Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
kabar ibunya jeje


__ADS_3

"halo?..


" jeje?..


"ya, bibi pengasuh, ada apa ? " tanya jeje disebrang Sana dengan wajah cemasnya


"ibumu baik-baik saja sekarang, tapi sebelumnya ibumu merasa tidak enak badan, dan mengalami sedikit gejala serangan jantung dengan tiba-tiba! " saut bibi pengasuh disebrang Sana dengan suara tenangnya yang membuat jeje pun sangat terkejut setengah mati mendengarnya.


"apa! serangan jantung!? " ujar jeje dengan suara sedikit kerasnya yang sudah menampakan wajah cemas dan paniknya


"tenanglah,ibumu sekarang Baik-baik saja, tapi aku pikir aku harus memberitahumu bahwa...


"aku harus pergi sekarang bibi? " saut jeje yang memotong kalimat bibi pengasuhnya disebrang Sana dengan wajah paniknya langsung berjalan kedalam kamarnya yang ingin mengambil tasnya yang setiap hari dia bawa


tak... tak... tak..

__ADS_1


"tidak, kau tidak perlu datang kesini, ibumu sekarang kondisinya sudah stabil sekarang, dan sekarang ibumu sudah berada diruang unit perawatan insensif , kau tidak bisa masuk dan mengunjunginya? " saran bibi pengasuh disebrang Sana yang sudah memberitahunya dengan suara tenangnya


"tapi ,meskipun aku tidak bisa berkujung...


"masa kritisnya sudah lewat, lagian tempatmu jauh dari sini, bahkan jika kau tiba disini, kau tidak bisa bertemu dengannya, selain itu, kau harus bekerja besok bukan? sebaiknya kau datang dihari pekan saja itu lebih baik? "saran bibi pengasuh itu yang sudah memotong kalimat jeje yang sudah memberitahu dan memperjelaskan semuanya disebrang Sana, yang membuat jeje pun terdiam sejenak yang sudah berdiri didepan pintu yang sedang memegang gagang pintu yang ingin keluar


" tapi..


"terakhir kali kau juga pernah datang kesini bukan? tapi tak bisa bertemu dengan ibumu , dan kau merasa tertekan disaat mendengar itu kan? " ujar bibi pengasuh itu yang lagi- lagi memotong kalimat jeje yang sudah mengingatkannya disebrang Sana, yang membuat jeje pun berdiri terdiam dan tertunduk didepan pintu dengan hati kecewanya


"tenang saja jika terjadi sesuatu pada ibumu lagi, bibi akan langsung memberitahumu! "bujuk bibi pengasuh itu kepada jeje dengan suara tenangnya disebrang Sana , yang membuat jeje pun dengan pandangan kosongnya langsung menghempaskan nafas beratnya


"baiklah!" saut bibi pengasuh itu yang sudah mematikan ponselnya disebrang Sana yang membuat jeje pun terdiam sejenak dengan pikiranya yang sudah menatap layar ponselnya melihat photo gambar ibunya yang sudah dijadikan wallpaper , yang membuat dika pun berjalan menghampiri istrinya itu dari belakangnya


"apa kondisinya semakin buruk sekarang? " tanya dika dengan seriusnya menatap punggung istrinya itu, yang membuat jeje pun langsung membalikan tubuhnya

__ADS_1


"ibuku sekarang baik-baik saja, sebaiknya aku akan tidur ini sudah malam! " saut jeje dengan wajah diamnya berjalan menuju kamarnya


"tunggu! apakah kau kau pergi sekarang? " tanya dika yang sudah berjalan mengikuti istrinya itu dari belakangnya


"tidak perlu aku akan pergi kesana dihari pekan ! "saut jeje dengan suara pelanya yang tidak bersemangat lagi berjalan terus menuju kamarnya yang tak menoleh pada suaminya yang sudah mengikutinya


tak... tak... tak...


"tadi sepertinya kau menyembutkan serangan jantung ? apakah ibumu mengalami serangan jantung? " tanya dika yang masih penasaran kondisi mertuannya itu


klikk... (suara pintu)


"aku tidak tahu apakah itu komplikasi atau apa ,sekarang, ibuku bahkan mengalami agina setelah ibu sakit terlalu lama, bibi pengasuh bilang bahwa hari ini aginanya menyebabkan serangan jantung! " saut jeje yang berjalan cepat menuju ranjangnya dan meleparkan tubuhnya itu diatas ranjangnya begitu saja dengan posisi tengkurep


brokkk....

__ADS_1


krekkk....


"jadi?"tanya dika yang sudah duduk disamping ranjangnya menatap punggung istrinya itu yang sudah tengkurep dengan wajah cemasnya yang tak bisa terbendung lagi..


__ADS_2