Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
BERBOHONG


__ADS_3

πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Jika kejujuran bisa merusak sebuah hubungan. Harusnya, sebuah kebohongan tidak berpengaruh dalam sebuah hubungan.


by, momin.


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


Bik jum datang membawa sarapan untuk adi, ia juga menyiapkan obat yang harus adi minum. Tapi adi tidak mau sarapan, ia masih terduduk memegang kardigan milik mayra.


"Tidak bik, aku tidak ingin sarapan." jelas adi menolak.


Lalu ia berdiri, berjalan ke arah balkon, menghirup udara segar di sana, merenungi semua yang terjadi dalam hidupnya. Berharap mayra akan kembali dan menemaninya melewati semuanya.


"Aku butuh dirimu disampingku mayra." batin adi menatap langit.


sedang bik jum masih menatap tuannya dari kejauhan, ada rasa nyeri melihat apa yang adi hadapi. Bik jum sudah sangat lama bersama adi, menganggapnya seperti anak, jadi dia juga bisa merasakan apa yang adi rasakan. Ia berharap adi akan meenemukan kebahagiannya, setelah banyak luka yang ia terima. Lalu bik jum berpikir untuk mencari cara agar adi mau sarapan dan minum obat.


Dan dengan sebuah ide, bik jum menghampiri adi, meskipun cara yang ia lakukan salah, yakni dengan cara berbohong.


"Den, bibik lupa memberitahu aden, jika non mayra nanti sore akan kemari. Tapi jika aden teratur makan dan minum obat, ia meminta bibik untuk mengabari, jika aden sudah makan dan minum obat." jelas bik jum berbohong.


Adi sarkas menatap bik jum, ia mencari kejujuran di matanya. Dan bik jum berusaha meyakinkan adi jika apa yang ia katakan memanglah benar.


"Bibik serius den, non mayra sudah bicara langsung sama bibik." jelas bik jum.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Adi percaya, ia lalu pergi untuk sarapan dan meminum obatnya, tak ingin mengecewakan mayra.


"Aku akan melakukan apapun yang kamu mau mayra." batinnya.


Setelah melihat adi sarapan, bik jum keluar dari sana, ia senang melihat adi yang mau makan dan meminum obatnya, berharap adi akan segera sembuh seperti sedia kala. Namun bik jum bingung, bagaimana ia harus memberitahu mayra agar mau datang ke sana karna kebohongannya.


Lalu dengan penuh harapan, bik jum mencoba menelfon mayra, ia berharap mayra akan mengangkat telfonnya.


πŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“ž Calling mayra...


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


Sementara di sebrang sana, tepatnya di restoran. Ardi, mayra, romeo dan juliet sedang sarapan. Tiba-tiba saja ponsel mayra berdering, membuat semua yang ada disana menatap mayra, terutama ardi.


Mayra melihat ponselnya, dan ternyata sebuah panggilan masuk dari bik jum. Mayra masih menatap ardi, ia bingung harus mengangkatnya atau tidak, mengingat ia sedang bersama ardi. Lalu mayra hendak pamit ke toilet untuk mengangkat telfon dari bik jum, tapi ardi melarangnya. Ia meminta mayra untuk mengangkat telfonnya di sana, karna ardi ingin tau segalanya.


"Bicara disini sayang! Tidak perlu pergi kemana-mana." jelas ardi.


Mayra menatap ardi lagi, ia merasa ragu untuk mengangkat telfon di hadapannya, apalagi ada romeo dan juliet disana, meskipun itu dari bik jum. Dan dengan terpaksa, mayra mengangkatnya di depan ardi.


πŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“ž...


"Ya bik, ada apa?" sahut mayra sopan.


Bik jum memberitahu mayra semuanya, ia meminta maaf karna terpaksa berbohong pada adi dengan mengatasnamakan dirinya. Karna tidak ada cara lain yang bisa meluluhkan adi selain mayra.


"Baiklah bik kalau begitu, akan aku usahakan untuk kesana setelah aku memberitahu mas ardi." jelas mayra.


Setelah panggilan itu berakhir, mayra menerbitkan senyuman indahnya untuk ardi, demi membuat ardi tak marah padanya. Dan hal itu memang ampuh pastinya, karna ardi tidak bisa menolak senyuman indah mayra. Akan tetapi, ardi tidak sebodoh itu, ia mengerti apa maksut dari senyuman indah dari kekasih cantinya.


"Tidak boleh." jelas ardi.


Jawaban ardi juga di dengar oleh romeo dan juliet, membuat mereka menatap keduanya. Dan mayra hanya bisa menghela nafas mengelus dada.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Tak menghiraukan hal itu, ardi justru mengalihkan topik pembicaraan mereka, ia tak suka mendengar nama adi saat mereka bersama. Mayrapun mengerti, ia tidak ingin membuat ardi marah, sehingga semuanya semakin rumit dan kacau. Ia memilih bicara dengan juliet setelah lama tak bertemu, ada banyak hal yang keduanya saling bagi di saat-saat seperti itu.


Sementara di sisi lain, setelah menelfon mayra, ada bik jum yang berharap mayra akan benar-benar datang kesana, ia tak ingin membuat adi kecewa. Sedangkan adi di kamar duduk bersandar di bahu ranjang, menatap semua foto-foto mayra di ponselnya. Kardigannya pun masih ada dalam pelukannya, menyapa indah rindunya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Di kantor, tepatnya di ruangannya, ada lina yang tengah sibuk dengan pekerjaannya. Setelah beberapa hari ardi tak intens pergi kesana, membuat pekerjaannya lebih banyak dari sebelumnya. Ada rasa kesal yang hinggap di hatinya, pasalnya ardi seperti itu karna mayra.


"Gara-gara gadis itu, tuan jadi jarang sini." batin lina kesal.


Tapi lina menyadari, jika ardi tak ingin jauh dari mayra, mengingat mayra yang sangat cantik, baik dan masih muda, yang pastinya membuat laki-laki tidak bisa jauh darinya.Di kantor lina masih bisa sedikit rileks, karna selalu ada pak seto yang membantu semua pekerjaannya, anggap saja sebagai ganti rugi untuknya pikir lina.


"Untung saja masih ada pak seto yang membantu." batinnya.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱

__ADS_1


Setelah selesai sarapan bersama, ardi memberitahu romeo dan juliet jika dirinya dan mayra ingin pergi, begitupun dengan keduanya, romeo dan juliet juga ada urusan setelah itu, tapi hal yang sangat menyenangkan jikaΓ² mereka ternyata bisa bertemu dan sarapan bersama, bahkan juliet ingin mengagendakan untuk kesempatan lainnya, dan ardi setuju hal itu.


Setelah itu ardi melajukan mobilnya menuju rumahnya, ia ingin hari itu tak ada yang mengganggunya dan mayra, terutama adi. Selama diperjalanan, ardi terus menggenggam tangan mayra, dengan satu tangan untuk menyetir. Sikap posesif ardi membuat mayra bingung, ia tidak menyangka semua laki-laki yang terlihat pendiam, dewasa, dan selalu berekspresi datar di depan orang, ternyata adalah laki-laki yang bersifat kekanakan. Dua tipe yang sama sudah mayra temukan dalam diri adi dan ardi, keduanya sama-sama dewasa, tampan, kaya, egois, posesif dan kekanakan menurutnya. Yang terkadang membuatnya sering pusing dan garuk-garuk kepala.


Hingga beberapa menit kemudian, mereka tiba di rumah itu. Mayra menghela nafas mengingat semua moment keduanya, dan ia tau jika ardi tidak ingin ada yang mengganggu mereka. Namun mayra teringat akan adi, ia tau jika adi orang yang keras kepala, dia tidak akan mau mendengar ucapan siapapun, kecuali dirinya. Di tambah dengan janji yang bik jum berikan padanya, mayra takut adi menunggunya dengan penuh kecewa.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tak banyak bicara, ardi sarkas membuka pintu untuk mayra, ia juga menggendong mayra masuk ala bridestyle ke dalam rumahnya, seperti pasangan pengantin baru. Namun kali itu berbeda, ketika ardi membuka pintu, rumah sudah terhias indah oleh bunga-bunga mawar di setiap sudutnya, bahkan taburan kelopak mawar berjejer indah bagai karpet merah hingga ketangga. Ardi menurunkan mayra perlahan, membiarkan mayra berjalan sendiri diatas karpet kelopak bunga mawar.


Mayra tersenyum melihat seisi rumah, ia tidak menyangka ardi akan menyiapkan itu semua, membuatnya merasa bahagia.


"Aku tidak menyangka hal ini darimu mas." batinnya.


Ardi tersenyum, melihat rona bahagia di wajah cantik mayra, ia merasa senang bisa melakukan itu semua untuknya.


"Apapun demi dirimu mayra, dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu." batinnya.


Setelah itu, ardi menggandeng tangan mayra, mengajaknya pergi mengikuti hamparan karpet bunga mawar itu. Dan akhir dari karpet itu adalah kamar ardi, kamar dimana semua kenangan mereka di mulai. Namun mayra terhenti di depan pintu, ada rasa ragu untuk masuk kesana, ia takut dirinya nanti akan melewati batas saat bersama ardi.


Ardi mengerti alasan mayra menghentikan langkahnya. Tapi hal itu tidak bisa menghentikan ardi untuk mengajak mayra masuk ke dalam kamarnya, karna bagaimanapun, ardi sudah menyiapkan itu semua untuk mayra.


"Ayo sayang, aku tidak akan memakanmu! Percayalah dan aku berjanji." jelas ardi lembut berbisik.


Glekkkk...


Bisikan ardi membuat mayra menelan salivanya susah, kata yang ia dengar dan ardi ucap membuat tubuhnya bergidik ngeri, mengingat semua moment mereka bersama, apalagi sikap kekanakan laki-laki dewasa seperti ardi.


🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣


Alhamdulillah...


Baru bisa up..


Maaf baru sempet di post..


Semoga selalu berkenan dan suka..


Jngan lupa, like, love dan share..

__ADS_1


Trimakasih..


__ADS_2