Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
malam pertama


__ADS_3

beberapa menit kemudian..


dika pun dengan wajah bengongnya langsung memiringkan tubuhnya kearah istrinya itu yang sudah memegang bundaknya sembari mengangkat kepala jeje kearah lengannya yang mengganti bantalnya , yang membuat jeje pun terkejut


"oh, tidak! apa yang dia lakukan? (batin jeje) yang sudah dag dig dug didalam sana , yang sudah merasakan suaminya itu yang sudah memeluknya yang begitu erat sembari menciumi lekuk leher istrinya yang begitu wangi beberapa kali yang membuat jeje pun sedikit geli dengan kegugupanya yang sudah memejamkan matanya sembari meremas bantalnya yang begitu kuat


tak berselang lama dika pun memulai menyimbakan selimutnya yang sudah menutupi tubuh istrinya itu dan secara perlahan dika pun ingin menarik tali pita yang pas dibagian dada istrinya itu yang membuat jeje pun langsung menghentikannya dengan tangannya dengan kegugupanya , yang membuat dika pun langsung menatap istrinya itu yang sudah merasakan tangannya begitu dingin


"apakah kau sudah membeku? " tanya dika dengan wajah datarnya


"tolong jangan katakan apapun " pinta jeje yang sudah memejamkan matanya dengan kegugupanya yang tak berani menatap suaminya itu yang begitu intim


"Jangan-jangan ... ini bertama kalinya? aku tahu dari awal akan sakit tapi nantinya kau akan ketagihan? " ujar dika dengan sengaja memancing istrinya itu agar berani menatapnya dan benar saja, yang membuat jeje pun langsung membuka matanya dan menoleh suaminya itu dengan mata melototnya


"tutup mulutmu itu! em...


"baik.." mmmmeeeuuuuchhhh"💕emmmmuacc💕


yang membuat jeje pun terkejut dengan mata melototnya yang sudah dibungkam oleh bibir suaminya itu yang begitu dominan dan agresif yang sudah mengekspor seluruh penjuru lidahnya sembari memainkan didalam sana yang kekuar masuk tanpa henti , yang membuat jeje pun terbawa suasana dengan permainan suaminya itu yang sudah memejamkan matanya begitu menikmatinya


dan tak lupa dika pun langsung membuka tali pinta baju istrinya itu yang sekali tarik lepas semuanya yang membuat dika pun semakin memanas melihat gunung kembar yang begitu terpanggang nyata dimatanya yang langsung melahapnya yang begitu dalam yang saling bergantian yang membuat jeje pun yang tak sadar mengeluarkan desahannya dibibirnya sembari meremas rambut suaminya itu


"ahhh!!! yahh!!!...


yang membuat dika pun semakin terpancing mendengar ******* istrinya itu yang luar biasa, menyusuri setiap lekuk tubuhnya itu yang meninggalkan bekas cupangan sampai menuju mahkotanya yang selama ini jeje jaga, yang membuat dika pun dengan mata melototnya melihat pemandangan luar biasa itu yang sudah membelainya dengan tangannya yang membuat jeje pun tersadar yang ingin menutupinya dengan tangannya namun dengan singgap dika pun langsung melepaskan nya dan dirinya pun dengan cepat langsung menjilatnya yang begitu dalam beberapa kali yang membuat jeje pun semakin terangsang dengan tubuhnya yang semakin tergeliat kegelian dibawah sana sembari menahan dan meremas bantalnya diatas kepalanya itu


" ahhh!!! tidakkk!!! ahh!!!

__ADS_1


dika pun yang tak tahan lagi langsung memposisikan tubuhnya itu yang sudah meluruskan senjatanya kearah guah yang belom dibobol itu, dengan nafas yang mengebu-ngebu dika pun dengan perlahan langsung menanjabkan senjatanya yang sekali hentakan yang membuat jeje pun langsung terkejut dengan mulutnya terbuka


"ahhh!!! aww!!!...


" tahanlah, sebentar... "pinta dika yang sudah menghentakan tubuhnya diatas istrinya itu beberapa kali yang membuat jeje pun tak bisa berkata Apa-apa hanya bisa terdiam merasakan apa yang suaminya itu mainkan yang sudah ada diatas tubuh yang itu ,sembari berperlukan yang begitu erat yang tak lupa dika pun mencium bibir istrinya itu begitu dalam sembari menggoyangkan dan menghentakan tubuhnya itu beberapa kali yang sudah mengeluarkan keringat disekujur tubuh mereka masing-masing yang begitu dahyat dan agresif


beberapa jam kemudian..


jeje pun yang sudah sadarnya langsung beranjak bangun dari tidurnya meski diarea bawa sana merasakan sedikit ngilu dengan segera memakai baju kimono yang begitu cepat sembari melihat seprai yang sudah berantakan dan tak lupa ada bercak darah keperawanannya , dan langsung menariknya dan diganti dengan yang baru dengan cepat agar suaminya itu tak mengolok-oloknya dirinya


klik... (suara pintu)


yang membuat dika pun yang sudah selesai keramas langsung beranjak berjalan melihat istrinya itu yang sedang merapikan ranjangnya


"apa yang kau lakukan? "tanya dika dengan wajah herannya


"kenapa? mencari kutu kasur? " tanya dika yang semakin bingung


"ckk... kau tak lihat aku sedang mengganti seprai?! " saut jeje dengan wajah datarnya


"kenapa?" tanya dika yang sudah mengkerutkan halisnya yang semakin kesal


"bukankah sudah kotor? " saut jeje yang sudah membawa seprai itu dari tangannya


"Jangan-jangan? " ujar dika dengan wajah diamnya menatap istrinya itu


"apa?

__ADS_1


"kau mysophobia? "ujar dika yang asal tebak yang membuat jeje pun sedikit kesal yang sudah memegang seprainya yang begitu erat


"tidak juga! " saut jeje dengan wajah datarnya langsung berjalan menuju keluar kamarnya


"lalu...


"karena keperdulianku terhadap kebersihan sangatlah tinggi . . " ujar jeje yang terus berjalan tanpa melihat lagi kebelakang yang membuat dika pun langsung mengambil bajunya dan mengikuti istrinya itu dari belakangannya dengan cepat


"sepertinya bukan begitu? " protes dika yang semakin penasaran dengan sikap istrinya itu


"tadi kau bilang bukan? " saut jeje santai sembari berjalan lurus kerah dapur


"pasti iya, bukankah ini kali pertamamu kan? " tanya dika yang masih kuku dengan pendapatnya dan pemikirannya, yang membuat jeje pun sangat kaget disaat suaminya itu berkata kepdanya yang sudah mengolok-olok dirinya


"benarkan, pasti ini kali pertama mu? aku juga bisa merasakan juga! " ujar dika dengan ledekannya yang membuat jeje pun semakin kesal dan marah yang sudah membanting pintu mesin cucinya


bammm!!...


"bukan!! " triak jeje dengan wajah kesalnya


"kenapa tiba-tiba emosi? aku bicara apa adanya kan? " ujar dika dengan wajah santainya berjalan menuju sofanya


"wah sangat ajaib sekali! " gumam dika yang sudah berbaring diatas sofanya sembari melihat atap langit-langit yang membuat di dapur sana pun terdengar begitu jelas


"apa?" tanya jeje dengan suara nyaringnya yang membuat dika pun langsung terbangun dari tidurnya dan duduk menatap istrinya itu yang masih berdiri didepan mesin cucinya


"di zaman seperti ini, ternyata masih ada wanita berusia seperti mu dan bahkan belom pernah berciuman, apalagi dirinya masih perawan sungguh aku pun sangat kaget , bukan? " ujar dika dengan wajah tak percaya melihat istrinya itu

__ADS_1


__ADS_2