
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Setelah puas bermain di kolam renang, mayra mengajak adi untuk naik, dirinya sudah kedinginan, bahkan tangannya sudah mengkerut akibat terlalu lama berendam, adipun setuju, kemudian dirinya membantu mayra naik, barulah dirinya.
Mayra kembali teringat, bahwa dirinya tak memiliki pakaian dalam untuk ganti, ia menoleh cemas menatap adi, dirinya ragu untuk mengatakannya, mengingat adi yang selalu mengambil kesempatan darinya, apalagi saat hanya berdua.
"Tapi mas, pakaian dalamku basah, bagaimana aku bisa ganti?" batin mayra cemas.
Adi tersenyum, ia menatap mayra aneh, seolah ada sesuatu hal yang menarik untuknya, adi mengetahui apa yang sedang mayra pikirkan, adi sudah menyiapkan semua kebutuhan mayra, sejak pertama dirinya mampir ke sana, tanpa sepengetahuan mayra. Namun adi tetap diam, ia menunggu mayra sendiri yang mengatakannya, karna akan seru pikirnya jika mayra sendiri yang memintanya.
βββββββββββββ
Adi masuk lebih dulu meninggalkan mayra sendiri, meskipun akhirnya mayra juga ikut mengekori adi, dirinya terjebak dalam situasi itu, ingin menghindari bantuan adi, tapi dunia memaksanya untuk mau, hingga pada akhirnya setelah tiba di kamar adi, mayra mengatakan yang sebenarnya, membuat adi tersenyum bahagia di dalam hatinya, meskipun dirinya berusaha bersikap datar di depan mayra.
"Lalu, aku harus bagaimana mayra?" tanya adi datar.
"Whatt??" kaget mayra.
"Bisa-bisa ya, laki-laki ini bertanya seperti itu, padahal dia tau, kalau ini semua juga akibat dari ulahnya." batin mayra kesal.
Dirinya tak menyangka adi akan bicara seperti itu, respon yang tidak sesuai dengan harapan mayra, meskipun kenyataannya, adi hanya ingin sedikit menggoda kekasihnya itu, ia ingin tau seberapa pentingnya bantuannya bagi mayra.
Melihat mayra yang kedinginan, adi segera memberitahu mayra bahwa semua keperluannya sudah tersedia, yakni di lemari kamar yang adi siapkan untuk mayra, meskipun belum menjadi nyonya di sana, adi sudah menyiapkan segela keperluan mayra, ia tak mau mayra kekurangan apapun, adi sengaja menyiapkan kamar untuk mayra disebelah kamarnya, ia tak ingin jauh dari mayra, barulah setelah itu adi masuk ke kamar mandi, begitu juga mayra, ia segera pergi ke kamar itu, meski dirinya juga merasa heran, tak kala mengetahui adi sudah menyiapkan segalanya, bahkan sesuai kebutuhannya.
"Ahhh...kekasih yang siaga rupanya." batinnya senang.
πππππππππππππππ
Di kamar, mayra tercengang melihat walk in closet, jejeran dress, CD, beberapa tas, heels dan make up tertata rapi di sana, namun ada yang membuat mayra terkejut, ketika melihat beberapa lingerie dengan beberapa warna juga ada disana, ia tidak menyangka bahwa adi juga sudah menyiapkan baju haram itu, mayra bergidik ngeri saat tak sengaja pikirannya membayangkan adi memintanya menggunakan itu, ia pun segera mengambil satu dress dan pakaian dalam disana.
__ADS_1
Sementara, di kamar sebelah, adi sudah selesai bersiap, ia terlihat sangat segar dan tampan, di balut gaya casual yang membuatnya terlihat lebih muda, lalu dirinya menghampiri mayra ke kamar sebelah. Saat adi masuk, ternyata mayra tengah bersiap, ia berdiri di depan cermin dan terlihat sedang kesusahan memasang tali spageti dreesnya, melihat hal itu, adi segera menghampiri mayra untuk membantunya.
Mayra terkejut, tak kala melihat adi yang sudah berdiri di belakangnya, dan tanpa aba-aba adi juga menyibak rambutnya, kemudian mengambil alih untuk membantunya memasang tali dressnya, membuat sang empunya merona. Setelah itu, adi menatap mayra di cermin, ia tersenyum tak kala melihat rona merah di wajah kekasihnya, melihat hal itu membuat adi tak tahan, ia pun membawa mayra kedalam pelukannya.
Mayra menatap bayangannya dan adi di cermin, ia tidak pernah menyangka, dirinya bisa bersama adi pikirnya, adi yang sangat mencintainya, membuat hati mayra ragu, akankah dirinya tidak mengecewakan adi nantinya. Berbeda dengan adi, yang justru tengah menikmati moment itu, pelukan hangat, aroma manis, dan kebahagian di hatinya, adi bahkan berdoa di hati kecilnya, semoga esok dirinya bisa memeluk mayra seperti itu dalam ikatan yang baru.
βββββββββββββββ
Puas memeluk mayra, adi melepas pelukannya, tak terasa sudah tiba waktunya makan malam, perutnya juga sudah terasa lapar, lalu ia mengajak mayra untuk turun dan makan malam, adi menggandeng tangannya, membuat mayra tersenyum.
"Di rumah saja kamu menggandengku mas, apalagi di luar." batinnya tersenyum.
Setibanya di bawah, sudah ada makanan yang tertata rapi di meja makan, bik jum sudah menyiapkannya sebelum pergi untum istirahat. Adi segera duduk sementara mayra melayani adi mengambil makanan, layaknya seorang istri idaman.
Namun sebelum itu, mayra lebih dulu menyanggul rambutnya sembarang, agar rambutnya tidak berantakan, yang tanpa ia sadari membuat tanda kepemilikan yang adi berikan terpampang nyata, membuat sang penciptanya tersenyum bahagia, membuat mayra merasa curiga.
Tak ingin penasaran, mayra dengan jelas bertanya apa yang membuat adi tertawa, mayra juga memeriksa penampilannya dan juga meraba wajahnya, dirinya hawatir apa ada yang aneh dari dirinya. Tak ingin melihat kekasihnya kebingungan, adi mengatakan penyebabnya.
ππ ππ ππ ππππππ ππ
Sedangkan di sisi lain, tepatnya di sebuah restoran bintang lima, ada ardi, romeo dan juliet, ketiganya tengah makan malam bersama, setelah lama tidak berjumpa. Sembari makan, mereka juga berbincang, setelah beberapa lama tak bertemu, ada banyak hal yang ingin di bicarakan, terutama juliet.
Juliet merasa penasaran tentang perkembangan hubungan ardi dan mayra, setelah ardi bisa menemukan sendiri mayra, tanpa bantuan mereka, di tambah juliet yang kini masih belum bisa bertemu kembali dengan mayra.
Ardi tersenyum, ia mengerti tentang kehawatiran mereka pada dirinya dan mayra, ardi bersyukur bisa mendapatkan rekan bisnis sekaligus teman yang sangat peduli, bahkan seperti sodara bagunya, ardi menjelaskan bahwa semuanya baik-baik saja, meskipun ia masih bisa belum memastikan apa langkah kedepannya yang akan ardi ambil.
Tak lupa juliet juga mengingatkan pada ardi, tentang beberapa konsekuensi yang akan ardi dapat nantinya.
"Aku hanya bisa berharap yang terbaik untuk hubungan kalian, tapi ada beberapa hal yang harus kamu ingat ardi, mencintai mayra itu memeliki beberapa konsekuensi, salah satunya sakit hati, kenyataan terburuk yang pernah kamu alami, sehingga membuat kamu melewatkan satu kesempatan, hingga akhirnya kamu kehilangan dia, bahkan apa yang menimpamu, menjadi hukuman bagi kesalahan yang tidak dia ketahui, karna kau tau ardi, mencintai tidak harus memiliki." jelas juliet.
__ADS_1
Ardi terdiam, mendengar apa yang juliet katakan memanglah benar, dirinya hanya bisa berjuang, dan harus bisa menerima segala resikonya, agar nantinya mayra tidak akan di salahkan atas hal buruk yang menimpa dirinya.
"Aku siap atas semua langkah yang telah aku ambil, aku juga tidak akan menyakiti mayra, aku yakin, jika apa yang menjadi takdirku akan kembali padaku." batinnya.
Romeo tersenyum, kemudian menepuk lengan ardi, ia yakin ardi akan melakukan yang terbaik.
"Ingat ardi, kami adalah temanmu, bukan sekedar rekan bisnis, aku juga sudah menganggapmu sebagai sodaraku, begitu juga adi, aku tidak ingin merusak hubungan kita, dan jika nantinya terjadi sesuatu, aku harap kau bisa bersikap prifesional, adi juga laki-laki yang baik, dan untuk mayra, siapa yang tidak akan jatuh cinta pada gadis cantik, muda, dan baik sepertinya, iyakan sayang?" jelas romeo mengedikkan alisnya memandang sang istri.
Juliet tertawa sambil mengangguk mengiyakan ucapan suaminya, hingga akhirnya ketiganya tertawa bersama, mereka senang bisa berkumpul dan bicara bersama, layaknya seperti sebuah keluarga, setiap masalah yang di bicarakan bersama akan menemukan jalan keluarnya.
πππππππππππππ
Setelah makan malam, adi mengantar mayra pulang, meski dirinya masih belum puas bersama mayra, apalagi besok pagi mayra harus pergi ke sekolah, dirinya juga akan bisa bertemu dengan mayra lagi.
Sepulangnya dari rumah adi, mayra pergi kekamar mandi untuk mencuci muka sebelum tidur, setelah itu dirinya berganti baju, saat itu dirinya sambil bercermin, dengan jelas ia melihat beberapa tanda kepemilikan yang adi ciptakan.
"Entah apa yang akan aku katakan jika jeni dan nana melihat ini." bingung mayra berpikir.
Tak ingin ambil pusing dengan hal itu, mayra menyudahi pikirannya, ia keluar dari kamar mandi dan pergi ke tempat tidur, sebelum tidur dirinya berdoa, agar tidurnya nyenyak dan paginya akan indah.
ππππππππππππππ
Alhamdulillah bisa up..
Semoga suka, jangan lupa like, fav dan komen..
Maaf jika banyak salah kata, dan salah ketik..
Semoga tetep suka dan sabar menunggu..
__ADS_1
Setiap like dan komen kalian selalu mom tunggu..
Trimakasih..ππππ