Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
dua hati terpendam dengan diamnya


__ADS_3

"kapan kau akan pergi? " tanya jeje kepada suaminya itu


"kenapa apa kau tidak suka padaku? " saut dika yang sudah menoleh menatap istrinya itu


"aku cuman ingin tahu apakah kau bisa tinggal denganku sampai Lusa, mungkin aku akan sedikit senang Karena ada laut ditempat seperti ini! " ujar jeje yang tersenyum tak biasanya dengan suara manisnya kepada suaminya itu yang membuat dika pun langsung menaikan halisnya menatap istrinya itu


"apa sekarang matahari terbit dari barat ? sepertinya aku harus memindahkan rumahku kesini? "sindir dika yang tersenyum kepada istrinya itu namun dengan tiba-tiba dika pun langsung menatap lurus dengan wajah seriusnya kearah laut


"sebenarnya , ada yang ingin kutanyakan kepadamu ? " ujar dika dengan suara khasnya yang membuat jeje pun langsung menoleh dan menatap dengan seriusnya kepada suaminya itu


"tanya soal apa? "saut jeje yang langsung terdiam sembari menatap suaminya itu dengan wajah sedikit penasarannya


"jika kontrak berakhir , aku ingin tinggal bersamamu lagi , apakah kau setuju? "tanya dika dengan seriusnya yang tak berani menatap istrinya itu, hanya bisa menatap lurus dengan wajah datarnya, yang membuat jeje pun terdiam sejenak dengan bingungnya bercampur senangnya didalam hatinya yang sudah dag, dig, dug, di dalam Sana , namun dalam sekejap perasaan itu jeje tepis dengan statusnya saat ini yang sudah tertuduk dengan rasa kecewanya kepada dirinya

__ADS_1


"lebih baik aku tidak bertanya.. apa yang harus aku jawab.. ya tuhan!.. (batin jeje) yang sudah menampakan wajah murungnya, namun dengan cepat dika pun langsung membalikkan tubuhnya sembari memegang kedua lengan istrinya itu yang sudah berhadapan dengannya yang begitu lekat


"kenapa kau malah diam begitu? kau belom menjawab pertanyaanku, aku bertanya sekali lagi, maukah kau tinggal bersamaku lagi? " tanya dika dengan wajah seriusnya menatap istrinya itu dengan wajah berharapanya, yang membuat jeje pun mengadahkan wajahnya menatap suaminya itu dengan bingbangnya


"bagaimana cara mengantakannya? apa yang aku ingin kan? apa bilang aku setuju? "(batin jeje) dengan diam sejenak dengan pikiranya


"tidak! "saut jeje singkat yang membuat dika pun terkejut dengan wajah bengongnya mendengar ucapaan istrinya itu barusan, yang membuat dirinya pun sudah amat kecewanya dengan jawaban jeje kepadanya , yang membuat dika pun terdiam dan tak bertanya lagi dengan pikiranya yang sudah kemana-mana , hanya bisa pasrah dengan apa yang diucapkan jeje kepadanya sama halnya dengan jeje hanya bisa terdiam dengan pikiranya yang sudah amat bingung dan kecewanya dengan diamnya


1 minggu kemudian..


"kau tidak perlu kerja lembur hari ini, kan? " tanya dika kepada istrinya itu di sebrang Sana


"tidak, aku akan pulang seperti biasanya! "saut jeje yang sudah berada didalam toiletnya dengan suara pelannya

__ADS_1


"ayo, aku ingin mengajakmu keacara musical! " ajak dika di sebrang Sana dengan antusiasnya


"apa itu phatom of opera? " tanya jeje yang sudah mengkerutkan matanya mendengar ucapaan suaminya itu


"ya, benar bagaimana kau tahu? " saut dika yang sudah mengkerutkan halisnya mendengar itu


"aku pikir aku tidak bisa pergi, menejer bilang dia akan menonton pertunjukan yang sama ! " tolak jeje dengan suara khasnya memberitahukan alasanya kepada suaminya itu


"terus memangnya kenapa? " saut dika yang sudah merasa sedikit kecewanya kepada istrinya itu


"apa kau tidak tahu, aku takut dia mungkin akan melihat kita berdua, bukankah itu tidak pantas! " cibir jeje di sebrang Sana


"apa kau tidak mau terlihat bersamaku? baiklah kalau begitu ,ayo sebaiknya kita berpergian jauh dari kota ini bersamaku !aku sudah memutuskannya!" saut dika yang sudah merasa kesal kepada istrinya itu, yang membuat jeje pun langsung menghelang nafas beratnya mendengar ucapaan suaminya itu

__ADS_1


"uhu~~apa kau tidak pulang hari ini? "tanya jeje yang mengalihkan topik yang membuat dika pun amat kesal dan Marah kepada istrinya itu yang terlalu peka


"tidak akan! " triak dika di sebrang Sana, yang membuat jeje pun sedikit terkejut sembari menjauhkan ponselnya dari telinganya


__ADS_2