Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
kedua perasaan semakin rumit


__ADS_3

"halo, ya, Ada apa? "tanya jeje yang sudah terdiam sembari mendengar suara suaminya itu disebrang sana


"sekarang cepatlah pulang! " pinta dika dengan disebrang sana, yang membuat jeje pun langsung mengkerutkan halisnya mendengar perkataan suaminya itu


"kau ini aneh sekali, ini masih waktunya jam kerja! " protes jeje kepada suaminya itu , yang membuat dika pun tak mau ambil pusing


"apa perlu aku menelepon menejermu sekarang juga? " ancam dika dengan suara tegasnya disebrang sana yang membuat jeje pun langsung memijat keningnya yang sedikit pusing


"baiklah, aku mengerti kau selalu mengancamku! " cetus jeje yang langsung mematikan ponselnya dengan wajah kesalnya bercampur rindu kepada suaminya itu didalam hatinya paling dalam yang beberapa hari ini tidak berjumpa dengannya, dan jeje pun akhirnya mengalah dan bergegas sembari merapihkan barang-barangnya diatas mejanya dan Beranjak bangun dari duduknya dan berjalan pergi keruang menejernya


1 jam kemudian...


tak... tak... tak..

__ADS_1


jejepun masuk kedalam apartement nya yang sudah melihat suaminya duduk dengan santainya diruang tivi sembari meminum anggurnya , yang membuat jeje pun langsung berjalan menghampiri suaminya itu


"ayo, kita bicara! " pinta jeje kepada suaminya itu


"lepaskan pakaianya mu! "pinta dika balik kepada istrinya itu yang sudah berdiri dihadapanya


"jangan lakukan itu dika! " protes jeje dengan suara khasnya yang membuat dika pun sangat amat kesal dan geregetan di tangannya yang sudah memegang gelasnya yang begitu kuat


"diam. lepaskan pakaianya mu! aku mau melakukan ini! " bentak dika yang sudah menaruh gelasnya dan menarik tangan istrinya itu dari dekapnya yang begitu kasar yang membuat jeje pun sedikit terkejut


brukk...


dan mereka pun terdiam sejenak yang sudah saling tatap dengan perasaan dan pikiran mereka masing-masing

__ADS_1


"aku.. tidak apa-apa, jadi kau tak perlu khawatir tentang itu! " ujar jeje dengan suara pelannya menatap suaminya itu yang sudah Ada diatas tubuhnya sembari merangkul pundak suaminya itu dengan tatap diamnya , yang membuat dika pun langsung beranjak bangun dari tubuh istrinya itu dan pergi meninggalkan apartmentnya begitu saja , dan jeje pun hanya bisa terdiam pasrah dengan sikap suaminya yang begitu dingin terhadapnya


pagi pun tiba..


tak seperti biasanya jeje pun sedang memasak didalam dapurnya yang begitu sibuknya , tak berselang lama dika pun mulai datang lagi seperti biasanya berkunjung melihat istrinya itu yang sudah berjalan kearah dapur dengan tatapan herannya


"apa yang kau lakukan? " tanya dika kepada istrinya itu yang sudah berdiri di belakangnya , yang membuat jeje pun langsung menoleh melihat suaminya itu


"hai, kau sudah datang! " saut jeje yang tersenyum senangnya sembari mengiris bawang merah di tangannya , yang membuat dika pun langsung mengkerutkan halisnya melihat celelemek yang dipakai istrinya itu


"apa magsudnya dengan celemek ini? " tanya dika kepada istrinya itu yang mengingat kenangan bersamanya ,


"kita makan siang sama-sama yah? " saut jeje yang sudah mengalihkan topik bembicaraan kepada suaminya itu

__ADS_1


"bukankah kau tidak bisa memasak? itu tidak tertulis dikontrak kan? "tanya dika yang masih berdiri menatap punggung istrinya itu dengan wajah sedikit herannya


"meskipun aku juga tidak bisa membuat apa-apa, apa salahnya sesekali aku masak boleh donk, aku ingin membuatkan makanan untukmu! " saut jeje yang bicara ala kadarnya yang sudah tersenyum senangnya, yang membuat dika pun tak banyak bicara lagi hanya bisa menatap punggung istrinya itu dengan tatapan rasa rindunya yang tertahankan


__ADS_2