Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
berkujung kerumah ayahnya


__ADS_3

"aku tidak cuek, Dan tidak punya banyak rahasia! " protes jeje yang sudah melirik suaminya Itu


"oh, begitu.. kau tidak banyak rahasia, tapi kau membenci banyak Hal? "sindir dika dengan santainya sembari mengunyah makanannya


"cih.. aku merindukan waktu disaat ibuku belom sakit, waktu Itu, kami tidak harus memohon pada siapapun, kami bisa berbelanja Dan pergi spa bersama, dalam pertemuan olahraga , ibuku tidak mau merasa kesepian, jadi ibuku mengundang semua anggota keluarga kami ke sekolah, termasuk nenekku , saat Itu aku sangat senang sekali, aku bahkan akan lebih bahagia lagi jika ibuku datang , tapi ibuku tidak pernah mau aku bersedih!"ujar jeje yang bercerita Dan mengingat masa sekolahnya dulu , yang membuat dika pun terdiam menatap istrinya Itu dengan seriusnya


"bukankah memory seperti Itu pantas disimpam? " Tanya dika pada istrinya Itu, yang membuat jeje pun langsung terdiam dengan wajah suramnya


"tapi sejak ibuku sakit, aku mulai tinggal dengan ayahku, sejak saat Itu , memoriku menjadi mengerikan , aku tak pernah bisa memikirkan masa lalu , dengan sebuah senyuman ! " saut jeje yang mengingat masa lalu bersama keluarga ayahnya Dan ibu tirinya Itu


"kau tak bisa kenapa? " Tanya dika yang semakin penasaran pada kehiduapan istrinya dulu


"aku merindukan banyak Hal , aku takut aku akan jádi terlalu larut dalam memoriku, Itu sebabnya aku tak mau membuat memori bersamamu?Dan disaat kau ingin tidur denganku, kau boleh datang Dan menemuiku, jika tidak, jangan bersamaku terlalu lama ! "ujar jeje yang sudah memberitahukan alasannya kepada suaminya Itu yang membuat dika pun sedikit terkejut dengan ucapan istrinya Itu barusan


"bukankah kau bilang kau mau aku mencintaimu seperti kekasih normal lainnya? kau bilang tak akan terlalu sakit jika Kita putus karena Kita tidak saling mencintai lagi? " Tanya dika yang masih bingung dengan apa yang dikatakan istrinya dalam buat perjanjiannya


"kukira Itu benar, tapi Itu tak akan bagus untukku juga , memori yang ku miliki bersamamu akan tetap akan menggangguku! "saut jeje dengan pemikirannya yang Salah selama ini yang membuat dirinya pun terikat dalam memori suaminya Itu yang diam-diam dia simpan dari memori otaknya, yang membuat dika pun terdiam menatap istrinya Itu yang tak banyak Bicara lagi


" owh, Iyá Satu lagi besok aku akan pergi kerumah ayahku sesudah pulang kerja, ibu tiriku mengirim pesan singkat padaku! "ujar jeje sembari mengunyah makanannya memberitahukan kepada suaminya Itu, yang membuat dika pun sudah paham hanya bisa menganggukan kepalanya sembari melanjutkan lagi makanannya yang belom abis Itu


sore pun tiba..


akhirnya jeje pun yang sudah sampai langsung berjalan masuk kedalam rumah ayahnya Itu


krekkkk.... (suara pintu terbuka)


Dan jeje pun dengan rasa malasnya langsung berjalan masuk yang sudah melihat ibu tirinya Itu yang sudah duduk di depan televisinya yang sudah melihat Dan melirik kedatangan anak tirinya Itu dengan juteknya yang sudah buang muka kerah lain


" eheMm...


yang membuat jeje pun hanya bisa menghelang nafas beratnya melihat tingkah ibu tirinya Itu yang acuh padanya tanpa sapa ataupun bicaranya padanya, dirinya pun dengan cueknya terus berjalan menuju kamar ayahnya saat ini Dan menghiraukan sikap ibu tirinya Itu kepadanya


"uhu~~~

__ADS_1


tak... tak.., tak...


krekkk.... (suara pintu terbuka)


tak... tak... tak...


"ayah, ayah aku datang apa ayah baik-baik saja? " sapa jeje yang langsung berjalan cepat Dan duduk di samping ayahnya Itu sembari memegang tangannya yang begitu lemah, yang membuat budi pun langsung menoleh melihat putrinya Itu sembari menganggukan kepalanya dengan wajah senangnya


"Ada apa ayah? apa ayah sulit Bicara? " Tanya jeje yang sudah menatap ayahnya dengan rasa ibanya


"tidak apa, akhirnya sekarang ayah bisa mengatakan sesuatu juga, Itu sudah cukup! sekarang dimana kau tinggal? " ujar budi dengan suara pelannya menatap anaknya Itu


"aku tinggal di rumah teman?"saut jeje yang sudah terseyum menatap ayahnya Itu


"kau semakin kurus! " ujar budi yang sudah memperhatiakan putrinya Itu


"tidak, aku sangat baik! " saut jeje dengan suara khasnya sembari mendekatkan telinganya sedikit kearah ayahnya Itu


"kau pasti mengalami saat -saat yang sulit bukan? " Tanya budi dengan rasa bersalahnya menatap anaknya Itu


"apa kau tetap makan teratur? " Tanya budi lagi dengan tatapan Khawatir nya pada anaknya Itu


"Iyá, ayah aku makan teratur 3 hari sekali, sudahlah, jangan Khawatir Kan hidupku aku udah besar aku bisa jaga diriku sendiri? " saut jeje yang sudah mengusap kening ayahnya Itu dengan tatapan sedihnya , yang membuat budi pun mengeluarkan air matanya begitu saja


"lebih seringlah datang mengunjungi ayah ihks... " pinta budi pada putrinya Itu yang sudah mengalir air matanya dipipinya Itu, yang membuat jeje pun langsung mengusap air matanya dengan rasa bersalahnya


"kenapa ayah menangis? jangan menangis pasti Kita bisa melewati cobaan ini! " bujuk jeje dengan suara pelannya menatap ayahnya Itu, yang penuh kesedihan dimatanya


"kumohon lebih seringkah datang mengunjungi ayah ihks.... ihks... ayah tidak punya siapa-siapa lagi yang perduli padaku saat ini? " pinta budi dengan wajah memohonnya dengan tatapan nanarnya


"oke, baiklah aku akan usahakan ayah, sudah jangan menangis lagi, sebaiknya ayah jaga dirinya ayah saat ini, aku tidak bisa berada disampingmu ayah? " bujuk jeje dengan rasa sedihnya mengusap air matanya ayahnya Itu yang belom berhenti dikelompak matanya


"tidak Ada lagi orang yang akan mengunjungi ku lagi ihks... ihks... "ujar budi dengan rasa sedihnya yang semakin menjadi -jádi, yang membuat jeje pun langsung memegang kedua tangan ayahnya Itu yang begitu erat

__ADS_1


"tenang, jangan menangis lagi, sudah ayah kalau ayah terus begini aku pun akan ikut sedih ayah, sudah pasti ayah kuat bisa melewati cobaan ini sudah ayah.. aku juga tidak akan lama, aku juga harus cepat pergi! " bujuk jeje sekali lagi dengan suara pelannya menatap ayahnya Itu yang membuat budi pun dengan perlahan langsung sedikit tenang Dan berhenti menangis menatap anaknya Itu yang sudah terseyum leganya yang sudah menganggukan kepalanya dengan sedihnya


beberapa menit kemudian..


jeje pun yang sudah selesai menenagkan ayahnya langsung pamit Dan berjalan pergi keluar kamarnya


tak... tak... tak..


"ibu, aku pergi!... " ujar jeje pamit pada ibu tirinya Itu yang masih duduk di depan televisinya


"ya, sudah pergilah! " cetus ratih pada anak tirinya Itu yang sudah buang muka kerah lain


"dia Sama sekali tidak berubah , dia akan selalu menghancurkan hidup lalisa , kalau begitu terus.. (batin jeje) yang sudah menggelekan kepalanya sembari membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi , namun dengan tiba-tiba lalisa pun datang berjalan cepat menghampiri kakanya Itu


"apa kau akan pergi? " Tanya lalisa kepada kaka tirinya Itu yang sudah berdiri di belakangnya , yang membuat jeje pun langsung menoleh melihat adiknya Itu


"aku tidak tahu kalau kau Ada di rumah? " saut jeje yang sudah berdiri didepan pintunya


"ini sudah lama sejak Kita terakhir kali Bertemu hehe... "ujar lalisa yang sudah terseyum sembari menggaruk lekuk lehernya yang tak gatal Itu


"oh Iyá, aku sunguh tidak tahu Itu! " saut jeje yang sudah terseyum dengan wajah sedikit terkejutnya


"apa kau akan pergi secepat Itu? " Tanya lalisa lagi yang masih menatap kaka tirinya Itu


" Iyá, aku hanya mampir sebentar untuk melihat ayah! " saut jeje yang bicara apa adanya


"kumohon bisakah aku berbicara denganmu sebentar saja sebelum kau pergi? " pinta lalisa yang sudah menampakan wajah memohonnya pada kakanya Itu , namun dengan tiba-tiba ratih pun berteriak berjalan menghampiri mereka berdua


"apa yang ingin kau katakan Sama dia hah? Dan apa yang sebenarnya ingin kau katakan padanya !!?" triak ratih pada anaknya Itu sembari berkacak pinggangnya dengan wajah galaknya


"mamah jangan ikut campur, aku masih punya sesuatu yang harus dibicarakan pada kakaku! " triak lalisa yang tak mau kalah pada mamahnya Itu


"omong -kosong! keluar sekarang juga! " bentak ratih yang sudah menoleh pada anak tirinya Itu , yang membuat jeje pun dengan kesalnya langsung membalikan tubuhnya yang ingin beranjak pergi namun dengan cepat lalisa pun menahannya

__ADS_1


"ku mohon aku ingin bicara denganmu! "pinta lalisa dengan suara pelannya menatap kakanya Itu dengan wajah memohonya , yang membuat jeje pun langsung berhenti menatap adiknya Itu dengan rasa ibanya


__ADS_2