
satu hari kemudian..
dihari libur kerjanya tak diduga jejepun akan bertemu Dengan mantan pelanyan sekaligus mantan kekasih adiknya ITU Yang tak lain adalah zaki Yang sudah duduk didalam restoran bersama jeje saat ini
"ayahku sangat khawatir, mengenai penyakit Tuan budi, mereka berkerja SAMA selama bertahun-tahun, Aku pikir ayahku sangat khawatir! " ujar zaki Yang sudah menatap Rasa bersalahnya kepada anak mantan majikannya itu
"tenang SAja ayahku sekarang dalam masa menyembuhan, dan bagaimana Dengan orang tuamu? apa mereka baik-baik SAja? " saut jeje Dengan wajah sedikit penasarannya menatap zaki Yang sudah menampakan wajah diamnya
"mereka baik-baik saja,ayahku sekarang menjadi penjaga keamanan disebuah gedung dikota D, dan ibuku berkerja ditempat Yang SAMA, dan Aku juga sekarang sudah memiliki pekerjaan ! " saut zaki Yang sudah bicara jujurnya pada mantan majikannya itu
"lalu Kau berkerja dikota mana? " Tanya jeje Yang masih penasaran pada kehidupan zaki saat ini
"di kota D, Aku seorang pengantar barang, Aku harus menyetir setiap waktu,dan itu sangat melelahkan tapi, Aku mendapatkan gajih Yang sangat bagus! "saut zaki Yang Yang sudah memberitahukan keluh kesahnya pada jeje Yang seperti sahabatnya sendiri
"sekarang Kau tinggal dimana?" Tanya jeje lagi Yang masih penasaran Yang sudah menatap zaki Dengan seriusnya
"di kota D, bersama ayahku! "saut zaki Yang sudah tertuduk menampakan wajah murungnya itu
"Kau sekarang hidup Dengan baik disana, sukurlah Kalau begitu, tapi ngomong-ngomong zaki, apa Kau tidak penasaran mengenai keadaan lalisa saat ini? "ujar jeje Yang sudah menatap zaki Dengan begitu lekatnya , Yang membuat zaki pun langsung menepisnya Dengan penuh kesedihan Dari matanya itu
"tidak SAMA sekali! lagian Aku sudah punya pacar sekarang! " ujar zaki Yang sudah menahan diri dan perasaannya saat ini untuk tidak mengingat lalisa lagi Yang tak mungkin bersama itu karena berbeda kasta , Yang membuat jeje pun sangat terkejut mendengarnya
"sungguh? Aku berpikir ini akan terjadi cepat atau lambat, tapi waktu ini benar-benar menjadi kenyataan , Aku juga masih merasa aneh, Kalau lalisa...
" maaf sekali lagi! ihkss... sebenarnya Aku mencoba untuk melupakan lalisa, ihkss... tapi takdir kita tidak berpihak padaku ihkss... ihkss... sebenarnya Aku hanya ingin bertemu Dengannya tapi itu tidak mungkin, Aku hanya cukup mendengar kabarnya saja Kalau dia baik-baik saja.. ihkss... Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi ihkss... "ujar zaki Yang sudah memotong kalimat jeje Yang sudah merasakan kesedihannya Yang mendalam menumpahkan Rasa rindunya pada adik perempuannya itu Yang sudah meneteskan air matanya, Yang sudah tertunduk Yang tak bisa tertahakan lagi putiran air matanya pun sudah mengalir dipipinya, Yang membuat jeje pun terdiam membisu menatap zaki Yang sedikit Rasa ibanya Yang tak bisa berkata apa-apa lagi
sore pun tiba..
jeje pun Yang sudah selesai Dengan masalahnya langsung begegas pulang ke apartementnya Yang sedang berjalan masuk, namun Dengan tiba-tiba jeje pun menoleh melihat sosok Yang sudah berdiri didepan pintu utama apartementnya Dengan wajah terkejutnya Yang tak lain adalah suaminya sendiri Yang sudah menatap dirinya Dengan wajah dinginya sembari berkacak pinggangnya
" kenapa Kau berdiri disitu?"Tanya jeje pada suaminya itu Yang sudah menampakan wajah herannya
"apa Kau belom tahu ? Kau kemana saja Dari tadi Baru pulang?" saut dika Dengan suara tegasnya Yang sudah menampakan wajah kesalnya kepada istrinya itu Yang sudah terdiam Dengan wajah terkejutnya
"Hari ini Hari libur kerja, Aku pergi sebentar keluar, lagian Kau juga seharusnya tidak kesini bukan?" ujar jeje Yang sudah menampakan wajah malasnya beranjak masuk ke apartementnya sembari berjalan melewati suaminya itu Yang masih Berdiri Dengan wajah kesalnya
"Aku bertanya sekali lagi Kau abis pergi kemana? "bentak dika sembari membalikan tubuhnya melihat pungung istrinya itu
"Aku tadi menemui seseorang diluar sana! " saut jeje Yang terus berjalan masuk tanpa menoleh melihat ke belakangnya
"seseorang siapa?" tanya dika Yang sudah berjalan mengikuti istrinya Dari belakangnya Dengan wajah penasarannya
tak... tak... tak...
__ADS_1
"kenapa kau marah? Kau bilang Aku tidak seharusnya datang dihari minggu! "saut jeje Yang sudah mengalihkan pembicaraan suaminya itu Yang masih mengikutinya dari belakangnya
"apa itu penting?.. " Cetus dika singkat
"kenapa Kau tidak masuk Kau tahu kunci sandinya bukan? " ujar jeje Yang sudah menahan Rasa kesalnya Yang masih terus berjalan menuju liftnya Dengan cepat
"Kau belom menjawab siapa Yang Kau temui tadi? " bentak dika Yang sudah Amat marah pada istrinya itu Yang masih mengikutinya dari belakangnya Yang membuat jeje pun kaget melihat resepsonis Yang sudah berdiri didepan pintu liftnya Yang sudah mendengar percakapan mereka berdua
"asataga! " dumel jeje Yang langsung Dengan cepat memencet tombol liftnya itu
tap... tap.. tap....
"katakan padaku siapa Yang Kau temui tadi? siapa dia? jawab? "bentak dika Yang sudah berdiri di belakang istrinya itu
ting... (suara pintu lift)
"Aku tidak ingin membicarakannya! " saut jeje Yang langsung berjalan masuk ke dalam liftnya itu Dengan wajah juteknya
"Kau menemui pria lain sudah kuduka , siapa? sepupuh menejermu ? " Tanya dika Yang masih Amat kesal sembari berjalan masuk kedalam liptnya menatap istrinya itu , Yang membuat jeje pun langsung menghelang nafas beratnya itu
"uhu~~~apa Kau mengirim seseorang untuk menguntitku? "Tanya jeje Yang masih menahan Rasa kesalnya pada suaminya itu
"iya, kenapa memangnya apa itu tidak boleh? " saut dika Dengan jujurnya Yang membuat jeje pun merasa kecewanya pada suaminya itu
"Aku tidak melakukan Hal Yang Salah, kenapa Kau harus mengirimkan seseorang untuk menguntitku? " ujar jeje Yang sudah Amat marah dan emosi pada suaminya itu
"kapan Kau mulai meminta orang lain untuk memata-mataiku? "Tanya jeje Yang sudah Amat marah dan emosi pada suaminya itu SAMA Hal Nya Dengan dika Yang sudah menaikan halisnya Dengan wajah suramnya
"jawab pertanyaanku! siapa pria Yang Kau temui? siapa? Aku sudah bilang padamu Agar jangan berkencan Dengan pria lain di saat Kau bersamaku!"bentak dika Yang Amat marah pada istrinya itu Yang masih belom mengatakannya padanya siapa pria itu
"dia hanya seseorang Yang Ada hubungannya Dengan lalisa! " saut jeje Yang masih belom mengatakannya Yang sebenarnya pada suaminya itu, Yang membuat dika pun semakin Salah paham dan prasangka buruk pada istrinya itu
"kenapa Kau harus menemui seseorang Yang Ada hubungannya Dengan lalisa? "Tanya dika Yang masih bingung dan heran Dengan apa Yang di maksudkan istrinya itu Dengan wajah penasarannya
"ketika Aku masih tinggal bersama ayahku , lalisa hamil , dan ayah dari bayinya adalah putra supir ayahku, kami tinggal dirumah Yang sama dalam waktu Yang lama , dia hanya ingin tahu bagaimana keadaan ayahku dan lalisa saat ini! " ujar jeje Yang sudah memberitahu dan memperjelaskan maksud pria Yang dia temui tadi kepada suaminya itu sembari memijat lekuk lehernya Yang sudah Amat pegal beberapa Kali
"Oh, jadi Kau tidak menemui sepupuh menejermu, kan? " Tanya dika lagi Yang masih membahas pria Yang tidak Ada dipikiran jeje saat ini Yang membuat jeje pun langsung menepuk jidatnya Yang sudah Amat kesal dan capek Yang belom paham SAMA sekali pada suaminya itu
" Ya, ampun! Aku tak bisa bicara lagi! "dumel jeje Yang sudah Amat geregetan pada suaminya itu
"Kau seharusnya mengatakan padaku! " ujar dika Yang sudah menatap istrinya itu Dengan kesalnya
"apa itu juga harus, itu hanya masalah sepele! "Cetus jeje Yang sudah mengempalkan tangannya Yang Amat geregetan pada suaminya itu
__ADS_1
"apa Kau tahu, Aku untuk bertemu Denganmu, Aku buru-buru mengakhiri rapat glof, Aku tidak bisa menemukanmu dimanapun, Aku juga diberitahu Kalau Kau bertemu Dengan seorang pria! " ujar dika Yang sudah memberitahukan pada istrinya itu Yang sudah menatapnya Yang begitu Amat geregetannya Yang tak tertahankan
"alasan saja! Kau kemari bukan untuk menemuiku, tapi Kau kesini hanya untuk ingin bercinta, kan? Aku tidak mau tidur Dengan mu Hari ini! "triak jeje Yang sudah Amat marah dan emosi pada suaminya itu, Yang membuat dika pun langsung terdiam sejenak Dengan wajah bengongnya
" apa!
ting... (suara pintu lift terbuka)
tak... tak... tak...
"pergilah! " triak jeje Yang sudah membalikan tubuhnya sembari membuka pintu kamar apartementnya Yang di bating Amat keras
brakkk... (suara pintu)
Yang membuat dika pun sangat terkejut Dengan sikap jeje Yang begitu marah padanya, Yang membuat dirinya pun langsung bergegas masuk kedalam kamar apartementnya menyusul istrinya itu
Brakkk... (suara pintu)
tak... tak... tak...
" kenapa Kau ini?Aku diberitahu Kalau Kau bertemu Dengan seseorang pria jadi wajar saja Aku marah dan kesal ! "ujar dika Yang sudah berjalan menghampiri istrinya itu sembari berkacak pinggangnya
" tidak bisakah Aku bicara Dengan pria lain saat ini, bahkan jika mereka bukan teman laki-lakiku? Aku pikir kontrak kita tidak memberi batasan akan Hal itu!"saut jeje Yang sudah duduk diatas ranjangnya sembari melipat kedua tangannya didadanya Dengan wajah juteknya
"omong-omong Kau tidak bisa bertemu Dengan pria lain, meskipun Kau tidak mengencani mereka! " ujar dika Yang masih berdiri menatap istrinya itu
"jadi Kau membuat semua keputusan untukku sekarang? " Tanya jeje Yang sudah menatap suaminya itu Dengan wajah juteknya
"Aku membayarmu Dengan uang Yang banyak! Kau harus patuh! kita sudah membuat perjanjian akan Hal itu! " triak dika Yang sudah memberitahukan hak Nya padanya Dengan wajah emosinya Yang membuat jeje pun tak mau kalah Yang langsung beranjak bangun dari duduknya
"jangan berteriak padaku! Aku tahu Aku hanya mainan Yang Kau Beli, tapi kontrak tidak menyebutkan Kalau Kau boleh berteriak padaku sesukamu! jadi jangan berani melakukan itu lagi padaku! Aku juga bisa marah sekarang dan berteriak padamu, bahkan Aku juga ingin menampar wajahmu itu! "triak jeje Yang emosi meledak-ledak Yang berani memarahi suaminya itu Yang sudah Amat geregetannya berdiri Dengan beraninya Yang membuat dika pun sedikit Terkejut melihat ekpresi wajah istrinya itu dihadapanya Yang sudah melotot seperti moster
"Aku tidak mengatakan Kalau Kau mainan Yang Aku Beli! " saut dika Dengan suara pelannya menatap istrinya itu Dengan wajah diamnya
"tapi itu maksudmu kan? Aku hanya mainan Yang bisa Kau buang di saat Kau sudah bosan! "triak jeje Yang masih emosi melihat suaminya itu , Yang membuat dika pun tersenyum menyeringai menatap istrinya itu Yang sedang marah padanya
"apa Yang Kau tertawakan? apa itu lucu hah?" bentak jeje Yang masih kesal menatap suaminya itu
"ckkk... lihat siapa Yang sekarang berteriak ? "ujar dika Yang sudah menampakan wajah santainya, Yang membuat jeje pun terdiam Yang sudah menahan Rasa emosinya itu didalam dirinya Yang Amat geregetannya Yang ingin menojok suaminya
" Kau! Aku tidak mau melihatmu! keluar!!! "bentak jeje Yang langsung membalikan tubuhnya berjalan keluar kamarnya Dengan wajah emosinya , namun dika tak menghiraukan permintaan istrinya itu justru dirinya berjalan mengikutinya lagi dari belakangnya , Yang membuat jeje pun berhenti melangkah sembari membalikan tubuhnya melihat suaminya itu Yang masih mengikuti dirinya dari belakangnya
"tinggalkan Aku sendiri! "Pinta jeje Yang masih kesal pada suaminya itu
__ADS_1
"masak untukku, Aku tidak makan apapun karena Aku terburu-buru menemuimu! " ujar dika Dengan santainya meminta istrinya itu Yang sedang marah padanya Yang membuat jeje pun langsung terdiam sejenak Dengan wajah bengongnya itu
"apa!..