Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
pulang bareng


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


menujukan pukul 9:30 malam ๐ŸŒƒ jeje dan Yudi pun yang sudah selesai dengan makan malamnya langsung berjalan keluar restoran dengan wajah senangnya


"baiklah, sudah malam apa sebaiknya aku mengantarmu dulu.. " tanya yudi menatap jeje yang sudah berdiri dihadapannya


"tidak perlu, aku bisa sendiri naik taksi online , lagian ini belom larut banget ! " tolak jeje dengan lembut


"bukankah, arah pulang kita sejalan, kan? " tanya yudi menatap jeje dengan wajah herannya


"menejer aku lupa memberitahumu ? aku sudah pindah rumah? " saut jeje ramah


"kenapa? apakah rumah lama sudah dikosongkan?" tanya yudi dengan wajah penasarannya


"akan segera di kosongkan, jadi sementara waktu aku pindah kerumah teman .. " saut jeje yang sudah menampakan wajah senyum kikuknya


"owh.. begitukah, dan dimana rumah temenmu itu? " tanya yudi yang semakin penasaran dengan jawaban jeje yang tidak memuaskan itu


"menejer tak usah khawatir, rumah temenku masih sekitar kota ini, aku tidak mau merepotkan menejer! " pinta jeje dengan suara khasnya yang membuat yudi pun terdiam sejenak dengan wajah pasrahnya


"baiklah, aku mengerti! sampai ketemu besok di kantor ! kau juga berhati-hati dijalan! " ujar yudi pamit sembari melambaikan tangannya yang berjalan pergi menuju parkiran mobil


"baik, sampai jumpa! menejer juga hati-hati dijalan ! " saut jeje yang sudah melambai tangannya menatap punggung menejer itu yang sudah berjalan pergi dari pandangannya, yang membuat jeje pun terdiam sejenak yang masih berdiri dengan pikiranya namun dengan tiba-tiba jeje pun menoleh kearah belakang yang sudah menyadari sesuatu dengan wajah dinginya , melihat suami kontraknya itu bersama wanita lain yang sudah berjalan keluar dengan santainya


tak... tak... tak...


yang membuat dika pun yang sudah melihat istri kontraknya itu dengan segera berjalan menghampirinya yang sudah berdiri sejajar denganya, yang membuat jeje pun dengan sadar ingin langsung menghindar dari samping dika, tapi dengan cepat dan singgap dika pun langsung merangkul pundak jeje agar tidak pergi dari sampingnya yang membuat jeje pun langsung menoleh kearah suaminya itu dengan wajah terkejutnya


"diam, dan jangan bergerak! " pinta dika dengan tatapan dinginya sembari menunggu wanita yang bersamanya tadi pergi dari pandangannya yang sedang menunggu jemputnya , yang membuat jejepun menoleh melihat wanita itu dengan juteknya menatap dirinya yang sudah melipat kedua tangannya didadanya


tak berselang lama..


ciiiitttt.... (suara mobil)


jemputan wanita itu pun tiba pas didepannya sembari melirik jeje dengan judesnya dan berjalan masuk kedalam mobilnya yang sedikit kecewanya dan mobil itu pun pergi dari pandangan mereka berdua


vrromm... brommmm.... (suara mobil)


yang membuat jeje pun hanya bisa terdiam dengan wajah bingungnya melihat suaminya itu yang sudah melepaskan pundaknya tak berselang lama mobil jemputan pun datang pas didepannya


ckitttt... (suara mobil)


"masuklah.. " pinta dika yang sudah membukakan pintu mobilnya yang membuat jeje pun tak bisa berkata apa-apa hanya bisa pasrah berjalan masuk kedalam mobilnya dengan wajah diamnya

__ADS_1


bramm.. (suara pintu mobilnya)


"aku saja yang bawa mobil! " pinta dika pada supirnya itu


"baik, tuan.. " saut supir itu sembari menundukan wajahnya sedikit sembari melihat majikanya itu yang sudah masuk dan duduk kedalam mobilnya


bramm.. (suara pintu mobilnya)


"apa kau tidak minum bir " tanya jeje sembari menoleh melihat suaminya itu yang sudah duduk sembari memakai sitbelnya


klik...


"aku adalah figur publik ! " saut dika singkat


"magsudmu kau adalah pegawai pemerintah? " tanya jeje yang sudah menampakan wajah penasarannya


"aku tidak minum, bagi orang seperti ku, perbuatan melanggar hukum sekecil apapun tidak diperbolehkan! " saut dika dengan wajah datarnya sembari melanjukan mobilnya dengan kecepatan sedang


"oh, begitu! " ujar jeje singkat sembari menoleh kearah lain melihat pemandangan diluar sana


"mengapa tidak bilang dari awal kalau kau bersama menejer Yudi? " tanya dika sembari fokus melihat arah depan yang sedang pengemudi


"ini adalah hal yang tidak perlu dijelaskan Sedetail itu, bukan? "saut jeje dengan suara malasnya yang membuat dika pun sedikit melirik istrinya itu dengan wajah dinginnya


"apa yang harus aku katakan! "saut jeje dengan wajah datarnya


"aku ingin dengar! " ujar dika yang masih kukuh


"kau tidak akan senang jika mendengarnya! " saut jeje terdiam sejenak dengan pikirannya


"sepertinya hal yang membuat perasaanmu menjadi baik, dari sebelumnya.. " sindir dika dengan rasa kecurigaannya


"apa kau juga harus mendengarnya? " tanya jeje yang sudah menoleh melihat suaminya itu dengan wajah seriusnya


"sepertinya aku semakin penasaran saja, disaat kau menjawab 1 patah 2 patah saja.. " ujar dika sembari menoleh pada istrinya itu dengan wajah datarnya


"sebenarya menejer Yudi ingin memperkenalkan aku sama sepupunya itu..? " saut jeje dengan wajah malasnya yang membuat dika pun sedikit terkejut


"hah, benarkah ? jadi? . . " tanya dika yang sudah menaikan halisnya menatap istrinya itu sesekali


"ya, aku menolaknya? " saut jeje yang sudah buang muka kearah lain


"mengapa? " tanya dika sembari mengkerutkan halisnya

__ADS_1


"bukankah itu akan melanggar kontrak kita! " cetus jeje dengan wajah juteknya


"bagaimana jika tidak ada kontrak diantara kita? apa kau akan menerimanya? " tanya dika yang sudah menampakan wajah seriusnya sembari mengemudikan mobilnya dengan hati-hati


"ehmm.. aku tidak tahu! " saut jeje dengan wajah diamnya


"oh.. iya, apa kau tidak penasaran siapa orang yang makan bersamaku tadi? " tanya dika yang ingin tahu tanggapan istrinya itu pada dirinya yang super cuek itu


"tidak sama sekali! " saut jeje singkat, yang membuat dika pun langsung menghelang nafas beratnya


" uhu ~~~ini sangat disayangkan, aku mengira kau memiliki sedikit perhatian terhadapku! " cetus dika dengan rasa kecewanya mendengar dari mulut istirnya itu


beberapa menit kemudian..


mereka pun yang sudah sampai di apartemen dan berjalan masuk menuju lift khusus yang membuat dika pun langsung menggandeng tangan istrinya itu dan menggengam begitu erat yang membuat jeje pun langsung menoleh pada suaminya itu


ting.. (suara lift terbuka)


"apa hari ini kau akan menginap disini? " tanya jeje dengan wajah penasarannya yang membuat dika pun langsung menoleh melihat istrinya itu dengan wajah datarnya


"iya.. " saut dika singkat


ting... (suara lift terbuka)


yang membuat jeje pun yang mendengar itu sedikit was-was dan gelisah dengan wajah bengong ya, yang sudah berjalan menuju kamar apartemennya


tak... tak... tak...


beberapa menit kemudian..


dika dan jeje pun yang sudah berada di kamarnya yang sedang membantu suaminya itu yang sedang membuka bajunya yang ingin mandi dengan sengajanya dika pun melepaskan jas dan dasinya yang sudah diberikan pada istrinya itu , namun dengan ragu-ragunya jeje pun yang ingin membalikkan tubuhnya tak sengaja melihat suaminya itu yang sudah membuka kemejanya yang sudah memperlihatkan bidang tubuhnya yang begitu alentis


"eh? tunggu! "jangan buka dulu sebaiknya aku keluar kamar dulu? " pinta jeje yang sudah menampakan wajah (โ„โ„โ€ขโ„ฯ‰โ„โ€ขโ„โ„) malunya yang sudah membalikan tubuhnya begitu cepat dan bergegas berjalan keluar, namun dengan cepat dika pun berteriak dengan wajah datarnya


"tunggu! berikan aku teh apa saja asalkan jangan kopi . . " pinta dika sembari melihat punggung istrinya itu yang sudah berjalan teburu-buru


"baik.. " saut jeje yang terus berjalan dengan kikunya tanpa menoleh kebelakang lagi , yang membuat dika pun yang sudah melihat ekpresi istrinya itu langsung tersenyum licik


"ckkk...


brukkk.... (suara pintu)


"jika memang benar dia akan tidur disini. .? berarti aku harus tidur bersamanya dalam satu selimut ? ya, ampun aku harus bagaimana? kenapa aku bisa gugup begini, ya Tuhan apa yang harus aku lakukan menghadapi laki-laki itu yang sudah menjadi suami kontraku?... (batin jeje) dengan hati gelisah dengan pikiran gulandahnya dengan cepat berjalan menuju dapur

__ADS_1


__ADS_2