
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Pagi yang cerah..
Secerah sang mentari..
Namun siapa sangka, di pagi yang cerah itu rumah mayra kedatangan tamu yang tak lain adalah ardi..
Ardy dengan sengaja bertamu sepagi itu kerumah mayra, dengan beberapa alasan pekerjaan yang akan di berikan saat pak seto yunanda menanyakan kedatangannya kesana.
Yaps... ardi memang sengaja mempercepat sarapannya agar bisa pergi ke rumah mayra, hal itu tak luput dari kecurigaan sang mama yang tak biasa melihat putranya terburu-buru sarapan, karna ardi tidak pernah terburu-buru meski harus bertemu dengan klien penting.
♤♤♤♡♡♤♤♤♡♡♡♤♤♤♤
Mayra mempersilahkan ardy masuk, bahkan pak seto juga mengajak ardi untul sarapan bersama, karna saat itu mereka sedang sarapan, ardi memilih menunggu di ruang tamu, sembari menunggu mereka yang sedang sarapan, namun meskipun begitu, hasratnya untuk melihat mayra benar-benar terpenuhi, seperti ada lubang kecil yang sudah mengurangi sesak di hatinya.
Yaps..dari ruang tamu, ardi masih bisa melihat mayra, karna ruang makan terletak lurus setelah ruang tamu, di temani secangkir teh hangat yang menemani pemandangan manis itu.
Ardi benar-benar menikmati pemandangan itu, gadis cantik dengan rambutnya yang terurai basah memberi kesan segar saat di pandang, di tambah senyuman indah yang mengembang di wajah cantiknya membuat ardi semakin terpana.
"Ohh tuhan..hanya demi ini aku rela bersikap konyol di rumahnya." batinnya merutuki dirinya sendiri.
🥗🥙🥗🥙🥗🥙🥗🥙🥙
Sementara yang di tatap tak merasa, selesai sarapan mayra pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap, sementara pak seto segera menemui ardi yang tengah menunggunya dan ibunya membersihkan meja makan.
Beberapa menit kemudian, ardi dan pak seto hendak pergi ke kantor, memilih melanjutkan pembahasan mereka di kantor, dalam hatinya ardi berharap bisa pergi bersama mayra sekaligus mengantarnya pergi sekolah, sementara pak seto tak curiga dengan ardi sedikitpun, hanya saja dirinya bingung dengan sikap atasannya tersebut.
Benar saja, harapan ardi terkabul, saat hendak masuk kedalam mobil, mayra keluar bersiap untuk pergi ke sekolah dengan menggunakan ojek online, namun hal itu ardi cegah dan mengajaknya pergi bersama.
"Ikutlah bersama kami mayra, kita satu arah bukan?" ucap ardi.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Mayra menatap ayahnya, dan mengangguk saat ayahnya menyetujui tawaran ardi. Mayra duduk di kursi belakang sembari membaca sebuah novel yang ia bawa, sementara pak seto fokus dengan beberapa berkas yang ia bawa, suasana terasa hening karna mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Berbeda dengan ardi yang diam-diam mencuri pandang dari kaca spion ke arah mayra, sesekali ardi menyunggingkan senyuman tak kala dirinya tertangkap basah sedang memandang mayra.
"Gadis nakal...kamu bisa membuatku seperti ini." batinnya.
Hingga tak terasa mobil mereka sudah tiba di sekolah mayra, sampainya di sana, mayra segera turun kemudian berpamitan pada sang ayah, tak lupa dirinya mengucapkan trimakasih pada ardi.
"Trimakasih mas.." ucap mayra lembut.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Mayra masuk menyusuri lorong menuju kelasnya, tak sengaja dirinya berpapasan dengan rangga yang melempar senyuman padanya, mayra membalas senyuman itu, meski sebenarnya dirinya sedang tak ingin.
Sesuai prediksi mayra, rangga menghentikan langkahnya, meski sekedar untuk bertanya kabarnya.
"Alhamdulillah saya baik-baik saja pak, kemarin cuma kurang enak badan dan sedikit lelah saja." jelas mayra lembut.
Rangga tersenyum, dirinya bersyukur mendengar keadaan mayra baik-baik saja, tak ingin berlama-lama berbincang dengan rangga, mayra meminta ijin untuk pergi lebih dulu.
😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌
__ADS_1
Mayra menghela nafas lega, tak ingin berlama-lama bicara dengan rangga tak mau terjadi salah paham diantara dirinya dan adi, tak berselang lama dirinya juga harus berpapasan dengan adi yang terlihat membawa beberapa buku bersama guru magang wanita.
Mayra menunduk berpura-pura tak melihat seolah fokus dengan novel yang ia baca, sementara adi dengan jelas menatap mayra saat itu meski sedang bersama guru magang itu, tak peduli dengan apa yang akan orang lain pikirkan.
"Setidaknya memberi jarak tidak membuatku kehilangan dirimu mayra." keluh batin adi.
**********************************
Tibanya di kelas mayra masih melanjutkan membaca novel yang ia bawa, sembari menunggu jam masuk, di tambah kedua sahabatnya yang entah kenapa masih belum datang saat itu.
🛎🛎🛎🛎🛎🛎
Tett...
Jam masuk kelas berbunyi tepat saat kedua temannya juga baru tiba di kelas, untungnya saja guru mapel pertama belum tiba di kelas.
"Tumben kalian terlambat?" tanya mayra.
"Ini gara-gara ban mobil jeni bocor may." keluh nana kesal.
"Ishhh...mana ku tau kalau ban mobilku akan bocor." sahut jeni.
Perdebatan keduanya terhenti saat guru masuk kedalam kelas, namun hal itu membuat mayra terkejut, saat adi bersama guru magang yang tadinya berpapasan dengannya yang akan masuk kedalam kelasnya.
"Loh..kenapa mas adi yang masuk, harusnya kan bu mega jam pelajaran pertama." batin mayra bingung.
Sontak..suara berat adi mengagetkan mayra, membuyarkan lamunannya.
"Hari ini saya bersama ibu sisi yang akan mengganti bu mega." jelas adi tegas.
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
"Ishh...Kenapa harus sama guru magang sih, kan enakan pak adi nya aja, mana guru magangnya kayak gatel gitu sama pak adi." celetuk salah satu siswi berbisik.
Mayra tak perduli, namun jeni dan nana saling melempar pandangan, memperhatikan gerak-gerik guru magang tersebut, kemudian keduanya mencolek mayra untuk ikut memantau gelagat guru itu.
"May...kayaknya guru itu emang suka deh ke pak adi." bisik jeni.
"Betul banget..tuh liat ta cara dia curi-curi pandang ke arah pak adi." timpal nana.
"Masa bodo..aku gak peduli, toh dia bukan siapa-siapa kita kan." sahut mayra cuek.
Nana dan jeni bingung, mendengar jawaban cuek mayra, mereka tak menyangka bahwa mayra akan bersikap se cuek itu.
Sementara adi masih menatap ke arah mayra, mendengar bisikan obrolan ketiganya yang masih terdengar olehnya karna saat itu adi sedang berdiri di depan barisan meja mayra.
Jeni dan nana yang sadar bahwa adi sedang menatap kearah ketiganya mencolek mayra, agar menyadari bahwa adi sedang memantau dirinya.
"May..fokus ke depan, pak adi lagi liatin ke sini tuh." bisik jeni.
_______________________________
Tak ingin mendapat masalah, mayra menuruti saran kedua sahabatnya, meski dirinya merasa canggung saat tatapannya tak sengaja bertemu dengan tatapan adi.
"Ohh tuhan..setidaknya yakinkan aku dengan perasaan ini." batin mayra.
__ADS_1
Sementara adi menyimpan banyak rindu dari tatapannya, namun berusaha ia tahan meski sesak terasa.
"Tidak bisakah kamu melihat semuanya dari mataku mayra?" batinnya.
1 jam kemudian pelajaranpun berakhir, mayra menghela nafas lega melihat kepergian adi bersama sisi, dirinya bersyukur adi tidak melakukan hal-hal yang akan menyulitkannya.
**********÷÷÷÷÷÷÷÷***********
Berbeda dengan ardi yang saat ini sedang duduk di meja kerjanya, menatap langit-langit terbayang-bayang wajah cantik mayra, yaps..wajah gadis nakal itu kini mulai menguasi hati dan pikirannya, seolah terus terbayang di matanya membuat sang empunya gegana.😆😆😆 (gelisah galau merana)
"Sungguh mayra..kau benar-benar gadis yang sangat nakal hingga membuatku seperti ini, aku akan menjadikanmu milikku dan menghukummu seberat mungkin atas semua rindu yang kau tangguhkan padaku." gumam ardi resah.
Beberapa saat kemudian, sang sekretaris susi masuk ke ruangannya, mengetuk pintu membuyarkan lamunannya.
"Maaf pak, saya hanya ingin memberitahu bahwa ada rapat penting nanti setelah jam makan siang bersama tuan romeo." tuturnya menunduk.
Ardi mengangguk kemudian sekretaris itu keluar, tiba-tiba saja ardi teringat akan mayra saat mendengar dirinya akan meeting dengan romeo.
"Sepertinya ide yang bagus, tapi apa mayra bisa datang menemaniku, jam brp dia pulang sekolah ya? tapi apa yang harus aku katakan pada pak seto jika ingin mengajak mayra?" gumam ardi berpikir.
😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
Tiba-tiba saja, pak seto mengetuk pintu ruangannya, dia datang untuk meminta tanda tangan ardi, hingga kesempatan itu tidak ardi sia-siakan untuk bertanya soal mayra.
"Pak..jam berapa mayra pulang sekolah hari ini kalau boleh saya tau?" tanya ardi ragu.
Pak seto memicingkan alisnya, dirinya bingung kenapa ardi bertanya soal mayra.
"Sepertinya jam 12 dia sudah pulang hari ini tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pak seto.
" Jangan panggil saya tuan pak saat kita hanya berdua, anda sudah saya anggap seperti ayah saya sendiri, panggil nak saja, saya hanya ingin mengajak mayra keluar untuk menemani saya meeting bersama tuan romeo, karna saat itu tuan romeo ingin saya mengajak mayra kembali saat kita akan meeting bersama."
Pak seto mengangguk paham mendengar penjelasan ardi.
"Baiklah tuan..maksut saya nak, jika begitu saya akan menghubungi mayra." jelasnya.
"Tak perlu pak, saya akan langsung menjemput mayra." cegah ardi.
"Baiklah..saya permisi dulu." ucap pak seto kemudian pergi.
Ardi tersenyum, dirinya senang bisa bertemu mayra dan mengajaknya untuk menemani dirinya.
"Kita akan bertemu mayra, aku tidak sabar ingin melihat wajah cantikmu yang nakal itu." batinnya.
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
alhamdulillah bisa up lagi..
maaf ya mom telat lagi...😅😅😅😅
like, fav dan komen...
trimakasih...
jngn bosen ya sm mom n karya mom...
__ADS_1
semoga kita sehat selalu..amin
😚😚😚😚😚🥰🥰🥰🥰🥰🥰