
pagi pun tiba menujukan pukul 10:12 dini hari ditempat restoran yang bernuansa Jepang yang saat ini dika dan budi sedang menikmati makan bersama yang begitu nikmat
"maafkan aku tuan telah mengganggumu .. " ujar dika dengan wajah sedikit bersalahnya
"tida ada masalah, bagaimana pun juga kau akan jadi menantuku.. " saut budi dengan wajah santainya sembari menikmati makanannya
"apakah makanan disini sesuai dengan seleramu tuan?.. " tanya dika pada budi
"lumayan makanannya enak pas di lidahku.. " saut budi yang sudah tersenyum ramah
"aku hari ini meminta maaf atas nama ayahku karena tidak dapat hadir pada pesta yang lalu .. " ujar dika yang bicara basa basi nya kepada budi
"tidak ada masalah , Ekhsekutif dika sudah datang kami sudah berterima kasih, jangan terlalu sungkan begitu.. " saut budi yang tidak ada rasa curiganya langsung mengambil cangkirnya yang sudah kosong kearah dika yang sedang menuangkan air kedalam cangkirnya itu
siuurrrrr.... (suara air)
"baiklah, kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi!.. "ujar dika yang sudah tersenyum penuh arti kepada budi
"ngomong-ngomong menurutmu putriku lalisa bagaimana?.. " tanya budi pada dika yang sudah tersenyum ramah , yang membuat dika pun langsung terdiam sejenak sembari menaruh tekonya di atas meja
brukk...
"dia sangat cantik dan juga modis.. " saut dika yang sudah menampakan wajah datarnya
"ah, benarkah? lalu kapan waktu yang baik untuk bertemu dengan orang tua mu?.. " tanya budi yang sudah amat bahagia dan senang mendengar itu sembari menikmati minuman sake nya
__ADS_1
"aku tidak berencana memperkenalkan lalisa kepada orang tua ku! " saut dika dengan santainya menatap budi , yang membuat budi pun langsung berhenti terdiam dengan wajah kagetnya
"apa!! maksudmu itu ? "tanya budi pada dika dengan wajah penasarannya
"aku tidak akan menikahi lalisa!.. " saut dika yang sudah menampakan wajah seriusnya, yang membuat budi pun langsung terkejut mendengar itu dengan wajah tidak percaya yang langsung meletakan minumannya di atas meja
tuk...
"kenapa tiba-tiba.. bicara seperti itu! hei.. bukankah pernikahan ini sudah di bicarakan dengan ayahmu?.. " tanya budi yang masih belom Terima keputusan dika saat ini
"anda kira kami tidak tahu rahasia kondisi finansial grup CY? dari impormasi yang kami peroleh, kecuali grup CY diambil pemerintah, maka grup CY akan koplas... " saut dika dengan suara khasnya yang membuat budi pun langsung terdiam gugup mendengar itu
"itu.... itu adalah...tunggu! sebenarnya bukan seperti itu, kau dengarkan penjelasanku dulu...
"Eksekutif dika! . .
"grup eagle sudah memutuskan untuk tidak membantu grup CY mulai sekarang!.. "ujar dika dengan suara tegasnya menatap budi dengan wajah dinginya yang membuat budi pun semakin kikuk dengan tangannya yang sudah gemetar hebat disaat ingin mengambil minumanya
gluk... gluk.. gluk... ahh...
bruk...
"kenapa? kenapa demikian? kemarin.... bukankah kemarin malam kau membawa putriku ke hotel? kalau tidak akan menikahinya, kenapa kau membawanya ke kamar hotel.. " tanya budi pada dika dengan wajah penasarannya yang sudah melotot tidak Terima
"apa nona lalisa menceritakan bahwa aku membawanya ke dalam hotel? lalu? apakah dia menceritakan apa yang aku lakukan padanya didalam kamar hotel? . . "saut dika yang bertanya balik tentang dirinya dan putrinya kemarin malam dengan wajah dinginya yang membuat budi pun terdiam sejenak tak bisa berkata apa-apa
__ADS_1
"lalisa, emang gadis yang cantik, aku memang membawanya ke kamar hotel, tetapi.. aku bukan pria yang akan bercinta dengan wanita hamil.. juga tidak gila menikahi wanita yang sedang mengandung bayi dari pria lain , apakah anda sedang bercanda dengan keluargaku.. "ujar dika yang menatapnya tajam kepada budi yang sudah menampakan wajah terkejutnya terdiam membeku yang tidak sengaja cangkir pun terjatuh begitu saja dari tangannya
pranggg....
" apa!!
"aku tak pernah terpikirkan presider budi menghina aku dan ayahku seperti ini!
"kau dengarkan penjelasanku dulu... " saut budi yang sudah merasa tak enak hatinya dengan wajah kebingungannya
"aku sudah tahu semua, anda mau jelaskan apa lagi ? .. " ujar dika dengan suara khasnya yang membuat budi pun tak bisa berkata apa-apa lagi di Dedap dika yang sudah terpojok karena malunya yang sudah mengempalkan tangannya yang sudah gemetar hebat yang tak di beri kesempatan untuk menjelaskan lagi
"aku... dengarkan dulu penjelasanku...
"jika mau menikahkan putrimu denganku , seharusnya jeje janey setidaknya itu bukan penipuan ! .. " saran dika menatap budi yang sudah tertuduk malu karena ulah putrinya itu
"(◞‸◟ㆀ)ᵐᵃᵃᶠ maafkan aku..
"aku tidak melapor kepada ayahku jika anda hendak menipuku dengan pernikahan aku dengan putrimu yang sudah hamil dengan pria lain, aku pikir kau tidak akan mau ayahku tahu 'kan?.. " ujar dika yang sudah tersenyum licik
"(◞‸◟ㆀ)ᵐᵃᵃᶠ sekali lagi aku minta maaf ....
"mari kita lakukan transaksi!.. " pinta dika yang sudah menatap budi dengan wajah seriusnya yang membuat budi pun langsung mengadahkan wajahnya dengan wajah bingungnya
"??? transaksi?? . .
__ADS_1