
"sebaiknya kau cepat pergi pintu ada disana! " pinta jeje yang sudah menujuknya dengan jarinya kearah pintu keluar, yang membuat dika pun langsung membalikan tubuhnya dengan wajah sedikit kesalnya
"baiklah! tapi ,inget suatu saat kau yang akan mencariku mati-matian! pasti itu akan terjadi padamu?" ujar dika yang sudah memperingatkan jeje yang sudah berjalan menuju pintu dengan wajah dinginya yang membuat jejen pun yang mendengar itu hanya bisa terdiam dengan wajah dinginya
brakk.. (suara pintu)
"hal yang tidak mungkin... dan tidak akan pernah terjadi.. " gerutu jeje yang sudah menampakan wajah sedihnya yang sudah terdiam duduk sembari bersandar di atas sofa dengan lelahnya
beberapa bulan kemudian..
musim semi pun sudah saling berganti tapi budi subroto tak kunjung bangun dari komanya yang masih di ruang ICU yang membuat jeje pun semakin kala kabut dengan pikiran kacaunya yang saat ini sedang duduk di sebuah taman sembari memegangi ponselnya yang amat ragu-ragu , entah apa yang harus dia perbuat yang saat ini dirinya sedang membutuhkan dana untuk pengobatan ayah dan ibu kandungnya itu dengan rasa gelisah nya jeje pun mengingat kejadian tadi pagi yang amat terkejut
***
"ada operasi lagi yang harus dilakukan, tetapi... kita tidak bisa lagi menunggak biaya rumah sakit.. kita harus terpaksa keluar dari rumah? " saut jeje pada ibu tirinya itu yang sudah terkejut dengan wajah shoknya
" apa!!
"kita harus kemana? mama? " tanya lalisa yang sudah sangat cemas dan bingung memegang mamanya yang sudah duduk dengan kepalanya sedikit pusing
"uang sudah habis untuk biaya rumah sakit ayahmu..ihkss... ihksss... ya Tuhan apa lagi ini? " triak Ratih yang begitu stress yang membuat jeje pun hanya bisa terdiam merenungi nasibnya dengan kedua orang tuanya yang butuh pengobatan
"apa sekarang kita tidak punya rumah lagi mama? " tanya lalisa yang sudah menatap mamanya dengan wajah keputusasaan
__ADS_1
***
dan jeje pun dengan terpaksanya menghubungi perusahaan eagle dengan rasa gugupnya
"halo, apakah ini perusahaan eagle? " tanya jeje dengan wajah sedikit ragu-ragu di sebrang sana
"iya, benar, kalau boleh tahu ini siapa?dari mana?apa sudah ada buwat janji ? " saut Repesonis di sebrang sana
"saya jeje janey , tapi saya belom buat janji ? bisahkan beritahu bosmu kalau saya meneleponnya ? "pinta jeje dengan ramhanya yang membuat Repesonis itu pun langsung mengiyakan
" baiklah,saya akan hubungi lagi bila tuan mau menerimanya terimakasih.. "saut Repesonis itu dengan promalnya langsung mematikan teleponenya dan langsung menghubungi bosnya itu , dan jeje pun terdiam sejenak sembari menghelang nafasnya
" hufffttt~~~
tak berselang lama dika pun langsung menghubungi jeje di ruang rapatnya
kring.. kring.. kring..
"ada apa? tumben sekali kau menghubungiku? " tanya dika pada jeje dengan suara juteknya
"aku ingin bertemu denganmu? apa kau bisa? " saut jeje dengan suara dinginya yang membuat dika pun terkejut
"bertemu denganku? ckkk... apa jeje janey benar-benar ingin bertemu denganku ? " tanya dika yang sedikit menyepelekan niatnya yang membuat jeje pun sedikit kesal di sebrang sana
__ADS_1
"apakah kau mau aku menutup meneleponnya sekarang? "saut jeje dengan suara sedikit kesalnya
"karaktermu masih belom berubah juga ternyata!, jika kau ingin bertemu denganku , sebaiknya besok jam 12 siang datang ke kantorku . . " ujar dika dengan suara seriusnya yang membuat jeje pun langsung setuju
"baiklah..
1 hari kemudian..
di perusahaan eagle jam menujukan pukul 12 :45 menit siang yang saat ini jeje sudah duduk menunggu dika entah dimana saat ini , dengan rasa sedikit kesal , jeje pun mau tidak mau harus menunggunya meskipun sudah sedikit bosan sembari menatap jam dinding yang begitu cepat yang sudah menujukan jam 3 sore..
"janjinya sudah jam 12 .. tapi sekarang ini sudah jam 3 sore?apa dia mati di telan angin ? "gerutu jeje yang sudah menampakan wajah kesalnya terdiam sembari menatap seketarisnya itu yang sedang sibuk dengan pekerjaan
tik.. tik.. tik... (suara jam dingding)
beberapa jam kemudian...
"aku sudah tidak tahan lagi! tapi tidak ada jalan lain lagi, sekarang sudah jam 6 sore, sepertinya seketarisnya sudah waktunya pulang . . (batin jeje) yang sudah memperhatikan seketarisnya itu yang sedang beres-beres mejanya namun dengan tiba-tiba telepone pun berbunyi di atas meja seketarisnya
kring.. kring.. kring..
" halo? ya tuan dika, dia masih ada disini , baiklah kalau begitu.. "saut dani yang sudah menutup teleponenya dan bergegas berjalan menghampiri jeje yang masih terdiam duduk dengan wajah penasarannya
"sepertinya Eksekutif dika akan datang jam 7 malam , apa nona jeje tidak apa-apa disini sendirian aku akan segera pulang?" ujar dani yang sudah berdiri menatap jeje dengan wajah seriusnya
__ADS_1
"baiklah, terimakasih jangan khawatir aku akan baik-baik saja disini , sebaiknya tuan dani juga cepat pulang . . " saut jeje yang sudah tersenyum ramahnya yang membuat dani pun langsung menganggukkan wajahnya sedikit dan berjalan meninggalkan jeje sorang diri di ruangannya yang membuat jeje pun sedikit geregetan yang sudah mengempalkan kedua tangannya yang amat kesal
"sepertinya dia sengaja membuatku kesal dan marah !