi lain, ada ardi yang rupanya sudah medapat informasi jika laporan lab mayra punya kemungkinan tertukar dengan orang lain.
"Bersamaan dengan nona mayra, ada wanita yang juga melakukan tes lab, dia sedang hamil." jelas seseorang di sebrang.
Mendapat informasi seperti itu, membuat ardi yakin jika mayra tidak hamil, ia sengaja mengumpulkan bukti kebenaran mayra, bukan karna tidak ingin menikahi mayra, melainkan ardi ingin nama mayra tetap terjaga, ia tidak ingin membawa mayra masuk ke dalam keluarganya dengan hinaan, karna ardi tidak ingin ada yang bisa merendahkan mayra.
Lantas ardi segera pergi menuju rumah mayra, untuk memberi kabar tentang informasi yang ia dapat. Hingga beberapa menit kemudian, ia tiba di rumah mayra, kebetulan saja, saat itu mayra dan orang tuanya juga baru datang dari rumah adi.
"Mayra...!!" panggil ardi.
Mayra menoleh ke asal suara, melihat ardi yang datang memanggilnya, lantas membuat mayra berlari ke arahanya, ia berhambur masuk kedalam pelukan ardi, bahkan di depan orang tuanya. Mayra sudah tidak berpikir lagi tentang apa yang ada di pikiran orang tuanya, yang jelas sesak di dadanya membuatnya tersiksa, air mata mayra tumpah di dada bidang ardi, mengalir membuat hilir, menjadi sesak yang terisak.
Melihat hal itu, pak seto bisa memahami, jika putrinya sedang dalam tekanan, ia memaklumi hal itu, kemudian pak seto meninggalkan keduanya di luar, ia masuk kedalam bersama bu sinta untuk beristirahat, hari itu pak seto memilih untuk tidak bekerja.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Begitu juga dengan mayra, ia memilih untuk tidak masuk sekolah, karna sekolahnya memang masih free setelah masa tenang menunggu pengumuman kelulusan. Mayra tak bicara sedikitpun, tapi air matanya membuat ardi mengerti, jika mayra tidak baik-baik saja, ia yakin jika adi sudah mengatakan sesuatu yang membuatnya terluka.
Ardi mengajak mayra pergi, ia sudah tidak sabar untuk membuktikan kebenaran tentang mayra, ia tidak ingin melihat mayra terluka, tangisnya membuat ardi ingin mengungkap segalanya.
__ADS_1
"Tenang mayra, aku akan ada bersamamu, tidak akan aku biarkan ada yang menghinamu." batinnya.
Lalu keduanya pergi menuju rumah sakit, ardi meminta dokter keluarnganya langsung yang mengawasi pemeriksaan mayra, ia tidak ingin terjadi kesalahan sedikitpun.
Setelah melakukan pemeriksaan, ardi dan mayra menunggu hasil lab di lobi, mayra masih bersandar di bahu ardi, keduanya saling menggenggam, memberi ketenangan di tengah kegelisahan, membuat mayra merasa lebih tenang.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Satu jam kemudian, dokter keluarga ardi datang menghampiri mereka, ia tersenyum membawa hasil lab mayra, kemudian menyodorkannya pada ardi.
"Nona mayra tidaklah hamil, laporan labnya mungkin tertukar, dan ini adalah kelalaian petugas kami, jadi aku mohon maaf untuk ketidak nyamanan ini, sebagai dokter penanggung jawab aku minta maaf tuan ardi, dan aku pastikan jika laporan kali ini sangat valid." jelas dokter.
Seperti matahari yang datang setelah kegelapan, ucapan dokter itu membuat mayra berbinar, bahkan mayra menangis haru mendapat kabar baik itu, begitu juga dengan ardi, ia tersenyum melihat wajah mayra yang berbinar, lalu ia segera membaca hasil lab mayra, memastikan kebenaran yang dokter itu katakan.
Ardi dan mayra berbinar, mereka senang mengetahui hasil lab mayra, setelah memastikan hasil lab itu, keduanya memutuskan untuk pulang. Tapi mayra meminta ardi untuk mengantarnya ke rumah adi, ia ingin memberitahu hasil lab itu, membuktikan kebenaran dari ucapannya.
ππππππππππ
Beberapa menit kemudian, keduanya tiba di rumah adi, kedatangan keduanya di sambut oleh bik jum yang sedang berada di halaman. Awalnya mayra ingin memberikan hasil labnya langsung kepada adi, tapi bik jum melarangnya, mayra pikir karna adi masih marah padanya, namun ternyata tidak.
Pintu rumah adi yang terbuka lebar membuat mayra bisa melihat kedalam, ia juga mendengar tawa renyah adi dan suara anak kecil, keduanya terdengar seperti sedang bermain, dan hal itu membuat mayra menyadari semuanya.
Hatinya terpukul, ia berpikir adi masih marah dan menghukum dirinya untuk kesalahan yang ia lakukan, tapi ternyata tidak, adi justru masih bisa tertawa, dan itu membuat mayra sedikit bersyukur di atas rasanya kecewanya, ia bersyukur jika adi akan jauh lebih baik tanpa dirinya.
Ardi mengerti bagaimana perasaan mayra, ia juga mendegar suara adi di dalam yang sedang tertawa bermain dengan anak kecil, ia tak menyangka jika adi sudah memiliki anak sebelumnya. Mayra tak banyak bicara, ia mengurungkan niatnya untuk bertemu dan memberikan hasil labnya langsung kepada adi.
"Bik jum, aku tau mas adi sedang sangat sibuk hari ini, jadi aku titipkan ini untuk mas adi, tolong berikan padanya saat dia sudah tidak sibuk lagi, aku senang mendengar mas adi sudah baik-baik saja, trimakasih bik jum, kami pamit." jelas mayra tertahan.
Mendengar suara mayra yang tertahan, membuat ardi emosi, ia hendak masuk untuk memberitahu kebenaran mayra, tak ingin melihat mayra terluka, tapi mayra mencegah dirinya, ia mengajak ardi pulang agar tidak terjadi masalah diantara mereka.
Bik jum merasa bersalah, ia memahami bagaimana perasaan mayra, ia tau jika mayra pastinya sakit dengan semua yang terjadi, tapi dirinya tidak bisa melakukan apa-apa, ia hanya berharap agar semuanya baik-baik saja, ia akan memberikan surat dari mayra setelah kepulangan tamu adi pikirnya.
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±
Selama perjalanan pulang, mayra terus terdiam, dirinya kembali teringat dengan kejadian di kantor adi, paket misterius yang ia dapat dan kejadian tadi, membuatnya menyadari, bahwa kenyataan dunia, memaksanya mundur sendiri, bahkan sejak awal, tapi ia terlambat untuk menyadari. Bahkan karna lelah, mayra sampai terlelap dalam duduknya, rasa lelah dan sakit menguras tenaganya.
Ardi mengerti bagaimana perasaan mayra, melihat wajah cantik yang tak secerah biasanya, tatapan yang dulunya berbinar, kini hilang dan sirna, hanya ada genangan air mata, yang membuat matanya sembam dan sendu menahan derita.
Ia juga sudah memutuskan segalanya, jika sejak kejadian itu, dirinyalah yang akan bertanggung jawab atas mayra, ia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mayra termasuk adi, tak akan membiarkannya masuk kembali kedalam hidup mayra, apalagi jika dia sudah memulainya.
__ADS_1
"Jangan pernah berharap untuk kembali setelah ini adi." batinnya.
ππππππππππ
Bukannya mengantar mayra pulang, ardi justru mengajak mayra pergi ke rumahnya, ia ingin meminta ijin kepada orang tuanya untuk segera menikahi mayra, dan hal itu di luar sepengetahuan mayra.
Beberapa menit, mereka tiba di rumah ardi, ia turun lebih dulu dan masuk kedalam rumahnya, masih membiarkan mayra tertidur di mobilnya, ardi ingin memastikan jika orang tuanya ada di rumah saat itu juga. Setalah memastikan orang tuanya ada, ardi membangunkan mayra perlahan, membelai wajahnya lembut dan menyambutnya dengan senyuman.
"Bangun sayang kita sudah sampai." lembutnya.
Mayra tersadar, ia terkejut ketika melihat mereka ada dimana, ia tidak menyangka ardi akan membawanya kesana.
"Untuk apa kita kesini mas?" bingung mayra.
"Untuk memperkenalkanmu sebagai calon istriku." santai ardi
Mayra terkejut mendengar hal itu, ia meminta ardi untuk mengurungkan niatnya, karna itu terlalu cepat baginya.
"Tenanglah sayang, aku tidak akan menikahimu hari ini juga, masih banyak hal yang harus kita persiapkan." jelas ardi tersenyum.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Keduanya masuk, ardi menggandeng tangan mayra penuh keyakinan, ia membawanya masuk sebagai calon istrinya. Kedatangan keduanya tak di sambut hangat oleh sang mama, terlihat jelas raut wajah tak suka pada mayra, tapi tidak untuk sang papa.
Mayra mengerti, ia tau alasan apa yang membuat mama anita membeci dirinya, dan itu tidaklah mudah, tapi mayra tetap menghormati mereka, ia mencium tangan mama anita dengan sopan, meskipun ia menunjukkan sikap tidak sukanya, berbeda dengan sang ayah, yang justru menyambut hangat kedatangan mayra, ia tau jika mayra adalah gadis yang baik, yang terjadi hanyalah sekedar salah paham, karna sedikit saja salah paham bisa membuat semuanya menjadi runyam.
Mereka berkumpul di ruang tamu, ardi membawa mayra duduk di sampingnya, dan tanpa basa-basi ia memperkenalkan mayra sebagai calon istrinya, ia meminta restu untuk menikah dengan mayra. Mendengar hal itu mama anita tersentak kaget, ia tidak mengerti bagaimana jalan pemikiran putranya, yang tiba-tiba saja datang meminta restu, sementara selama ini, yang ia tau putranya sudah lupa dengan mayra.
"Ini tidak mungkin ardi! Kamu belum mengenal gadis ini, mama tidak setuju!" jelas sang mama.
"Tidak ada yang tidak mungkin ma, aku mencintai mayra, dan aku sudah mengenalnya sejak lama, bahkan lebih dari apa yang mama tau, aku harap mama mau menerima ini. Aku tau apa alasan mama tidak suka pada mayra, tapi coba sekali saja mama lihat, apa yang menjadi alasan mama membenci mayra, dan satu hal ma pa, suka tau tidak, aku tetap akan menikah dengan mayra, karna aku sangat mencintainya, aku kemari hanya untuk memberitahu mama dan papa." tegas ardi.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Alhamdulillah bisa up lagi...
semoga suka, like, love dan komen ya guys..
maaf jika ada salah-salah kata...
__ADS_1
Mohon kesabarannya, trimakasih...