
di tempat lain...
bukkk... baakkk... bukkk...
"ugh..ahhh...tolong lepaskan aku... ughh.. uhu.. uhu.... " pinta zaki yang sudah menahan kesakitannya di sekujur tubuhnya, dan di area wajahnya yang sudah memar dan bekak
tap... tap.. tap..
"aku sudah memberimu hidup yang layak, tapi kau seperti anjing yang berani menggigit tuanya sendiri?.. " ujar Ratih yang sudah berjalan menghampiri budaknya yang sudah tersungkur dibawah kakinya yang abis di pukuli oleh beberapa suruhannya
"nyonya buka seperti itu, aku....
"bungkam mulutnya itu .. " pinta Ratih kepada beberapa suruhannya yang sudah menggeretakan giginya untuk mengahajar laki-laki itu yang belom puas sampai babak belur tak berdaya
"ampun nyonya.. uuhhh...
bukk... bakkk... bukkk....
beberapa menit kemudian..
zaki pun yang sudah terkapar lemas dengan wajahnya yang tidak seganteng dulu hanya bisa pasrah dengan hatinya yang sudah sedikit perih dengan ulah majikannya itu yang telah menyiksanya abis-abisan
"jangan pernah muncul di depanku lagi, kalau tak ingin ayahmu sama seperti mu! barang-barangmu aku sudah berikan kepada ayahmu itu, kalian berdua cepat tinggalkan rumahku ini, kalau tidak , kalian akan tahu akibatnya lebih dari ini.. " pinta Ratih dengan wajah marahnya mengancam budaknya itu yang tidak tahu diri telah berhubungan dengan putri kesayangannya yang selama ini tidak mengetahuinya sama sekali namun Ratih tahu di saat salah satu pelayannya mendengar percakapan mereka bicara di belakang yang bersebelahan dengan taman , yang membuat Ratih pun yang mendengar itu sangat murka kepada zaki yang selama ini selalu mempercayainya menjaga putrinya kemana pun dia pergi
__ADS_1
yang membuat zaki pun tak bisa apa-apa hanya bisa menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya itu yang tidak berdaya dan lemas dengan tangannya yang sudah merasakan sakit luar biasa yang dari tadi dipukuli hingga retak tulangnya , dan Ratih pun berjalan pergi bersama beberapa suruhnya meninggalkan lokasi
beberapa jam kemudian..
pesta pun sudah selesai dan jam pun menujukan pukul 11:21 malam yang saat ini jeje masih bergulet dengan pekerjaan kantornya
tok.. tok.. tok..
"Jane..
" ya, ayah masuk aja gak di kunci pintunya.. "saut jeje yang masih sibuk dengan pekerjaannya yang belom kelar
krakk... (suara pintu)
"kamu belom tidur.. " tanya budi pada anaknya itu yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya
"hari ini hari yang melelahkan bukan?.. " tanya jeje pada ayahnya sembari mengambil minuman hangat di atas mejanya dan menyodorkan kepadanya ayahnya yang sudah menampakan wajah murungnya
"terimakasih nak, ayah masih memikirkan masa depan . . " ujar budi sembari menyeruput minumannya pelan-pelan
"jangan takut, ayah, keluarga kaya seperti kita masih bisa bertahan 3 tahun, tidak akan habis total.. " saut jeje yang sudah duduk di bawah kaki ayahnya sembari menenangkannya
"kamu... kamu tidak tahu, sebenarnya masalahnya lebih besar apa yang kamu pikirkan. ... dan juga telah memakai dana yang seharusnya tidak boleh di pakai... sungguh, kita bisa kehilangan segalanya. . " ujar budi yang sudah menampakan wajah keputus asaan , yang membuat jeje pun yang mendengar itu merasa cemas
__ADS_1
"ayah, apakah kamu akan di penjara karena pakai cek ilegal setelah bangkrut..? tanya jeje pada ayahnya dengan wajah penasarannya
"tidak... tapi semuanya bisa habis . . "saut budi dengan suara pelannya
"kita pasti bisa melewati kesulitan ini, yang penting ayah tidak di penjara , tidak usah khawatir.. " ujar jeje yang sedikit lega mendengar berkata ayahnya itu
"maafkan ayah , tidak pernah memberikan apapun padamu . . " ujar budi yang sudah menatap anak sulungnya itu dengan wajah bersalahnya
"ayah bicara apa? aku sudah puas, dan aku tidak iri dengan orang lain, berkat ayah, aku bisa belajar apapun yang aku mau , ayah beberapa teman-temanku diluar sana masih harus kerja sampingan sambil kuliah, hidup mereka jauh lebih susah dariku . . " saut jeje yang sudah menatap ayahnya yang penuh bersyukur apa yang dia punya, yang membuat budi pun dengan rasa harunya membelai rambut anak sulungnya itu dengan lembut beberapa kali
"aku harap lalisa bisa sebaik dan setegar seperti mu nak..
" ayah, jangan perkata seperti itu, semuanya akan kembali baik-baik saja.. "saut jeje sembari meraih tangan ayahnya di kepalanya dan di taruh ditangannya dan memegangnya begitu lembut
"tidak sederhana itu nak, dan apa kamu tahu masalah lalisa?.. " tanya budi pada jeje
"ya , aku tak sengaja mendengarnya , pas acara pesta berlangsung di belakang dapur.. " saut jeje dengan rasa kecewanya yang membuat budi pun merasa bersalah kepada tuan dika yang telah membohonginya
prak.. (suara gelas di taruh di meja)
"kita sepertinya sudah. menipu mereka . .
"ayah , bukankah ayah juga sudah tahu sebelumnya..? . . " tanya jeje pada ayahnya dengan wajah penasarannya
__ADS_1
" iya, tapi entah kenapa akan jadi seperti ini ..
"ayah..