
❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄
Hujan turun bukan hanya saat mendung..
Disaat Cerahpun, hujan bisa saja datang..
Tidak selalu deras, tapi cukup segar untuk menyapa dahaga..
Setelah kejadian semalam, mayra berusaha melupakan semuanya, ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, bahwa apa yang terjadi diantaranya dan ardi adalah sebuah mimpi, dan meskipun itu nyata, mayra harus melupakan semuanya seolah tidak ada apapun yang terjadi diantara keduanya, kenyataannyapun menyadarkan dirinya bahwa saat ini hanya ada adi di masa depannya, pagi itu juga, mayra meminta adi untuk tidak menjemputnya, karna dirinya akan diantar sang ayah ke sekolah.
Namun di sisi lain, ada ardi yang justru sedang sarapan dengan penuh kebahagian, tapi rasa bahagia itu, ia tutupi dengan sikapnya yang tenang, ia tak mau sang mama curiga, kemudian mencari tau segalanya, bahkan merusak kebahagian yang baru ia temukan dengan mayra, bukan tak ingin membagi kebahagiannya, tapi ardi tak mau sang mama salah paham pada mayra, apalagi menyalahkan mayra dengan kesalahan yang mayra tidak tau, ardi ingin memulai semuanya dari awal, bersama mayra, tanpa ada yang bisa menghalanginya.
Selepas sarapan, ardi hendak pergi ke kantor, namun sebelum itu sang mama masih mencegah dirinya, mama anita memberitahu ardi bahwa dirinya ingin mempertemukan ardi dengan seorang gadis, mereka juga sudah membuat janji makan siang, dan ardi tidak memiliki kesempatan untuk menolak hal itu, karna dirinya tau, jikapun bisa menolak, mama anita akan marah nantinya, tidak mau bicara dengan dirinya, sehingga ardi mengiyakan hal itu.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Beralih ke pojok lain, tepatnya di pojok kelas, entah kenapa setibanya di sekolah, mayra merasa ingin duduk di kursi paling belakang pojokan kelas, ia ingin mencari ketenangan untuk hatinya, rasanya untuk fokus pelajaran hari itu sangatlah sulit, ditambah hari itu akan ada mata pelajaran adi di kelasnya, mayra berharap adi bisa mengerti dirinya.
Sementara jeni dan nana merasa bingung melihat sahabatnya bersikap aneh, keduanya juga berpindah tempat mengikuti mayra, tak ingin meninggalkan sahabatnya sendirian, meskipun mayra masih belum bisa menceritakan masalahnya pada mereka.
🛎🛎🛎🛎🛎
Teettttttt...
Jam pelajaranpun dimulai, pelajaran matematika menjadi awal pembukaan hari yang berat untuk mayra, meskipun hatinya juga masih berusaha mencari, apa yang membuatnya merasa begitu, tapi mayra tetap berusaha untuk bisa fokus belajar, ia tak mau masalah pribadinya mencampuri fokusnya dalam belajar, di tambah dengan kehadiran kedua sahabatnya yang selalu ada di sampingnya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Di sebuah ruangan, tepatnya di kantor ardi, ada lina yang tengah sibuk mempersiapkan berkas-berkas yang ardi minta, ia segera mengantarkannya ke ruangan ardi, saat itu ardi memang sudah menunggu lina untuk mengantarkan berkas-berkas yang ia minta, dan setelah itu ardi meminta lina untuk mengosongkan jadwalnya, karna ia akan pergi.
Lina masih terdiam, mendengar perintah ardi, harapannya salah tentang makan siang bersama ardi, ada rasa penasaran yang membuat dirinya masih berpikir kemana ardi akan pergi, dalam hati kecilnya, lina ingin mendapat kesempatan untuk memiliki banyak waktu bersama, yang siapa sangka nantinya akan menumbuhkan rasa diantara keduanya, ada harapan kecil tentang menjadi kekasih boss, dan pikirannya itu membuat lina melamun.
__ADS_1
BRAKKK..
Satu gebrakan map diatas meja yang sengaja ardi lakukan, ia mencoba menyadarkan lina yang sejak tadi tidak merespon ucapannya, sontak sang empunyapun terkejut.
"Eehhh..iya pak, maaf..." sahut lina menyengir.
Ardi menggeleng melihat reaksi sekretarisnya itu, ia meminta lina keluar, tak mau ambil pusing dengan sikap lina yang aneh.
Setelah lina keluar, ardi menyandarkan kepalanya dikursi kebesarannya, ia mencari posisi ternyaman dikursi itu, sebelum akhirnya ia kembali teringat dengan kejadian kemarin, kebersamaan yang terus terngiang-ngiang dalam ingatannya, ardipun teringat pada pak seto, ia berpikir melalui pak seto ardi akan bisa bertemu mayra lagi, aroma manis mayra benar-benar membuatnya candu, meski kenyataannya ardi harus bisa menekan segala perasaannya sampai waktunya tiba.
"Aku akan mencari cara agar bisa terus bertemu denganmu mayra." batinnya tersenyum.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Beberapa jam kemudian, tibalah mata pelajaran adi di kelas mayra, adi masuk seperti biasa, wajah tampan dengan sikapnya yang tenang, akan tetapi, ketenangannya sempat terusik, tak kala matanya tak menemukan sosok mayra di tempat duduknya, hingga akhirnya dirinya menyadari bahwa mayra ada di kelas itu, namun berpindah dari posisinya, setidaknya hal itu sedikit melegakan hatinya, namun adi tidak sebodoh itu, ia menyadari ada yang salah dengan kekasihnya itu, karna ia tau, apapun masalah yang mayra hadapi, dirinya tak pernah melakukan hal itu.
Adi memulai pelajarannya seperti biasanya, namun kali ini ia menjelaskan pelajarannya sembari berkeliling, ada yang kurang bagi dirinya, saat mengajar di kelas mayra tanpa melihat intens wajah kekasihnya itu, dan mayrapun menyadari akan hal itu, ia hanya berharap nantinya adi tidak akan bertanya pada dirinya tentang apa yang sedang mengusik hatinya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Sementara itu, bel pulang sekolah juga berdenting, menandakan waktunya untuk pulang, semua murid berhambur keluar kelas termasuk mayra, ia keluar bersama kedua sahabatnya, awalnya mereka hendak pulang bersama, namun sayangnya, adi sudah memanggil mayra lebih dulu, membuat mayra mengurungkan niatnya, ia meminta kedua sahabatnya untuk pulang lebih dulu.
Adi mengajak mayra pulang bersama, ia ingin bicara dengan kekasihnya itu, mayra mengiyakan ajakan adi, tapi dengan satu syarat yakni, adi harus mengajaknya jalan-jalan sekaligus makan, dan hal itu pasti adi setujui, karna itu adalah kali pertama mayra memintanya mengajak dirinya pergi.
Tak perlu waktu lama, kini keduanya sudah tiba di sebuah moll, keduanya berjalan beriringan, seperti guru dan murid, sesuai dengan seragam yang keduanya pakai, mayra berjalan sembari melihat kesana-kemari, ia mencoba memilih sebuah tempat makan yang menarik perhatian, sementara adi hanya mengekori mayra kemanapun ia pergi.
Sesekali adi mencoba menggandeng tangan mayra, namun hal itu di tepis olehnya, mayra tak mau bergandengan tangan di tempat umum dengan identitas yang keduanya kenakan, tapi itu tidak menjadi masalah bagi adi, karna ia mengerti sudut pandang mayra, ia sudah cukup senang bisa menikmati waktu bersama kekasihnya itu, hingga pada akhirnya, setelah cukup berkeliling, keduanya masuk ke salah satu tempat makan beraneka olahan mie, selera anak muda, keduanya masuk dan memesan beberapa menu, setelah itu keduanya mencari tempat duduk yang nyaman, sembari menunggu pesanan, adi berniat ingin bicara dengan mayra, tapi sayangnya hal itu harus ia tunda, karena mayra ingin pergi ke toilet.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Di meja yang lain, tepatnya di sebuah resto dengan satu moll sama dengan mayra, ada ardi yang sedang merasa bosan, ia beranjak dari tempat itu, dengan alasan ingin ke toilet, dan hal itu berhasil melapaskannya dari pertemuan yang membuang-buang waktunya.
__ADS_1
Bagai pucuk di cinta, bulanpun tiba, saat berjalan, tak sengaja mata ardi menangkap sesuatu, yang tak lain bayangan mayra di sana, tanpa banyak berpikir, iapun segera mengejar sosok itu, dan pengejarannyapun harus berkahir di depan toilet wanita, karma tidak mungkin bagi ardi untuk masuk kedalam sana, tapi dirinya merasa yakin, bahwa matanya tidak salah mengenali sosok itu, ia memilih untuk menunggu beberapa menit.
Beberapa menit kemudian, BRUKKKKK....
Tak sengaja seseorang yang tak fokus menabrak ardi, si penabrak itu tak lain adalah mayra, akhir dari sebuah penantian yang tidak sia-sia, membuat ardi tersenyum tak kala mendapati sosok gadis yang tengah mengusap jidatnya.
Ardi tersenyum, ia sarkas menarik gadis itu kedalam pelukannya, sementara mayra masih terkejut, tak kala menyadari sosok siapa yang ia tabrak di depan toilet, ia masih mengusap jidatnya di dalam pelukan ardi, kemudian menyadari hal itu, mayra dengan segera melepas pelukan ardi, ia pergi begitu saja berusaha menghindari ardi.
Tapi ardi tidak diam begitu saja, ia mengejar mayra dan menghentikannya, ia tidak akan membiarkan mayra pergi begitu saja, ardi memegang tangan mayra, membuat keduanya saling berhadapan untuk saling bicara, tapi mayra masih terdiam, wajahnya terlihat cemas, bahkan ia berusaha melepas tangan ardi dari tangannya.
Ardi mengerti bahwa mayra sedang cemas, ia mencoba menjelaskan pada mayra bahwa tidak ada yang perlu di cemaskan, ardi juga memberitahu bahwa dirinya sedang makan dengan sang mama, tapi mayra tidak perlu hawatir, karna sang mama tidak akan menyusulnya, dan jikapun sang mama menyusulnya ardi tidak akan takut, apalagi membiarkan mayra pergi, karna ia sangat merindukannya.
Berbeda dengan ardi, setelah mendengar ucapan ardi, mayra justru semakin hawatir, jika nantinya mama anita akan memergoki keduanya, ditambah dirinya juga sedang pergi bersama adi, akan terjadi masalah besar jika mereka bertemu disana pikir mayra.
Tak ingin semuanya menjadi kacau, mayra mencoba menjelaskan semuanya pada ardi, ia mengatakan bahwa saat itu dirinya sedang bersama adi, tidak mungkin jika mereka bertemu, ditambah ada mama anita, mayra tidak ingin semuanya berantakan, ia terus memohon agar ardi mau mengerti, mayra juga takut adi akan menyusulnya jika ia terlalu lama bicara dengan ardi.
Awalnya ardi ingin egois demi dirinya sendiri, namun melihat wajah cantik itu cemas membuat ardi tidak tega, ia menyetujui permintaan mayra, karna situasinya memang tidak memungkinkan, ia juga tidak ingin sang mama tau tentang kebenaran dirinya dan mayra, namun ardi tidak setuju begitu saja, ia memberi syarat pada mayra.
"Baiklah sayang, aku akan membiarkanmu pergi, dengan syarat, nanti malam aku akan kerumahmu, kau harus menemuiku." jelas ardi.
Mayra mengiyakan saja syarat yang ardi berikan pada dirinya, ia tak mau terlalu lama bicara dengan ardi, apalagi sampai adi menyusul dirinya, meskipun dirinya tau bahwa akan ada resiko lain dari syarat ardi, barulah ia pergi kembali menghampiri adi.
😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌😌
Alhamdulillah..
bisa up lagi, semoga tetap suka dan selalu sabar..
mohon maaf apabila ada salah-salah kata dan pengetikan..
jangan lupa, like, love dan komen..
__ADS_1
trimakasih..