Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
kecemasan dika pada istrinya


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


dika pun sudah sampai di apartementnya berjalan masuk dan tentunya jeje pun sudah berdiri menyambut suaminya didepan pintu dengan tatapan datarnya , yang sebelomnya dika pun sudah mengirim pesan singkat pada ponsel istrinya Itu


klikkk... (suara pintu)


"kau langsung kesini setelah turun dari pesawat? " tanya jeje dengan suara khasnya berjalan menghampiri suaminya


"apa katanya? " tanya dika tutup point yang sudah tahu masalah istrinya dengan bibinya beberapa hari yang lalu dengan tatapan sedikit kesalnya sembari membuka jasnya yang sedikit gerah


"tidak Ada yang sepecial! " saut jeje singkat dengan wajah diamnya , yang membuat dika pun semakin penasaran


"tidak Ada yang sepecial? " ujar dika dengan wajah sedikit bingungnya mengkerutkan halisnya menatap jeje yang penuh banyak pertanyaan dibenaknya sembari memberikan jasnya kepada istrinya yang sudah berdiri dihadapanya


"baiklah !aku tahu kau pastinya sudah tahu masalah Itu bukan? dia datang untuk memperingatkan aku untuk menutup mulutku ! " saut jeje yang bicara apa adanya dengan raut wajah dinginya


"lalu, apa yang kau katakan padanya kalau begitu? " tanya dika yang semakin penasaran berdiri menatap istrinya yang sudah buang muka kearah lain dengan juteknya


"aku bilang tidak Ada yang perlu dia khawatirkan ! "saut jeje dengan dengan entengnya berjalan cepat menuju dapur yang membuat dika pun yang mendengar itu terdiam sejenak sembari melangkah mengikuti istrinya dari belakangnya


Tak... Tak... Tak..


"kau tidak kesal karena dia, Kan?" tanya dika sekali lagi yang ingin memastikanya kepada istrinya yang sedang memasak air panas diatas kompornya


cklik~~


"tidak, aku baik-baik saja ,faktanya adalah aku yang tidak menggoda pria yang sudah menikah bukan?" sindir jeje dengan wajah datarnya sembari membuka dan mengambil gelas didalam rak piringnya yang ingin membuatkan teh untuk suaminya


"apa yang dia katakan? " tanya dika yang masih penasaranya melihat sikap istrinya yang mula dingin padanya

__ADS_1


"dia bilang kau akan segera bertunangan dan akan menikah, aku pikir kontrak Kita juga akan berakhir bukan? " cetus jeje dengan wajah diamnya sembari menuangkan air panasnya Kedalam cangkir yang tak berani menatap dika yang masih berdiri membelakanginya


"apa kau benci berada bersamaku? " tanya dika dengan suara khasnya berdiri menatap punggung istrinya


"bukan, aku hanya kesal, Karena dibatasi dengan kontrak, ini bukan sesuatu yang membuat aku bahagia, ini membuatku merasa seolah aku seorang budak! "ujar jeje yang apa adanya memberitahukan pada suaminya yang membuat dika pun yang mendengar itu sedikit kesal


"tuan seperti apa yang akan membiarkan budaknya tinggal dimansion yang begitu besar dan megah! "Cetus dika dengan sengaja menyidir istrinya


"apa kau sungguh berpikir seperti Itu? "tanya jeje dengan wajah kesalnya langsung melirik dika dibelakangnya


"tentu saja! " saut dika enteng


"lalu hubungan seperti apa yang menurutmu Kita miliki? " tanya jeje sembari membalikan tubuhnya dan menyodorkan teh kesukaanya diatas meja


"Kita sepasang kekasih dibawah kertas kontrak? "saut dika sepontan menatap jeje dengan seriusnya


"aku tidak pernah memperlakukanmu seperti seorang budak? "bentak dika dengan suara kerasnya melotot dengan marahnya , yang membuat jeje pun hanya bisa terdiam dengan wajah tenangnya


" sudahlah, sebaiknya minum teh nya dulu! "pinta jeje dengan raut dinginya yang membuat dika pun semakin kesal dibuatnya yang mengalihkan pembicaraannya


"jáwab aku! apa aku pernah memperlakukanmu seperti seorang budak? "tanya dika dengan wajah galaknya , yang membuat jeje pun langsung melipat kedua tangannya didadanya sembari menatap suaminya


"kau tuan yang berbelas kasihan, jadi kau belom pernah menyiksaku sampai sekarang! " sindir jeje dengan tatapan datarnya yang membuat dika pun semakin semosi dan maranya melihat sikap istrinya yang begitu dingin dan arogan


"dan satu lagi jangan tidur disini malam ini, pergilah ketempat lain? " cetus jeje dengan juteknnya membuang Muka kearah lain yang membuat dika pun semakin geregetan yang tertahankan dari tangannya yang Mengempal kuat


"kenapa memangnya? " tanya dika dengan suara bentakannya


"tidak apa-apa, hanya saja beberapa Hari ini aku selalu bergadang di malam Hari untuk mengerjakan proyek, aku saat ini dalam kondisi yang buruk, aku ingin minum anggur dan tidur lebih awal! " saut jeje dengan entengnya membalikan tubuhnya sembari mencari minuman anggur di dalam lemarinya , yang membuat dika pun langsung menghelang nafas beratnya

__ADS_1


"uhu~~aku akan tetap tidur disini! "ujar dika yang masih kukuh dengan keputusannya sembari melonggarkan dan melepaskan dasinya dilehernya yang amat menyekek dirinya


"tapi, aku sangat lelah? " protes jeje yang sudah membalikan tubuhnya sembari menaruh minumannya diatas meja menatap suaminya Itu yang sudah duduk bersandar di atas sopanya dengan wajah lelahnya


krakkk...


"tenang saja aku tidak akan menyentuhmu malam ini! " Cetus dika dengan wajah diamnya , yang membuat jeje pun yang mendengar sedikit lega didalam hatinya


"terimakasih! apa kau mau? " saut jeje sembari menawarkan minuman pada suaminya


"tuangkan sedikit untuk ku? "pinta dika dengan suara khasnya menatap istrinya


"baiklah, ini untuk mu? "saut jeje dengan suara khasnya berjalan cepat menghampiri suaminya sembari menyodorkan minumanya dari tangannya , dan dika pun dengan cepat langsung menerimanya dengan tangannya


"apa kau pandai minum? " tanya dika dengan santainya mengkerutkan halisnya dengan wajah sedikit penasaran


"tidak, aku hanya memikirkan alkohol Itu peganti obat tidur! " saut jeje dengan juteknya dengan cepat membalikan tubuhnya dan berjalan kearah dapur dan dirinya pun berdiri bersandar dibalik kompor sembari mencicipi minumanya sedikit demi sedikit kedalam mulutnya yang dipaksakan


"sejujurnya, 10 menit setelah aku minum ini, aku akan mengantuk dan jantungku akan berdedup kencang , dan aku akan langsung tertidur setelah aku berbaring? "ujar jeje yang bicara apa adanya yang sedikit pernah mengalaminya beberapa Hari yang lalu


"kemarilah keruang TV dan duduk disini itu lebih baik disaat kita bicara ? " ajak dika dengan sengaja melambaikan tangannya kearah jeje Sembari menepuk sopanya beberapa kali untuk duduk di sampingnya


"tidak, aku ingin berdiri disini dan menghabiskan minumanku! " tolak jeje dengan keras kepalanya


"tidak Ada yang seperti itu! cepat kemari! "bujuk dika pada istrinya dengan suara tegasnya


"kalau begitu biarkan aku orang yang Pertama, meminum anggur sembari berdiri seperti ini! " saut jeje yang masih kukuh dengan keinginiannya , yang membuat dika pun menghelang nafas beratnya


"uhu~~

__ADS_1


__ADS_2