Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
percakapan antara mertua dan calon mantu


__ADS_3

"aku benar-benar minta maaf, karena aku sakit , aku harus melihat pacar jeje dirumah sakit " ujar nur yang sudah semua merah dipipinya dengan wajah malunya dengan perkataan kekasih anaknya itu


"tidak, seharusnya aku datang melihatmu lebih awal, akulah orang yang seharusnya merasa menyesal! " saut dika dengan rasa tak enak hatinya kepada mertuanya itu


"jadi, selanjutnya apakah kalian sudah memutuskan ingin menikah? " tanya nur yang sudah menatap calon mantunya itu dengan wajah berharapnya


"selama nyonya menyetujuinya , aku ingin menikahi jeje? " saut dika dengan seriusnya menatap mertuanya itu yang sudah menempuk pelan tanganya yang membuat ina pun sangat terkejut dengan sekilas memperhatikan cincin yang dika pakai itu


"ah? ternyata mereka sudah memakai cincin dengan desain yang sama, sungguh rerasi sekali bukan? "ujar ina dengan suara amat bahagianya melihat pasienya itu yang sudah amat senang yang sudah tersenyum lebar mendengarnya


"oh, begitukah? baiklah, aku mengerti sekarang? jeje tidak memiliki pacar sebelumnya, jadi kau nak yang paling pertama menjadi kekasihnya ? " ujar nur yang sudah memberitahukan status anaknya pada calon mantunya itu dengan suara seraknya


"jangan khawatir, mengenai jeje, aku akan selalu menjaganya? "saut dika dengan suara lembutnya menatap mertuanya itu yang masih memegang tanganya

__ADS_1


"jeje, memang sedikit tertutup... tapi dia gadis berhati baik! " ujar nur sembari melepaskan pegangan tanganya


"yah, aku tahu! " saut dika singkat


"jeje sangat ceria dan ramah disaat dia masih kecil dulu, itu hanya karena penyakitku yang membuat jadi sangat khawatir. . " ujar nur yang sudah menudukan wajahnya yang sedikit merasa bersalahnya pada anaknya itu, yang membuat jeje pun langsung protes pada ibunya itu


"ibu, kumohon jangan bicara seperti itu!...


"baiklah, ibu mengerti, tidak akan mengatakan itu lagi! "saut nur yang sudah tersenyum melihat anaknya itu yang samar-samar


"tentu saja, aku akan selalu mencitai dia dan tidak akan pernah membuatnya menyesal dimasa depan ! " saut dika yang sudah tersenyum dengan wajah seriusnya menatap mertuanya itu yang sudah memulai meraba tanganya calon mantunya itu


"bolehkah aku melihat wajahmu nak? aku sangat ingin melihat wajahmu sekali saja? " pinta nur yang sudah meraba-raba tanganya kearah lengan calon mantunya itu , namun dengan cepat jeje pun langsung menahan dengan tanganya yang sudah memegang tangan ibunya itu

__ADS_1


"ibu jangan lakukan itu! " pinta jeje dengan suara pelannya , yang membuat dika pun langsung berjongok sedikit mendekati wajahnya kearah mertuanya itu


"silahkan, nyonya rasakan wajahku untuk memeriksa jika anda puas, aku mengijinkannya? " ujar dika yang sudah menyodorkan wajahnya didepan mertuanya itu yang sudah mulai meraba dengan seksama


"jeje, terlalu keras kepala, dan mungkin kadang-kadang kehilangan kesabarannya...


" iya,memang benar jeje agak keras kepala! "ujar dika dengan sengajanya memotong kalimat mertuanya itu sembari melirik istrinya itu dengan sindiranya


" yah.. memang benar..


"tapi dia sangat cantik nyonya? " saut dika yang sekali lagi memotong kalimat mertuanya itu yang sudah menatapnya dengan wajah seriusnya


"hahaha... terimakasih banyak! walaupun dia keras kepala, dia tidak menyakiti orang lain, aku mengatakan begitu bukan berarti dia putriku, tapi karena dia benar-benar berhati baik, walaupun tidak ada seorang ibu yang akan mengatakan bahwa putrinya tidak berhati baik, aku harus tekankan kalau jejeku berhati baik ! " ujar nur pada calon mantunya itu yang sudah menatapnya yang begitu dalam memberitahukan jati diri anak satu-satunya , yang membuat dika pun terdiam sejenak dengan tatapan terharunya

__ADS_1


"yah, anda benar nyonya? " saut dika dengan suara pelannya , yang membuat jeje pun berdiri terdiam memperhatikan mereka berdua dengan tatapan kosongnya


__ADS_2