Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
di telepone


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


di tempat kantor jeje janey yang sedang sibuk..


kring... kring.. kring..


"siapa lagi? ckk.. halo?


"halo apakah ini perusahaan kontruksi dragon li?.. " tanya seseorang di dlsebrang sana


"iya betul, ada yang bisa saya bantu?


" saya ingin bicara dengan nona jeje janey.


"iya ,saya sendiri ini siapa?.. " tanya jeje di sebrang sana dengan wajah penasarannya


"apakah ini jeje janey?


" iya betul!..


"tolong tunggu sebentar pak dika ingin bicara dengan anda ..


" apa? siapa? .. "saut jeje yang tidak jelasnya di sebrang sana yang sudah dialihkan kepada tuannya


"halo?


"halo..ini jeje janey , anda siapa?.. " tanya jeje yang sekali lagi bertanya pada orang di sebrang sana


" apa kau lupa padaku?aku dika nasution Abrams .. "saut dika di sebrang sana dengan suara khasnya yang membuat jeje pun terkejut

__ADS_1


"laki-laki itu mau apa lagi dia menghubungi ku?.. (batin jeje)


" owh..kau mau apa lagi.. " ujar jeje dengan suara juteknya


"mari kita bertemu.. " ajak dika pada jeje di sebrang sana


"apa! kau ingin bertemu denganku?


"ya, kita harus bertemu!


"kenapa kau ingin bertemu denganku? .. " tanya jeje pada dika disebrang sana dengan wajah malasnya


"ada yang aku ingin sampaikan.. " saut dika dengan wajah seriusnya disebrang sana


"aku tidak ada urusan dengan mu . . kalau penting bicaralah di telepon? . . " ujar jeje yang sudah memijat keningnya yang amat sedikit pusing


"jangan kaitkan aku dengan mereka , aku sama sekali tidak tahu mengenai hal ini! .. " saut jeje dengan suara kesalnya di sebrang sana


"datanglah kekantorku !.. " pinta dika yang sudah amat geregetan di sebrang sana


"kenapa aku harus pergi kekantor mu? . . " tanya jeje lagi yang keras kepala yang membuat dika pun sedikit geregetan di sebrang sana


"aku akan beritahumu ketika kau datang !💢💢. . " bentak dika disebrang sana dengan wajah kesalnya


yang membuat jeje pun langsung menghindarkan telinganya dari gagang telepone dengan suara kerasnya di sebrang sana yang membuat dirinya pun amat kesal dan marah yang masih memegang gagang teleponenya itu yang amat geregetan


"aku tidak akan datang , tidak ada waktu, kalau kau ingin bicara sebaiknya kau bicara saja dengan ayahku itu! aku tidak pernah dengar ayahku membahas dirimu ituu!!! dan satu lagi! kau sungguh tidak tahu sopan santun beraninya kau meneriaki ku! aku tidak tahu kenapa kau selalu jadikan aku pelampiasanmu! kurang ajar! aku tutup teleponnya!.. " saut jeje yang sudah amat marah maksimal dengan cepat langsung mematikan teleponnya dengan kasarnya


brakkk..

__ADS_1


"sungguh sialan! dasar laki-laki gila!! bikin mood ku naik ingin rasanya ku tampar dia!!.. " ujar jeje yang sudah amat geregetan yang sudah mengempalkan tangannya begitu kuat dengan wajah kesalnya


dan di sebrang sana..


dika pun malah tersenyum penuh misterius di saat mendengar perkataan jeje barusan kepadanya


"hmm.. kita pasti akan bertemu jeje janey, lihat saja nanti kau yang akan lebih dulu mencariku.. (batin dika) yang sudah tersenyum licik


malam pun tiba..


di keluarga grup CY


plak... (suara tamparan)


" ahh!


"suamiku! .." triak Ratih yang kaget dan terkejut melihat anak kesayangannya di tampar oleh suaminya itu dengan tiba-tiba


"kau... kau... dasar anak bodoh!.. " triak budi dengan wajah kesalnya menujuk-nujuk anaknya itu yang sudah jatuh tersungkur di bawahnya


"tolong.. jangan pukul dia lagi!.. " saut Ratih yang sudah memegang erat tubuh suaminya itu dari sampingnya sekuat tenaganya


"dasar anak bodoh kau hanya tahunya makan dan main saja!.. uhu... uhu.. " triak budi yang setengah maboknya memarahain anak bungsunya itu dengan mata melototnya kearah lalisa yang masih terdiam sembari menahan pipinya yang sedikit perih


"ada apa denganmu tiba-tiba begini? semua masalah akan selesai minggu ini, rumah sakitnya juga sudah dapat.. "triak Ratih dengan wajah cemas dan panik melihat suaminya itu yang tak bisa di kendalikan dengan kedua tangannya yang masih memegang dan memeluknya yang begitu erat


" diam kau ! jangan bicara lagi, karna kau juga dia menjadi seperti ini yang selalu kau manjakan itu!.."bentak budi pada istrinya itu yang sudah menampakkan wajah kesal dan marahnya, yang membuat Ratih pun sedikit ketakutan dengan tubuhnya yang sudah gemetar hebat


"semua ini salahmu, dasar anak sialan! semua salahmu! tidak tahu diri bisanya menyusahkanku saja !.." triak budi yang semakin menjadi-jadi membentak dan memaki anaknya itu yang sudah menangis karena ketakutan dan tak lupa Ratih pun selalu ada di sampingnya untuk membela anak kesayangannya itu

__ADS_1


__ADS_2