Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
Memberi jarak


__ADS_3

□□□□□□□□□□□□□□□□


Tak ingin memperpanjang semuanya, kini keduanya duduk di ruang tengah sembari menonton tv, mereka duduk berdampingan bahkan adi merangkul pinggang mayra posesif, meski hal itu membuat mayra tak nyaman, tak ingin memberi jarak diantara keduanya.


Mayra fokus melihat acara di tv, sementara adi sibuk dengan ke senangannya sendiri yakni membelai rambut mayra bahkan mencium pundak mayra saat menikmati aroma tubuhnya.


"Mas...jangan begitu, gak enak kalau bik jum lihat." seru mayra.


Bukannya berhenti, adi malah semakin jadi, dirinya tak tau kalau bik jum sudah istirahat dan tidak akan keluar, dia memeluk tubuh mayra erat, mengangkatnya kedalam pelukannya, membuat mayra duduk di pangkuannya, keduanya saling memandang di posisi itu, jangan tanya tentang adi, adiknya sudah stay on di bawah sana, bagaimana tidak...dress yang mayra kenakan mengekspos kulitnya yang putih mulus dari leher hingga bahunya, bahkan saat mayra menunduk, dua gundukan kenyal mayra bisa saja terlihat oleh adi.


_______******________*******______


Tiba-tiba saja ponsel adi berdering mengagetkan keduanya, mayra mencoba turun saat adi merogoh ponselnya di saku celananya dan hendak mengangkat telfon, namun adi tidak membiarkan hal itu, hingga mayra tetap di pangkuannya.


"Nomor baru siapa ini?" ucap adi berpikir.


Dan saat adi menjawab telfon itu ternyata, suara yang tak asing baginya, tak lain adalah eva sang mantan kekasih.


📞📞📞📞" Halo...selamat malam suamiku sayang, upss..mantan suamiku sayang, apa kau sibuk? tapi aku rasa tidak kan, kau kan sedang sendirian dan pasti sedang kesepian, karna hanya aku yang bisa membuat hidupmu menjadi lebih indah." oceh eva di dari sebrang sana.


Adi merasa jijik mendengar hal itu, mayra juga bisa mendengar semuanya, karna tadinya adi mengaktifkan loudspeaker, tapi ternyata salah, saat ia mengetahui bahwa eva yang menelfonnya, namun telfon itu tak berlangsung lama, karna adi segera mengakhirinya tak ingin mendengar kata-kata menjijikkan eva yang akan merusak suasana, hal itu jelas membuat eva yang ada di sebrang sana kesal, namun tetap tak akan menyerah sampai adi kembali padanya.


Sementara mayra terdiam mendengar hal itu, dia berusaha setenang mungkin, meski ada sedikit getaran di hatinya, yang membuatnya yakin untuk menunda agar memberi jarak diantara mereka sebelum semuanya terjadi lebih jauh lagi.


"Sayang...maafkan aku, aku tak tau jika itu wanita menjijikkan itu, ku kira siapa." jelas adi membelai wajah mayra.


"Tak apa mas, aku juga tau itu, dan mas harusnya sadar, jika yang mas sebut menjijikkan tadi adalah wanita yang pernah mengisi hati mas dulu, jadi aku tidak akan bisa merubah apapun itu, yang pernah terjadi di masalalumu." tutur mayra tersenyum.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Adi terdiam menatap mata mayra, dirinya tau kalau yang mayra katakan memanglah benar, namun satuhal yang harus mayra tau, jika hanya dialah yang ada di masa depannya, yang bisa merubah segalanya saat ini dan semuanya akan hancur jika mayra pergi dari sisinya.


Mayra mengalihkan pandangannya, kemudian berusaha bangun, namun adi memegang pinggangnya, membuatnya tetap duduk di pangkuannya.


"Diam mayra, tolonglah..katakan sekali saja kau mencintaiku dan tidak akan meninggalkanku kapanpun." pinta adi lembut.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Beri aku waktu mas, aku tidak bisa menjawabnya sekarang, tolonglah..ini demi kebaikan hubungan kita bersama." jelas mayra tersenyum.

__ADS_1


Adi melepas mayra, membiarkannya bangkit dari pangkuannya,


Kemudian pergi naik ke atas menuju kamarnya, jujur saja cintanya sudah begitu besar pada mayra, ada trauma yang membuatnya takut kehilangan orang yang dia sayangi untuk kedua kalinya, mungkin saat hal itu terjadi lagi akibatnya akan lebih buruk, adi sadar semua nya terlalu cepat, tapi perasaannya tumbuh sangat cepat begitu saja, apalagi usia mereka yang terpaut cukup jauh, membuat adi ragu bahwa mayra akan bertahan dengan dirinya, trauma yang mendalam, terkadang membuatnya takut untuk jatuh cinta yang kedua kalinya.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Mayra terdiam menatap kepergian adi, ada rasa bersalah di hatinya, tapi menurutnya ini adalah jalan yang terbaik, mayra tidak ingin adi salah mengambil keputusan, karna bisa saja adi kembali kepada eva, begitu juga dengan dirinya yang masih ragu pada keyakinan hatinya.


Mayra pergi ke atas untuk menyusul adi, dirinya ingin meminta adi mengantarnya pulang, tapi jika adi tak mau, dirinya akan pulang sendiri pikir mayra.


Beberapa saat dia tiba di kamar adi, mayra masuk dan matanya mencari sosok adi, yah..sosok yang ia cari saat itu sedang berdiri di luar balkon, perlahan mayra berjalan menghampiri adi, berdiri di samping sosok itu.


"Mas..ini sudah malam, sebaiknya aku pulang." ucapnya.


Adi menoleh ke arah mayra, dirinya menghela nafas saat mendengar ucapan mayra, pikirnya gadis itu akan mengerti dan berusaha menenangkan dirinya.


"Ini masih jam 7 mayra, tapi kalau kau sangat ingin pulang, aku akan mengantarmu sekarang." jelas adi.


Mayra menoleh ke arah, menatap wajah tampan yang terlihat kecewa.


"Jika mas tidak bisa mengantarku, aku akan pulang sendiri." ucap mayra.


Adi membelai rambut mayra, kemudian mencium keningnya.


********___________***********___________********


Di dalam mobil mayra terdiam, begitu juga dengan adi, tak ada obrolan di antara keduanya, hanya suara desiran angin malam yang di terobos oleh lalu lalangnya kendaraan.


Adi mengemudi dengan kecepatan rendah, dirinya masih ingin sedikit lebih lama duduk bersama mayra meski tak ada di dalam ruang hampa.


Beberapa menit kemudian, keduanya sudah tiba di rumah mayra, adi hendak turun membukakan pintu untuk mayra tapi sayangnya mayra sudah turun lebih dulu.


"Trimakasih mas sudah mengantarku pulang, ini sudah malam lebih baik mas pulang dan istirahat." ucap mayra.


Adi mengangguk paham, dirinya berbalik badan kemudian masuk kedalam mobilnya, tak ada sepatah katapun yang adi ucapkan, kemudian mobil itu pergi meninggalkan mayra sendirian.


Selama perjalanan pulang, adi terus berpikir, bagaimana caranya untuk meyakinkan mayra agar tidak meragukan cintanya, hingga akhirnya adi memutuskan untuk memberi sedikit jarak untuk mayra agar bisa meyakinkan perasaannya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


Di sisi lain, ada ardi yang tengah duduk di tepi kolam renang, angin malam berhembus lembut menelusup ke pori-pori kulitnya, entah apa yang sedang mengganggu pikirannya, sehingga dirinya memilih merendamkan kakinya di kolam malam itu.


Masih mencoba meraba-raba apa yang sedang bergejolak di hati dan pikirannya, tiba-tiba saja sosok mayra terbesit di matanya, senyumnya, rambutnya, dan sikapnya yang sangat ramah kian terbayang-bayang di matanya.


"Mayra..Gadis yang cantik, aku suka gadis itu." ucap ardi tanpa sadar.


Tanpa ardi sadari, apa yang dia katakan saat itu terdengar oleh sang mama, yah...mama anita, dia tau setiap kali ardi merendam kakinya di malam hari, itu artinya ada yang sedang mengganggu pikiran putranya, tapi dirinya tak ingin mengganggu putranya, hingga tanpa sengaja dia mendengar ucapan ardi tentang menyukai seorang gadis.


"Siapa mayra? aku harus segera mencari tahu tentang gadis itu, dan papa harus tau soal ini, aku sudah tidak sabar ingin segera memiliki menantu." gumamnya bahagia.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Ardi teringat pertemuan pertamanya dengan mayra, kemudian acara makan malam penting bersama mayra.


"Mayra mayra..gadis nakal." keluh ardi tersenyum.


Mayra adalah gadis pertama yang membuat ardi merasakan hal aneh dari sebelumnya, sudah sering sang mama anita menjodohkan ardi dengan putri teman-temannya, namun ardi selalu menolak, karna tak ada satupun yang bisa memikat hatinya, apalagi banyak wanita yang mengejarnya karna harta dan tahta tanpa cinta.


Jadi wajar saja saat ardi menyebut mayra gadis nakal, karna hanya dia, yang bisa mengganggu ketenangan hati dan pikirannya.


____________________________


Ke esokan paginya, ardi sedang sarapan bersama mama dan papanya, namun sarapan kali itu terasa berbeda dari biasanya, karna mama anita sengaja membuat banyak makanan pagi itu, senyuman kian merekah tak lepas dari bibirnya, hingga putra dan suaminya merasa heran dan saling melempar pandangan tak mengetahui apa yang membuat mama anita bahagia.


"Mama tumben masak banyak sekali?" tanya sang suami penasaran.


Mama anita tersenyum ke arah suaminya kemudian menatap putra tunggalnya.


"Mama tidak apa-apa pa, mama cuma lagi seneng aja, jadi masak banyak buat kalian berdua." singkatnya tersenyum.


Ardi dan sang papa hanya bisa menggelengkan kepala tak mengerti dengan sang mama yang terlihat aneh.


😌😌😌😌😌😌😌😌😌


Alhamdulillah..bisa up..


semoga suka ya..


ini edisi mati lampu, jadi ya gini, batrei mau low tapi tetep up buat ngisi minggu malam senin🤭

__ADS_1


Jangan lupa like, fav dan komen ya sebanyaknya..


biar mom makin semangat lagi😅


__ADS_2