
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Mayra terdiam saat melihat apartement itu, ia berjalan mengekori adi, bahkan mayra merasa sangat berat untuk melangkahkan kakinya, otaknya sudah berpikir kemana-mana, namun adi tak membiarkan hal itu, merasa mayra sangat lambat, ia justru segera meraih tangannya, menggandeng mayra masuk.
Hingga beberapa saat kemudian, setelah naik lift mereka berhenti di depan pintu bernomor 151, adi segera mengajak mayra masuk, ia tersenyum sesaat keduanya sudah tiba di dalam sana, bahkan adi menjatuhkan dirinya di sebuah sofa yang empuk, menatap mayra yang sedang berdiri dan terdiam.
Mayra menelisik ke semua ruangan, ruangan yang sangat luas dan mewah, terdapat ruang tamu, dapur, dan ruang kerja di pojokan samping balkon, dengan pemandangan keluar yang memperlihatkan gedung-gedung pencakar langit yang di hiasi cahaya malam, dan ada sebuah kamar dengan pintunya yang terbuka, terlihat sebuah ranjang berukurang kingsize dengan warna cream soft yang terlihat sangat nyaman, cahaya lampunya yang redup seakan menawarkan kehangatan malam.
๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก
Adi mengedikkan alisnya menatap mayra yang masih mematung, ia tersenyum melihat mayra yang terlihat sangat menggemaskan, adi yakin bahwa mayra sedang banyak berpikir.
"Mayra..duduklah, atau kau ingin segera tidur?" ucap adi.
Mayra tersadar, ia segera menggelengkan kepalanya mendengar ucapan adi, ia terus berpikir bagaimana caranya agar adi mengantarnya pulang, ia tidak ingin tidur disana bersama adi, ia sudah tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya.
Namun mayra tidak bisa pergi kemana-mana, adi justru meninggalkan dirinya dan masuk kedalam kamar tanpa mengajak mayra, mayra mendengus kesal melihat sikap adi yang terkesan menyebalkan, hingga akhirnya mayra terpaksa ikut masuk kedalam kamar, bukan untuk tidur di sana bersama adi, tapi untuk mengambil bantal untuk tidur di sofa luar.
Adi yang melihat mayra mengekorinya tersenyum, ia pikir mayra menyerah, tapi ternyata, gadis itu justru berniat mengambil bantal untuk tidur di luar, namun adi tidak membiarkan hal itu terjadi, ia justru menarik mayra dan menjatuhkannya kekasur yang empuk, hal itu membuat sang empunya bergidik ngeri, melihat senyum adi yang mencurigakan.
"Jangan terlalu banyak berpikir sayang, turuti semua kemauanku, dan aku janji tidak akan banyak macam-macam." jelas adi.
"Gleekkk.."
Mayra menelan salivanya kasar, ia benar-benar sudah tidak bisa membantah apapun jika adi sudah mengatakan hal itu, hingga terpaksa mayra tetap diam dikasur itu, meringkuk sambil berpikir dengam posisi itu bisa melindungi dirinya dari adi.
Adi melepas jamnya, kemudian kemejanya, ia hanya memakai celana hitam yang masih melekat di tubuhnya, perlahan naik ke kasur bergabung bersama mayra, membuat mayra menutup mata, jangan tanya apa yang dipikirkan mayra saat itu, mengingat beberapa moment yang ia habiskan bersama adi, membuat dirinya terjebak di situasi yang sama.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
__ADS_1
Beberapa saat adi sudah memeluk mayra dari belakang, ia mengerti apa yang mayra rasakan, namun hal itu tidak perlu mayra takutkan, karna apapun yang terjadi, adi tidak akan pernah meninggalkan mayra, perlahan adi mulai bicara pada gadis itu, meyakinkan tentang cintanya, adi juga mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah rela jika melihat mayra bersama orang lain, apalagi merelakan dirinya untuk yang lain, ia juga memberitahu mayra tentang jadwal ujiannya, karna setelah ujian berlangsung, ia ingin melaksanakan ijab kobul dengan mayra, adi merasa waktunya sudah tepat, masalah resepsi bisa diatur dikemudian hari, lebih cepat juga lebih baik pikirnya.
โฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธโฅ๏ธ
Sementara mayra menganga kaget mendengar ucapan adi, jujur dirinya masih belum merasa siap, dan tidak yakin jika harus melakukan pernikahan secepat itu, ada banyak pertimbangan yang harus mayra pikirkan lebih dulu, sebelum mengambil keputusan, ia tidak ingin semua keputusannya berakibat fatal nantinya, mengingat dirinya yang sadar akan sifatnya yang masih labil.
Mendengar penolakan mayra, adi merasa kecewa, ia bangkit dari tidurnya, bergerak turun berjalan menuju balkon, melihat hal itu mayra terkejut, tak menyangka bahwa adi akan merasa kecewa dengan ucapannya, ia segera menghampiri adi, berdiri disampingnya dan meminta maaf.
Bukan menjawab perminta maafan mayra, adi justru meminta mayra untuk pergi berganti baju, eksperesinya yang datar membuat mayra tak bisa menolak, karna ia juga tau kalau perdebatan mereka tidak akan ada ujungnya, mayra memilih mengalah dan mengikuti kemauan adi.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Untuk yang kedua kalinya mayra terkejut, melihat baju yang telah adi siapkan, karna bukan baju tidur biasa yang mayra temukan melainkan lingerie, yah...dress berwarna hitam dengan tali spageti yang panjangnya selutut dengan kain yang tipis yang dengan jelas akan menampakkan lekukan tubuhnya jika ia pakai, hal itu membuat mayra bingung, hingga terpaksa ia memakainya juga.
Saat mayra di kamar mandi untuk berganti baju, adi kembali ke kamar, ia duduk bersandar di bahu ranjang, menunggu mayra keluar, beberapa menit kemudian mayra keluar, ia berjalan menghampiri adi dengan ragu-ragu, mayra sangat risih mengenakan baju itu, terlihat jelas saat ia mencoba menutupi dadanya dengan kedua tangannya, tak ingin adi melihat bra merah yang membungkus gundukan kenyalnya.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
"Mayra..aku sangat mencintaimu, tolong jangan tolak cintaku dengan banyaknya pertimbanganmu, aku tau kamu memang butuh waktu yang sangat banyak untuk berpikir, tapi aku tidak siap akan hal itu mayra, ada ketakutan yang mebuatku tak ingin memberikan kesempatan itu, yang nantinya akan membuatmu pergi dariku." jelas adi lembut.
๐๐๐๐๐๐๐
CUPPP.....
Satu kecupan hangat menjadi penutup di akhir penjelasan, tak perlu jawaban, yang pasti sudah ada kejelasan dari setiap kata yang keluar dari lisan seorang insan.
Adi menarik tengkuk mayra, memperdalam ciumannya, membuat mayra memejamkan mata, tak bisa memberontak pikirnya, membuat mayra menerima semuanya.
โคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโค
__ADS_1
Ciuman hangat, semakin menuntut, seolah pembuka acara malam pertama, namun mereka masih bukan sepasang pengantin, yang bisa dengan mudah melakukan hal itu, dalam nikmatnya permainan, adi masih terus mengingatkan dirinya, bahwa masih ada satu tabir yang harus ia singkirkan untuk membuat mayra menjadi miliknya.
Adi semakin mendominasi, mayra juga sudah terhanyut dalam permainan adi, bahkan mayra sudah mengalungkan tangannya di leher dan perut adi, meremasnya lembut merasakan sentuhan-sentuhannya, jangan tanya sudah seperti apa baju mayra saat itu, bahkan gundukan kenyal itu bisa terlihat jelas di balik bra merah, mendapati tali spageti yang sudah melorot di bahunya.
Tangan adi mulai bergerilya nakal, ia menyentuh seluruh tubuh mayra, menjamah lembut setiap incinya, berhenti di dua gundukan kenyal itu dan bermain disana, meremasnya lembut memberi rangsangan ekstra pada mayra, membuat sang empunya mendesah terlena.
"Ssshhhh......mas." leguh mayra.
Mendengar leguhan itu adi semakin bergejolak, rasanya hati dan pikirannya sudah tidak bisa sejalan, apalagi di saat melihat bra mayra yang sudah terlepas, membuat isinya terlihat jelas, juniornys sudah mengeras, bahkan mayra bisa merasakan hal itu, posisi adi yang menindih membuatnya menempel perih.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Pikiran adi sudah terisi penuh dengan imajinasinya, yah..bayangan nikmat saat menyesap pucuk gundukan kenyal itu, dengan *******-******* mayra yang membuatnya semakin bergelora, di tambah aroma manis yang membuat dirinya semakin menggila.
"Andai saja kau sudah jadi istriku mayra, tidak akan aku sia-siakan malam ini." batin adi tersadar.
Adi pergi beranjak dari sana, meninggalkan mayra di posisinya, ia sudah tidak tahan dan ingin menuntaskan juniornya, tak ingin semuanya terlambat, menyadari hal itu mayra terpejam malu, ia segera menutupi dirinya dengan selimut, sudah sering berada di situasi seperti itu.
Adi sesegera mungkin menuntaskan hasratnya di kamar mandi, tak ingin terlalu lama meninggalkan mayra sendiri, kemudian kembali kekamar, menghampiri mayra yang terlelap karna menunggunya.
"Maafkan aku mayra, harusnya aku tidak melakukan ini padamu." batinnya.
Kemudian ikut berbaring di samping mayra, memejamkan matanya dan terbang ke alam mimpinya.
Di sisilain, ada sepasang kekasih yang juga ada di sana, yah..๐
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Alhamdulillah bisa up lagi..
__ADS_1
semoga suka ya, mohon maaf jika ada kesalahan kata dan lainnya, jika kurang berkenan sekali lagi maaf..
Jangan lupa like, fav dan komen jika kalian suka, sebagai penyemangat untuk mom, sekali lagi trimakasih, untuk para readers setia mom.