Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
MERINGKUK TERISAK


__ADS_3

❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Hati tidak selalu sejalan dengan pikiran..


Begitu juga sebaliknya..


Tidak semua yang menggunakan hati, akan sesuai dengan akal, begitu juga sebaliknya..


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Ke esokan harinya, mayra memutuskan untuk pergi ke sekolah, jeni dan nana memberitahunya untuk masuk, karna ada beberapa nilai tugas yang harus mereka setor ke masing-masing guru mapel. Mayra berangkat ke sekolah diantar oleh ayahnya, namun sebelum berangkat ke sekolah, sang ibu masih sempat menanyakan kelanjutan hubungannya dengan adi.


Awalnya mayra bingung harus menjawab apa pada orang tuanya, ia tidak ingin membuat mereka cemas, dan akhirnya mayra memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya, ia tak ingin ada masalah di kemudian hari, apalagi melihat orang tuanya yang masih berharap kedatangan adi.


"Yah buk, mayra minta maaf, semua yang terjadi adalah salah mayra, tapi semuanya sudah terjadi, mayra sudah mencoba untuk memperbaiki segalanya, tapi sudah tidak ada harapan lagi, yang terpenting, mayra sudah minta maaf pada mas adi, hasil tesnya juga sudah mayra berikan pada mas adi. Percaya atau tidak itu terserah mas adi buk yah, dan mayra sudah tidak ingin membahas ini, mayra mau memulai semuanya dari awal bersama mas ardi, kemarin mas ardi melamar mayra buk, dan mayra menerimanya, mas ardi juga sudah memberitahu orang tuanya." jelas mayra.


Bu sinta terkejut mendengar penjelasan putrinya, ia tidak percaya semudah itu adi menyerah dengan hubungan mereka, di tambah dengan pernyataan dari putrinya, yang sudah menerima lamaran dari ardi tanpa memberitahu mereka, karna itu terlalu cepat.


Tapi mayra berhasil meyakinkan orang tuanya, jika semua keputusan mayra adalah yang terbaik untuk dirinya, tidak ada yang terlalu cepat menurutnya, saat takdir sendiri yang membawanya kedalam hidupnya. Meskipun di dalam lubuk hatinya, ada rasa getir untuk memulai semuanya dari awal, dengan waktu yang secepat itu.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Saat hendak berangkat, tiba-tiba saja mobil ardi berhenti di depan rumah, membuat mayra mengurungkan niatnya untuk berangkat. Ardi meminta mayra untuk masuk sebentar, ia ingin memberitahu orangtua mayra perihal acara pertunangan mereka, karena ardi sudah mempersiapkan semuanya.


Ardi memberitahu orang tua mayra jika semua persiapan untuk acara pertunangan mereka sudah siap, ia meminta ijin untuk melamar mayra menjadi calon istrinya, karna ia sangat mencintai mayra. Pak seto bingung harus bereaksi seperti apa, ia masih memikirkan adi, karna masih belum bisa bicara langsung dengannya, tapi pak seto menyerahkan semuanya pada mayra, karna nantinya, mayralah yang akan menjalani segalanya, ia hanya berharap yang terbaik untuk putrinya, begitu juga dengan bu sinta.


Ardi merasa senang dan lega, sudah memberitahu orang tua mayra, mereka juga sudah setuju dengan keputusan mayra, dan acara pertunangan mereka akan terjadi nanti malam, dan semuanya sudah siap. Setelah itu mayra pergi ke sekolah diantar oleh ardi.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di sekolah, mayra turun dari mobil ardi, namun kali ini ia terlihat lebih berani. Sebelumnya mayra merasa hawatir saat ia di pergoki oleh nana dan jeni saat bersama ardi, namun kali itu berbeda, mayra justru tersenyum saat kedua temannya itu menyambut kedatangannya yang terpergok diantar oleh ardi.

__ADS_1


Mayra turun bergabung dengan keduanya, menunggu kepergian ardi dari sana, menatap mobilnya yang mulai hilang dari pamdangan mata. Setelah itu barulah jeni dan nana menatap mayra curiga, mereka menelisik mencari kebenaran mayra.


"Sepertinya ada bau-bau mencurigakan." jelas nana.


"Seperti bau-bau cinta." timpal jeni.


Mayra tertawa, mendengar sindiran mereka, ia tau jika mereka merasa penasaran dengan hubungannya dengan ardi, dan kali itu mayra tidak mau menutupi hubungannya dengan ardi, mengingat sudah saatnya ia berkata jujur pada mereka, mayra ingij berbagi semuanya dari awal, agar tidak ada rasa bersalah di kemudian, setelah pelajaran yang ia dapat dari hubungannya dengan ardi.


"Yah...benar sekali, dia adalah calon suamiku!" jelas mayra santai.


Jedaarrrr🍂🍂🍂🍂🍂


Keduanya terkejut mendengar penjelasan mayra, membuat mereka saling memandang, ada rasa tidak percaya diantara keduanya, jika mayra sudah memutuskan untuk menjalin hubungan yang serius, membuat keduanya berpikir jika ardi memanglah sugar dadynya, tapi hal itu membuat mereka berjingkrak-jingkrak bahagia.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Setelah itu, ketiga pergi ke ruang guru, mereka pergi menemui beberapa guru untuk menyetorkan beberapa nilai tugas mereka. Namun kali itu berbeda, mayra merasa sesak sesaat ia masuk ke ruang guru, ada rasa hawatir untuk bertemu dengan adi, ia sudah tidak ingin bertemu dengannya, mengingat semua yang terjadi diantara mereka, sikap adipun membuat mayra menyadari posisinya, ia sadar jika adi tidak pernah mempercai dirinya, bahkan setelah ia memberikan bukti tentang kehamilannya, pikir mayra.


Tapi di sisi lain, adi memang belum mengetahui hasil tes mayra, ia masih belum membacanya. Dan hari itu, adi juga pergi ke sekolah, ia harus mengurus beberapa hal selaku wakil kepala sekolah.


Awalnya mayra ingin mengajak nana dan jeni, tapi mereka juga dimintai tolong oleh guru lainnya. Jangan tanya bagaimana perasaan mayra, hatinya merasa sesak, langkahnya terasa berat, bahkan pikirannya terasa kacau, mengingat semua hal yang terjadi, bahkan mayra ingin lupa dengan segalanya.


"Seandainya aku bisa lupa ingatan saat ini juga." batinnya.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Di perpus, rupanya adi sedang sendiri, ia sedang sibuk dengan beberapa berkas, membuat mayra ragu untuk masuk menemuinya. Tapi mayra berusaha membranikan diri, ia mengetuk pintu lalu masuk, membuat sang penunggunya menatap dirinya.


DEG DEG...


Mayra sadar, jika saat itu adi sedang menatap kedatangannya, tapi mayra berusaha untuk tidak menatapnya, ia justru memilih menunduk menatap berkas yang ia bawa, lalu segera menyodorkannya di meja adi.

__ADS_1


"Ini pak titipan nilai dari bu lusi." jelas mayra.


Dengan segera, setelah itu mayra hendak pergi, ia tak ingin terlalu lama ada di sana, apalagi bicara dengan adi. Namun sayang, saat dirinya hendak pergi, tiba-tiba saja adi bicara.


"Sebenarnya..aku tidak perlu kertas ini untuk menilai seseorang." jelas adi.


Dan GLEK...


Ucapan adi berhasil menghentikan langkah mayra, membuat sang empunya bergetar, hatinya kembali sesak, tapi ia tahan, tak ingin terisak menunjukkan lukanya. Kemudian mayra berbalik, dengan berani ia menatap wajah adi, membuat keduanya saling memandang.


"Maaf pak, saya hanya dimintai tolong mengantar kertas itu, jika itu tidak penting terserah bapak saja. Setiap orang bisa melihat dan mendengar, menilai dengan kemampuannya, dan saya yakin bapak sudah sangat ahli dengan hal itu. Dan satu hal diluar itu, saya ingin minta maaf jika nilai yang tertera di kertas itu tidak sesuai dengan kenyataan pribadi saya, bapak bisa menyesuaikannya. Sekali lagi maaf pak, permisi." jelas mayra tertahan.


Mayra berlari pergi dari sana, suaranya sudah tertahan, merasa sesak yang meradang, membuat dirinya melemah, meloloskan buliran bening membasahi pipinya. Ia berlari menuju ruang pojok di belakang sekolah, meringkuk terisak disana, mengingat kata-kata adi yang menyakiti hatinya.


"Aku yang salah, harusnya aku tidak pernah masuk kedalam hidupnya." batinnya terisak.


😔😔😔😔😔😔😔😔😔😔😔😔


Di perpus, adi merasa menyesal telah mengatakan hal itu, dirinya menyadari bahwa kata-katanya sudah melukai mayra, melihat mayra berlari dari sana, suara mayra yang tertahan membuatnya sadar jika mayra juga tertekan, ia merasa hawatir kemudian memutuskan untuk mengejar mayra.


"Harusnya aku tidak mengatakan hal itu." batinnya menyesal.


Adi mencari mayra, ia mencari kekelas, musollah bahkan ke UKS, tapi ia tidak menemukan mayra dimana saja, sampai akhirnya ia teringat, jika ada satu tempat yang belum ia periksa, yakni di belakang sekolah. Dan benar saja, adi terkejut ketika melihat mayra yang sedang meringkuk menangis di sana. Hatinya ikut tergores mendengar isakan mayra, ia menyesal telah mengatakan hal itu, yang ternyata telah melukai mayra, dirinya ingin menghampiri mayra, tapi hatinya berkata lain, ada rasa egois yang mencegahnya untuk melangkah kesana.


😔😔😔😔😔😔😔😔😔😔😔😔


Alhamdulillah bisa up..


Semoga suka, jangan lupa, like, love dan komen guys..


Mohon maaf jika ada salah kata..

__ADS_1


Harap bersabar dan bijak dalam membaca..


Trimakasih...


__ADS_2