
1 jam kemudian..
jeje pun sudah sampai di apartmentnya berdiri didalam dapurnya yang sedang mencuci tanganya, namun dengan tiba-tiba perutnya pun terasa nyeri yang begitu hebat yang membuat dirinya pun langsung mematikan keran airnya sembari memegang perutnya itu
"eh! .. eh.. perutku sakit sekali! eh!.. " ujar jeje yang berusaha berjalan mengambil ponselnya itu untuk menghubungi seseorang meminta pertolongan , namun dalam sekejap jeje pun langsung mengurungkan niatnya saat ini ..
"aku tak bisa pergi pada siapa pun eh! untuk meminta bantuan saat ini ahh!! " dumel jeje yang terus berusaha berjalan sembari memegang perutnya itu yang amat kesakitan mencari pertolongan lewat kontak suara di balik tembok yang sudah menekan tombol untuk memanggil penjaga keamanan dibawah Sana
tit~~
"ruang penjaga, ada yang bisa kami bantu? " saut seseorang dibawah Sana
"tolong!.. ahh!!..
"tes.. tuan, nona , ada yang bisa kami bantu? " tanya penjaga lagi dibawah Sana yang mendengar samar - samar mendengar minta tolong , yang membuat jeje pun dengan usahanya langsung menjawab panggilan itu
"tolong! panggilkan ambulance untukku ah!.. sekarang!.. ahh!.. "saut jeje dengan sedikit suara kerasnya langsung tergeletak lemas di pinggir pintu utama sembari memegang perutnya yang begitu sakit tak tertahankan, yang membuat petugaspun dengan cepat langsung memanggil ambulance dan langsung memeriksa dilantai atas dengan cepatnya
"ah! ada apa dengan perutku tiba-tiba sakit begini ahh!!.. " gumam jeje dengan suara tersedak-sedaknya menahan kesakitan yang luar biasa itu
tak berselang lama..
ambulance pun datang dengan cepat dan membawa jeje ke rumah sakit terdekat , yang sudah dibawa keruang ICU
"ah! sakit!..kalau tidak terlalu sakit begini, aku juga tidak akan bilang, dan akan selalu ku tahan, tapi ini terlalu sakit, benar-benar tidak bisa ditahan lagi! "dumel jeje yang merasakan amat kesakitannya yang sudah terbaring diatas ranjang pasein sembari memegang perutnya itu yang sudah posisi meringkuk , namun dengan cepat perawat pun datang memberitahukan kodisi pasiennya itu
__ADS_1
tak... tak... tak...
"maaf ,nyonya anda terkena radang usus buntu, apa nyonya ada wali untuk mengurus admintrasinya? " tanya perawat itu dengan sedikit cemasnya sembari memegang pundak pasiennya yang sudah menahan rasa sakitnya itu
"apa! wali! ahhhh!!!.." saut jeje yang sedikit bingung harus minta pertolongan kepada siapa saat ini
"sekarang tidak ada waktu menunggu wali datang, nyonya harus segera operasi kalau tidak semakin parah!sekarang cepat beritahu aku nomor kontaknya biar aku langsung menghubunginya? "saran perawat itu yang sudah memberitahukan kepada pasiennya dengan suara tegasnya
"tolong! dimana HP ku? " pinta jeje kepada perawatnya itu yang langsung menoleh melihat ponsel pasiennya diatas mejanya dan mengambilnya dengan cepat
"ini, kunci Sandi nya? " tanya perawat itu yang sudah menyodorkan layar ponselnya kearah pasiennya yang beusaha membuka dengan tanganya yang sudah gemetar hebat
"disaat di rumah pemikiranku ingin mau mati, tidak terpikir, mungkin karena sudah datang ke rumah sakit jadi merasa tenang, akhirnya teringat.. (batin jeje) yang sudah menoleh kepada perawatnya yang sudah berdiri disampingnya
"didaftar panggilan tolong cari wakil presidr.... tolong hubungi dia! "pinta jeje dengan suara gemetarnya yang tak bisa menahan lagi, yang membuat perawat pun dengan cepat langsung mengatasi pasiennya menuju operasi yang sudah dibantu oleh beberapa perawat yang lainnya
jeje pun yang sudah selesai di operasi langsung dibawa keruang inap yang saat ini masih tertidur tak sadarkan diri dari efek obat biusnya
" jeje.. jeje... jeje...
yang membuat jeje pun terbangun mendengar namanya di panggil beberapa Kali dan perlahan membuka matanya sedikit demi sedikit yang sudah merasakan berat dan pusingnya itu, yang sudah melihat sosok pria yang sudah berdiri disampingnya yang tak lain adalah menejernya sendiri
"apa kau sudah bangun... jeje, apa kau tidak apa-apa? " tanya yudi yang sudah menatap cemas kepada anak buahnya itu yang sudah terbaring lemas diatas ranjang paseinnya
"menejer....
__ADS_1
" kenapa menejer datang.. ah!.. apa dia belom balik dari ceko ... (batin jeje) yang sedikit kecewa kepada dirinya yang terlalu berharap pada suaminya itu yang akan datang menemuinya
"malam -malam aku sangat terkejut menerima panggilan , katanya tidak ada satu wali pun , jadi sekarang segeralah datang pasien mau masuk keruang operasi, aku pun dengan Paniknya langsung tergesa-gesa kesini, dan Baru tahu kalau kau terkena randang usus , aku kira kau kecelakaan parah benar-benar membuatku terkejut setengah mati! " ujar yudi yang panjang lebar memberitahukan disaat itu kepada anak buahnya sekaligus karyawan kepercayaannya selama ini, yang membuat jeje pun langsung tersenyum kecil kepada menejernya itu
"maaf, sudah merepotkanmu, aku juga tidak tahu ternyata radang usus itu begitu sesakit ini! dan terimaskasih sudah mau datang! " saut jeje dengan rasa sedikit tak enak hatinya tersenyum simpul kepada menejernya itu
"jeje, tak kusangka kau menunjukku menjadi wali, aku sangat senang sekali! "ujar yudi yang tersenyum leganya menatap anak buahnya itu
"lalu kapan aku bisa keluar dari rumah sakit? "tanya jeje kepada menejernya itu
"kau harus rawat inap 2-3hari untuk pemulihan, kau Baru selesai operasi tapi pikiranmu ingin cepat pulang ! "ujar yudi yang memberitahukan kepada anak buahnya itu, yang membuat jeje pun dengan perlahan menutup matanya , yang membuat yudi pun terdiam dengan wajah bengongnya sembari memijat lekuk lehernya yang sedikit berat itu dengan matanya memperhatikan jeje yang sudah tertidur lelapnya
"aihh... sepertinya obat biusnya belom sepenuhnya hilang... "dumel yudi dengan suara pelannya sembari membenarkan selimutnya itu dari tangan jeje
sore pun tiba..
jeje pun terbangun dan perlahan membuka matanya sembari menoleh melihat jendela di sampingnya dan melihat lagi jam dingding yang tidak jauh dari pandangannya
" ah! apa sudah sore.. menejer apa dia sudah pulang disaat tadi aku ketiduran.. "gerutu jeje yang hanya bicara sendiri sembari memiringkan tubuhnya itu yang masih merasakan jahitan di perutnya dan tanpa disengaja dirinya pun kentut
pufttttt~~~
" hehe... untung saja ruangannya tidak Ada orang, aih.. ponselku dimana nya? ah, itu dia! aih... batreai nya lobet lagi! sial!.. "dumel jeje dengan rasa sedikit kesalnya melihat layar ponselnya sembari berusaha ingin beranjak bangun dari tidurnya yang sudah berpegangan besi di samping ranjangnya yang ingin turun dan duduk bersandar di kursi dekat ranjangnya
"aku harus telephone dia ! ..
__ADS_1
tutt... tuttt.. tutt...
"sepertinya dia masih belom balik dari ceko ponselnya pun tidak tersambung.. (batin jeje) yang sedikit kecewa kepada suaminya itu yang pertama kalinya dirinya pun ingat akan suaminya itu yang ingin menghubunginya terlebih dahulu disebrang Sana