Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
HUJAN


__ADS_3

🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧


Setelah satu jam lebih mayra duduk ditaman, ia memutuskan untuk pulang, rasanya sudah cukup ia menenangkan diri agar tidak ada yang tau tentang lukanya, luka dari hal yang tidak pernah ia sengaja, bahkan jika ia bisa meminta, mayra ingin semuanya tak pernah terjadi, tak ingin bertemu siapapun yang nantinya akan tersakiti oleh dirinya.


Yang harusnya.. setiap rasa cinta menjadi obat bukan menjadi racun, mungkin itu adalah sebuah karma, agar mayra bisa merasakan bagaimana sakitnya di campakkan, terbelenggu dengan sebuah rasa yang tak pernah ia duga, entah atas dasar dosa yang mana, ia pun tak tau kapan dirinya melakukan sebuah dosa, hingga takdir menghukumnya, meski sebenarnya mayralah yang sering tersakiti.


Siang ini terlihat mendung, angin berhembus kencang menerpa pepohonan, menyadarkan mayra yang kini sudah tiba di depan rumahnya, ia segera masuk dan memilih berdiam dikamar, tak ingin ada yang melihat luka di matanya, alampun sedang gelisah, seakan merasakan hal yang sama, tapi ia masih bisa menangkup semua dukanya dalam mendung, sebelum mencurahkan semua duka, menjadi genangan air yang menghanyutkannya pergi dengan kenangannya.


Benar saja, beberapa saat kemudian, hujanpun turun, rasanya sudah lama hujan tak menyapa alam, bau segar tanah menyeruak keindra penciuman, mayra menatap keluar cendela, ia menikmati riuhnya hujan dengan alam, saling menyatu dalam pelukan, ia sadar..ada beberapa kenangan yang harus hanyut bersama hujan, membawanya pergi bersama luka hati, berharap saat reda semuanya sudah kembali, menjadi lebih baik, layaknya musim kemarau yang sudah di sambangi hujan, alampun terlihat lebih segar setelah bertemu hujan.


☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔☔


Di sisi lain, ada adi yang tengah sibuk dengan beberapa berkasnya, hingga tanpa ia sadari, sudah 1 jam lebih ia menghabiskan waktu dengan kertas-kertas itu, adi mengehela nafas saat semuanya sudah selesai, melihat hujan dari ruangan kerjanya, membuat adi memilih melenggang keluar dari sana, ia turun menuju kamarnya, menatap keluar cendela balkon, menikmati hujan dengan gemericiknya.


Membuatnya merana, saat rindu kian mendera, ada kehangatan mayra yang ia rindukan, dinginnya hujan adi tak suka jika harus tanpa mayra, meski dia tahu, kalau sesekali dinginnya hujan juga perlu, apalagi itu adalah hujan pertama setelah beberapa bulan kemarau, seperti apa yang dia alami, gersang hatinya hilang, setelah mayra datang.


Sehingga tanpa ia sadari, ada rindu yang menelusup dalam dinginnya hujan, membuatnya mengiginkan mayra, hingga tanpa ragu adi melakukan video call pada kekasihnya.


🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬


Ponselnya berdering, mayra segera mengambilnya, di tatapnya layar ponsel itu, tertera nama adi dengan panggilan video callnya, mayra tersenyum, ia menghela nafas lega menetralisir semuanya, sebelum bicara dengan adi, tak ingin adi curiga bahkan tau tentang dukanya.


Adi tersenyum tak kala melihat mayra yang sudah muncul di layar ponselnya, senyuman gadis itu membuatnya bahagia, ia menatapnya lekat, bahkan keduanya tak bicara selama beberapa menit, setelah puas barulah adi mulai bicara.


Wajah cantik itu benar-benar membuat adi merindu, membuat mayra merona malu, tak kala adi menatapnya terlalu lama dan mengungkapkan rindunya, adi juga bertanya tentang keadaan mayra, apakah dia sudah merasa lebih baik setelah beristirahat, dan mayra mengganggukkan kepalanya, meski hatinyalah yang saat itu sedang merasakan sedikit nyeri tak kala mengingat kejadian di rumah sakit.

__ADS_1


Adi sempat mentap mayra curiga di layar ponselnya, ia sangat peka, bahkan adi menegur mayra yang matanya terlihat sembam namun mayra mengelak, ia berdalih masih merasa ngantuk, hanya terbangun karna mendengar rintik-rintik hujan.


Mayra berharap, ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama, melihat cinta adi yang sangat tulus, luka yang akan menyakiti hatinya, apalagi secara sengaja, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan adi lakukan jika ia menghianati cintanya, cinta adi yang begitu besar padanya, mungkin sulit tapi mayra berjanji akan berusaha melakukan yang terbaik, demi semua orang namun bukan demi dirinya.


Ia sadar, bahwa di usianya saat ini, akan datang banyak pilihan yang bisa saja menawarkan banyak kenyamanan, namun dirinya harus sadar, saat langkahnya terhenti di satu orang, maka dia tidak bisa berpaling atau pergi bersama yang lain.


"SAYANG." panggil adi.


Yah..mayra melamun, dan adi menyadarkannya, setelah puas bicara di ponsel, mayra meminta adi untuk mengakhiri panggilannya, ia meminta agar adi juga istirahat, karna besok keduanya harus kembali kesekolah, rasanya sudah cukup waktu berliburnya pikir mayra.


🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧🌧


Malampun tiba, ternyata hujanpun masih belum reda, ia masih enggan berhenti menguyur bumi, untuk menghanyutkan semua kenangan buruk bersamanya, agar lukanya sedikit berkurang.


Titttt.......


Di rumah masing-masing keduanya berharap agar mayra mengangkat panggilan mereka, sudah 3 hari mayra meliburkan diri, hal itu membuat keduanya hawatir, apalagi mayra tak menjawab satupun telfon dan pesan yang mereka kirim, hingga beberapa menit mereka menunggu dan hasilnya sama, tak ada jawaban dari mayra, keduanyapun menghela nafas bersama, merasa ada yang salah dengan mayra, ia berubah tidak seperti mayra yang mereka kenal, tapi mereka tidak berhenti di situ, sebelum bisa memastikan apa penyebab sebenarnya, besok keduanya memutuskan akan mengunjungi rumah mayra pagi-pagi sebelum berangkat ke sekolah.


Sementara, saat itu sebenarnya mayra sedang di kamar mandi, ia tidak tau ada panggilan masuk dari kedua sahabatnya, hingga akhirnya saat mayra memeriksa ponselnya ia terkejut melihat panggilan tak terjawab beberapa menit yang lalu dari kedua sahabatnya.


"Ya ampun, nana dan jeni menelfonku tadi, rasanya aku sudah cukup lama menghilang dan mengabaikan mereka, pasti mereka sangat hawatir." gumamnya tersenyum.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Mayra segera menghubungi kedua sahabatnya kembali, ia tak ingin keduanya semakin hawatir, hingga akhirnya panggilannya berhasil tersambung dengan kedua sahabatnya, yah..jangan heran, mayra di cecar oleh banyak pertanyaan yang cukup membuatnya pusing harus memulai ceritanya dari mana, tapi mayra masih enggan memberitahu keduanya tentang pertunangannnya dengan adi, rasanya belum waktu yang tepat, sehingga mayra terpaksa berbohong, ia berjanji pada dirinya sendiri, jika ia akan menceritakan segalanya pada mereka setelah ujian akhir selesai.

__ADS_1


Kini malam yang dingin karna hujan, terganti dengan cerita kehangatan persahabatan mereka, tawa renyah yang kian terdengar di setiap kamar yang berbeda menyatu bersama rintik-rintik hujan malam itu, dan entah jam berapa obrolan mereka berakhir, yang jelas ketiga terlelap tanpa sadar, meskipun ponsel ketiganya masih terhubung, hingga terjadilah sleep call malam itu.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Di sisi lain, ada ardi yang masih enggan memejamkan matanya, keadaannya kian membaik, namun ada yang menjanggal di hatinya tapi ia tidak ingat apapun itu, dirinya bingung harus bertanya pada siapa, seperti ada yang ia lupakan, tapi entah itu apa, apalagi sang mama tak mengatakan apapun.


Sementara, pak wijaya yang tau tentang apa yang sebenarnya ardi lupakan hanya bisa diam, ia sudah berjanji pada sang istri, bahwa tidak akan memberitahu ardi tentang mayra terkecuali putranya mengingat semuanya sendiri, namun ia yakin, bahwa suatu saat nanti ardi akan mengingat semuanya kembali, meski mungkin saat itu ardi sudah tidak mungkin bisa memperjuangkan perasaannya pada mayra.


🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔


Di sisi lain, ada rangga yang mengerang frustasi memikirkan mayra, ia sangat merindukan mayra, sosok yang telah mengisi relung hatinya, sudah beberapa hari hilang entah kemana.


Bahkan dirinya sempat berpikir untuk bertanya langsung pada seseorang yang akan memberinya jawaban pasti.


"Aku tau dia pasti tau kemana mayra selama beberapa hari." gumamnya kesal.


😌 Terkadang, otak tetap tidak bisa mengendalikan kesadaran seseorang, karna saat hati sudah terbelenggu oleh sebuah rasa, kesadaran bisa hilang, karna rasa yang sudah menjadi pengendali segalanya, hanya ada sedikit logika, saat seseorang benar-benar bisa menekan rasa 😌


Alhamdulillah bisa up, untuk bab ini maaf ya cuma sedikit, tapi semoga para readers semuanya tetap suka sm karya mom..


jangan lupa like, fav dan komen..


trimakasih untuk yang selalu sabar dan setia, mohon maaf apabila ada salah kata dan pengetikan, trimakasih.


😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇

__ADS_1


__ADS_2