
🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙
Selesai acara tadi siang mayra benar-benar tidur untuk istirahat, ia bangun setelah mendengar ponselnya berdering, mendapat telfon dari nomer baru yang masuk di ponselnya.
"Siapa ya???" gumam mayra setengah sadar.
Di terimanya telfon tadi yang ternyata dari mama anita, mayra baru ingat bahwa kemarin mama anita mengundangnya makan malam kesana, mayra sempat gelagapan setelah menyadari siapa yang menelfonnya, ternyata mama anita hanya ingin memberitahu mayra bahwa ardi akan menjemputnya setelah pulang kerja.
"Baiklah tante, aku akan bersiap sebelum mas ardi datang." jelas mayra sadar.
Setelah mengakhiri telfon bersama mama ardi, mayra beranjak bangun dari kasurnya yang empuk, ia pergi bercermin di meja riasnya, menatap bayangannya sendiri, memberi penilaian tentang dirinya sendiri, yang entah kenapa membuat beberapa orang menyukainya secara bersamaan.
"Kurasa..di atas langit masih ada langit, aku tak secantik bidadari syurga, aku terlihat sederhana seperti biasanya." gumamnya bercermin.
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Sementara di rumahnya, mama anita sangat senang, ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan mayra ke rumahnya, pertama kalinya mayra akan menginjakkan kakinya di rumahnya meski hanya sebagai tamu, dan ia menyiapkan segalanya sendiri khusus untuk mayra.
Bik tutik pembantu rumah mereka juga merasa aneh melihat majikannya yang terlihat sangat senang, ia tidak pernah melihat mama anita seantusias itu dalam menyiapkan segala sesuatunya, membuat bik tutik penasaran dengan sosok mayra yang akan datang ke sana.
"Saya jadi penasaran buk sama non mayra." jelas bik tutik.
Sang nyonya tersenyum, ia bercerita seperti siapa mayra, keduanya terus bercerita sembari menyiapkan semuanya.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Di kantor ardi sudah selesai dengan pekerjaannya, ia hanya sedang duduk di kursi kebesarannya, berpikir tentang mayra, ada keraguan untuk menjemputnya, namun ia tidak ingin mengecewakan sang mama, ia masih belum yakin jika mayra akan ikut pergi bersamanya ke rumah, tak mau bingung karna terlalu banyak berpikir, ardipun memutuskan untuk segera pergi menjemput mayra.
Sementara di kamarnya, mayra tengah bersiap, ia memilih mengenakan dress midi berwana kuning selutut dengan lengan seperempat, dengan rambut terurai yang sedikit basah, ia kembali bercermin, melihat seberapa pantas dirinya untuk cintai banyak orang sekaligus.
"Apa aku layak, mendapatkan cinta semua orang, aku berharap tidak akan ada kekecewan yang akan melukai hati siapapun." batinnya.
Tiba-tiba saja sang ibu masuk menghampiri mayra, ia tersenyum melihat putrinya yang cantik, ia bertanya akan kemana mayra sore itu, ibunya lupa dengan undangan makan malam bu anita kemarin untuk putrinya.
"Apa ibuk lupa? kemarin bu anita mengajakku makan malam di rumahnya buk, tadi saja dia menelfonku untuk mengingatkan itu, seandainya aku tidak di telfon pasti aku juga lupa, sebentar lagi mas ardi akan kemari menjemputku." jelas mayra.
Sang ibu menepuk kepalanya karna lupa, ia tak menyangka bahwa dirinya sudah mulai pikun pikirnya, hal itu membuat mayra tertawa, karna bukan hanya sang ibu yang pelupa melainkan dirinya juga, keduanya keluar dari kamar, memilih menunggu ardi di ruang tengah.
Tak lama kemudian, deru mobil terdengar dari depan rumah, sepertinya mobil ardi sudah tiba, mayra dan sang ibu segera keluar menghampirinya kedapan, namun sebelum pergi mayra juga meminta ijin sang ayah untuk pergi, saat itu sang ayah sedang menonton tv di kamarnya.
Setelah mendapat ijin sang ayah, mayra segera pergi keluar untuk menemui ardi, rupanya ardi sudah duduk menunggunya bersama sang ibu, ia segera berdiri dan tersenyum tak kala mendapati mayra yang keluar.
__ADS_1
"Cantikk.."batinnya.
Yah..kata itulah yang terlontar di hatinya, mendapati sosok mayra yang menghampirinya, tak lama keduanya segera meminta ijin untuk pergi pada bu sinta, barulah keduanya masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.
Di sepanjang perjalanan, mayra terdiam, sesekali ia mencoba memeriksa ponsel di tangannya, meskipun tak ada notif apapun yang masuk di ponselnya, ia hanya merasa sedikit canggung berdua dengan ardi saat itu.
Ardi merasakan hal yang sama, namun ia tak ingin membuat mayra merasakan hal itu, ardi menatap mayra, kemudian mulai membuka obrolan ringan yang setidaknya akan membuat mayra tidak merasa canggung.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Keduanya mulai berbincang selama perjalanan, ardi senang bisa melihat mayra tersenyum di sela-sela obrolan keduanya, gadis cantik yang sudah merenggut ketenangan hatinya, gadis pertama yang bisa membuatnya tersenyum dan berpikir apa dia layak untuk mayra.
Hingga tak terasa perjalanan mereka sudah berakhir, tak kala mobil ardi berhenti di sebuah rumah megah dan mewah, mata mayra menatap kagum melihat rumah itu, dirinya merasa tak layak untuk masuk ke sana, ia masih terpaku di tempat duduknya, sementara ardi sudah turun, bahkan ia sampai membukakan pintu untuk mayra dan mengulurkan tangannya.
"Ayo mayra." ajaknya.
Mayra tersadar, ia tersipu malu mendapati ardi di depannya, di raihnya uluran tangan ardi, kemudian ia turun dan masuk bersamanya, ardi masuk dengan masih menggenggam tangan mayra, dirinya sengaja tak melepasnya, hanya di saat seperti itulah ia bisa sangat dekat dengan mayra.
Sementara sang empunya merasa malu, ada gelayar aneh yang kian hinggap di hatinya, hati ingin menolak tapi harus bagaimana caranya, ia takut ardi merasa tersinggung saat mayra mengutarakannya.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Mama anita langsung mengajak mereka untuk makan malam bersama, ia meminta mayra untuk duduk di samping ardi.
Bik tutik yang sedari tadi penasaran akhirnya bisa bertemu langsung dengan mayra, mama anita juga memperkenalkannya pada mayra.
"Kenalkan juga nak, ini bik tutik yang membantu tante mengurus pekerjaan rumah, dia sudah tante anggap seperti sodara tante sendiri." jelasnya.
Mayra tersenyum ramah dan menyapa bik tutik sopan, setelah memperkenalkan mayra, barulah mereka memulai acara makan malam itu, sementara bik tutik pergi kembali ke dapur.
"Cantik sekali, dia juga ramah, semoga saja den ardi bahagia." batinnya berdoa.
Awalnya mama anita ingin mengambilkan makanan untuk ardi, namun mayra mencegahnya, ia berniat membantu ardi untuk mengambilkannya makanan.
"Boleh aku saja tante? tante makan saja." lembutnya.
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
Mama anita mengangguk tersenyum, ia senang bisa melihat pemandangan indah itu, begitu juga dengan suaminya, tak menyangka mayra selihai itu melayani putranya.
Mayra yang memang sudah terbiasa terlihat sangat tenang, sementara ardi hanya terus tersenyum sembari menikmati pelayanan mayra, ia sangat suka saat melihat mayra seperti itu, terlihat semakin cantik dan lebih dewasa.
__ADS_1
"Seandainya kamu datang kemari sebagai calon istriku." batinnya berdoa.
Sang mama yang tengah paham dengan apa yang di rasakan ardi ikut merasa senang, ia tau kalau putranya benar-benar menyukai mayra, gadis yang tengah melayaninya mengambil makan.
"Seandainya tante punya menantu seperti mu, pasti tante akan bahagia, apalagi melihatnya sangat pandai melayani ardi." celetuk mama ardi.
Sontak, ucapan mama anita membuat ardi tersedak, untungnya saja mayra segera memberinya air, ia tak menyangka bahwa sang mama akan mengatakan hal itu di depan mayra, sementara mayra tak fokus dengan ucapan mama anita, ia hanya sedikit hawatir tak kala mendapati ardi yang tersedak.
"Mas tidak apa-apa kan?" tanya mayra hawatir.
❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣
Ardi tersenyum, ia menggelengkan kepalanya, karna ia baik-baik saja, ardi bersyukur mayra tidak memahami ucapan sang mama, sementara kedua orang tuanya menyunggingkan seulas senyuman melihat gelagat putranya.
Makan malam berjalan lancar, bahkan suasana terasa sangat hangat tak kala tawa renyah kian mengiringi obrolan ringan mereka, banyak yang mama ardi tanyakan, ia sengaja bertanya langsung pada mayra saat itu, ingin ardi mendengar semuanya secara langsung dari mulut mayra.
"Apa kamu sudah punya kekasih mayra?" tanya mama ardi.
Pertanyaan itu terlontar dari mulut sang mama, ardi tak menyangka sang mama akan menanyakan hal itu pada mayra, ardi pikir cukup ia yang tau tentang mayra dan kekasihnya.
Belum sempat mayra menjawab, ardi segera mengajak mayra untuk pergi ketaman belakang, kebetulan mayra juga sudah menyelesaikan makannya.
"Kita ke taman belakang ma pa." jelas ardi menggandeng tangan mayra.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Yang di gandeng menurut saja, ia terus melangkah kemana ardi mengajaknya pergi, dan tibalah mereka di taman belakang, taman yang indah dan luas, dengan hamparan bunga mawar yang bermekaran di bawah cahaya lampu taman.
Selain bunga mawar ada banyak tanaman kesukaan sang mama, yah..taman itu adalah taman yang mama ardi buat sendiri, ia sangat menyukai beberapa tanaman dan juga bunga mawar, mayra tak menyangka bahwa ardi memiliki taman yang sangat indah.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Alhamdulillah bisa up..
jangan lupa like, fav dan komen ya guys😊
mohon maaf apabila menemukan beberapa kesalahan.
Trimakasih..
MARHABAN YA RAMADHAN
__ADS_1