Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
kembali pulang


__ADS_3

30 bulan kemudian..


akhirnya jeje pun menyeselesaikan studi dan tugasnya dinegara jepang dengan penampilan yang sedikit berbeda dari sebelomnya yang kelihatan begitu peminim dan cantik , yang saat ini sudah berada di kantornya seperti biasanya


"apa? kenapa harus Aku? " tanya jeje yang sedikit terkejut melihat menejernya itu yang masih sama sebelomnya tidak berubah dan bahkan statusnya pun masih menduda sampai saat ini


"iya, jeje.. " saut yudi dengan Suara khasnya menatap karyawannya itu yang masih berdiri disamping mejanya


"menejer, kau tahu sendiri Aku masih belom bisa sampai saat ini? "protes jeje dengan wajah bingungnya menatap menejernya itu, namun dengan tiba-tiba ponselnya pun berbunyi diatas mejanya tapi jeje menghiraukannya yang masih fokus dengan permintaan menejernya itu kepadanya


" sebaiknya lihat dulu diagram desainnya , jika kau tidak puas , Aku akan mengantarnya kembali! "saut yudi sembari membenarkan kacamatanya menatap anak buahnya itu yang sedikit terganggu oleh ponsel jeje yang dari tadi berbunyi terus diatas mejanya


"sudahlah, ponselmu terus berbunyi dari tadi, sebaiknya kau cepat angkat saja , Aku pergi dulu! " saran yudi yang sudah membalikan tubuhnya meninggalkan jeje dimeja kerjanya , yang membuat jeje pun tersadar dengan ponselnya diatas mejanya dengan rasa penasaranya jeje pun langsung mengangkat nomor tak dikenal itu


"halo.. ini kantor arsitek dragon li , Aku jeje janey, apa yang bisa kami bantu? " tanya jeje disebrang Sana dengan suara promalnya, yang membuat dika pun tersenyum senangnya mendengar mantan istri +kekasihnya itu


"jeje janey.. ! " sapa dika dengan suara khasnya, yang membuat jeje pun terkejut bukan main mendengar mantan suami +kekasihnya itu

__ADS_1


"ah!.. kau...


" ini aku dika mantan suamimu +kekasih kontrakmu, apa kabar, apa kau baik-baik saja? "ujar dika dengan suara rasa rindunya disebrang Sana


" aku, lumanyan baik!" saut jeje singkat dengan rasa gugupnya disebrang Sana


"syukurlah, aku hanya ingin mengajakmu makan di luar apa kau bisa? " ajak dika dengan suara khasnya disebrang Sana yang membuat jeje pun sedikit terkejut dengan wajah bengongnya


"ah..


" baiklah.. "saut jeje singkat, yang membuat dika pun tersenyum senangnya disebrang Sana


" oke , kalau begitu kita bisa bertemu direstoran pertama kali kita jumpa? "ujar dika dengan rasa bahagia bercampur rindu selama 30 bulan ini, yang pergi begitu saja semenjak kontrak itu habis yang membuat dirinyapun seperti orang gila yang kesepian disaat jeje pergi ke negara jepang


beberapa jam kemudian..


jejepun sudah sampai direstoran disaat pertama kalinya membuat perjanjian bersama mantan suaminya itu yang penuh penekanan, yang sudah berjalan masuk dengan rasa rindunya melihat mantan suaminya itu yang sudah duduk menunggunya

__ADS_1


"hai, kau baru datang? " tanya dika yang sudah tersenyum manis kepada jeje yang dibilang lebih pangling dari sebelomnya


"iya, apa kau juga datang lebih awal? atau sudah lama menunggu? " tanya jeje dengan suara khasnya sembari berjalan dan duduk dimeja makannya


"hehe.. tidak, cuman ingin cepat datang saja.. "saut dika yang sudah tersenyum salah tingkahnya


" ohh iya , aku sudah memesan belut , bukankah kau suka belut kan? "ujar dika dengan rasa senangnya menatap mantan istrinya itu , yang membuat jejepun sedikit terkejut mendengar perkataan dika kepadanya


"kau masih ingat makanan kesukaanku? aku pikir kau sudah lupa? "tanya jeje balik dengan wajah bengongnya


"apakah sudah setengah bulan sejak kembali dari studi lanjutan? " saut dika yang sudah tahu sebelomnya tentang jeje yang sudah datang kenegaranya yang membuat lagi-lagi jeje pun terkejut dengan mata melototnya


"bagaimana kau bisa tahu? " tanya jeje yang sudah menampkan wajah penasaranya


"aku sudah tahu soal itu semenjak kau kembali! " saut dika yang bicara apa adanya


"kau ternyata seorang penguntitnya? " sindir jeje yang sudah mengkerutkan matanya menatap dika

__ADS_1


__ADS_2