Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
TERLAMBAT


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Satu jam kemudian, adi mendapat telfon dari edo, ia memberi kabar jika ardi sedang mengadakan pertunangan di sebuah apartement, ia juga mengirim sebuah foto yang ia dapat.


JEDAARRRR...


Bagaikan tersambar petir, adi terkejut melihat foto yang edo kirim, bahkan ia menjatuhkan ponselnya tak menyangkan akan seperti itu jadinya, ia tidak percaya tapi itu yang terlihat dari foto yang ia terima. Tanpa banyak berpikir, adi segera melajukan mobilnya ke tempat acara, ia tidak terima dengan keputusan mayra, ia tidak ingin mayra meninggalkannya. Dan di sepanjang perjalanan, adi terus mengutuk dirinya atas semua kesalahan yang ia lakukan.


"Ini tidak boleh terjadi mayra, aku sangat mencintaimu, aku tidak rela jika kamu harus bersama laki-laki lain, aku yang salah, semua karna aku." gumamnya kacau.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Hahahhaha....akhirnya rencanaku berhasil." bahagianya.


Siapa lagi kalau bukan eva, ia tertawa karna merasa bahagia menerima foto pertunangan ardi dan mayra, ia telah berhasil mengusir mayra dari kehidupan adi, dan berpikir bahwa dirinya akan dengan mudah membuat adi kembali padanya, apalagi dengan difa sebagai senjatanya.


Hingga beberapa menit kemudian, adi tiba di gedung apartement acara, ia bergegas masuk menuju rooftop agar bisa bertemu dengan mayra, ia tergesa-gesa berharap dirinya masih belum terlambat untuk menghentikan semuanya.


Namun sayang, semuanya sudah terlambat saat adi tiba di sana, acara pertunangan mayra sudah terjadi, tapi adi tetap ingin bertemu dengan mayra, matanya mencari sosok mayra, dan menemukan sosok itu, tapi tidak sendiri, melainkan bersama ardi. Hal itu membuat hatinya tersulut emosi, giginya mengerat, dan tangannya mengepal kuat, ia tidak suka melihat hal itu, dan berjalan menghampiri mereka.


Langkah adi terhenti, ia belum sampai di titik ardi dan mayra, ada seseorang yang menarik tangannya, membawanya pergi dari sana, siapa lagi kalau bukan romeo. Untungnya saja, saat itu romeo sempat melihat kedatangan adi, ia bergegas mengejar adi sebelum maslaah terjadi, romeo tak ingin adi merusak moment bahagia ardi, apalagi di situasi yang tidak tepat.


"Adi..dengarkan aku, kamu bisa bertemu dan bicara dengan mayra, tapi tidak disini, ini bukan waktu yang tepat, justru semuanya akan menjadi kacau. percayalah padaku, ini tidak akan menyelesaikan apapun, justru akan memperumit segalanya."


"Tidak bisa! mayra adalah kekasih ku, dia calon istriku, aku tidak terima jika tiba-tiba saja ia bertunangan dengannya, memutuskan sepihak hubungan kita." tegas adi emosi.


Romeo terus berusaha menenangkan adi, bahkan ia menarik adi pergi keluar sebelum ada yang melihatnya di sana, tak ingin menambah masalah untuknya. Juliet yang mengetahui hal itu memilih diam, karna dirinya masih belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, ia hanya merasa ikut bahagia dengan kebahagian mayra.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Deg deg, deg deg...

__ADS_1


Jantung mayra berdetak lebih kencang, hatinya merasa gelisah, seolah ada yang salah. Matanya mencari ke semua arah, seolah merasakan sesuatu, tapi dirinya juga tak tau.


"Apa ini? Kenapa aku merasa ada sesuatu, jangan-jangan." batinnya gelisah.


Entah kenapa mayra teringat akan adi, ia merasa ada sesuatu, dan tanpa ia ketahui semuanya memang terjadi. Tapi mayra berusaha menepis semuanya, ia tidak mau memikirkan adi, mengingat sikapnya, apalagi di saat ia sedang bersama ardi, tidak mungkin jika adi kesana pikirnya.


Pak seto terus menatap putrinya, ia merasa bahagia melihat mayra dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya, terutama ardi. Tapi pak seto juga kembali teringat pada adi, ada rasa bersalah karna tidak bisa bertemu dengannya, karna pak seto yakin, jika seandainya mereka bisa bertemu, semua itu tidak akan terjadi.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Setelah menjelaskan panjang lebar, akhirnya adi mau mendengarkan ucapan romeo, tapi dengan syarat, romeo harus mempertemukan mayra dengannya setelah acara, dan romeo setuju akan hal itu, meskipun dirinya sendiri tidak yakin akan bisa mempertemukan mereka.


Lalu adi menunggu di mobil, ia mengikuti semua instruksi yang romeo berikan, meskipun dengan berat hati. Romeo memberitahu sang istri tentang semua rencananya, ia meminta istrinya untuk membantunya, tak ingin rencananya gagal, dan juliet siap dengan rencana mereka.


Satu jam kemudian, acara selesai, orangtua ardi dan mayra sudah pulang setelah kepergian para tamu, hanya tinggal romeo, juliet, ardi dan mayra. Romeo mengajak ardi untuk bicara berdua, membuat mayra hanya tinggal berdua dengan istrinya.


Melihat situasi sudah aman, juliet segera mengajak mayra pergi keluar, dengan alasan yang tidak jelas, membuat mayra tidak mengerti. Beberapa saat, keduanya tiba di luar, ada adi yang sudah menunggu mereka di sana. Adi tersenyum, ketika melihat sosok mayra yang datang kesana, ia rela menunggu hanya untuknya, lalu ia sarkas berlari ke arah mereka.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Adi sarkas berlari ke arah mayra, ia ingin memeluknya, namun mayra cegah, membuat langkahnya terhenti, dan hanya bisa menatap pujaan hati.


"Hentikan langkahmu mas, ini bukan waktunya untuk bermain-main!" cegah mayra.


Adii tak berhenti, ketika langkahnya harus terhenti, tapi tidak dengan tekadnya, ia mengakui semua kesalahannya, dan minta maaf pada mayra, untuk semua luka yang ia berikan dengan ucapannya. Mayra terdiam, ia menatap sosok adi, ia tau jika adi mengatakan kebenaran, terlihat dari matanya, namun hal itu tidak bisa merubah merubah segalanya, semua yang terjadi juga menyakiti adi bukan cuma dirinya, jelas terlihat jika adi tidak baik-baik saja, dan hal itu membuat sesak di hati mayra.


Tapi mayra berusaha tidak perduli, ia menahan sesaknya, menutupi lukanya, dan menepis rasanya, membuatnya kembali teringat dengan semua yang terjadi. Luka karna hinaan adi, dan kenyataan pahit yang harus ia lihat dengan bukti kuat yang ia dapat, semakin membuat mayra berkeras hati. Mayra tersenyum, seolah menertawakan adi, berusaha menunjukkan sisi buruknya, agar membuat adi yakin dengan semua keputusannya.


"Tidak perlu meminta maaf mas, karna tidak ada yang harus dimaafkan. Justru aku yang harus minta maaf padamu, untuk semuanya, aku memang tidak layak untukmu, dan aku sadar itu." jelas mayra.


Adi tak perduli dengan ucapan mayra, ia tau jika itu bukan mayra yang sebenarnya, Ia terus meminta maaf, bahkan adi sudah tidak perduli dengan ucapan mayra, ia tidak ingin jauh dari mayra, adi juga tak segan untuk memeluk mayra. Meskipun mayra terus memberontak, namun percuma, karna adi jauh lebih kuat dari mayra.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskanmu mayra, apalagi membiarkanmu pergi dengan laki-laki lain, kau adalah milikku, aku minta maaf karna sudah mengecewakanmu." jelas adi.


Bukannya mendapatkan maaf dari mayra, justru mayra menyadari satu hal dari ucapan adi, jika dirinya hanyalah sebuah barang yang diperebutkan, tidak memiliki perasaan, dan menari sesuai keinginan pemiliknya, seperti ucapan wanita yang ia temui waktu itu.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Mayra terus memberontak ingin keluar dari pelukan adi, namun hasilnya gagal, membuatnya pasrah dan terdiam, tubuhnya sudah terasa lelah setelah berusaha lepas, hatinya sudah tidak kuat menahan sesak, membuat dukanya runtuh bersama air matanya. Ia pun terisak dalam sesak, menumpahkan segalanya, rasa cinta, kecewa, dan terluka menjadi satu, ia tidak bisa bicara sepatah kata, hanya terdiam dalam pelukan adi.


Adi juga terluka, matanya pun ikut berlinang, mendengar isak tangis gadis yang ia cinta, mengingat luka diantara mereka. Ia memeluk mayra erat, memberi kehangatan dalam pelukannya, membiarkan dirinya menjadi tumpuan untuk semua kesedihannya, ia sadar jika semua adalah tanggung jawabnya.


"Menangislah mayra, agar kau merasa lebih lega, aku minta maaf untuk semua luka yang kau terima, tapi tolong! Jangan pernah tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu." jelas adi.


Namun tak lama kemudian, tiba-tiba saja sosok ardi datang, ia manarik tubuh mayra agar lepas dari adi, hatinya cemburu melihat mayra dalam pelukan adi, terlihat jelas dari matanya yang penuh emosi. Tapi ardi mencoba menahannya, tak ingin menunjukkan kemarahannya di depan mayra, cukup wibawanya sebagai lelaki dewasa, karna itu tidak berguna dan hanya buang-buang tenaga, apalagi ketika mayra sudah jadi miliknya.


Mayra berhasil lepas dari pelukan adi, kini ia berada di dalam rangkulan ardi, berdiri lemas terisak sendiri. Adi tidak terima dengan hal itu, ia meminta ardi untuk melepas mayra, tapi hal itu percuma. Ardi justru melarang adi untuk melangkah maju, ia memintanya untuk segera pergi.


"Jangan membuang-buang waktu di sini, karna langkahmu sudah terhenti, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, entah itu tentang kesalahan atau kebenaran yang terjadi. Karna kebenaran yang harusnya kemarin kamu ketahui, sudah tidak bisa di perjuangkan lagi. Jadi, aku harap kamu bisa mengerti." tegas ardi.


Setelah itu, ardi menggendong mayra, ia membawanya ke mobilnya agar bisa pergi dari sana, tidak ada hal penting lagi yang harus dibicarakan dengan adi, karna yang terpenting saat itu adalah ardi bisa menjaga sang pujaan hati.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Alhamdulillah bisa up lagi..


Mohon maaf jika ada salah kata..


Mohon kesabarannya, jangan lupa, like, love and komen sebanyaknya untuk dukungannya...


Biar mom makin semangat lagi..


trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2