
"hentikan! aku mau ganti baju! " saut jeje dengan wajah terkejutnya langsung menghempaskan pegangan tangan suaminya Itu dari lengannya , yang membuat dika pun langsung tersenyum licik yang langsung dengan cepat memegang kedua bahu istrinya Itu untuk duduk lagi diatas sofá nya
"jangan bergerak, cukup menarik memikirkan apa mau aku melepaskan jubahmu atau tidak! " pinta dika dengan senyum nakalnya menatap istrinya Itu yang membuat jeje pun terdiam mengikuti apa kata suaminya Itu yang sudah duduk dengan wajah datarnya
"bukankah kau punya pengunjung yang harus diurus? " tanya jeje dengan wajah malasnya
"kerabat Dan tamu berkumpul ditempatku, apa kau ingin pergi kesana? " saut dika dengan santainya sembari membuka mantelnya Dan menaruhnya diatas sofanya begitu saja
"kemana? " tanya jeje dengan wajah bengongnya
"tempat tuan budi! " saut dika yang sudah duduk disamping istrinya Itu
"tidak! " tolak jeje dengan wajah malasnya
"kenapa tidak? " tanya dika yang sudah menatap istrinya Itu
"lagi pula mereka tidak Akan senang, aku tidak Ada alasan untuk mengunjungi mereka ! "saut jeje dengan wajah datarnya
"apa nyonya ratih masih membuatmu kesal, lagi? "tanya dika yang sudah duduk dengan santainya menatap istrinya Itu sembari memainkan ujung rambut istrinya dari belakangnya
"sudah lama aku tidak melihatnya, sekarang dia tidak membuat ku kesal , tapi jika aku melihatnya lagi , aku nyakin kami berdua tidak Akan senang, kalau bisa aku tidak ingin bertemu dia lagi! "saut jeje dengan suara cetusnya yang sudah menampakan tatapan tak sukanya mengingat ibu tirinya Itu..
"lalu apa yang kau lakukan sejak kemarin? " tanya dika dengan wajah penasaranya menatap istrinya Itu yang sudah amat geregetan ingin memeluknya yang tertahankan
"aku hanya bermalas-malasan diatas ranjang, lalu aku ketiduran sampai sore , Dan aku baru saja abis mandi , sembari memakai krim pelembab kekulitku ! " saut jeje yang apa adanya sembari mengibaskan rambutnya yang setengah basah kearah belakangnya yang membuat dika pun semakin menatapnya begitu lekat pada istrinya Itu
"krim pelembab? " ujar dika dengan pikiran gesreknya
__ADS_1
"Iyá, kulitku kering jadi aku memakai nya.. " saut jeje dengan wajah datarnya
"benarkah? aku tidak tahu kalau kau punya kulit kering? " tanya dika yang semakin cerewet Dan senang bertanya pada istrinya Itu yang mulai bicara banyak padanya
"Hehehe.. oh Iyá, apa kau sudah makan ? " tanya dika lagi dengan wajah senangnya
"sudah, sebelom aku mandi! " saut jeje menatap suaminya Itu yang cerewet yang dari tadi ngajak bicara terus tanpa berhenti
"apa Itu sup kue beras ketan?" tanya dika menatap istrinya Itu yang sudah beranjak bangun dari duduknya sembari melihat meja makan
"bukan, lagian aku sendirian , aku hanya membuat mie udon saja! " saut jeje yang sudah beranjak bangun dari duduknya
"ini tahun baru! hanya mie udon saja tidak ada menu lainya? ini tidak masuk akal! kalau kau tidak bisa memasaknya kenapa tidak pesan restoran saja? " saran dika menatap istrinya Itu
"mie udon mudah membuatnya, lagian Itu tidak perlu,pesan makanan terlalu banyak hanya untuk Satu orang saja! " tolak jeje dengan wajah protesnya menatap suaminya Itu yang banyak permintaan
"aku ingin menonton film, aku sudah memesan tiketnya! " saut jeje menatap suaminya Itu dengan wajah datarnya
"film? kapan kau memesan tiketnya? " tanya dika dengan wajah penasaranya
"barusan ,sebelom kau masuk Keapartemen ini? " saut jeje dengan suara khasnya
"baiklah kalau begitu , ayo kitA pergi kebioskop? " ujar dika dengan wajah senangnya yang membuat jeje pun langsung terdiam menatap suaminya Itu
"apa kau serius ingin pergi denganku? " tanya jeje dengan wajah seriusnya
"apa kau tidak mau aku ikut denganmu? " saut dika dengan wajah kecewanya
__ADS_1
"magsudku, bukan begitu , aku pikir kau tidak Akan bisa? " ujar jila dengan wajah protesnya
"kenapa aku tidak bisa? " tanya dika yang sudah mengkerutkan halisnya dengan wajah bingungnya
"apa kau tidak takut, nanti Ada beberapa kenalanmu melihat kita? "tanya jeje menatap suaminya Itu yang pura-pura pikun
"kenalan? siapa? " saut dika yang amigung
"ckk.. siapa saja yang mungkin mengenalmu atau junarlismu barang kali! " ujar jeje dengan rasa kesalnya menatap suaminya Itu yang terlalu peka
"apa kau perduli tentang Itu? " saut dika dengan suara khasnya
"aku pikir kau Akan lebih perduli dari pada aku! "ujar jeje dengan wajah juteknya
"aku sama sekali tidak perduli Hal Itu, kau juga tidak usah, banyak berpikir! " ujar dika dengan suara tegasnya
"bukankah kau bilang banyak tamu mengunjungimu? apa kau benar-benar bebas untuk pergi? " tanya jeje untuk memastikanya pada suaminya Itu
"tidak masalah, sebaiknya kau cepatlah.. " pinta dika menatap istrinya Itu
"baiklah, kalau begitu aku ganti baju dulu! " ujar jeje yang sudah membalikan tubuhnya sembari mengambil krim pelembab nya diatas mejanya Dan membawanya kedalam kamarnya
tak berselang lama..
jeje pun yang sudah masuk kedalam kamarnya dengan cepat melanjutkan lagi mengolesi krim Pelembabnya kearea bahunya Dan mengosoknya secara perlahan beberapa kali yang sudah melepaskan jubahnya sedikit,namun dengan tiba-tiba dika pun datang dari arah belakangnya yang sudah memeluknya yang begitu erat sembari menciumi lekuk leher istrinya Itu yang begitu lembut Dan wangi yang membuat jeje pun terkejut dengan mata melototnya
"bagaimanapun juga... sekarang ini kau sedang telanjang didepanku . . benar bukan? " ujar dika dengan suara lembutnya tersenyum nakal menatap istrinya Itu dari pantulan cermin yang Ada dihadapanya, yang membuat dika pun dengan perlahan ingin melepaskan jubah istrinya Itu namun dengan cepat jeje pun langsung menahan dengan tangannya
__ADS_1
"bukankah Kita Akan pergi menonton film? " saut jeje dengan wajah gugupnya yang sudah semu merah di pipinya Itu