
beberapa menit kemudian..
dan mereka berdua pun akhirnya duduk dengan posisinya masing-masing , termasuk jeje yang sudah tak sabaran memulai topik pembicaraan
"tuan direktur, saya tidak mau membuang waktu anda, dan tolong anda juga tidak menyita waktu saya? kita tutup poin Saja, kenapa anda ingin sekali menemui saya ? " tanya jeje dengan promalnya kepada dika yang sedang menikmati kopinya
"apa ayahmu belom memberitahumu? " saut dika sembari menaruh kopinya diatas mejanya
"dia menyuruhku mendengar dari anda sendiri? "ujar jeje dengan sedikit penasarannya yang membuat dika pun tersenyum kecil
"jadi kau datang kesini, belom mendengar dari ayahmu? ..
"ya, ayahku bilang tidak bisa mengatakannya, jadi dia menyuruhku mendengarkan dari anda sendiri, sebenarnya ada masalah apa sehingga ayahku tidak bisa memberitahukan kepadaku? seperti yang saya sampingkan, saya memakai waktu istirahat saya untuk datang kesini, jadi dengan segera saya juga harus cepat ke kantor? " pinta jeje pada dika yang sudah merasakan sedikit bosan dan lelah yang sudah memijat lekuk lehernya yang amat berat
__ADS_1
"kau tentu sudah tahu , aku akan menikahi lalisa, bukan?
"saya tahu, tapi dia sedang hamil dengan pria lain, hanya orang bodoh yang mau menikahinya! . . " saut jeje dengan wajah datarnya
"dalam keluarga budi , hanya kau yang memiliki hati nurani.. " ujar dika yang sudah menatap jeje dengan seriusnya
"kedengarannya sedikitpun bukan suatu pujian untukku?.
"tentu bukan memujimu .. " saut dika
"karena kau adalah anak dari istri terdahulu, jadi kau tidak di perlakukan dengan layak, bukan? " tanya dika pada jeje dengan wajah penasarannya
"benar, ternyata anda tahu juga, ibuku yang sekarang bukanlah ibu kandungku, sejak tinggal di keluarga itu, aku tidak pernah merasa menjadi bagian dari keluarga itu, dan aku juga tidak berharap mereka perduli padaku! tetapi, ini tidaklah penting, sebenarnya apa alasan anda mau bertemu denganku? . . "saut jeje yang bicara apa adanya dengan wajah yang masih penasarannya kepada laki-laki yang ada di hadapannya itu
__ADS_1
"aku mau ayahmu membayar perbuatannya yang tidak hormat kepada keluargaku,jadi terimalah!... " ujar dika dengan santainya yang membuat jeje pun terdiam sejenak
"terimalah? maksudnya?tetapi...kenapa harus aku yang menderita? " tanya jeje dengan wajah penasarannya
"karena aku mau kau menjadi istri simpananku? "saut dika yang sudah menatapnya penuh penekanan, yang membuat jeje pun yang mendengar itu sangat terkejut dengan mata melototnya
" apa kau bilang?
"kau sudah dengar begitu jelas'kan, kenapa harus tanya lagi? "saut dika dengan suara cetusnya, yang membuat jeje pun merasa kesal dan geregetan yang sudah mengempalkan kedua tangannya yang begitu erat
"menjadi istri simpananmu.. kau bilang aku harus menjadi istri simpananmu?...
"ya, tampaknya kau sudah paham , apa magsudku itu.. " ujar dika yang sudah menatapnya dingin, yang membuat jeje pun terdiam sejenak dengan rasa jengkelnya
__ADS_1
"istri simpanan.. ternyata menjadi istri simpanan! ternyata ini yang menyebabkan ayah tidak bisa buka mulutnya.. dan ini juga yang dimaksud ibu tiriku , waktu dia bilang laki-laki ini menginginkanku! SINTing! bagaimana... bagaimana mungkin ayahku membiarkan putrinya menjadi istri simpanan orang? bagaimana mungkin dia melakukan kesepakatan begitu? aku ini putrinya! dan dia bukan lagi menikahkanku untuk kepentingan hubungan bisnis, melainkan menjadi istri simpanannya! . . (batin jeje) yang sudah amat geregetan dan kesal sembari mengambil minumannya di atas meja dan meminumnya hingga tandas
gluk~gluk~gluk