Di Kejar Cinta Pak Guru

Di Kejar Cinta Pak Guru
KOTAK MUSIK


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Selesai berganti baju, mayra segera keluar untuk menemui adi, ia keluar mengenakan dress lime seletut berbahan knit lengan pendek menemuinya. Melihat mayra datang, adi tersenyum menatapnya, ia senang melihat mayra menjadi gadis yang patuh, kemudian adi memintanya untuk duduk di sampingnya.


Mayra berjalan dan duduk di samping adi, dirinya diam berharap adi melupakan semua hal yang akan membuatnya dalam masalah. Namun sayangnya adi tidak lupa hal itu, adi tak ingin membahasnya lagi di saat keduanya bisa duduk tenang berdua. Melihat situasi yang sepi, adi bertanya pada mayra kemana perginya kedua orang tuanya.


"Ayah dan ibu sedang tidur istirahat mas" Jelas mayra.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Mendengar hal itu, adi kembali tersenyum, ia merangkul mayra membawanya bersandar di bahunya. Adi memejamkan matanya merasakan ketenangan yang ia nikmati saat bersama mayra, membuatnya mayra bingung dengan sikap kekasihnya itu.


"Mas adi kenapa ya?" batinnya.


Tak ingin banyak berpikir, mayra memilih menikmati sandarannya saat itu. Keduanya sama-sama merasakan ketenangan, tanpa bicara apapun. Tapi tiba-tiba saja adi berpikir untuk mengajak mayra pergi, mengingat acara belanja mayra yang terganggu kemarin akibat sikapnya, kali ini dia juga berjanji pada dirinya sendiri, agar tidak mencegah mayra memilih apapun yang dia suka karna rasa cemburunya.


Mendapat ajakan belanja dari adi, mayra tidak terlalu berselera, mengingat kejadian kemarin saat keduanya tak jadi berbelanja, apalagi saat itu mayra tidak ingin apapun. Tapi karna adi berjanji tidak akan seperti kemarin, membuat mayra memutuskan untuk setuju dengan tawaran itu.


Namun ia bingung harus memberitahu orang tuanya bagaimana, jika keduanya sedang istirahat dan mayra tidak ingin mengganggunya. Hingga akhirnya mayra berpikir, untuk meninggalkan pesan di depan pintu kamar orangtuanya. Ia memberitahu bahwa dirinya pergi berbelanja bersama adi.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Tibanya di moll, mayra berkeliling dengan cukup senang, moodnya kali itu sedang baik, mengingat janji adi, tak ingin merusak suasana hatinya, meski dalam hatinya berjanji, jika adi bersikap sama dan mengingkari janjinya, ia akan pulang sendirian. Mayra juga kembali teringat dengan black card pemberian ardi, saat ia melihat seorang wanita dengan blackcardnya, dirinya merasa tak harusnya ia menerima kartu itu, mengingat dirinya yang justru menolak kartu pemberian adi, dan menerima pemberian ardi.


"Harusnya aku tidak menerima itu, lagipula aku tidak membutuhkannya."batinnya.


Tangan mayra terus memilih apa yang ia inginkan, sementara adi mengekorinya bagai satpam, tapi kali ini dia benar-benar diam, adi tak berkutik meskipun pelayan laki-laki yang datang untuk melayani mayra, meksipun nyatanya, setiap kali ada pelayan laki-laki yang datang, ia segera memberi isyarat untuk memintanya pergi, dan meminta pelayan wanita yang melayani mereka.


Dan kali ini mayra berhasil membeli sesuatu, yakni sebuah kotak music dengan boneka kecil yang berputar.

__ADS_1


🎢Ninuninuninuni.....🎢🎢🎢


Mayra sangat suka mendengar musicnya, ia senang melihat boneka putri kecil yang berputar di dalamnya. Begitu juga adi, ia merasa bahagia melihat senyum indah di wajah cantik mayra, tak menyangka dengan barang apa yang akan mayra beli, adi pikir mayra akan membeli baju, sepatu dan tas seperti wanita pada umumnya, namun ia salah, ternyata mayra tidak seperti gadis lainnya, dan hal itu membuatnya merasa beruntung bisa mendapatkan mayra.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Adi merasa ingin ke kamar mandi, ia meminta mayra menunggunya di sebuah kursi tunggu di sana, barulah adi pergi meninggalkan mayra. Sambil menunggu adi, mayra memilih mendengarkan kotak musicnya.


Tiba-tiba saja ada seseorang wanita yang duduk disamping mayra, usianya sekitar 50tahun, rambutnya agak kepirangan, wajahnya masih terlihat cantik di usianya saat itu. Awalnya mayra tak menghiraukan kehadiran wanita itu, namun ia tersadar saat wanita itu ikut mendengar dan memandang kotak musicnya, bahkan ia mengatakan beberapa hal meski mereka tidak saling mengenal.


"Indah sekali kotak music itu, dengan putri yang berputar di dalamnya, tapi sayang, dia hanyalah sebuah boneka, yang hanya akan ada di dalam kotak, berputar saat sang tuan menginginkannya, dan terkurung selamanya di dalam sana." jelasnya.


Mayra terdiam, ia menatap wanita itu dan mencoba memahami apa yang ia katakan, bahkan mayra mencoba mengingat siapa wanita itu, apakah mereka sudah pernah bertemu sebelumnya, namun belum sempat mayra mengingatnya, dan bicara padanya, wanita itu sudah lebih dulu pergi, meninggalkan teka-teki, menabur keraguan hati.


Sementara wanita itu pergi sambil tersenyum, ia telah berhasil menabur keraguan hati, memberi teka-teki tentang sebuah misteri. Sedang mayra masih terus berpikir, dengan tujuan apa wanita itu bicara seperti itu padanya, sehingga tanpa mayra sadari, rupanya adi telah selesai dan menghampirinya.


Awalnya adi merasa heran melihat mayra yang terdiam setelah kedatangannya, namun ia tak mau banyak berpikir dan merusak moment mereka. Kemudian keduanya pergi, mayra berusaha menutupi apa yang ada di hatinya, tak ingin adi curiga, apalagi berpikiran aneh tentang dirinya.


Di sisi lain, ada mama anita yang tengah duduk menikmati secangkir teh hangat bersama suaminya, mereka duduk dikursi samping kolam renang, melewati sore yang menyenangkan, ada rasa bahagia bisa menikmati waktu bersama suaminya, mengingat setiap moment yang pernah mereka lakukan bersama, berbagi suka dan duka.


Tiba-tiba saja ardi datang, ia tersenyum melihat kedua orang tuanya, ia merasa bahagia melihat keduanya, berharap suatu saat dia bisa merasakan hal yang sama bersama pasangannya kelak.


Setelah itu, ia pergi ke kamarnya untuk berganti baju. Mama anita menyadari kedatangan putranya, membuatnya teringat akan mayra, sosok gadis yang putranya cintai. Membuatnya merasa bersalah karna telah melakukan hal yang salah, mengingat dirinya yang telah melarang mayra menemui ardi.


Sang suami yang menyadari istrinya tengah merenung memanggilnya, menyadarkannya dari lamunannya, ia tahu bahwa sang istri tengah memikirkan sesuatu.


"Mama kenapa lagi? Jangan terlalu banyak berpikir, di usia kita saat ini, tidak baik jika kita terlalu banyak memikirkan sesuatu, semua yang akan terjadi adalah takdir, intinya kita hanya perlu mengikuti jalannya takdir, papa tau apa yang mama pikirkan, jadi tenanglah." jelas pak wijaya menenangkan istrinya.


Bu anita terdiam, ia menatap langit sore, melihat senja di goresan langit, seolah goresan luka yang menyadarkan dirinya dengan apa yang ia lakukan. Rasa bersalah yang kian menghantuinya, berharap putranya tidak akan terluka jika ia tahu yang sebenarnya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin yang terbaik untuk putraku." batinnya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Sementara adi dan mayra kini sudah pulang, mereka duduk di ruang tengah ditemani ayah dan ibu mayra yang rupanya sudah bangun dan menunggu kedatangannya. Mereka berbincang bersama, adi juga membahas soal niat baiknya untuk segera melakukan akad setelah ujian mayra, membuat mayra menggeleng tak percaya.


"Mas ini keburu banget sih." keluhnya.


Lantas, keluhan mayra membuat ayah dan ibunya tertawa, menyadari sisi kekanakan putrinya. Berbeda dengan adi yang tersenyum, ia merasa jika semuanya sudah hampir waktunya, sudah waktunya juga ia membahas soal pernikahan mereka, mengingat ujian mayra sudah dekat, ia tak mau menundanya terlalu lama, mengingat beberapa hal yang terjadi dalam hubungan mereka.


"Saya rasa, niat baik tidaklah salah." jelas adi.


Orang tua mayra mengangguk setuju mendengar ucapan adi, mereka hanya ingin yang terbaik untuk putrinya, dan mereka percaya bahwa adi akan memberikan yang terbaik untuk mayra, dan mereka sudah mempercayakan segalanya pada keduanya, tak ingin ada paksaan untuk keduanya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Mayra mendengus kesal, ia merasa adi terlalu pintar dalam urusan meyakinkan orangtuanya. Ia kembali teringat dengan ucapan wanita di moll itu, membuatnya berpikir tentang kaitannya dengan hubungan mereka.


Sementara di sisi lain ada ardi yang tengah berbaring di kasurnya yang empuk, setelah beberapa hari ia tidak merasakannya. Namun sayang, seempuk apapun kasurnya, akan kalah dengan kehangatan kasur mayra, membuatnya merindukan sang empunya.


"Aku tidak sabar untuk bertemu dengan mu mayra." gumamnya.


Tanpa ardi sadari, rupanya ada mama anita yang tengah memandangnya dari luar pintu, kebetulan saat itu pintu kamar ardi tidak tertutup rapat, membuatnya bisa mengintip ardi. Ada rasa lega melihat putranya berbaring di sana, memastikan jika putranya baik-baik saja.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Alhamdullillah bisa up..


Jangan lupa like, love dan komen..

__ADS_1


Mohon maaf jika ada salah kata..


__ADS_2