
□□□□□□□□□□□□□□□□□□□
Ardi tiba di sekolah mayra, bahkan dirinya rela menunggu mayra, ardi memilih menunggu di dalam mobil.
" Kamu adalah gadis pertama yang membuatku menunggu mayra." batin ardi.
Beberapa menit kemudian, bel sekolah berbunyi, pertanda waktu pulang sekolah, siswa-siswi kian berhamburan keluar dari sekolah, membuat ardi tak sabar menanti sosok mayra.
Terlihat sosok gadis yang ia tunggu keluar dengan jeni dan nana, melihat hal itu ardi segera keluar dari dalam mobilnya kemudian memanggil mayra.
"Mayra...!" panggil ardi tersenyum.
🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬
Yang di panggil menoleh ke arah suara, mayra terkejut melihat sosok ardi yang ada di sana, bukan hanya mayra saja, jeni dan nana ikut kaget dan penasaran melihat mayra di panggil oleh sosok laki-laki tampan dengan setelan jas kerja di tambah mobil mewahnya.
"Mas ardi.." gumam mayra.
"Siapa dia may..?" tanya keduanya kompak.
"Lain kali saja aku ceritakan ya..aku pulang dulu." ucap mayra meninggalkan keduanya.
Jeni dan nana curiga kemudian saling melemparkan pandangan, mereka hanya bisa mengedikkan bahu melihat mayra di jemput oleh laki-laki tampan.
Mayra tersenyum dan segera menghampiri ardi, sementara ardi juga tersenyum melihat mayra tiba di hadapannya.
" Mas ardi kenapa kemari? apa ada sesuatu hal penting atau ada masalah dengan ayah?" tanya mayra penasaran.
Ardi menjelaskan maksut dan tujuannya datang kesana untuk menjemput mayra, sementara mayra mengangguk paham mendengar penjelasan ardi kemudian setuju dan masuk ke dalam mobilnya.
Tanpa mereka sadari, sejak tadi ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan, bahkan tatapan itu berubah menjadi tatapan kecemburuan saat melihat mayra masuk ke dalam mobil, dia tak lain adalah adi.
"Siapa dia? apa hubungan mayra dengannya, berani sekali dia mendekati kekasihku." batin adi emosi.
Tanpa berpikir panjang ardi segera mengikuti mayra, dirinya tak perduli dengan meetingnya setelah pulang sekolah.
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧
Ardi merasa senang karna keinginannya terpenuhi, sebelum berangkat untuk meeting, ardi mengajak mayra ke sebuah butik untuk membeli dress karna tidak mungkin mayra pergi dengan seragam sekolah.
Beberapa menit kemudian, tibalah mereka di sebuah butik yang tak lain adalah butik yang sama seperti saat dirinya membeli gaun pertunangan dengan adi yakni butik tante mima, mayra terdiam sejenak, dirinya kembali teringat saat membeli gaun bersama adi dan pertemuan mereka dengan eva.
Ardi bingung melihat mayra terdiam, bahkan mayra tak mendengar ardi saat dirinya mengajak mayra turun, hingga terpaksa ardi menyadarkan mayra dengan membelai rambutnya, hingga sang empunya tersadar.
"Maaf mas..aku hanya sedang berpikir." ucap mayra gugup.
Ardi tersenyum, tak ingin membuat mayra merasa tak nyaman, dirinya tak peduli dengan banyak pertanyaan mengenai sikap mayra tadi kemudian keduanya masuk, bahkan ardi memberanikan diri menggandeng tangan mayra saat masuk ke butik, dirinya hanya ingin membuat mayra tenang saat dia menggandengnya.
🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫
Adi mengepal tangannya kuat, melihat mayra masuk kedalam butik bersama laki-laki lain, dirinya semakin emosi tak kala melihat ardi menggandeng tangan mayra.
"Ternyata aku sudah melakukan kesalahan besar mayra." ucap adi menahan emosi.
__ADS_1
Di dalam butik mima kaget melihat kedatangan kedua tamunya, dirinya tak menyangka akan melihat hal itu.
"Kenapa mayra datang bersama tuan ardi?" batin mima bingung.
Ardi merupakan pelanggan istimewa dari butik mima sama halnya dengan adi, mima berusaha bersikap biasa saja meski hatinya di hujani banyak pertanyaan saat itu, begitupun mayra tak ingin membuat kebingungan diantara mereka. Mayra mengikuti mima untuk mencoba beberapa dress, sementara ardi menunggunya di ruang tunggu.
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
Tak tahan dengan gejolak emosinya, adi memutuskan untuk turun dan ikut masuk ke dalam butik, adi masuk dan mengagetkan ardi yang tengah menunggu mayra, ardi menoleh ke arah adi, sementara yang di tatap berusaha bersikap tenang.
Tanpa bicara sepatah katapun, adi masuk menuju ruang pass dimana ada mayra dan mima, dirinya tak memperdulikan ardi, sementara ardi merasa aneh melihat adi masuk.
"Siapa laki-laki itu, kenapa dia masuk ke sana?" batinnya.
Di ruang pass mayra sedang mencoba dress berwarna hitam berdada kemben dengan panjang selutut yang press body, rambut terurai indah membuatnya semakin cantik, dan mimapun juga memuji hal itu.
Tiba-tiba saja, brakk..adi masuk ke dalam ruang pass mengagetkan keduanya, mima dan mayra terkejut melihat kedatangan adi, terlihat jelas amarah dimatanya.
"Mima..keluarlah, aku harus bicara berdua bersama mayra." ucap adi dengan suara tertahan.
"Baiklah, aku akan menunggu mayra di dalam, agar tuan ardi tidak curiga." ucap mima pergi.
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Adi berjalan mendekati mayra, membuat mayra gugup dan mundur perlahan, namun sayang..langkahnya terhenti saat tubuhnya terpentok dinding ruangan itu, membuat adi dengan mudah menguncinya dengan kungkungan tangannya.
Adi menghirup aroma manis yang kian menyeruak dari tubuh mayra, menatap tajam mata mayra, mengisaratkan amarahnya yang tertahan.
"Siapa dia mayra? beraninya kamu pergi tanpa memberitahuku? berani sekali dia menggandeng tanganmu? siapa dia mayra? kamu hanyalah milikku, sudah kukatakan kau hanya milikku, dan apa yang sedang kau lakukan saat ini? untuk apa kamu memakai dress ini?" cecar adi emosi.
"Mas...dia teman kerja ayah, dia mas ardi, kami tidak ada hubungan apapun, aku hanya di minta untuk menemaninya makan siang bersama klien penting mas, karna waktu itu akulah yang ikut menemaninya menggantikan sekretarisnya." jelas mayra lembut.
Adi memicingkan matanya, mendengar penjelasan mayra, dirinya tak pernah tau kalau mayra sudah pernah pergi makan bersama laki-laki lain.
" Jadi dia pernah mengajak mu makan bersama?" tanya adi emosi.
Mayra mengangguk, dirinya mulai takut melihat emosi di mata adi, entah apa yang harus ia katakan, tak ingin terjadi keributan nantinya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Tiba-tiba saja ardi menyusul masuk ke dalam ruang pass tersebut karna mayra tak kunjung keluar, dirinya kaget melihat mayra ada di dalam kungkungan laki-laki lain, di tambah wajah mayra yang terlihat ketakutan.
Sontak saja ardi menarik kerah baju adi dari belakang, mendorongnya mundur dan membawa mayra kedalam pelukannya.
"Kamu baik-baik saja kan mayra? apa dia menyakitimu? siapa dia?" cecar ardi hawatir.
Adi semakin emosi matanya memerah tak kala melihat mayra di peluk oleh ardi, kemudian adi berteriak.
"Lepaskan dia laki-laki sialan, siapa kamu berani ikut campur?" hardik adi emosi.
Ardi menatap tajam ke arah adi, masih dalam posisi memeluk mayra ardi mengatakan dengan lantang bahwa dirinya adalah..
"Aku kekasih mayra, kau yang siapa?" tegas ardi.
__ADS_1
Mayra mendongak kaget mendengar jawaban ardi, tak menyangka dia akan mendengar jawaban seperti itu, hal yang akan membuat semuanya semakin kacau, adi pun semakin kaget mendengar pernyataan itu.
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Tak mau masalah semakin kacau, mayra melepas pelukan ardi, berdiri di tengah-tengah keduanya, dirinya tak mau terjadi perkelahian di butik itu apalagi karna dirinya.
"Stop...tolong dengarkan aku, kumohon.." ucap mayra memelas.
Ardi mengangguk, dirinya melonggarkan sedikit dasinya merasa gerah akibat emosi, adi pun terdiam mendengar permintaan mayra, dirinya mencoba menahan emosinya sesaat, sementara mima memilih mendengarkan semuanya dari luar ruangan.
"Mas adi..kenalkan dia mas ardi dan begitupula sebaliknya mas ardi, mas adi ini calon tunanganku mas, ini semua hanyalah salah paham, aku dan mas ardi tidak memiliki hubungan apapun, kami baru saja kenal, namun hari ini aku dimintai tolong oleh mas ardi agar bisa menemaninya meeting, hal ini berawal dari ketidak sengajaan yang membuat mas ardi mengajakku menemaninya makan malam bisnis bersama klien penting, aku minta maaf karna tidak bicara padamu tentang hal itu mas, tapi ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan, dan masalah kita tidak ada hubungannya dengan mas ardi, kita bicarakan nanti saja mas, aku tidak mau mengecewakan siapapun di sini, tapi tolong..biarkan aku menemani mas ardi meeting sebentar, kau boleh ikut kemana kami pergi agar mas percaya." jelas mayra.
Ardi mengangguk mengiyakan ucapan mayra, meski hatinya merasa ngilu mendengar pengakuan mayra tentang adi, ada kecewa yang ia rasakan, seolah tamparan untuk perasaannya yang baru berkembang.
Adi setuju, namun dirinya ingin mayra ikut dengan dirinya, hal itu justru membuat ardi tidak setuju, pusing mendengar perdebatan diantara keduanya yang justru akan memakan banyak waktu mayra angkat bicara.
"Mas adi, kumohon mengertilah..percaya padaku, aku akan ikut bersama mas ardi, mas bisa mengikuti dari belakang atau mas ikut di mobil dengan kami, setelah selesai barulah aku akan ikut bersama mas, itu keputusanku, mas boleh pilih sendiri." tegas mayra.
😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
Mau tidak mau adi dan ardi harus setuju dengan keputusan mayra, tak ingin membuat mayra semakin tertekan, sebelum pulang mayra tak lupa mengucapkan trimakasih dan permintaan maaf atas kekacaun yang terjadi akibat dirinya, dan tante mima memahami hal itu.
Sesuai keputusan mayra, kini ketiganya sudah pergi dengan mobil masing-masing, meski dengan berat hati adi harus menerima hal itu, menurut mayra..saat dirinya memutuskan untuk ikut adi saat itu justru tidak akan menyelesaikan masalah mereka, justru akan menambah masalah diantara keduanya.
Selama perjalan mayra terdiam, tak habis pikir dengan hal yang ia alami saat itu, begitu pula dengan ardi yang tak menyangka akan kenyataan pahit tentang mayra, namun dirinya tak bisa menyalahkan mayra akan hal itu, karna perasaannya sendirilah yang membuatnya masuk dalam hidup mayra, ada rasa sakit yang ia rasakan tak kala melihat buliran bening mengalir dari pelupuk mata gadis yang ia suka.
"Maafkan aku mayra, aku tak ingin membuatmu menangis, harusnya aku membuatmu bahagia saat ini." batin ardi menyesal.
Beberapa menit kemudian, ketiganya tiba di sebuah restorant bintang lima, mayra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan, berusaha menetralkan perasaannya, tak ingin merusak suasana nantinya, barulah dirinya turun.
Sebelum masuk bersama ardi, mayra masih menoleh kebelakang, tepatnya ke arah mobil adi, berharap tak akan ada salah paham setelah adi melihat semuanya.
Di dalam mobil adi mengerang frustasi, dirinya merutuki kebodohannya dengan menyetujui keinginan mayra untuk menunda pertunangan mereka, bahkan memberi jarak diantara dirinya dengan mayra, yang justru tanpa adi sadari itu membuka peluang untuk orang lain masuk ke dalam kehidupan mayra.
"Sshhhiiiit...sial, bodoh, bodoh, bodoh sekali kamu adi, dimana otakmu saat itu, sehingga membiarkan berlianmu akan di rampas oleh orang lain." cecar adi merutuki dirinya sendiri.
/////////////////////////////////
Adi masuk menyusul mayra dan ardi, duduk dari kejauhan memantau keduanya, adi semakin terbakar api cemburu tak kala melihat mayra tertawa bersama dengan ardi, namun yang membuat adi kagum pada mayra adalah kemampuan mayra menutupi perasaannya saat itu, sikapnya yang tenang seolah tidak ada yang terjadi diantara mereka.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
YEYYYY...ALHAMDULILLAH BISA UP LAGI..
Btw jangan lupa like, fav dan komen biar mom makin semangat..ya para readersku tercinta...
jangan lupa kepoin juga novel mom yang berjudul
" My sugar baby CEO "
semoga selalu suka sm karya mom, apabila ada kesalahan kata, pengetikan dll mohon maaf dan harap maklum ya..
Mom kadang ngetiknya smbil beres" atau ngemong anak jdi suka gak fokus,..
__ADS_1
Trimakasih banyak..mungkin ada yang mau temenan ig mom
@Hana_nanawi042021