Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
penyesalan lalisa


__ADS_3

"kau seharusnya tahu, yang kau tolak adalah lalisa Indri! .. " protes lalisa dengan wajah kecewanya


"lalu kenapa kalau aku menolak? sudah cukup permainannya! " saut dika dengan suara tegasnya


"apa kau bilang?


" aku sudah berusaha maksimal mengikuti permainanmu , dan jangan ribut lagi! .. "ujar dika yang sudah membalikan tubuhnya dengan wajah kesalnya


"berusaha maksimal? maksudmu apa?. " tanya lalisa pada dika dengan wajah bingungnya


"jangan ada pikiran macam-macam lagi, kau sudah sadar , lebih baik kau pakai bajumu itu dan pulang sendiri! kencan kita selesai sampai disini! .. " ujar dika dengan rasa marahnya langsung melangkah berjalan menuju pintu yang membuat lalisa pun kesal dan marah yang sudah menggeretakan giginya dan beranjak bangun mengejar dika yang tak Terima


dug.. dug... dug... dug... (suara langkah)

__ADS_1


plak... (suara tamparan)


"kau!! apa kau tidak waras!!.. " triak dika menatap wanita itu dengan tatapan dinginnya sembari memegang pipinya yang lumayan sakit


"kau yang tidak waras! beraninya kau menghinaku! kau tidak tahu siapa aku! aku lalisa Indri, putri presiden grup CY, siapa kau yang berani menghinaku! " triak lalisa yang yang tak Terima dengan wajah nyolotnya


"lalu kenapa? putri presiden grup CY karena marah di tolak dan merasa tidak punya muka lagi! "sindir dika yang sudah tersenyum kecutnya yang membuat lalisa pun semakin marah tidak Terima


"kau!! dasar bajingan! "triak lalisa sembari melanyangkan tangannya lagi kearah wajah dika dengan beraninya namun dika pun langsung menangkapnya dan memegangnya yang begitu kuat


"kau!! beraninya!! "triak lalisa yang lagi-lagi di tahan tangannya satunya lagi oleh dika yang membuat dirinya pun panik yang sesekali berontak tapi sia-sia dengan tenanganya yang lebih kuat darinya


yang membuat dika pun dengan rasa kesalnya langsung menyudutkan tubuh wanita itu kearah tembok dengan kedua tangannya yang sudah di tahan begitu kuat kearah atas

__ADS_1


"sakit! lepaskan! lepaskan! tanganku ini sakit!.. "triak lalisa dengan rasa cemasnya dengan tubuhnya yang sudah terkunci begitu kuat oleh dika


"kenapa? ternyata kau suka cara kasar ! baiklah aku juga bisa Meladeni, tapi, sesungguhnya aku tidak mau dan tidak sudi bercinta dengan wanita sepertimu! . . " ujar dika yang sedikit nenekan menatap wanita itu dengan rasa geregetannya


"apa? kau bilang wanita seperti ku?.. " tanya lalisa dengan wajah kesalnya menatap laki-laki itu


"dengarkan aku! kau wanita pertama yang telah berani menampar wajahku! aku sudah berusaha mengendalikan diriku yang tidak mau memukulmu walaupun sa'at ini aku ingin sekali menelanmu hidup-hidup! buka kau karena seorang wanita , bukan juga karena kau putri dari presiden grup CY! . . "ujar dika yang sedikit menahan marahnya di depan wanita yang sudah menatapnya jengah


"magsud... maksudmu apa?


" diam kau! aku belom selesai bicara! aku membiarkanmu menamparku karena kau seorang wanita hamil aku akan membunuh siapapun yang berani memukulku. . tetapi tidak wanita yang sedang hamil seperti mu! kau seharusnya bersyukur karena kau sedang hamil muda , beraninya kau menggodaku ketika sedang mengandung anak pria lain, entah kau memang gila atau kau tidak normal! tunggu! dan lihat saja bagaimana aku akan menghancurkan perusahaan grup CY dalam sekejap! . . " ujar dika dengan suara tegasnya dengan segera melepaskan lalisa dari gengamannya


"apa!!

__ADS_1


yang membuat lalisa pun kaget dan terkejut dengan tubuhnya yang sudah gemetar hebat mendengar rahasia dirinya yang dia jaga dan dirinya pun langsung terdiam merosot kebawah dengan wajah bengongnya yang tidak percaya akan seperti ini jadinya


dan dika pun yang merasa kesal dan marah dengan segera bergegas berjalan pergi meninggalkan lalisa yang masih dengan posisinya telanjang yang sudah duduk terpojok sana


__ADS_2