Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
rencana jeje


__ADS_3

beberapa jam kemudian...


jeje pun yang tak banyak bicara lagi langsung bergegas menuju ruang belajarnya dan duduk di kursi di samping jendela kaca sembari membawa sebuah pena dan berkas kerjanya , yang membuat dika pun mengikutinya dan duduk dihadapanya sembari memperhatikan istrinya itu dengan seriusnya dan sabranya yang sudah mengabaikan dirinya dengan kesalnya dari tadi


"jeje janey, apa kau tidak sadar selama 3 jam kau tidak melihatku sedikitpun? " ujar dika yang sudah melipat kedua tangannya didadanya sembari bersandar diatas sopanya


"benarkah? " saut jeje singkat sembari matanya tertuju pada berkas yang dia sedang kerjakan, yang membuat dika pun semakin kesal dibuatnya


"sudah jangan bicara lagi,bisa tidak kau bermain denganku sebentar ? 1 jam lagi aku harus pergi, ini hari peringatan kepergian kakeku ! " ujar dika dengan wajah juteknya menatap dengan kesalnya kepada istrinya itu, yang membuat jeje pun langsung mengadahkan wajahnya dan menoleh pada suaminya itu dengan Tatapan sedikit terkejutnya


"peringatan kepergian kakek, ya sudah cepatlah pulang lebih dulu, kenapa masih duduk disitu? " saran jeje dengan wajah bengongnya melihat suaminya itu , yang membuat dika pun semakin menatap dengan dinginya yang tak pengerti apa maksud perkataanya barusan kepada istrinya itu


"kau ini, aku berharap bisa bersamamu lebih lama meski sebentar saja, tapi kau sedikit pun tidak perduli padaku? apa itu caramu bersikap padaku karena kau tidak suka padaku! " cibir dika dengan rasa kesalnya dengan sikap istrinya itu yang terlalu super cueknya


"aku tidak ada waktu, aku sedang mempersiapkan ujian arsitek, setelah lolos ujian persiapan, harus mengumpulkan pengalaman 5tahun baru bisa ujian arsitek ! " ujar jeje dengan santainya bicara pada suaminya itu sembari mencantat berkasnya yang begitu teliti yang membuat dika pun langsung terkejut dengan mata melototnya melihat istrinya itu dengan wajah tidak percaya nya


"wow, ternyata jeje janey, adalah seorang arsitek? "tanya dika pada istrinya itu , yang membuat jeje pun langsung bersandar sejenak diatas sofanya yang sedikit pegal sembari menatap suaminya itu


"iya, aku berencana tahun depan belajar s2 di negara jepang! sebelom pergi aku ingin lolos ujian ini dulu! " saut jeje sembari menganggukan kepalanya dengan wajah santainya menatap suaminya , yang membuat dika pun terkejut bukan main dengan mata melototnya


"apa! s2 di jepang? "saut dika dengan wajah bengongnya menatap istrinya itu


"iya, setelah selesai, perjanjian denganmu, aku akan memenuhi semua waktu perjanjian itu, dan kau tidak perlu khawatir akan hal itu! " ujar jeje yang sudah memberitahukan rencananya kepada suaminya itu dengan seriusnya

__ADS_1


"aku tidak bilang soal waktunya, tapi sejak kapan kau berencana mau pergi ke jepangnya? " tanya dika yang masih bengong tidak percaya kabar berita dari istrinya itu yang tiba-tiba


"rencana sebelom bangkrut group CY , kalau perusahaan tidak bangkrut , dan ayahku tidak jatuh sakit , kemungkinan aku sekarang ini sudah berada di negara jepang? "saut jeje dengan kejujurannya kepada suaminya itu


"lalu butuh beberapa lama kau pergi dan tinggal ke negara jepang? " tanya dika dengan tatapan seriusnya menatap istrinya itu untuk memastikanya


"kalau bisa sih,aku ingin pergi sekitar 1 atau 2 tahunan , aku masih ingin belajar banyak hal? " saut jeje dengan keputusanya , yang membuat dika pun langsung mengkerutkan halisnya menatap istrinya itu dengan pikiranya


"ternyata kau sudah merencanakan ini semuanya, kalau kau pergi ke jepang begitu lama, kemungkinan kau akan mudah melupakan urusanku denganmu kan? " tanya dika dengan suara khasnya menatap istrinya itu dengan rasa kecewanya ,


"mungkin! " saut jeje dengan juteknya langsung menundukan wajahnya dengan diamnya sembari menulis lagi berkas yang belom selesai itu yang tak banyak bicara lagi, termasuk dika yang hanya bisa terdiam menatap istrinya itu dengan rasa kesal dan kondoknya didalam hatinya yang tertahankan dengan keputusan istrinya itu namun dengan tiba-tiba ponselpun berbunyi milik jeje


kring... kring... kring...


dengan cepat jeje pun langsung mengambil diatas mejanya dengan wajah sedikit terkejutnya melihat nomor pangilan yang dia kenal yang tak lain adalah adik tirinya sendiri


" halo, lalisa ada apa? " tanya jeje dengan raut wajah sedikit penasaranya dan alangkah terkejutnya jeje pun langsung bergegas bangun dari duduknya menuju rumah sakit sembari mematikan ponselnya yang membuat dika pun langsung tercekang melihat istrinya itu yang tergesa-gesa


"ada apa? " tanya dika dengan raut wajah sedikit penasaranya menatap istrinya itu


"aku mendapat kabar dari perawat tadi, kalau lalisa sudah melahirkan , aku tidak enak kalau tidak datang, sebaiknya aku harus cepat dah... " saut jeje yang terus berjalan menuju pintu keluar yang tak lupa dirinya pun hanya membawa tas dan jaketnya


beberapa jam kemudian..

__ADS_1


jeje pun yang sudah sampai dirumah sakit seorang diri menuju ruang kamar adiknya dirawat saat ini


tak... tak... tak...


klikk... (suara pintu)


"kau sudah datang? " sapa lalisa yang sudah duduk diatas ranjangnnya sembari melihat kaka tirinya berjalan menghampirinya


"pembengkakannya lumanya juga! bagaiman dengan tubuhmu? "tanya jeje yang sudah duduk di samping ranjangnnya


"iya, sedikit Lumanyan masih terasa sakit meski persalinannya normal, tapi melahirkan seorang diri, tidak ada satupun orang disampingku , rasanya menyedihkan sekali! ..ihks....... "saut lalisa yang sudah tertunduk dengan wajah sedihnya


"sudahlah, tak udah sedih, apa anakmu sehat? "bujuk jeje yang sudah memegang pundak adiknya itu


" baiklah, dia ada di ruang bayi, sekarang jam pengunjung kau bisa melihatnya kalau kau mau! " saut lalisa yang sudah mengusap air matanya menatap kaka tirinya itu yang sedikit lega


tak berselang lama..


mereka pun berjalan tidak jatuh dari ruang inap lalisa menuju ruang bayi , yang sudah memapahnya dengan perlahan


"wow!! apa itu anakmu lucu sekali seperti boneka! ajaib sekali bukan! kecil begitu,haha..menguap lagi.." ujar jeje yang begitu senangnya melihat yang begitu gemas dan lucu yang sudah berdiri dibalik kaca bersama lalisa


"ngomong-ngomong apa kau sudah menelepon zaki? " tanya lalisa kepada kaka tirinya itu yang membuat jeje pun langsung menoleh dengan wajah bengongnya

__ADS_1


"aku?..


"aku tidak sanggup menelepon, hanya mengirim pesan singkat saja kalau anaknya sudah lahir! " ujar lalisa dengan suara pelannya yang membuat jeje pun terdiam memperhatikan raut wajah adik tirinya itu yang merasa iba


__ADS_2