Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
berdebatan


__ADS_3

di ruang rapat..


"untuk saat ini, jalur impor kita banyak yang yang mengalami perubahan, dengan kesempatan ini , kita juga sedang akan jalankan proyek kali ini.. " ujar salah satu klien yang sudah berdiri di depan layar yang sedang memperjelaskan sedetailnya tentang projectnya dengan yang lainya termasuk dika nasution Abrams yang sudah duduk mendengar penjelasan dari pihak lain


"mengapa harus seperti itu? mengapa kita harus mengubah jalur impor kita ?.. " tanya dika pada salah satu kaliennya dengan wajah datarnya


"karena... hubungan dengan negara kita dengan negara R kurang baik, sehingga pemerintah menyarankan mengganti supplier ... " saut klien itu yang sudah menampakan wajah gugupnya


"karena negara R menutup jalur kita, kita juga tidak bisa menggunakan minyak mentah di negara Y, tapi kenapa kita tidak pakai minyak mentah dari negara k ? kalau begitu,kita hentikan suplai ke negara M, ini akan menjadi masalah besar !.." ujar dika menatap kliennya itu dengan wajah penasarannya


"tapi kita bisa beli minyak dari beberapa negara sekaligus . . " saut klien itu yang sudah merasa bingung sembari menggaruk lekul lehernya yang tak gatal


"bukankah biayaya akan lebih tinggi. .?.. " tanya dika yang sudah menatap klien itu dengan tatapan dinginya


yang membuat salah satu kalienpun ikut bicara dan protes

__ADS_1


"apakah kita mau putus hubungan bisnis dengan wilayah M? atau kita akan menghentikannya produksi minyak? meskipun demikian, tapi pemerintah kita takut terhadap negara R? ..


yang membuat dika pun yang mendengar itu sangat sedikit kesal yang sudah beranjak bangun dari duduknya


"proyek tetap harus berjalan! masalah diplomasi adalah urusan pemerintahan, bukan urusan kita, justru dalam keadaan begini, bisa menjadi peluang untuk kita.. " ujar dika dengan suara tegasnya menatap beberapa kliennya dengan dinginya yang sudah terdiam terpaku mendengar keputusan dari dika nasution Abrams yang terbilang sangat menyeramkan dalam berbisnis


beberapa jam kemudian..


akhirnya rapat pun bubar dan dika pun dengan rasa terburu-burunya melangkah berjalan meninggalkan beberapa kaliennya yang masih berdiri diluar pintu depan ruang rapat dengan wajah mereka yang sudah sangat sedikit lega dengan masalah proyek tadi


"Eksklusif dika.. semuanya ada disini , bagaimana kalau kita makan bersama? .. " tanya salah satu rekannya yang sudah menyusul mengejar dika berjalan


"lain kali saja hari ini... " yang membuat dika pun langsung berhenti melangkah dan menoleh kearah rekannya yang mengingat sesuatu di kepalanya


"ohh.. iya, bagaimana dengan tugas yang aku berikan padamu.. " tanya dika pada rekannya yang sudah berdiri di hadapannya

__ADS_1


"ah! tentang putri tertua dari direktur budi? . . " saut rekannya yang sedikit Terkejut


"iya, apa kau sudah menemukan sesuatu?.. " tanya dika dengan wajah penasarannya menatap rekannya itu


"ya, ibu kandungnya masih hidup . .


" benarkah?


"iya, sekarang dia tinggal ditempat perawatan khusus, setelah pak budi menikah lagi dengan nyonya Ratih , jeje dan ibunya tinggal bersama, suatu hari ibunya kena penyakit langka, jadi tinggal di perawatan khusus, dan jeje tidak punya rumah lagi , jadi kembali ke keluarga budi , nyonya Ratih sangat membencinya, tapi dia tidak bisa mengubah keputusan pak budi, jadi mereka tinggal bersama.. " ujar rekannya itu yang sudah memberitahukanya tentang masa lalunya jeje


" ohh.. begitu rupanya.. " saut dika yang sudah membalikan tubuhnya


"kenapa begitu perhatian sekali terhadap jeje? apakah ada alasan khusus..? tanya rekannya itu dengan wajah penasarannya yang sudah melihat dika melangkah berjalan masuk kedalam lift khusus yang sudah terbuka lebar


"aku hanya ingin tahu lebih banyak tentang dia .. "saut dika yang sudah menatap rekannya dengan tatapan dinginya yang membuat rekannya pun sangat terkejut yang masih berdiri menatap dika yang sudah tertutup dengan pintu lift

__ADS_1


"hah! apa!!


__ADS_2