
πππππππππππππ
Sesuai dengan rencananya tadi, mayra sengaja pulang lebih dulu tanpa memberi tahu adi, bahkan ia sengaja memblokir kontaknya, mayra juga sudah menghubungi ayahnya bahwa dia akan pulang sendiri mengunakan taxi atau ojek, ia ingin memberi adi pelajaran agar ia tahu bagaimana kemarahan mayra yang sebenarnya, meskipun dirinya sudah mengingatkan adi sebelumnya.
Dan benar saja, di sisi lain, ada adi yang tengah kebingungan mencari mayra, ia mencari kekelasnya namun sudah tidak ada seorangpun, ia mencoba menghubungi mayra tapi tidak bisa, adi bahkan menghubungi ibu mertuanya untuk bertanya mayra, tapi mayra juga belum pulang, kemudian adi menelfon sang ayah mertua, dan barulah ia mengetahui bahwa mayra memang sengaja pulang sendiri, ia tidak menyangka bahwa mayra akan melakukan hal itu, ancaman kemarahannya tadi pagi benar-benar ia buktikan, tapi adi tidak suka akan hal itu, adi tidak ingin kehilangan mayra, karna sikap membangkangnya, dengan segera ia melajukan mobilnya untuk mencari mayra.
"Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal ini sayang." batinnya.
πππππππππππππππππ
Bukannya memesan taxi atau ojek, mayra justru berjalan kaki melewati jalan setapak, ia sengaja tidak lewat jalan yang biasa ia lewati, yah..jalan yang mayra lewati bisa menembus taman kota, setidaknya adi tidak akan mungkin turun untuk mencarinya di taman kota pikir mayra.
Beberapa saat tiba di taman kota, mayra duduk santai sejenak, ia menghirup udara segar di sana, dengan pemandangan bunga-bunga yang bermekaran di dedaunan hijau, namun tak berapa lama saat ia tak sengaja mengedarkan pandangannya, tiba-tiba saja mayra menangkap sosok yang tak asing, siapa lagi kalau bukan adi, melihat sosok itu membuat mayra gelagapan, ia segera mengendap-ngendap kabur dari sana, tak ingin adi menemukan dirinya.
Sementara adi terus mencari mayra di taman kota, ia yakin bahwa kekasihnya itu pasti ada disana, karna adi tau ada jalan setapak yang menembus taman kota, namun ia masih belum bisa menemukan mayra.
"Dimana kamu mayra, gadis ini benar-benar menghukumku." batin adi kesal.
πππππππππππππ
Mayra mengendap-ngendap sambil berlari, ia menutupi sebagian wajahnya dengan tangannya, tak ingin adi menemukan dirinya, ia sangat tergesa-gesa hingga saat menyebrang tidak fokus dan...
CHIIITTTTTT.......
Suara gesekan ban mobil terdengar nyeri di telinga, sebuah mobil sport hampir saja menabrak dirinya, namun untungnya saja si pengendara mobil itu berhasil mengijak pedal rem tepat waktu, jika tidak mungkin mayra akan mengalami kecelakaan.
Mayra masih mematung, akibat terkejut melihat mobil yang hampir saja menabraknya, posisinya masih di tengah jalan didepan mobil itu, mengehela nafas lega karna masih diberikan kesempatan untuk hidup di dunia, dirinya sempat berfikir untuk minta maaf jika si pemilik mobil turun dan marah padanya.
Berbeda dengan sosok di dalam mobil itu, ia mengehela nafas lega karna tidak sampai menabrak seseorang, namun dirinya kembali dikejutkan ketika melihat sosok gadis di depan mobilnya, yang tak lain adalah mayra, melihat mayra yang masih berdiri di depan mobilnya, ia segera turun kemudian menghampirinya, bertanya kondisi mayra.
"Apa kau baik-baik saja?" tanyanya.
__ADS_1
Suara maraton itu mengangetkan mayra, seolah tak asing, mayra sarkas menoleh ke asal suara, sosok itu tak lain adalah ardi, matanya terbelalak kaget, ia tidak tau harus bagaimana ketika di pertemukan kembali dengan ardi, sementara ardi justru segera memeriksa keadaan mayra, bahkan ia segera mengajak mayra masuk kedalam mobilnya, membuat sang diam tak bersuara.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Ardi tak banyak berfikir, ia segera mengajak mayra masuk kedalam mobilnya, ia berfikir bahwa saat itulah ia mendapatkan kesempatan untuk bicara dengan mayra meski semuanya tidak disengaja.
Suasana terasa sangat canggung, mayra terdiam dengan gejolak didadanya, ia masih tidak tau harus bicara apa dengan ardi, mengingat ardi sudah lupa ingatan, dan pertemuan pertama mereka adalah tadi malam.
Sesekali ardi mencuri pandang ke arah mayra, ia mengetahui bahwa mayra merasa sangat canggung, tapi ardi yakin bahwa mayra juga memiliki banyak hal yang ingin dia bicarakan dengan dirinya, mayra juga masih belum tau kalau ardi sudah mengingat dirinya, meski tidak semua moment kenangan mereka.
"Trimakasih tuan, dan maaf aku sudah ceroboh!" ucap mayra menundukkan kepalanya.
Sontak ardi menoleh, ia tidak menyangka bahwa mayra akan mengatakan hal itu, dengan panggilan yang sangat asing, seperti hubungan mereka yang sudah terasingkan pikirnya, namun ardi tetap diam, ia hanya menoleh dan sedikit menganggukkan kepalanya, ardi sengaja melakukan hal itu, ia tak mau membahas semuanya di mobil, ardi ingin membawa mayra kesuatu tempat, dimana keduanya bisa membahas semuanya bersama dengan leluasa.
Merasa tak mendapat jawaban dari ardi, mayra memilih membuang muka keluar jendela, ia benar-benar merasa asing, jauh lebih menyakitkan dari apa yang semalam ia rasakan, untuk yang terakhir kalinya mayra sadar, bahwa keduanya sudah sangat asing, namun beberapa saat ia tersadar, saat mobil yang mereka tumpangi melaju entah kemana, bukan jalan rumah, sekolah, ataupun kantor ardi seingat dirinya, mayra melirik ke arah ardi, ia ingin bertanya tapi apalah daya, hatinya tak sampai untuk bicara.
ββββββββββββββββ
Di sisi lain ada adi yang tengah kebakaran jenggot tak menemukan mayra, bahkan ia rela berbohong kepada kedua orang tua mayra bahwa saat itu mereka sedang bersama, namun adi tak diam sampai disitu, dirinya bahkan menyuruh edo untuk mencari mayra, dan hari itulah, kali pertama adi meminta bantuan untuk mencari mayra.
Ardi sarkas turun, ia juga mengajak mayra turun dan masuk kedalam rumahnya, rumah yang sepi tidak ada satupun orang disana, namun semuanya sudah tertata rapi, seolah ada yang menghuninya.
"Duduklah mayra, buat dirimu senyaman mungkin disini!" jelas ardi melepas jas kantornya.
Mayra terkejut, ia beberapa kali menatap aneh ke arah ardi, kali ini ia lebih berani, karna pikiran-pikiran aneh mayra yang mulai muncul, mengingat apa sajabisa terjadi pada dirinya, apalagi saat itu ardi sudah lupa ingatan, bisa saja ardi melakukan kejahatan pada dirinya, ia semakin bergidik ngeri tak kala ardi mendekat kearahnya, hal itu membuat suhu ruangan terasa begitu panas, membuat mayra mundur perlahan saat langkah ardi semakin dekat.
β€β€β€β€β€β€β€β€
DUKKKK...
Langkah mayra terhenti, saat tubuhnya menabrak tembok, bahkan cukup keras, membuat ardi tersenyum saat mendengar mayra mengaduh kesakitan. Sedangkan mayra semakin takut, tak kala ardi semakin dekat, bahkan sudah berhenti tepat di hadapannya, ia ingin bicara namun bibirnya terasa kelu, hanya keringat dingin yang mulai mengalir di pelipisnya.
__ADS_1
"Apa kau merindukan aku mayra?" tanya ardi.
JEDARRRR....
Bagaikan di sambar petir, pertanyaan ardi membuat mayra terkejut, ia bertanya-tanya tentang apa yang baru saja ia dengar, bahkan mayra dengan beraninya menatap mata ardi, ia berusaha mencari kebenaran disana, berharap semua yang ia dengar hanyalah ilusi, mengingat ardi yang sudah melupakannya.
Ardi juga menatap mayra, ia mengerti arti tatapan mayra pada dirinya, mungkin mayra masih bingung, dan mencari kebenaran apa yang baru saja ia dengar, tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya tentang dirinya, perlahan dengan lembut, ardi menyentuh wajah mayra, membelainya lembut bahkan menanggalkan sebuah kecupan dikeningnya.
πππππππ
CUPPP...
Kecupan itu menyadarkan mayra, bahwa apa yang baru saja ia dengar, baru saja ia rasakan oleh ardi adalah sebuah kebenaran, semuanya bukanlah sekedar ilusi, bahkan ardipun menyadarkan mayra bahwa semuanya memanglah nyata.
"Yang harus kau tau mayra, saat takdir bicara, semuanya akan menjadi nyata, begitu juga dengan pertemuan kita, karna kini sudah tiba waktunya, agar kita bisa bertemu kembali."jelas lembut ardi.
Mayra masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar, hatinya bergetar, dirinya bingung harus bagaimana, jika memang ardi sudah mengingat semuanya kembali, dirinya tetap harus mengingkari semua kebenaran yang ada, hingga akhirnya mayra mendorong tubuh gagah itu, agar menjauh darinya, berpura-pura tidak mengerti dengan apa yang ardi katakan, bahkan seolah tidak mengenal ardi.
"Maksut bapak apa? jangan berusaha kurang ajar ya! bukan berarti kita bertemu kemarin malam, dan anda bisa bersikap seenaknya, meskipun ia, kita hanya sebatas kenal biasa, anda jangan bicara sembarangan!"ketus mayra menutupi segalanya.
Ardi tersenyum, ia mengetahui bahwa mayra mencoba menutupi segalanya, tapi hal itu tidak bisa merubah segalanya, ardi tetap akan membuat mayra bicara tentang kebenaran mereka berdua, ia tidak akan membiarkan mayra pergi sebelum ia bicara segalanya, dan jujur saja, ardi sangat merindukan mayra, sebuah keajaiban bisa di pertemukan dengan mayra saat itu juga.
"Baiklah..jika kamu masih lupa denganku, seolah tidak mengenalku, aku akan memberimu waktu untuk kembali berpikir, aku akan menunggumu di kamar atas, jangan lupa beritahu aku jika kau sudah mengingatku, okey...!!" jelas ardi tersenyum, kemudian ia pergi ke kamar atas meninggalkan mayra sendirian.
β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ
Alhamdulillah..
Bisa up lagi...
semoga suka, jangan lupa like, love dan komen..
__ADS_1
Mohon maaf jika ada salah kata dan pengetikan lainnya..
Trimakasih...