
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Yang datang tidak hanya satu,
Tapi yang paling kuat, dia yang akan menjadi nomer satu.
Mayra menghentikan makannya, perutnya sudah terasa kenyang meski hanya 2 suap nasi, tidak ada nafsu untuk melanjutkan makannya, mengingat bayangan kejadian di kantor adi.
Tiba-tiba saja ardi muncul mengagetkan mayra membuat sang empunya mengelus dada.
"Hampir saja copot jantung ku." keluh mayra.
Ardi tersenyum melihat wajah mayra, membuatnya ingin menggodanya.
"Bahkan bukan saja jantungmu yang ingin aku kejutkan, tapi seluruh dunia, aku ingin mereka terkejut, mengetahui seberapa besar cintaku." lembut ardi.
Lantas hal itu membuat mayra tertawa, bukannya tersipu malu seperti yang ardi pikirkan sebelumnya, membuat ardi menepuk jidatnya, karna rayuannya tak berguna. Lalu ardi masuk, ia hendak melepas jaket bombernya, namun mayra mencegahnya.
"Stop mas!" cegah mayra.
Ardi terdiam, ia menatap mayra yang berjalan ke arahnya. Mayra mencegah bukan tanpa alasan, kali ini mayra dengan sengaja membantu ardi melepas jaketnya, kemudian menyimpannya di lemari, ia bersikap lebih manis dari sebelumnya. Ardi yang mendapat perlakuan seperti itu merasa aneh, ia tau bahwa ada yang tidak beres dari mayra, entah itu sebuah cara untuk melampiaskan kekesalannya atau untuk menutupi segala lukanya, membuat ardi merasa tak tega.
Ardi duduk di tepian ranjang, lalu ia meraih tangan mayra yang tadinya hendak pergi mengambil makanan untuknya, namun ia cegah. Bahkan ardi membawa mayra kedalam pelukannya, memeluknya erat, memberi ketenangan disana.
"Jangan bicara mayra, diam dan rasakan, aku tau apa yang membuatmu seperti ini, aku tidak perduli, jika itu tentang lukaku biarlah, tapi kali ini tentang lukamu." lembut ardi.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Mayra menghela nafas, ia kembali merasa sesak di dadanya, ingin menumpahkan segalanya di pelukan ardi, namun ia tahan, karna kali itu mayra benar-benar tidak ingin berbagi lukanya dengan siapapun, cukup hatinya yang tau semuanya.
Keduanya kian hanyut dalam pelukan hangat itu, mayra masih duduk di pangkuan ardi dalam pelukannya, kehangatan itu membuat ardi merasakan panas di sekujur tubuhnya, bagaimana tidak? aroma manis yang kian menyeruak hangat menyapa rindu, membuat dirinya bergelora.
Perlahan, ardi menyibak rambut mayra, memperjelas bagian leher jenjangnya, namun mata ardi tak fokus pada hal itu, ia teralihkan pada tali spageti dress mayra yang terikat menjuntai di pundak belakangnya, dengan warna hitam yang kontras dengan kulit putihnya, membuat ardi ingin melepasnya.
__ADS_1
Malam itu, rupanya mayra mengenakan drees silk bertali spageti yang terikat di belakang lehernya, dan hal itu membuat siapapun dengan mudah menurunkan dress yang ia kenakan. Mata mayra yang sendu, aroma manis yang candu dan suasana malam itu, benar-benar membuat ardi bergelora rindu, mengingat kemarin malam keduanya tidak saling bertemu.
Ardi membelai lembut pundak mayra, pemandangan indah punggung mayra membuat hasratnya semakin bergelora, hingga tanpa aba-aba ardi menarik lepas tali dress mayra. Membuat sang empunya tersadar dalam pelukannya, bahkan mayra mencoba mengikatkannya kembali, namun ardi tahan.
"Kali ini saja, diamlah sayang!" lembut ardi.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Mayra menatap ardi, ia mengerti arti dari tatapan itu, tapi kali itu mayra tetap menolak, ia sarkas bangkit dan pergi menghindar ke samping cendela, berusaha menetralkan perasaannya, mencoba menahan segalanya. Namun ardi tak berhenti sampai di situ, ia justru bangkit menghampiri mayra, lalu ia menempelkan tubuhnya, menyibak rambutnya dan menghujani pundak mayra dengan kecupan hangatnya.
ππππππ
Sungguh..kehangatan syahdu yang tiada tara..
Tidak bisa di pungkiri, mayra memang merasakan gelayar aneh di setiap sentuhan ardi, tapi selalu ia tepis, mengingat semua hal bisa saja terjadi. Apalagi kali itu ardi benar-benar tidak melepaskannya, membuat mayra bingung jadinya, hingga tanpa banyak berpikir, mayra berbalik menatap ardi, mendorong ardi ke arah ranjangnya dengan tatapan nakal mata sendunya, hingga akhirnya ardi terhempas di sana.
Mayra menyanggul rambutnya sembarang, lalu naik keatas tubuh ardi dengan gaya nakalnya, dan tanpa aba-aba ia menyerang ardi, ******* bibirnya, mengekspor semua hasrat di dirinya. Malam itu adalah kali pertama bagi ardi melihat sisi lain dari sosok mayra, gaya nakal yang tidak pernah mayra tunjukkan dan ardi bayangkan sebelumnya, begitu juga dengan mayra, ia tidak mengenal dirinya saat itu.
Setiap pergerakan mayra membuat dressnya semakin merosot, bahkan kini dressnya sudah berada di perutnya, bra mayra juga mulai merosot karna tangan nakal ardi, membuat gundukan kenyal milik mayra bisa terlihat jelas dimatanya. Aroma manis bersatu dengan hangatnya hasrat cinta, membuat ardi semakin terlena.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Beberapa menit kemudian, adegan itu selesai, mayra masih terduduk di atas tubuh gagah ardi, membuat ardi masih bisa menatap lekuk tubuh indahnya. Meski durasinya tak cukup lama, tapi kali itu ardi benar-benar puas dengan mayra, meski itu hanya sebatas ciuman, tapi sangat berkesan baginya, karna mayra benar-benar mengeksplor semuanya. Mayra turun perlahan dari atas tubuh ardi, ia merapikan rambutnya yang berantakan dan juga mengikat kembali tali dressnya, lalu pergi ke kamar mandi.
Tanpa mayra sadari, apa yang baru saja ia tunjukkan pada ardi, telah membuat ardi semakin terikat dengan dirinya, dan hal itulah yang ardi rasakan. Ia masih berbaring tersenyum menatap langit-langit, merasakan setiap kenangan yang ia lakukan bersama mayra.
"Sangat indah, dan aku tidak pernah melupakannya, aku sangat mencintaimu mayra." batinnya.
Sementara di kamar mandi, mayra menatap dirinya di cermin, ia menatap kedalam bayangannya, melihat sisi lain dari dirinya, mengingat apa yang baru saja telah ia lakukan bersama ardi.
"Ku harap, ini bukan sisi kecewaku." batinnya.
Mayra tertunduk, ia menyesal dengan apa yang terjadi, mengingat ardi yang begitu mencintainya, apalagi setelah kejadian tadi, ia yakin jika dirinya akan membuat ardi semakin kecewa, lalu ia membasuh mukanya, dan keluar dari sana.
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Di ranjang, ardi sudah duduk tersenyum menatap mayra, ia memberi isyarat agar mayra mendekat ke arahnya. Mayra duduk disamping ardi, dan meraih kedua tangannya, ia minta maaf untuk semua yang terjadi.
"Maaf mas, aku tidak bermaksud apapun, dan ku harap, tidak akan ada luka yang tercipta setelah ini." lembut mayra.
"Shhuuuttt...!
Ardi menempelkan satu jarinya di bibir mayra, ia tak ingin mayra bicara apapun tentang dirinya, apalagi minta maaf untuk semuanya.
"Kau tau sayang, tidak ada kata maaf yang harus aku dengar dari mulutmu, tapi kata cinta yang ingin aku dengar darimu." jelas ardi memeluk mayra.
Mayra terdiam, kemudian membalas pelukan ardi, barulah setelah itu keduanya memutuskan untuk tidur.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Di sisi lain, ada adi yang tidak bisa tidur dengan nyenyak, ia terus mencoba memejamkan matanya, mengubah posisi tidurnya agar bisa tidur dengan nyenyak, tapi hasilnya nihil. Hati adi merasa tak tenang, dirinya teringat pada mayra, lalu ia bangun, mengambil segelas air di samping nakas dan meminumnya. Setelah itu adi bangkit dari sana, ia menatap keluar cendela, mengingat apa yang terjadi di kantornya.
"Apa aku harus menceritakan ini pada mayra?" batinnya.
Tapi adi merasa bingung harus menceritakan semuanya pada mayra darimana, ia tidak siap jika nantinya mayra tidak bisa memahami posisinya, di tambah dengan keadaaan hubungannya dengan mayra yang tidak baik-baik saja, mengingat ada ardi yang bisa saja membawa mayra pergi darinya.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Alhamdulillah..
Akhirnya bisa up, mohon maaf karna tertunda lama sekali
Mohon maaf juga jika ada salah kata dalam penulisan
semoga tetap berkenan di hati readers setia mom...
jangan lupa like, love dan komen sebanyaknya..
__ADS_1