Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
penolakan jeje di berikan rumah mewah


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


mereka pun sudah sampai tujuan ditempat perumahan elit yang begitu luas dan berjalan masuk melihat sekeliling sudut rumah yang begitu apik termasuk jeje yang sudah menatapnya begitu tercengang


tap... tap... tap...


"gimana apa kau suka? ini adalah rumah yang akan kau tempati .. "ujar dika yang sudah menatapnya penuh kebanggaan pada jeje yang sudah menampakan wajah bengongnya


"apa?? rumah ini untuk ku? " saut jeje dengan wajah sedikit tidak percaya, namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang menghampiri tuannya


"apa kabar, tuan , nyonya.. " sapa pelayan itu dengan ramahnya yang membuat jeje pun sedikit canggung yang langsung terdiam sejenak melihat pelanyan itu yang sudah berjalan meniggalkan mereka menuju arah dapur


"apakah kau puas? " tanya dika yang sudah menatap jeje yang sudah berdiri di sampingnya


"apa tidak salah!rumah ini terlalu besar? " saut jeje yang sudah merasa tidak nyamannya


"memang harus besar?apa kau ingin lebih besar lagi lebih dari ini? "tanya dika yang sudah menampakan wajah heran dan bingungnya


" tidak! ini terlalu besar, Untuk satu orang saja tidak perlu tinggal di rumah besar seperti ini?. " protes jeje dengan suara khasnya


"kau akan tinggal bersama bibi, jadi tidak ada masalah... "ujar dika yang sudah memberitahunya

__ADS_1


"aku tidak mau! ini terlalu besar.. "tolak jeje yang sudah menampakan wajah juteknya yang membuat dika pun semakin kesal dan bingung dengan keinginannya


"apa lagi yang tidak kau suka?


"bukan tidak suka, karena tidak nyaman, terlalu besar , lagi pula, aku ingin tinggal sendiri, aku tidak ingin tinggal bersama bibi . . " saut jeje yang masih kukuh dengan pendiriannya


"aku menggajih bibi, untuk membantu membersihkan rumah ini. . " ujar dika yang masih ngotot dengan keputusannya


"pekerjaan rumah masih bisa aku kerjakan, tolong beri rumah yang paling kecil untukku saja,itu lebih baik.." pinta jeje yang tak kalah ngototnya


"aku tidak ingin kau mengerjakan pekerjaan rumah! "saut dika dengan suara tegasnya yang membuat jejepun semakin pinter menjawabnya


"aku bisa mengerjakannya! bagiku itu hal mudah untukku!


"aku tidak ingin orang lain tahu aku adalah kekasihmu sekaligus selirmu " ucap jeje yang sudah menampakan wajah datarnya


"apa!! apa kau tahu, dia itu sudah aku banyar jadi dia tidak akan berani menyebarkannya , kau seharusnya tidak perlu khawatirkan itu!.. "saut dika yang sudah memberitahukannya dengan jelas , namun dengan sontak jeje pun langsung merangkul tangan dika dengan wajah melasnya


"aku mohon! tolong ganti rumah yang lebih kecil, rumah yang bisa aku tempati untuk diriku sendiri.. aku. mohon padamu , tolong biarkan aku sendiri , karena aku sudah terbiasa hidup dengan kesendirianku..


yang membuat dika langsung menghelang nafasnya beratnya sembari memegang kepalanya sebelah yang sedikit amat pusing dengan keinginan jeje padanya

__ADS_1


"huh~~baiklah, aku mengerti! ayo jalan.. " ujar dika dengan cepat langsung menarik dan menggenggam tangan jeje begitu saja, dan sontak saja jeje pun yang belom terbiasa langsung menghempaskan genggamannya yang sudah merasakan kegugupanya, yang membuat dika pun langsung melirik jeje dengan tatapan dinginya


"bukankah kau berharap aku memperlakukanmu seperti pasangan normal lainnya yang selalu mereka lakukan pada kekasihnya? . .


" iya, tapi... "saut jeje yang sudah gugup tak karuan menatap dika yang sudah menatapnya begitu dingin


"cepat pegang tanganku! "pinta dika yang sudah menyodorkan tangannya yang membuat jejepun sedikit ragu-ragu meraih tangan laki-laki itu , yang membuat dika pun yang tak sabaran langsung meraih dan menggengam tangan jeje yang begitu erat


" ah!!


"mengapa tanganmu begitu dingin? . . " tanya dika dengan sedikit penasarannya sembari memperhatikan dan menatap wajah jeje yang sudah canggung tak karuan, yang membuat dika tersenyum licik yang sudah menggandengnya berjalan menuju keluar rumah besar itu


dan mereka berdua pun meninggalkan tempat itu yang sudah masuk kedalam mobilnya dan jeje pun dengan cepat langsung melepaskan genggamannya dengan wajah diamnya sama halnya dengan dika yang sudah menampakan wajah dinginya ,yang sudah duduk dengan nyamannya dan di antara mereka pun tidak ada pembicaraan di sepanjang perjalanan menuju rumah jeje


brammm... brammm...(suara mobil)


1 jam kemudian mereka pun sampai tujuan di depan rumah kediaman direktur pak budi yang sebentar lagi akan berpindah tangan kepada orang lain


cekittt....(suara rem mobil)


dan jeje pun dengan cepat langsung turun dari mobilnya dan berdiri menatap dika yang sudah menurunkan kaca mobilnya

__ADS_1


"aku akan menghubungimu lagi, sebaiknya kau agak cepat jangan lambat seperti tadi " pinta dika dengan wajah dinginya yang langsung menutup kaca jendelanya lagi dan berjalan pergi begitu cepat , yang membuat jeje pun terdiam sejenak sembari menatap mobil laki-laki itu pergi dari pandangannya


__ADS_2