Dicintai Ceo Berhati Iicik

Dicintai Ceo Berhati Iicik
terpaksaan jeje


__ADS_3

"maksud ayah bagaimana? " tanya jeje pada ayahnya itu


"dia ingin bertemu denganmu..


" kenapa?.. "tanya jeje dengan wajah penasarannya


"ada alasannya, kau bisa bertemu dengan Eksekutif dika ? " saut budi yang sudah menatap anaknya itu


"apakah ada masalah dalam rencana pernikahan lalisa dengan Eksekutif dika ? " tanya jeje yang sudah menatap ayahnya


"iya..


"tapi kenapa aku harus menemuinya? "protes jeje yang sedikit heran


"ayah,sungguh sulit mengatakannya, lalisa dan Eksekutif dika, tidak mungkin menikah karena lalisa sedang hamil .. " ujar budi yang memberitahukan pada anaknya itu dengan suara pelannya


"owh., ternyataa begitu..


" dia mengandung anak zaki, masalah ini Eksekutif dika juga sudah mengetahuinya, Ahhh.... " ujar budi dengan rasa kesalnya sembari memegang kepalanya yang amat geregetan yang membuat jeje pun terdiam sejenak


" lalu apa yang dia katakan?.. " tanya jeje pada ayahnya dengan wajah diamnya


"dia bilang ini penipuan, aku kira dia tidak akan membiarkannya ternyata aku salah, perusahaan grup CY akan dapat masalah besar , kau tentu sudah tahu bila lalisa dan Eksekutif dika jadi menikah, pastinya grup eagle akan mendukung finasial perusahaan kita, tapi sekarang... semuanya berantakan!.. "saut budi yang begitu prustasi dengan apa yang di hadapinya itu yang semakin rumit


"tapi, ayah belom mengatakan alasan Eksekutif dika mau menemuiku'kan? . . " tanya jeje yang masih penasaran dengan laki-laki yang masih kekeh ingin bertemu dengannya


"jeje.. itu.. karena... " saut budi yang sedikit ragu

__ADS_1


"katakan saja apa alasannya dia mau bertemu denganku?" ujar jeje yang masih kekeh dengan pendiriannya tapi sayang budi tak menjawab alasan dika ingin bertemu dengan anak sulungnya itu


"bantu ayah, jeje.. walaupun ayah belom pernah membahagiakanmu sekalipun .. "pinta budi yang sudah menampakan wajah melasnya di depan anaknya itu


"uhu~~aku hanya bertemu dengannya 1 kali saja 'kan? . . " tanya jeje dengan rasa berat hatinya menatap ayahnya itu , yang membuat budi pun sedikit ragu


"ini...


"aku bukan siapa-siapa, aku tidak bisa mengubah apapun, walaupun sudah bertemu dengan dia "saut jeje yang sedikit tegas kepada ayahnya itu


"lalu.. apakah kau bisa bertemu dengan Eksekutif dika? " tanya budi yang sudah menampakan wajah berharapnya pada anak sulungnya itu, yang membuat jeje pun sedikit merasa kecewa pada ayahnya itu yang mementingkan perusahaannya di bandingkan dirinya yang selama ini dia abaikan ataupun perhatiannya sebagai ayah pada putrinya


"baiklah, aku setuju walaupun aku tidak bisa mengubah apapun, aku tetap akan menemuinya. . " saut jeje yang sudah membalikan wajahnya dan beranjak bangun dari duduknya , yang membuat budi pun sangat senang mendengarnya


"baiklah, terimakasih jeje.. " ujar budi yang langsung menundukkan wajahnya sedikit kepada anaknya itu dengan rasa leganya untuk saat ini


brakkk.. (suara pintu)


"hei kau! kemarilah.. " triak Ratih yang sudah berdiri memanggil anak tirinya itu dengan wajah kesalnya yang sudah menunggunya dari tadi , dan jeje pun yang sudah tahu langsung mengikuti langkah ibu tirinya itu berjalan menuju belakang


"kau !ada apa hubunganmu dengan Eksekutif dika? " tanya Ratih pada jeje dengan cudesnya sembari melibatkan kedua tangannya didadanya


"hubungan? aku pertama kali bertemu dia disaat di pesta . . " saut jeje dengan wajah santainya


"tapi, mengapa dia menginginkanmu?.. " tanya Ratih dengan rasa kesalnya , yang membuat jeje pun sedikit terkejut dengan ucapan ibu tirinya itu


"maksudnya? Eksekutif dika menginginkanku? . . " tanya jeje dengan wajah penasaran

__ADS_1


"apa kau tidak tahu!


"ibu, bisakah kau jelaskan , apa maksudnya? . . " saut jeje yang ingin tahu apa yang di katakan ibu tirinya itu padanya , yang membuat Ratih pun semakin tak terkontrol


"apakah kau yang bilang menceritakan tentang lalisa kepada Eksekutif dika ?" triak Ratih dengan emosinya menujuk wajah anak tirinya itu dengan jarinya


"huh~~magsud ibu masalah kehamilan lalisa ? dia mengandung anak zaki bekas pelayan rumah ini?.. " saut jeje dengan rasa malasnya sembari memegang dan memijat budaknya yang terasa pegal beberapa kali, yang membuat Ratih pun terkejut mendengar itu


"apa kau bilang? kehamilan apa? anak zaki?.. " tanya Ratih dengan wajah penasarannya


"ayah baru saja bilang padaku ? .. " saut jeje dengan santainya, yang membuat Ratih pun sangat geregetan dan kesal


"si tua itu!!😤..


"aku tidak punya alasan apapun! untuk bicara masalah lalisa dengan Eksekutif dika, juga tidak ada waktu, aku tidak ada hubungan apapun dengannya! "ujar jeje yang sudah memberitahukan pada ibu tirinya itu


"tapi, kenapa dia menginginkanmu? "tanya Ratih yang masih penasarannya dengan anak tirinya itu


"aku tidak tahu apa magsudmu , ayah menyuruhku menemuinya aku hanya mematuhi perintah ayah saja !


" cukup! dengarkan aku Baik-baik, jika kau yang menikah dengan Eksekutif dika menggantikan lalisa, maka aku akan membuatmu menderita, Eksekutif dika pasti sudah gila , apa yang dilihatnya darimu ! ( ̄ヘ ̄)ᴴᴹᴹ.. aku peringatannya! lalisa adalah adikmu, bagaimana mungkin kau merampas pasangannya? ini hal yang tidak bisa di benarkan! . . "ancam Ratih pada anak tirinya itu dengan wajah galaknya, yang membuat jeje pun yang mendengar itu sangat geregetan yang sudah mengempalkan tangannya yang begitu erat


"ckk.. seharusnya bukan aku yang kau peringatkan! . . " saut jeje dengan suara tegasnya menatap ibu tirinya itu dengan tatapan dinginya


"apa kau bilang? . . " tanya Ratih dengan wajah terkejutnya


"aku bilang kau salah orang. . " saut jeje yang sudah melipat kedua tangannya di dadanya dengan tatapan menantangnya pada ibu tirinya itu yang tidak ada rasa takutnya sama sekali , yang membuat Ratih pun langsung terdiam dengan tingkah anak tirinya itu padanya

__ADS_1


"apa?


__ADS_2