
2 jam kemudian..
jeje pun kembali seperti sebelomnya yang sudah pergi bersama rafi menuju kantor barunya milik kalienya yang tak lain adalah suaminya sendiri, yang ingin meninjau dan ingin direnovasi sesusai keinginan kalienya iTu
tak butuh lama, mereka pun sudah sampai dan langsung masuk keruang yang sudah diantar oleh seketarisnya dika yang tak lain adalah Dani yang sudah menujukan ruang kantor bosnya iTu
tak... tak... tak...
"kalienya meminta kita juga harus menghias kantor seketarisnya dengan baik! " ujar rafi yang sudah menoleh melihat rekannya iTu sembari memotret setiap sudut
"ya, aku pikir gayanya juga harus serupa?" saut jeje yang masih fokus mencatat apa saja yang diperlukan nanti
"dengan begini , banyak cahanya matahari yang akan masuk , untuk menghilangkan gema, kita harus meletakan lebih banyak perabotan disini? " ujar jeje yang sedang fokus meneliti dan melihat setiap sudut ruangan yang masih kosong iTu, namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang yang tergesa-gesa yang tak lain adalah dika yang ingin melihat istrinya iTu
krekkkk... (suara pintu)
"halo.. "sapa dika dengan tersenyum manisnya berjalan menghampiri istrinya iTu yang sudah menoleh melihat suaminya iTu yang sudah menatap dengan canggungnya, namun dengan tiba-tiba rafi pun langsung melangkah maju di depan jeje yang ingin menyambut kalienya iTu
"halo, tuan dika. . " sapa rafi dengan ramahnya yang membuat jeje pun hanya bisa tersenyum kecilnya melihat suaminya iTu yang sudah memijat lekuk lehernya yang amat berat yang sudah berdiri di belakangnya
__ADS_1
"kita akan memulai menggambar denah kantor anda tuan, dan kami akan selesaikan dalam 15 hari, apakah iTu boleh tuan? " tanya rafi dengan serius nya menatap kalienya iTu yang sudah berdiri dihadapanya
"tentu saja boleh,asalkan perkerjaan
kalian bagus dan rapih apa yang ku harapkan, oh.. iya, sebaiknya kita pergi makan siang bersama bukan? "ajak dika kepada mereka berdua yang sudah menampakan wajah berharapnya
"tidak perlu repot tuan aku dan temanku akan makan seperti biasa diwarteg langganan kami iya, kan jeje? " tolak rafi yang tak enak hati langsung menoleh melihat temannya iTu yang membuat jeje pun hanya bisa mengiyakan apa yang dikatakan temennya iTu sembari menganggukan kepalanya
"tidak perlu sungkan begitu, silahkan ikut kami makan bersamaku, kalian pantas di perlakukan dengan baik, aku sudah memesan beberapa makanan jepang dan seafood , apa kau tidak masalah dengan iTu kan? "bujuk dika yang sudah tersenyum ramahnya sembari menempuk pundaknya iTu
"baiklah, terimakasih tuan kalau anda memaksa aku pun dengan senang hati ikut makan bersamamu tuan ,iya kan jeje ? " saut rafi yang sudah tersenyum malunya menoleh pada rekannya iTu sembari menganggukan kepalanya dengan canggungnya
"ayo Mari , silahkan lewat sini! " pinta Dani yang sudah memangil mereka berdua diluar pintu Sana sembari mempersilahakan dengan tanganya yang sudah tersenyum ramahanya, yang membuat rafi pun langsung bergegas berjalan menghampiri seketarisnya iTu yang sudah memangilnya ,begitu juga dengan jeje yang ikut berjalan mengikuti rafi dari belakangnya sembari menundukan wajahnya Karena canggungnya bertemu suaminya iTu dalam satu perusahaan , namun dengan tiba-tiba dika pun langsung menutup pintunya dan mencium bibir istrinya iTu yang membuat jeje pun terkejut setengah mati yang langsung memundurkan tubuhnya iTu
"apa yang kau lakukan barusan? " tanya jeje dengan suara pelannya menatap suaminya iTu yang sudah menampakan wajah paniknya , yang membuat dika pun langsung membuka pintunya lagi melihat seketarisnya iTu yang masih berdiri di depan pintunya
"hibur tamu iTu mewakili aku, aku masih ada perlu pembicaraan penting dengan jeje sekarang, kami akan segera menyusulnya di meja makan! "pinta dika dengan tegasnya menyuruh seketarisnya iTu untuk CEpat beranjak pergi
" baik tuan! "saut Dani yang sudah paham langsung menganggukan kepalanya dan berjalan pergi mengikuti langakah rafi dari belakangnya
__ADS_1
brakkk... (suara pintu tertutup)
yang membuat dika pun langsung merangkul pinggang istrinya iTu dari dekapannya yang begitu erat
"tidak ada yang mengganggu kita sekarang? "ujar dika yang tak sabaranya ingin mencium bibir istrinya iTu, yang membuat jeje pun langsung memundurkan wajahnya sembari mendorong dada suaminya iTu dari dekapannya
" jangan! "tolak jeje dengan wajah paniknya
"kalau begitu ayo kita pulang kerumah? " bujuk dika dengan rayuannya , yang membuat jeje pun langsung memukul -mukul dada suaminya iTu yang tak kunjung lepas memeluk pingangnya iTu yang sudah menampakan wajah kesalnya
"apa kau sudah gila? "cetus jeje yang amat kesalnya dibuatnya itu
"kalau begitu, baiklah, kita berciuman saja? " pinta dika yang semakin tak sabaranya yang membuat jeje pun terkejut menatap suaminya iTu dengan mata melototnya
"apa kau tidak waras hah?..
"memangnya kenapa kalau aku ingin berciuman dengan istriku sendiri? " tanya dika yang semakin tak sabaranya yang sudah menampakan wajah kerinduannya pada istrinya iTu
"jangan menciumku disini, kita bisa melakukan hal lain! " pinta jeje dengan suara pelannya menatap suaminya iTu yang sudah Semu merah dipipinya iTu , yang membuat dika pun yang tak mau nunggu lagi langsung mencium bibir kecil istrinya iTu yang begitu dalam, yang membuat jeje pun tak bisa berkutik lagi yang sudah menahan tubuh suaminya iTu yang sudah memeluk dirinya dari dekapannya yang begitu erat ,yang sudah merasakan dan menikmati ciuman dari suaminya iTu yang penuh kerinduannya dari perasaan mereka masing-masing, sembari kedua tanganya merangkul pundak suaminya iTu yang begitu erat
__ADS_1
"agrhh~~~mmmmuaachh💕.. mmmuuuacccahh💕..