
beberapa jam kemudian..
di tempat perusahaan eagle..
yang saat ini dika pun sudah berjalan keluar bersama dengan yang lainya
tak... tak.. tak...
"karena festival musim semi, semuanya sedang belibur, tapi ekSekutif senior sama sekali tidak beristirahat ataupun ambil cuti sama sekali! "ujar Dani yang sudah mengikuti tuannya Itu yang sudah berjalan di belakangnya
"tetap saja dia mendapatkan gajih Dan bônus besar, bukan? " saut dika dengan entengnya berjalan sembari melirik seketarisnya Itu
"yah, ini, lupakan saja, Ada sesuatu yang lebih penting dari ini yang saya harus laporkan pada anda tuan.. " ujar Dani yang sudah berjalan sejajar dengan tuannya Itu, yang membuat dika pun langsung berhenti berjalan dengan wajah penasaranya menatap seketarisnya Itu yang sudah berdiri dihadapanya
"sebenarnya aku pikir untuk melaporkan kepada direktur dulu, tapi.. " ujar Dani yang sedikit ragu mengehentikan kalimatnya yang membuat dika pun semakin penasaranya dibuatnya yang sudah menatap seketarisnya Itu dengan wajah seriusnya
"tapi apa? bicaralah yang benar? " tanya dika dengan suara tegasnya , yang membuat Dani pun dengan cepat mengambil kartu nama dari dalam Saku jasnya Dan diberikan pada tuannya Itu
"ini ambilah, katanya cucu dari direktur matsui electricidade? " saut Dani sembari menyodorkan kartu nama Itu kepada tuannya yang membuat dika pun langsung mengambil dari tangan seketarisnya Itu dengan wajah penasaranya
__ADS_1
"maiko vacila..? "ujar dika yang sudah melihat nama kartu Itu dengan tatapan diamnya
"apa tuan sudah bertemu dengannya sebelumnya? " tanya Dani dengan senyum ramahnya
"aku tidak nyakin! tapi sepertinya pernah mendengar nama Itu ? " saut dika yang terdiam sejenak dengan pikiranya Itu
"hahaha... oh! jika grup eagle bisa mengembangkan hubungan yang lebih akrab dengan matsui electricidade. . " ujar Dani yang bicara sedikit canggung memberitahukan magsudnya yang membuat dika pun dengan cepat melangakah Dan membisikan kerah telinga seketarisnya Itu
"Kita sudah akrab!" saut dika dengan suara pelannya menatap seketarisnya Itu dengan senyum kecilnya , yang membuat Dani pun sangat terkejut dengan mata melototnya
"apa! benarkah Itu? " tanya Dani menatap tuannya Itu untuk memastikanya perkataanya benar atau hanya menipulasi saja , yang membuat dika pun langsung membalikan tubuhnya dengan wajah dinginya yang sudah berjalan menuju lifnya Dan meninggalkan seketarisnya Itu yang masih berdiri menatap tuannya dengan rasa cangungnya
brammm... brammm...(suara móbil)
dika pun yang saat ini sudah berada didalam mobilnya berjalan menuju diskotik yang ingin mengilangkan penatnya sembari menelepon seseorang disebrang sana
"halo.. maiko apa kabarmu? apa kita bisa bertemu ditempat biasa? " ajak dika dengan disebrang sana yang membuat maiko pun sangat amat senang yang selama ini laki-laki yang dia sukai
"ah!baiklah, sampai ketemu lagi! " saut maiko dengan amat girangnya yang langsung mematikan ponselnya sembari berlompat-lompat diatas kasurnya menatap photo dika layar ponselnya yang sudah dijadikan walpapernya
__ADS_1
Dan diapartemets..
jeje pun sangat sedih Dan bingung yang dari tadi terdiam dimeja makannya yang belom abis-abis hanya bisa menatapnya dengan pandangan kosongnya yang berusaha untuk melupkan kejadian tadi pagi , Dan berusaha untuk memakan makananya meski sesuap atau dua suap kemulutnya yang mulai Tak berselera
malam pun tiba di tempat diskotik yang saat ini dika pun sudah duduk dengan santainya sembari menikmati minumanya dengan tatapan kosongnya sembari mendengarkan sekelompok orang disebelah bangkunya yang sedang membicarakan taruhannya
"apa kau pikir Hal bodoh untuk berinvestasi ekuitas pribadi sungguh lucu sekali! " ujar Salah Satu laki-laki Itu sembari meminum minumanya
"kenapa Ada orang yang mau membuat taruhan semacam ini? " saut Salah Satu teman disebelahnya lagi yang sudah menampakan wajah heranya kepada rekannya
"dari 10 ekuitas pribadi yang kau berinvestasikan, 9 yang Akan hancur yang hanya 1 orang yang bisa bertahan! "ujar rekannya Itu yang sudah memperjelaskannya dengan Detail pada beberapa rekannya yang sudah mendengarkan dengan seriusnya
"lagian kesempatan untuk menangnya adalah 10% jika kau memang menang, kau aKan jadi Kaya! mendadak hahah... " saut rekan satunya lagi yang sudah ketawa dengan renyahnya melihat beberapa rekannya Itu dengan canda tawanya
yang membuat dika pun tersenyum kecut mendengar sekelompok orang di samping mejanya Itu sembari meminum minumanya sedikit demi sedikit, yang membuat maiko pun memperhatikan laki-laki yang amat disukainya Itu
"dika, apa yang mengalihkan perhatiamu? " tanya maiko dengan suara khasnya menatap dika dengan wajah penasaranya yang membuat dika pun terdiam sejenak dengan pikiranya entah melayang kemana -mana
Dan diapartemets sana..
__ADS_1
jeje pun yang Tak bisa tidur dengan hati gelisahnya yang sudah duduk diatas sofá sembari melihat televisi sembari memegang ponselnya yang dari tadi dengan wajah bengongnya seperti orang linglung..