Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
Hampir Saja


__ADS_3

๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


resleting dress mayra sudah sedikit turun, memudahkan adi melakukan aksinya, mayra yang sudah terbawa suasana tak sadar akan hal itu, adi juga tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.


๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž๐Ÿ“ž


Ting ting drtdrtdrt...ting ting drtdrtd...


Tiba-tiba saja ponsel di saku celana adi berdering, menghancurkan semuanya, keduanya tersadar, bahkan mayra membulatkan matanya tak kala merasakan dressnya sedikit merosot, adi yang sadar akan hal itu segera pergi menjauh berpura-pura mengangkat telfonnya tak ingin membuat mayra merasa malu akibat ulahnya.


Adi pergi ke ruang tengah dengan perasaan kesal karna semuanya gagal.


"Shittt...siapa yang menelfon di saat yang tidak tepat." gerutunya melihat ponsel.


Ternyata sang sekretaris pribadi yang menelfonnya yakni edo, namun adi sadar bahwa yang ia lakukan saat itu adalah sebuah kesalahan, karna mendapatkan sesuatu bukan dengan cara merenggut sesuatu.


๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Sementara mayra sedang menetralkan perasaannya, dengan susah payah dia membenarkan kembali resleting dressnya.


"ishhhh...apa yang aku lakukan? dasar bodoh bodoh bodoh kau mayra." gerutunya merutuki diri sendiri.


Selesai menelfon edo, adi segera menghampiri mayra yang ternyata masih di dapur, dirinya tau kalau mayra pasti merasa malu akan apa yang terjadi diantara keduanya, dan benar saja..saat dia tiba di dapur mayra meminta diantar pulang, adi mendekat, membelai rambut mayra, dan tersenyum.


" Baiklah sayang, aku akan mengantarmu pulang, dan.."


Belum sempat adi meneruskan kalimatnya, mayra beranjak pergi meninggalkan adi, hal itu membuat adi tersenyum, wajar saja adi memaklumi mayra karna dia juga sadar bahwa yang dia lakukan juga salah.


๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ


Mayra sudah masuk ke dalam mobil menunggu adi, dirinya merasa malu tak ingin membahas kejadian tadi.


Beberapa saat kemudian, adi menyusul mayra, namun adi belum menyalakan mobilnya, ia masih menatap mayra yang duduk memalingkan wajahnya ke luar cendela, tak mau mayra merasa tidak nyaman adi meraih tangan mayra, menggenggamnya erat dan menciumnya.


"Mayra..lihat aku!" pinta adi lembut.


Mayra merasa malu untuk menatap adi, dirinya enggan untuk menoleh ke arahnya, ada rasa malu yang menyelimuti hatinya.


"Mayra ..lihat aku! jika kamu tidak mau, aku tidak akan mengantarmu pulang." gertak adi.


Hal itu berhasil membuat mayra menoleh ke arahnya, meski mayra menoleh dan menunduk malu.

__ADS_1


"Mayra..sayangku, apa kamu marah?" tanya adi lembut.


Dan jawaban mayra menggelengkan kepalanya.


"Lalu kenapa kamu tak menghiraukan aku sayang? apa karna hal tadi?" lanjut adi.


Mayra membisu, bibir serasa enggan untuk bicara, rasa malu membuat pipinya semakin merona, dan adi yang mengetahui hal itu tersenyum dalam hati.


"Ini yang aku suka dari mu mayra, dan aku tidak akan melepasmu sampai kapanpun." batinnya.


"Maafkan aku sayang, jika hal tadi membuatmu tidak nyaman, tapi yang perlu kamu tau mayra, aku sangat mencintaimu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, apapun yang terjadi, kau mengerti mayra?" jelas adi lembut.


Mayra menggangguk, dirinya memang merasa malu tapi setelah mendengar ucapan adi dia merasa sedikit tenang, dan entah angin darimana tiba-tiba saja mayra bersikap manja, mayra dengan sendirinya menyandarkan kepalanya ke bahu adi, yang pertama kalinya tanpa diminta, sementara sang empunya tersenyum membelai lembut kepala mayra, dirinya senang jika mayra bersikap seperti itu seterusnya, barulah adi melajukan mobilnya untuk mengantar mayra pulang.


๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ


30 menit kemudian, tibalah mobil itu di rumah mayra, namun adi masih belum beranjak dari kursinya, dirinya tak tega melihat mayra yang terlelap di bahunya.


Tak ingin membangunkan mayra, perlahan adi memindahkan kepala mayra, agar dia tidak terbangun, barulah ia turun dan membuka pintu untuk mayra, belum sempat adi menggendong mayra, pak seto keluar karna mendengar deru mobil di depan rumahnya.


Adi memberitahu pak seto bahwa mayra tertidur saat perjalanan, dan dia tak ingin membangunkannya, pak seto membuka pintu rumah agar adi mudah menggendongnya masuk ke dalam kamar.


Adi mengangkat mayra perlahan, menggendongnya kedalam kamar, meletakkannya perlahan, sebelum keluar dari kamar itu, adi mencium kening mayra.


Yang tanpa adi sadari pak seto melihat hal itu dari luar pintu, dirinya menyadari bahwa adi sangat mencintai putrinya, dan sudah waktunya untuk adi memiliki pendamping yang bisa membuatnya bahagia kembali.


ยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅยฅ


Berbeda hal nya di rumah ardi, sang mama anita sedang memikirkan apa yang terjadi pada putranya hari itu, dirinya mengeluh pada sang suami yang justru malah tersenyum mendengar keluh kesahnya.


"Papa gimana sih, mama tu lagi mikirin anak kita loh pa." ucapnya memanyunkan bibirnya.


"Iya mah..papa tau, tapi papa mau gimana lagi? lagi pula ardi itu sudah dewasa, biarkan dia melakukan hal yang menurut dia benar, memilih keputusan terbaik dan kita dukung saja, jika salah kita arahkan, simpelkan mah." jelas sang suami tersenyum.


Mama anita melengos manja membuat sang suami tertawa, melihat tingkahnya yang manja sm seperti dulu.


Tiba-tiba saja sebuah pesan masuk di ponsel mama anita, yang ternyata dari orang suruhannya untuk mencari informasi mengenai mayra.


Dia terbelalak tak kala membaca semua data diri gadis yang putranya sukai yang tak lain putri dari pegawainya sekaligus teman suaminya.


"Jadi mayra adalah putri pak seto yunanda, jadi dia gadis nakal yang ardi suka, kenapa aku baru tau sekarang ya?" gumamnya pelan tapi masih terdengar oleh sang suami.

__ADS_1


Lantas saja, sang suami penasaran dengan apa yang istrinya baru saja katakan.


"Mayra siapa mah yang mama maksut? pak seto teman papa itu?" tanya suaminya.


"Iya pah..mayra putri pak seto yunanda, temen papa karyawan kita, ternyata gadis itu yang ahir-ahir ini bikin anak mama galau." jelas istrinya.


Sang suami tertawa mendengar ucapan istrinya, dirinya juga tidak menyangka bahwa ardi akan tertarik pada putri sahabatnya, karna dirinya memang sudah lama tidak pernah berkunjung ke rumah pak seto semenjak ardi yang mengganti posisinya di kantor.


"Jadi mayra kecil yang cantik itu, aku yakin dia gadis yang baik seperti ayah dan ibunya." batinnya.


โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก


Di kamarnya, ardi tak bisa tidur, matanya terus menatap langit-langit memikirkan mayra yang kian menghantui hati dan pikirannya, wajah cantik dan sikapnya yang ramah, laki-laki mana yang tidak jatuh hati padanya apalagi rela melepasnya begitulah pikir ardi.


Ardi berniat akan menemui mayra besok di sekolah, dirinya ingin tau bagaimana kabar mayra setalah kejadian hari itu, karna jika terjadi sesuatu pada mayra karna adi, dia tidak membiarkan adi hidup dengan tenang pikirnya.


รทรทรทรทรทรทรทรทรทรท


Setelah keluar dari kamar mayra, adi berbicara tentang masalah pertunangannya dengan mayra pada pak seto, tak ingin menundanya lagi, meskipun mayra ingin menundanya sementara, adi bersikeras ingin acara itu segera di laksanakan, dirinya juga akan mengajak paman dan bibinya yang berada di luar kota untuk menghadiri acara pertunangannya nanti.


Pak seto setuju dengan permintaan adi, dirinya tau kalau adi sangat mencintai putri dan tak ingin kehilangan putrinya, namun ia tetap meminta adi untuk memberitahu mayra terlebih dahulu, dan mengatur waktu yang tepat sesuai jadwal sekolah mayra, bahkan pak seto setuju jika adi menikahi mayra asal putrinya setuju.


Mendengar hal itu adi tersenyum, dirinya juga merasa sangat siap menikahi mayra, tak ingin kehilangan gadis yang ia cintai, namun dia hanya perlu meyakinkan mayra tentang hal itu.


"Aku akan membuatmu menyetujui semua ini mayra, aku tidak ingin mengambil banyak resiko apalagi kehilangan dirimu." batinnya.


Setelah bicara dengan ayah mayra, adi pamit untuk pulang, dirinya akan menjemput mayra besok pagi dan memberitahu tentang semua rencananya.


Selama perjalanan pulang adi terus berpikir, bagaimana caranya membuat mayra yakin dengan dirinya juga perasaannya pada adi, dia tak ingin mayra terus saja menunda dan menolak pertunangan mereka yang akan membuat keduanya semakin menjauh, di tambah kehadiran laki-laki lain dalam hidup mayra.


๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Alhamdulillah bisa up..


Sekian dulu upnya ya nanti mom lanjut lagi..


semoga suka, jangan lupa like,fav dan komen yang banyak..


biar mom semangat, berhrap dapet dukungan dari para readers setia, karna setiap like kalian membuat mom semangat..


mau bikin novel baru tapi masih mikir, novel yang dulu pernh mom bikin pakek tulisan tangan..

__ADS_1


๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ trimakasih banyak..


__ADS_2